er Pendidikan Guru TK - Guru Taman Kanak Kanak

Manajemen dan Administrasi TK- TPA

A. Cakupan Bahasan
• Pendirian TK-TPA
• Struktur Organisasi
• Dana dan biaya
• Tata tertib Ustadz/ah
• Tata tertib Santri
• Penerimaan Santri Baru
• Sarana prasarana
• Administrasi Praktis.

B. Pendirian TK-TPA
Syarat pendirian
• Ada tempat belajar
• Ada Guru
• Ada Santri
Syarat Tambahan :
• Dana awal = sumber biaya.
• Ada lembaga pengelola
• Ada pemrakarsa

C. Langkah Pendirian TK-TPA
• Pembelajaran bisa dimulai, bila syarat-syarat di atas telah dipenuhi.
• Sosialisasi ke masyarakat
• Publikasi
• omunikasi ke tokoh
• Kirim surat ke aparat
• Peresmian

D. Struktur Organisasi TK-TPA
• Kepala TK-TPA
• Sekretaris
• Bendahara
• Wali Kelas
• Ustadz/ah

E. Dana dan Biaya
• Uang Pangkal
• Infaq bulanan
• Donatur
• Dewan Penyantun yang terstruktur sebagai penyokong dana

F. Tata Tertib Ustadz-Ustadzah
• Berpakaian muslim-muslimah
• Datang 10 menit sebelum jam masuk
• Laksanakan tugas dengan penuh ikhlas, kesadaran dan tanggung jawab
• Melaksanakan evaluasi

G. Penerimaan Santri Baru
• sebarkan brosur penerimaan santri baru
• pasang spanduk penerimaan santri baru
• siapkan formulir pendaftaran dan perlengkapan santri: buku iqra, kartu prestasi, kartu SPP, kartu prestasi hafalan, buku Rapor, alat tulis menulis dan baju seragam santri.
• Orangtua mengantar sendiri anaknya di hari pertama dan menyerahkan langsung kepada Ustadz/ah

 H. Tata Tertib Santri
• Pakaian seragam
• Datang 10 menit sebelum jam belajar
• Selama jam belajar, harus berada dalam lingkungan TK-TPA, kecuali izin dari Ustadz/ah
• Selalu menjaga kebersihan.
• Dilarang memakai perhiasan
• Membawa perlengkapan belajar
• Melunasi infaq bulanan dan pembayaran lainnya.

.
I. Sarana Dan Fasilitas
• Ruang belajar
• Meubelair : Meja kursi, bangku belajar, papan tulis, lemari, box dan lain-lain.
• Buku-buku :
• Blangko-blangko dan kartu :
• Alat Peraga :
• Alat BCM

J. Blangko dan kartu-kartu
• Blangko kenaikan jilid
• Blangko ijazah
• Formulir pendaftaran
• Kartu Prestasi santri
• Kartu Infaq santri

 K. Buku-buku
• Kemuridan
• Kurikulum
• Keuangan
• Pelengkap.

L. Alat Peraga
• Poster-poster
• Huruf Hijaiyyah
• Aneka Puzzle huruf Hijaiyyah

M. Alat BCM
• Puzzle-puzzle
• Ular tangga Islam
• Nasyid-nasyid
• Buku-buku cerita Islami

shareseriale online
            

Memilih Playgroup yang Tepat


panduan memilih playgroup yang tepat
Saat anak mulai menginjak usia 2 tahun, biasanya orang tua akan sibuk berdebat mengenai perlunya memasukkan buah hati mereka ke playgroup atau tidak. Pertimbangannya bisa bermacam-macam, seperti usia anak yang masih terlalu dini untuk mulai berkenalan dengan lembaga sekolah paling dasar tersebut atau  juga pertimbangan lainnya seperti keuangan, jarak playgroup yang jauh serta psikologi si anak.
Tetapi untuk mengetengahi perdebatan, alasan-alasan seperti kedua orang tua yang sibuk bekerja, minimnya teman bermain anak di lingkungan rumah dan tidak memiliki pengasuh yang tepat untuk anak, dapat dijadikan acuan untuk memasukkan anak ke playgroup. Saat ini terdapat beragam playgroup yang dapat di pilih untuk si buah hati tercinta, dari yang berbau internasional dengan sistem berstandar luar, atau yang asli buatan dalam negeri yang menggabungkan sistem lokal dengan sistem internasional, sampai yang gratis dan dikelola oleh pejabat di lingkungan perumaha.

Banyaknya pilihan terkadang membuat bingung para orangtua, untuk membantu  dalam memilih playgroup yang tepat guna memberikan bekal yang optimal bagi perkembangan anak, maka kami sajikan uraian berikut ini. Mudah-mudahan tips yang disajika dapat dimanfaatkan sebagai panduan dalam menentukan pilihan playgroup bagi buah hati tercinta :

Pilihlah playgroup yang lebih menekankan pada life skill

Seperti belajar membagi, bekerja sama dengan teman, mampu memahami perasaan orang lain serta mampu mengendalikan emosi. Sebagai langkah awal, sepatutnya playgroup lebih dititik beratkan pada kegiatan bermain yang bertujuan untuk merangsang tumbuh kembang anak dan bukan pada academic skill

Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai playgroup yang dituju,

bisa dari teman juga kerabat atau dari media yang lain guna memastikan apakah playgroup tersebut memenuhi standar kriteria playgroup yang baik.

Cari tahu tentang para tenaga pengajar yang dimiliki oleh playgroup tersebut.
Hal tersebut guna meyakinkan diri telah menitipkan anak bersama orang yang tepat, yaitu guru yang dapat benar-benar mengerti pertumbuhan anak, dapat berinteraksi dengan baik, ramah, mampu memberikan rangsangan kepada anak, serta dapat memberikan pendidikan emosi dan sosialisasi dengan baik.

  Pilih playgroup dengan konsep taman bermain dan bukan "sekolah".
Oleh karena itu, pilihlah playgroup yang benar-benar mengerti akan hal ini. Fasilitas bermain yang lengkap juga akan mendukung daya kreatifitas anak agar lebih tingi.

Pilihlah playgroup terdekat dari rumah

Jarak tempuh yang terlalu jauh terkadang bisa menyurutkan semangat belajar anak karena ia merasa lelah saat sampai di sekolah dan tidak jenuh sepanjang perjalanan.

Hindari gengsi dan pilihlah playgroup yang sesuai dengan kemampuan finansial

Playgroup yang mahal bukanlah satu-satunya jaminan untuk menjadikan anak bibit yang unggul.
 shareseriale online gratis
 


software untuk pendidikan anak "cerdas"


Sasaran untuk program ini untuk 4-6 tahun atau pra sekolah. tujuannya unruk mengenalkan anak pada komputer, melatih anak menggunakan komputer, dan supaya lincah pegang mouse.
isi dari program ini antara lain:
1. Mengenal huruf A-Z huruf kapital dan kecil, beserta video cara penulisan hurufnya
2. Mengenal suara hewan sekitar
3. Mengenal nama hewan dan benda sekitar
4. Kuis menebak suara hewan. 10 soal dapat di update jika anda menguasai macromedia director
5. Kuis menghitung gambar
6. Mengenal angka 1-20
7. Belajar menghitung gambar
8. Program menggambar, yang ini telah direvisi, dapat diprint tentunnya
9. Dapat seneng-seneng, terdapat game puzzle
menu utama
 menu utama




























Menggambar
Menggambar



Mengenal Angka
Mengenal angka

Belajar Menghitung Gambar



Mengenal nama benda sekitar
Mengenal nama benda sekitar



Mengenal nama dan suara hewan
Mengenal nama dan suara hewan


Mengenal Huruf
Mengenal Huruf




Kuis Menghitung
Kuis menghitung



Game puzzle
Game Puzzle



Kuis menebak suara hewan
Kuis menebak suara hewan

Cara pakai, download, terus di instal. untuk mendownloadnya silakan klil link di bawah ini


 download[4]
Semoga bermanfaat.....

 shareseriale online gratis


            


Pendidikan Komputer Untuk Anak

Anak Bermain komputer
Bermain Komputer
Pada awalnya komputer dititikberatkan pada proses pengolahan data, tetapi karena teknologi yang sangat pesat, saat ini teknologi komputer sudah menjadi sarana informasi dan pendidikan khususnya teknologi internet. Dalam hal pendidikan, komputer dapat dipergunakan sebagai alat bantu (media) dalam proses belajar mengajar baik untuk guru maupun siswa yang mempunyai fungsi sebagai Media tutorial, alat peraga dan juga alat uji dimana tiap fungsi tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Sebagai media tutorial, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, menumbuhkan minat belajar mandiri serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa / anak. Tetapi interaksi komputer dengan manusia belum dapat menggantikan interaksi manusia dengan manusia, selain itu mempunyai kelemahan lain yaitu kemauan belajar mandiri yang masih rendah. Komputer sebagai alat uji memiliki keunggulan dalam keobyektifan, ketepatan dan kecepatan dalam penghitungan tetapi masih belum dapat menilai soal-soal essai, pendapat dan hal yang terkait dengan moral dan etika. Yang terakhir, sebagai media alat peraga, komputer mempunyai kelebihan dapat memperagakan percobaan tanpa adanya resiko, tetapi membutuhkan waktu dalam pengembangannya.

Sebelum memperkenalkan komputer kepada anak, orangtua maupun guru seharusnya dapat memahami perkembangan pemahaman anak, dimana pada usia 0 -2 tahun anak mendapatkan pemahamannya dari penginderaannya. Kemudian usia 2 – 7 tahun anak mulai belajar menggunakan bahasa, angka dan simbol-simbol tertentu. Pada usia 7 – 12 tahun anak mulai dapat berpikir logis, terutama yang berhubungan dengan obyek yang tampak langsung olehnya.

Yang saat ini perlu menjadi perhatian bagi orangtua maupun guru adalah bagaimana cara memperkenalkan komputer kepada anak. Hal yang perlu dicoba adalah dengan program-program aplikasi (software) yang bersifat “Edutainment” yaitu perpaduan antara education (pendidikan) dan entertainment (hiburan). Selain itu program (software) aplikasi “Edutainment” tersebut mempunyai kemampuan menumbuhkembangkan kreatifitas dan imajinasi anak serta melatih saraf motorik anak. Contohnya program permainan kombinasi benda, menyusun benda atau gambar (Puzzle) serta program berhitung dan software-software lain yang didukung perangkat multimedia.

Selain program aplikasi (software), dunia internet semakin berarti bagi anak-anak. Internet memungkinkan anak mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan waktu. Di samping itu masih ada manfaat lain yang didapat dari internet, misalnya surat menyurat (E-mail), berbincang (chatting), mengambil dan menyimpan informasi (download).
Untuk perkembangan pendidikan selanjutnya teknologi “Teleconference” (Konferensi interaktif secara on line dari jarak jauh) dirasakan sudah pantas di coba dan dikembangkan, karena dapat menghemat waktu, tenaga pengajar, kapasitas ruang belajar serta tidak mengenal letak geografis.

Mengontrol Anak

Pada suatu hari di masjid diwarnai dengan sedikit insiden. Ada seorang anak kecil yang menangis dengan kalap, ketika bapaknya sedang sholat bersama dengan para jamaah lainnya. Sepertinya ada ibunya, namun si anak tetap menangis dengan sangat keras. Suaranya bahkan bersaing dengan bacaan Imam sholat.

Akhirnya security mesjid turun tangan, dan sang anak bisa tenang kembali. Tapi,  bisa dengan mudah bayangkan bagaimana merah padam muka kedua orangtuanya karena insiden ini

Sebetulnya, mengontrol anak itu tidak sulit. Cuma musti ketemu triknya saja yang tepat. Walaupun setiap anak berbeda-beda, namun, ada beberapa langkah yang sepertinya universal / bisa diterapkan kepada semua anak.

Sialnya, walaupun langkah-langkah tersebut mudah dilakukan, namun memang tidak ada pernah diajarkan di sekolah. Orang tua kita juga mungkin lupa mengajarkannya (atau, kita yang cuek ketika beliau sedang mengajarkannya kepada kita ).

Alhasil, berbagai pasangan muda kembali mengalami masalah yang sama dengan pasangan muda lainnya yang sudah lebih dahulu mendapat momongan – anak yang sulit dikontrol oleh kedua orang tuanya.

Dalam artikel ini saya akan coba sharing beberapa tips untuk mudah mengontrol anak-anak kita.

1.Dalam berkasih-sayang – panjang lebar & bertele-tele

Jangan segan-segan menghabiskan waktu Anda untuk menyampaikan rasa kasih & sayang kepada anak-anak Anda. Untuk buah hati Anda, ada seluruh waktu di dunia ini bagi mereka. Bahkan ketika Anda sudah sangat lelah sekali pun karena sehabis bekerja seharian, peluklah anak-anak Anda, dan tanyakan kabar mereka hari itu.
Dan kasih sayang kepada mereka bukan berarti harus menghabiskan biaya yang mahal  pelukan, candaan, bermain di rumah, bermain bola di depan rumah; itu semua sudah amat menyenangkan bagi mereka.

2.Dalam memberi instruksi – singkat & jelas
Kebalikan dari poin pertama; Jangan bertele-tele ketika memberikan instruksi kepada anak-anak Anda.
Instruksi Anda harus disampaikan dalam bahasa yang sederhana. Mudah dimengerti oleh anak kecil. Dan singkat, sehingga mudah mereka ingat.
Yang sering kita lihat biasanya justru adalah kebalikan dari kedua poin ini  sekali-sekali kita memanjakan anak kita; namun ketika menyuruh mereka melakukan sesuatu, disampaikan dengan “cerewet”, panjang lebar, sambil mengeluh panjang pendek ke langit & ke bumi.
Alhasil, anak jadi belajar & terbiasa untuk mengacuhkan kita, orang tua mereka … ups, gawat juga.

3.Pantang berbohong
Memang berbohong itu tidak baik, kepada siapa pun. Terlebih kepada anak kita.
Namun tidak hanya itu saja – Ketika anak tahu bahwa kita tidak akan pernah berbohong pada mereka, maka mereka jadi bisa menganggap serius instruksi & petunjuk dari kita.
Sayangnya, kadang kita melihat orang tua yang sangat mudah berbohong kepada anaknya. Memang, sekilas terlihat sebagai hal sepele, seperti :
Anak : (menangis) hueeee, aku mau permen itu
Orang tua : ya, ya, ya … nanti papa belikan, diam yaaa
Anak : (diam, tersenyum)
Tapi, kemudian permen itu tidak pernah jadi kenyataan  oopppssss
Nah, pada kasus-kasus seperti ini, Anda telah mengajarkan kepada anak Anda; bahwa Anda itu tidak usah diacuhkan. Tidak perlu dianggap serius. Semua kata-kata Anda adalah bohong saja kok. Cuma permainan semua.
Tentu saja kita tidak ingin mengajarkan ini kepada anak-anak kita bukan?
Nah, untuk itu, jangan pernah berbohong kepada anak. Bagaimana pun remehnya hal tersebut.

4.Tegas (baca: show ‘em you mean IT)
Pelengkap poin 2 – setelah memberikan instruksi, lalu pastikan bahwa instruksi tersebut diikuti.
Jangan biarkan ada terjadi pelanggaran. Tunjukkan bahwa Anda adalah boss di rumah ini.
TIP : Gunakan trik “JAM-BRET”

Contoh:
Orang tua : zahrah, angka 6 (*) sudah mulai sholat ya. Kalau tidak, besok tidak jajan.

zahrah : Oke !
(*) Angka 6 maksudnya adalah angka 6 pada muka jam, misal: 04:30, 03:30, dst. Dengan ini maka instruksi kita menjadi sederhana & jelas & mudah dimengerti.

Nah, ketika angka 6 ternyata zahrah belum sholat, maka, tentu saja, besoknya dia tidak mendapatkan uang jajan 
Inilah poin 4.
Pada saat ini, biasanya sang anak akan meratap, memohon, dan merayu orang tuanya agar hukuman tersebut tidak diberikan kepadanya.
JANGAN GOYAH. Tetap tegas & teguh dengan keputusan Anda.
Jika Anda goyah, SATU KALI SAJA — maka anak jadi tahu: bahwa orang tuanya lembek.
Maka sejalan dengan waktu, akan muncul banyak masalah, anak makin Rewel, sampai akhirnya menjadi masalah besar; seperti temper tantrum, dan seterusnya.
Dengan tegas, BUKAN berarti Anda tidak sayang anak. Justru sebaliknya, ketegasan Anda adalah cermin dari dunia nyata.
Di dunia kita sehari-hari, semua hal ada konsekuensinya.
Telat sampai di kantor ? Gaji dipotong. Sakit ? Cuti berkurang. Telat membayar tagihan ? Kena denda.
Dst.
Dengan bersikap tegas kepada anak, maka Anda telah mempersiapkannya untuk mandiri. Siap menghadapi dunia yang apa adanya ini.
Maka ketika dia telah terbang dengan sayapnya sendiri ke angkasa, dia tidak kaget lagi. Dia sudah siap & kuat menghadapi kenyataan hidup.
Hm, sepertinya sih itu saja. Terlalu mudah ya ? Memang mengontrol anak kecil itu tidak sulit kok.
Cuma, godaan nya itu yang terlalu besar. Memanjakan yang tidak baik untuk mereka, mudah berjanji, dst. Perlu disiplin & keteguhan “iman” dalam menjalankan ini semua 
Oh ya, ini tips untuk anak kecil ya. Untuk anak yang sudah beranjak dewasa; yang sudah punya kemauan sendiri, punya pendapat sendiri, dst; pendekatannya perlu agak berbeda. Tetap tegas, namun komunikasi harus lebih intens lagi.
Secara ringkas – teman terbaik mereka haruslah Anda. Bukan yang lainnya
 Semoga artikel ini ada manfaatnya.
shareseriale tv













Melatih Kecerdasan Anak Dengan Bermain Balok

Pgtk Darunnajah. Gedung Darunnajah Center  (Samping ITC Cipulir Mas) Jl. Ciledug Raya No.1  Ulujami Pesanggrahan Jakarta Selatan 12250,  Telp. (021) 710.50880, 081218599965(Nur), 081316267566(Umi)
Bermain Balok
Menurut Lara Fridani S.Psi, M.Psych, dosen pendidikan anak usia dini di (PAUD) di Universitas Negeri Jakarta menjelaskan, permainan susun balok sama halnya dengan permainan puzzle, karena sama-sama dalam permainan konstruktif. Dinamakan demikian, karena anak secara aktif membangun sesuatu menggunakan bahan/material yang sudah tersedia dengan pengetahuan yang dimilikinya. Anak menyusun serta merangkai balok-balok menjadi sebuah bangunan menara, gedung, rumah, jalan, dan sebagainya. Selain itu, permainan semacam ini menyimpan segudang manfaat. Apa sajakah?

* Belajar mengenai konsep
Dalam bermain susun balok, akan ditemukan beragam konsep, seperti warna, bentuk, ukuran, dan keseimbangan. Orangtua bisa mengenalkan konsep-konsep tersebut saat anak bermain susun balok.

* Belajar mengembangkan imajinasi
Untuk membangun sesuatu tentunya diperlukan kemampuan anak dalam berimajinasi. Imajinasi yang dituangkan dalam karya mengasah kreativitas anak dalam mencipta beragam bentuk.

* Melatih kesabaran
Dalam menyusun balok satu demi satu agar terbentuk bangunan seperti dalam imajinasinya, tentu anak memerlukan kesabaran. Berarti ia melatih dirinya sendiri untuk melakukan proses dari awal sampai akhir demi mencapai sesuatu. Ia berlatih untuk menyelesaikan pekerjaannya.

* Secara sosial anak belajar berbagi
Ketika bermain susun balok bersama teman, anak terlatih untuk berbagi. Misalnya, jika si teman kekurangan balok tertentu, anak diminta untuk mau membagi balok yang dibutuhkan. Perlahan tapi pasti, anak juga belajar untuk tidak saling berebut saat bermain.

* Mengembangkan rasa percaya diri anak
Ketika anak bermain susun balok dan bisa membuat bangunan, tentu anak akan merasa puas dan gembira. Pencapaian ini akan menumbuhkan rasa percaya diri akan kemampuannya.

Perlu Dampingan
Agar permainan ini terasa manfaatnya, Lara tak lupa mengingatkan, orangtua perlu mendampingi anak tetapi jangan mudah memberikan bantuan. Yang terpenting, lakukan hal-hal berikut agar si batita benar-benar terstimulasi:

* Sediakan material susun balok yang cukup untuk mendirikan bangunan yang akan dibuat anak.
* Sediakan waktu yang cukup. Jangan terburu-buru dan membatasi waktu.
* Selama bermain, gunakan kosakata seputar dunia konstruksi untuk menambah pengetahuan dan kosakata anak.
* Berikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan temannya dengan bermain susun balok bersama.
* Amati perkembangan anak dalam bermain susun balok. Dari bentuk sederhana (menumpuk balok dari bawah ke atas), anak akan mengembangkan kemampuan menyusun model yang lebih kompleks.
* Pastikan bentuk serta ukuran baloknya sesuai dengan usia anak. Di usia batita awal pilih balok berukuran besar agar mudah dipegang dan disusun. Jumlahnya tak perlu banyak. Mulailah dengan 3-4 balok.
* Awasi anak saat bermain dengan balok. Jangan sampai balok tersebut dilemparkan atau digunakan untuk memukul anak lain ketika dirinya kesal.
* Jangan mengintervensi anak dengan berbagai pengarahan ataupun perintah selama anak membuat suatu konstruksi.
* Beri anak kesempatan untuk mengerjakan sendiri dan memutuskan sendiri apa yang akan dibuatnya.
* Jangan lupa memberi pujian atas hasil karya anak apa pun bentuknya.