er Ruang Lingkup Penilain Anak TK | Pendidikan Guru TK - Guru Taman Kanak Kanak

Ruang Lingkup Penilain Anak TK


Ruang lingkup penilaian anak TK ada dua macam (dalam LHBS / Laporan Hasil Belajar Sekolah / rapor ):
  1. Bidang Perkembangan Kemampuan Dasar (kompetensi) yang meliputi :
    Kognitif : Proses perkembangan kemampuan anak dimana anak dilatih untuk mampu menerima, mengelola dan memahami informasi-informasi yang disampaikan kepadanya. Contoh : siswa mampu mengingat warna, bentuk, huruf dan angka
    Fisik / Motorik : Proses  tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak.  Contoh : siswa bergerak, berlari, meloncat, jalan ditempat, melempar dan aneka kegiatan fisik lainya yang merangsang pertumbuhan anak. Ada dua macam motorik yaitu Motorik Halus dan Motorik Kasar. Contoh dari motorik halus adalah membuat garis, melipat, mengarsir, mewarnai, membutsir / membentuk tanah liat, menggunting, menyusun balok). Contoh dari motorik kasar adalah melompat, berlari,
    Seni contoh : siswa menguasai seni melipat, seni mewarnai dengan baik
    Bahasa siswa mampu berbahasa dengan benar, mengutarakan pendapat atau jawaban atas rangsangan yang diberikan oleh guru.
  2. Bidang Perkembangan Pembiasaan, yang meliputi :  Moral, Agama, Sosial, Emosional, Kemandirian
    biasanya disebut denga curriculum hidden / pembiasaan
    contoh :
    Moral, contoh siswa mengucap salam ketika bertemu, sopan santun, tata krama
    Agama, contoh siswa terbiasa membaca doa sebelum dan ssesudah melakukan aktifitas spt : makan, belajar dll
    Sosial, contoh siswa tumbuh menjadi pribadi yang senang menolong temannya
    Emosional : Proses perkembangan dimana anak belajar untuk mencintai, merasa nyaman, berani, takut marah dan aneka emosi lainnya. Biasanya anak mencerminkan emosi berdasarkan emosi yang dia terima sehari-hari. Contoh : Jika di rumah ia senantiasa disayangi maka dia akan belajar bagaimana menyayangi, begitu juga sebaliknya.
    Kemandirian : Siswa tumbuh menjadi pribadi yang percaya pada diri sendirinya sendiri dan merasa nyaman dengan lingkungan sekolah tanpa harus di tunggui oleh keluarganya.



0 komentar:

Poskan Komentar