<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958</id><updated>2012-02-11T00:22:13.881+07:00</updated><title type='text'>PENDIDIKAN GURU TK</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>365</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-3344237647088916130</id><published>2012-02-11T00:22:00.001+07:00</published><updated>2012-02-11T00:22:13.894+07:00</updated><title type='text'>Apa Pentingnya Stimulasi Dini?</title><content type='html'>Stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir ( yang terbaik sejak janin usia 6 bulan dalam kandungan ) dilakukan setiap hari , untuk merangsang semua system indera ( pendengaran , penglihatan , perabaan , pembau , dan pengecapan) . selain itu perangsangan terhadap gerak motorik kasar dan halus kaki tangan dan jari – jari , komunikasi , dan merangsang perasaan yang menyenangkan dan pikiran bayi dan balita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk rangsangan yang diberikan sangat bervariasi dalam berbagai bentuk dengan suasana bermain , menyenangkan dan kasih sayang untuk anak , dengan suasana pola asuh yang demokratik (otoritatif), yaitu pengasuh atau ibu harus peka terhadap isyarat , minat , keinginan dan pendapat anak. Memberi contoh tanpa memaksa , mendorong keberanian untuk berkreasi , memberi penghargaan dan pujian atas keberhasilan dan perilaku yang baik , memberi koreksi, dan bukan hukuman atau ancaman bila melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stimulasi dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan anak , setiap hari , terus menerus , sesuai umur dan perkembangan kemampuannya , dilakukan oleh keluarga terutama ibu atau pengganti ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa stimulasi yang dapat dilakukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dapat dilakukan saat memandikan , menganti popok , menyusui, menyuapi , menggendong , mengajak berjalan – jalan , menonton telivisi , dalam kendaraan , menjelang tidur.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Membunyikan berbagai suara atau musik bergantian , menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak – kotak hitam putih ), benda berbunyi pada bayi usia 0 – 3 bulan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bermain ciluk ba pada bayi 3 – 6 bulan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memanggil nama , mengajak bersalaman , dan bermain tepuk tangan, membacakan dongeng , meragsang duduk , dan dilatih berdiri berpegangan pada bayi 6 – 9 bulan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bayi 9 – 12 bulan dirangsang dengan mengulang – ulang menyebut nama – nama anggota keluarga , memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, mengelindingkan bola , dilatih berdiri dan berjalan dengan berpegangan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menggambar , mencoret – coret , menyusun kubus , bermain puzzle sederhana , bermain boneka , berjalan tanpa berpegangan , naik turun tangga , melepas celana , mengerti dan melakukan perintah sederhana , menyebut dan menunjuk benda – benda pada usia 12 – 18 bulan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Usia 18 – 24 bulan , menyebut dan menunjuk bagian – bagian tubuh, nama – nama binatang dan benda di sekitar rumah , bicara tentang kegiatan sehari – hari ( makan , minum , mandi , main ,dll), bermain bola, melompat , dan memakai celana baju , mencuci tangan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyebutkan nama – nama teman dan warna, berhitung , menyikat gigi , bermain boneka, masak – masakan , menggambar , berdiri satu kaki , toilet training pada usia 2 – 3 tahun.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perangsangan untuk berbicara dan bercerita , menyanyikan lagu anak – anak , bermain puzzle , angka, halma , congklak , kartu , monopoli , computer.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bermain bersama anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi kue, meminjamakan mainan, mangalah, belajar bekerja sama.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memancing agar anak dapat menceritakan perasaan, keinginan ,cita-cita, khayalan pengalamannya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengajarkan anak menanam biji hingga tumbuh, memelihara tanaman atau binatang , berwisata dan mengenalkan alam semesta .&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-3344237647088916130?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/3344237647088916130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/apa-pentingnya-stimulasi-dini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3344237647088916130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3344237647088916130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/apa-pentingnya-stimulasi-dini.html' title='Apa Pentingnya Stimulasi Dini?'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-3287476863486947118</id><published>2012-02-10T08:32:00.002+07:00</published><updated>2012-02-10T08:33:08.180+07:00</updated><title type='text'>Mendidik Anak dengan Mitos?</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bila anak terus-menerus dijejali mitos maka daya pikirnya tidak akan berkembang dengan baik.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;"Jangan duduk di atas bantal, nanti pantat kamu bisulan!" Percuma saja menanyakan alasannya, karena itulah mitos: anggapan yang sudah memasyarakat tetapi belum tentu kebenarannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Sadar atau tidak, mitos sudah sangat kental hidup di lingkungan kita. Bahkan, sejak kecil anak-anak sudah dijejali dengan beragam mitos. Ketika kita melarang mereka agar tidak duduk di atas bantal misalnya, mitos bisul itu yang jadi alasan. Atau ketika kita kesal melihat si kecil memain-mainkan beras, terlontar larangan seperti ini, "Jangan memainkan beras, nanti tanganmu keriting."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;MENGAPA MITOS TIDAK EFEKTIF?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mengedepankan mitos sebagai alasan dari sebuah larangan, menurut Ade Irma Shalihah, Psi., adalah tindakan yang kurang tepat. Bagaimanapun, kata Staf pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Jakarta ini, mitos merupakan penjelasan yang bersifat tak logis. Kebenarannya masih perlu diuji. Apalagi, seringkali mitos dikaitkan dengan hal-hal gaib padahal anak belum bisa mencernanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kognisi anak usia prasekolah dalam memahami sesuatu sudah lebih berkembang dari sebelumnya. Dia sudah bisa diajak berinteraksi dan berkomunikasi. Namun, taraf berpikirnya masih tetap praoperasional, yakni butuh penjelasan konkret. Bila penjelasan yang diberikan sangat abstrak seperti halnya mitos itu, maka sulit bagi anak untuk memahami apa yang dijelaskan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ketika kita melarang anak memainkan beras karena nanti tangannya keriting, dia akan kesulitan mencerna alasan tersebut. Apa hubungannya antara memainkan beras dengan tangan keriting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penjelasan berupa mitos sulit dimengerti anak, akhirnya larangan atau perintah yang kita berikan menjadi tidak efektif. Anak yang suka duduk di atas bantal dan memainkan beras akan tetap melakukannya karena alasan larangan yang diberikan tidak bisa dicernanya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;MENGAPA YANG LOGIS EFEKTIF?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Agar larangan dan anjuran kita terhadap anak bisa dicerna secara efektif, pilihlah kata yang sederhana dan logis. Ketika ingin melarang anak duduk di depan pintu, misalnya katakan, "Kalau kamu duduk di depan pintu, nanti akan menghalangi orang lain yang akan lewat. Lihat, Mama tidak bisa lewat, kan?" bukan dengan mengatakan, "Nanti kamu susah jodoh, lo." Penjelasan "menghalangi jalan" jauh lebih efektif dibandingkan "susah jodoh" tadi. Atau, "Kalau kamu memainkan beras, berasnya jadi berhamburan ke mana-mana, kan? Sayang, dong. Beras itu untuk dimasak jadi nasi dan dimakan oleh kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak diberi alasan logis, maka mudah baginya untuk patuh terhadap larangan. "Benar, kalau aku duduk di depan pintu, Mama tidak bisa lewat," misalnya. Sangat mungkin dia juga tidak akan mengulanginya di lain waktu. Atau, "Wah benar juga nih, berasnya jadi berhamburan ke mana-mana. Padahal, ini, kan, untuk makan kita semua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan secara logis juga mengajak anak untuk belajar merangkai hubungan sebab akibat yang merupakan dasar logika. Kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu karena orang lain tidak bisa lewat, jadi dia harus pindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hal ini merupakan sesuatu yang sangat sederhana, tetapi bagi anak keberhasilannya merangkai kejadian sebab akibat sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berpikirnya dan merangsang kecerdasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kalau setiap hari anak dijejali mitos yang sulit dicerna, selain tidak efektif, ia pun tidak terlatih merangkai hubungan sebab akibat. Kemampuan berpikirnya juga tidak akan berkembang, karena sampai masa dewasanya ia akan selalu mengaitkan segala sesuatu dengan hal-hal yang tidak logis. Bisa saja, akan terbentuk pribadi yang selalu takut dan ragu menghadapi beragam persoalan yang sebenarnya sangat simpel. Kita sama-sama tahu bukan, penjelasan logis sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mitos ini terus-menerus diberikan kepada anak, tidak mustahil ia akan dibuat bingung. Mungkin saja, di kesempatan lain anak mendapat penjelasan yang berbeda, akibatnya ia bingung menentukan penjelasan mana yang harus dianggap benar. Pada akhirnya, kebingungan ini bisa mengganggu proses internalisasi baik ke dalam diri maupun lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, penjelasan logis yang diberikan tetap harus dalam batasan. Inilah alasannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Harus disadari bahwa kemampuan berpikir anak usia prasekolah baru sampai di tahapan konkret. Jadi dalam memberikan penjelasan sertai dengan suasana dan benda konkret.&lt;br /&gt;* Selain itu, kemampuan berbahasanya juga masih terbatas karena belum semua kata bisa dipahaminya dengan baik.&lt;br /&gt;* Anak balita sangat berorientasi pada masa sekarang. Dia hanya mampu memperhatikan kejadian yang dialaminya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;KIAT MEMBERIKAN PENJELASAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Karena taraf berpikirnya yang masih seperti inilah maka ketika memberikan penjelasan kita harus memperhatikan beragam hal. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dan kiat menyiasatinya seperti dituturkan Ade:&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;√ Bahasa Anak&lt;/div&gt;Sangat penting memperhatikan tingkat kognisi anak ketika ingin menjelaskan sesuatu, karena setiap anak berbeda kemampuannya dalam menyerap informasi yang masuk. Kalau diperkirakan anak sangat sulit mencerna penjelasan yang kita berikan, pilihlah kata-kata yang sederhana, konkret, singkat, langsung, dan spesifik. Soalnya proses perkembangan pola pikir dan bahasa anak yang masih terbatas. Jangan menggunakan kata-kata orang dewasa yang tidak dimengertinya. Ketika melarang duduk di atas bantal, gunakan gerakan selain kalimat, walau biasanya, kalimat sederhana saja sudah dapat dipahami dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;√ Kalimat Jelas dan Lengkap&lt;/div&gt;Sebaiknya ketika menjelaskan kepada anak gunakan kalimat langsung dan sederhana yang mudah dipahami. Misalnya, "Budi, jangan duduk di depan pintu karena kamu menghalangi orang yang mau lewat. Duduknya di kursi teras saja!" Kalimat seperti itu selain menjelaskan alasan larangan dengan sederhana, pun menganjurkan di mana sebaiknya ia duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari penggunaan kalimat yang menimbulkan pertanyaan balik, misalnya, "Budi, jangan duduk di depan pintu!" Tidak adanya alasan hanya akan menimbulkan pertanyaan balik, "Kenapa tidak boleh?" Berarti harus ada kalimat lain untuk menjelaskannya agar anak memahami kenapa dia dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari juga kalimat yang mengandung pilihan, "Kok, kamu senang banget duduk di depan pintu, kenapa enggak di teras saja?" Kalimat seperti ini akan membuat anak memilih mana yang paling disukainya, di depan pintu atau di teras. Bila dia lebih suka di depan pintu, anak tidak akan pindah dan tidak memahami akibat negatif duduk di depan pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;√ Jangan Menakut-nakuti&lt;/div&gt;Seringkali, larangan dibarengi dengan ancaman yang sifatnya menakut-nakuti anak. "Awas, kalau duduk di atas bantal, di pantat kamu akan tumbuh bisul yang sangat besar!" misalnya. Larangan seperti ini suatu saat akan menjadi bumerang ketika pantat anak ternyata tidak bisulan. Ketika nantinya kita melarang kembali, anak bisa membantah. "Mama bohong, aku enggak bisulan, kok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;√ Jangan Menghujat&lt;/div&gt;Ketika melarang sesuatu sebaiknya hindari kata-kata menghujat, memojokkan, mengancam, dan sebagainya. Orang tua harus ingat bahwa anak usia balita butuh waktu untuk memahami isi perintah. Jadi meskipun kesannya bandel atau tidak bisa dibilangi, tetapi sebenarnya anak hanya butuh waktu. Kalau kita menghujatnya, anak akan merasa disemena-menakan sehingga citra dirinya pun menjadi negatif. Bahayanya lagi, bila nantinya anak meniru kata-kata hujatan yang pernah kita ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berpikir bahwa kitalah yang berkuasa dan boleh berkata semaunya. Hal ini akan membuat anak tidak nyaman berbicara kepada kita. Sebaiknya, berpikirlah bahwa anak harus diperlakukan secara lembut. Ketika kita ingin bicara dengannya, gunakan kata-kata yang halus, tidak bernada tinggi, marah, menghardik, dan sebagainya. Dengan bersikap seperti ini akan membuat anak merasa nyaman kala berbicara dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;√ Jadikan Sahabat&lt;/div&gt;Jadikan anak sebagai "teman atau sahabat" kita. Dengan cinta, usaha dan kemauan untuk terus belajar dari pengalaman akan membuat komunikasi orang tua dan anak menjadi lebih efektif. Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang mustahil.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;√ Banyak Membaca&lt;/div&gt;Terkadang, untuk menjelaskan sesuatu kita butuh informasi tambahan agar apa yang kita jelaskan kepada anak tidak salah. Informasi tambahan ini bisa didapat dari buku atau berbagi dengan orang tua lain. Bukankah, apa yang kita jelaskan ke anak harus benar bukan malah membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;√ Sesuaikan Karakter&lt;/div&gt;Kita tahu karakter anak berbeda-beda. Tidak semua anak senang dengan penjelasan yang menggurui, juga tidak semua anak senang dengan penjelasan yang sambil lalu. Bila anak senang dengan sosok menggurui, pilihlah cara ini. Demikian sebaliknya. Hal ini untuk efektivitas penyampaian penjelasan yang kita berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;√ Beri Penghargaan&lt;/div&gt;Bila anak berhasil melakukan perintah dengan baik, jangan lupa untuk segera memberikan penghargaan berupa perhatian. Banyak anak yang butuh pujian dan bukan hanya perintah atau larangan. Pujian bisa membuat anak bersemangat untuk mematuhi perintah dan larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian yang kita berikan juga seringkali membuat anak bersemangat untuk bicara. Caranya, misalnya dengan menyejajarkan tubuh dengan anak, melakukan kontak mata, atau mengulang apa yang dikatakan anak untuk memperoleh kejelasan. Dengan begitu, anak merasa bahwa apa yang dibicarakannya itu mendapat perhatian dari orang tuanya dan anak tidak canggung lagi ketika nanti ingin berbicara kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak.. kan, orang tua yang tidak tahu bagaimana cara berbicara yang baik dengan anak. Ketidaktahuan inilah yang sering membuat hubungan antara orang tua dengan anak tidak berjalan harmonis. Orang tua selalu berbicara dengan caranya yang padahal sama sekali tidak sesuai dengan keinginan anak.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;sumber: http://www.lptcindo.com/tips-psikologi/item/24-mendidik-dengan-mitos-bolehkah?.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-3287476863486947118?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/3287476863486947118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/mendidik-anak-dengan-mitos.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3287476863486947118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3287476863486947118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/mendidik-anak-dengan-mitos.html' title='Mendidik Anak dengan Mitos?'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-1852265532127944202</id><published>2012-02-10T00:31:00.002+07:00</published><updated>2012-02-10T00:31:25.341+07:00</updated><title type='text'>6 Aspek Utama Tumbuh Kembang Anak</title><content type='html'>Aspek perkembangan anak dapat terbagi dalam 6 bagian besar. Satu sama lain saling mempengaruhi. Jika salah satu aspek terhambat perkembangannya, maka akan menghambat perkembangan kelima aspek lainnya.&lt;br /&gt;Pertumbuhkembangan anak yang optimal jika keseluruhan aspek berkembang dengan baik dan sesuai dengan usia. Pola pengasuhan dan peran orang tua sangat besar dalam hal ini. Dukungan dan bantuan orang tua adalah dasar yang dapat mengoptimalkan perkembangan seluruh aspek secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sajakah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6 aspek tumbuh kembang anak&lt;/span&gt; tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Aspek Motorik Kasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah kemampuan anak untuk mengontrol gerakan tubuh yang mencakup geraka gerakan otot besar. Perkembangan motorik kasar dapat dilihat dari kemampuan anak untuk merangkak, berjalan, berlari, melompat, memanjat, berguling, berenang dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Aspek Motorik Halus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah kemampuan anak untuk mengontrol keluwesan jemari tangan yang dapat dilihat dari kemampuan untuk menyentuh, menjumput, meraih, mencoret, melipat, memasukan benda atau makanan ke dalam mulut dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Aspek Kognitif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah kemampuan anak untuk memproses, menginterpretasikan dan mengkategorikan informas-informasi yang diperolehnya melalui panca indera. Kemampuan ini selanjutnya berkembang menjadi kemampuan berfikir logis yang selanjutnya menentukan apakah anak mampu memahami lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Kemampuan Bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mahluk sosial, sejak bayi anak telah bisa berkomunikasi untuk menyatakan perasaan dan keinginannya, yaitu dengan tangisan, tertawa dan mengoceh yang merupakan awal dari perkembangan bahasa. Selanjutnya anak akan belajar untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa. Kemampuan bahasa selain membantu anak untuk memahami apa yang dikatakan orang-orang disekitarnya, juga untuk dapat dipahami oleh orang lain. Perasaan mampu memahami dan dipahami dapat menumbuhkan rasa percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Aspek Emosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah kemampuan anak untuk mengenali berbagai hal yang dirasakannya, mengekspresikan perasaan dalam bentuk yang dapat diterima oleh lingkungannya, serta kemampuan untuk mengendalikan dan mengatasi perasaannya. Kematangan emosi tidak terjadi dengan sendirinya tapi secara bertahap dan sangat membutuhkan peran serta orang tua dan lingkungan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Aspek Sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah kemampuan anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, memberi respon pada orang lain dan berbagi. Pengalaman sosial anak hanya dapat tumbuh dan berkembang dari pengalamannya dengan orang-orang terdekat. Pola asuhan dan arahan orang tua sangat penting dalam perkembangan aspek sosial anak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-1852265532127944202?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/1852265532127944202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/6-aspek-utama-tumbuh-kembang-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1852265532127944202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1852265532127944202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/6-aspek-utama-tumbuh-kembang-anak.html' title='6 Aspek Utama Tumbuh Kembang Anak'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-5494597822405522946</id><published>2012-02-09T21:19:00.001+07:00</published><updated>2012-02-09T21:19:15.597+07:00</updated><title type='text'>Ajarkan Dunia Anak Berhitung Sejak Dini</title><content type='html'>&lt;span style="background-color: white; color: #373737; font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Sejak kapan ya anak-anak belajar matematika? Sebagai orangtua perlu kita ketahui, bahwa saat menjelajahi kehidupan sehari-hari dengan menjelajahi dan menemukan benda-benda di sekitarnya, anak-anak kita sudah di hadapkan pada dunia berhitung/matematika.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #373737; font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: justify;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #373737; font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: justify;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #373737; font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Berhitung atau matematika memang semakin penting pada zaman teknologi saat ini. Sehingga, makin penting anak-anak belajar matematika. Meskipun, kebanyakan anak-anak seusia SD hingga SMP kadang bertanya-tanya apakah berhitung itu diperlukan? dan sudah dihadapi di dalam kehidupan nyata.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #373737; font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: justify;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #373737; font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: justify;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #373737; font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Gunakan benda-benda di rumah.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #373737; font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: justify;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #373737; font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;Nah, berbeda dengan mengajarkan matematika pada anak balita, tentunya, mereka tidak mungkin untuk diajarkan perkalian, pembagian, ataupun algoritma dalam bentuk baku. Mereka perlu diajak dalam kegiatan itu, namun caranya harus menyenangkan dan menarik. "Gunakan benda-benda yang ada di rumah. Sehingga mereka tidak merasa sedang melakukan pelajaran matematika," tutur Irene Mongkar, pakar psikologi anak.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #373737; font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: justify;" /&gt;&lt;span class="fullpost" style="background-color: white; color: #373737; font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama melakukan kegiatan berhitung atau matematika itu pastikan anak merasa senang. Sehingga akan membantu anak mengembangkan keterampilan yang ia perlukan. Misalnya, libatkan ia dalam menghitung cucian yang akan dijemur. Atau membantu menghitung jumlah buah yang akan di cuci, ataupun menghitung jumlah popok yang ia punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sambil menyusun buku, tanya ada berapa jumlah buku yang ia punya, pensil, juga perlengkapan lainnya. Ataupun menggunakan cara lain, yakni dengan kartu bermain," tutur Irene.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa? Di setiap karton besar (sebesar buku gambar) tuliskan angka (dengan spidol besar) di bagian atas. "Semisal Anda menuliskan angka lima (5) bola. Maka minta ia untuk mengambar bola sebanyak angka yang Anda maksud. Ataupun jumlah lainnya dengan objek lainnya yang mudah," imbuhnya. Tentunya sebelum meminta ia menuliskan, perlu mengenalkan angka 1 hingga 10 dalam bentuk gambar bola ataupun segititiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka mengerti barulah digunakan teknik penambahan dan pengurangan. Misal menambah karton dengan gambar lima bola dan karton gambar dua bola. Lakukan juga untuk pengurangan. Lalu, minta mereka untuk menuliskan hasilnya di karton polos tersendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-5494597822405522946?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/5494597822405522946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/ajarkan-dunia-anak-berhitung-sejak-dini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5494597822405522946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5494597822405522946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/ajarkan-dunia-anak-berhitung-sejak-dini.html' title='Ajarkan Dunia Anak Berhitung Sejak Dini'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-922143598919258101</id><published>2012-02-08T08:02:00.002+07:00</published><updated>2012-02-08T08:02:48.101+07:00</updated><title type='text'>Hebatnya Mind Mapping Untuk Anak</title><content type='html'>Dalam buku pintar Mind Map untuk anak ini, Tony Buzan (Invetor Mind Maps) menjelaskan cara-cara agar anak bisa meraih keberhasilan di sekolah, termasuk cara gampang memahami berbagai mata pelajaran, membuat karangan, dsb. Tony Buzan juga menjabarkan cara efektif untuk menguasai hal-hal di luar pelajaran, misalnya cara mengatur kamar tidur, menyelenggarakan pesta ulang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa belajar Mind Mapping bukan hanya milik orang dewasa tetapi juga bagus dikembangkan dan diterapkan untuk anak karena dengan menggunakan Mind Map anak akan BISA:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meningkatkan ingatan dan konsentrasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menghemat waktu dalam mengerjakan PR, karena waktu yang diperlukan cuma setengah dari waktu yang biasa diperlukannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Membuat catatan yang lebih jelas dan mudah dipahami.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lebih mudah berkonsentrasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lebih mudah mengingat fakta dan angka.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengulang pelajaran dengan gembira dan senang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lebih mahir merencanakan jawaban ujian dengan tenang selama ujian!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mudah meraih nilai bagus dalam ujian!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keahlian Tony Buzan mengeksplorasi otak setara dengan keahlian Stephen Hawking mengeksplorasi jagat raya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-922143598919258101?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/922143598919258101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/hebatnya-mind-mapping-untuk-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/922143598919258101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/922143598919258101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/hebatnya-mind-mapping-untuk-anak.html' title='Hebatnya Mind Mapping Untuk Anak'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-3639824123346293904</id><published>2012-02-07T08:27:00.003+07:00</published><updated>2012-02-07T08:27:26.397+07:00</updated><title type='text'>Ciri Gaya Belajar Tipe Visual</title><content type='html'>Anak yang mempunyai gaya belajar tipe visual adalah gaya belajar yang dominan mengandalkan visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memiliki ciri seperti :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berbicara dengan cepat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengeja yang baik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Teliti terhadap yang detail&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Pembaca cepat dan tekun, lebih suka membaca ketimbang dibacakan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Pelupa dalam menyampaikan pesan verbal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Senang terhadap seni daripada musik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Sukar atau tidak pandai memilih kata-kata ketika berbicara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Senang memperhatikan melalui demonstrasi daripada ceramah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Pembawaannya rapi dan teratur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Suka mengantuk bila mendengarkan penjelasan yang panjang lebar &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Tips efektif cara belajarnya adalah dengan dibantu kombinasi peraga visual, gambar atau simbol-simbol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anak Anda mempunyai ciri-ciri seperti di atas?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-3639824123346293904?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/3639824123346293904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/ciri-gaya-belajar-tipe-visual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3639824123346293904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3639824123346293904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/ciri-gaya-belajar-tipe-visual.html' title='Ciri Gaya Belajar Tipe Visual'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-3413085573252997444</id><published>2012-02-07T08:22:00.004+07:00</published><updated>2012-02-07T08:24:35.753+07:00</updated><title type='text'>Ciri Gaya Belajar Tipe Auditorial</title><content type='html'>Anak yang mempunyai gaya belajar tipe auditorial adalah gaya belajar yang dominan mengandalkan pendengaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe auditorial memiliki ciri seperti:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berbicara dengan diri sendiri saat bekerja atau belajar &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menggerakkan bibir mereka ketika membaca dan mendengarkan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pandai dalam menyampaikan pesan verbal &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat mengulangi dan meniru nada, birama atau warna suara tertentu ketika bercerita. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki  kesulitan ketika menulis tapi pandai bercerita dan fasih ketika berbicara &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Senang berdiskusi, berbicara dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebih senang musik dari pada seni yang melibatkan visual &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Tips efektif cara belajar tipe auditorial adalah sering diajak diskusi atau menyampaikan sesuatu atau pendapatnya mengenai pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anak Anda mempunyai ciri-ciri seperti di atas?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-3413085573252997444?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/3413085573252997444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/ciri-gaya-belajar-tipe-auditorial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3413085573252997444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3413085573252997444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/ciri-gaya-belajar-tipe-auditorial.html' title='Ciri Gaya Belajar Tipe Auditorial'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-4552123008522074379</id><published>2012-02-06T01:19:00.001+07:00</published><updated>2012-02-06T01:20:11.553+07:00</updated><title type='text'>16 Masalah Umum Bagi Dunia Anak Pelajar Di Dunia</title><content type='html'>Dari berbagai masalah yang di teliti, ternyata setelah disimpulkan ada 16 masalah umum yang dihadapi pelajar/murid di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 permasalahan umum itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ingatan yang buruk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penangguhan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelasan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecanduan game komputer, TV &amp;amp; internet&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sulit memahami yang diajarkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mudah bingung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perhatian singkat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melamun di kelas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cemas ujian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Membuat kesalahan yang ceroboh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tekanan dari orang tua&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terlalu banyak yang dipelajari hingga tidak cukup waktu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kurang motivasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gampang menyerah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Guru-guru yang membosankan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak tertarik pada apa yang dipelajari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah anak-anak kita ada yang termasuk di dalamnya? semoga tidak yaa..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber : Buku Pintar "Anak Jenius" (Adam Khoo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-4552123008522074379?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/4552123008522074379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/116-masalah-umum-bagi-dunia-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4552123008522074379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4552123008522074379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/116-masalah-umum-bagi-dunia-anak.html' title='16 Masalah Umum Bagi Dunia Anak Pelajar Di Dunia'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-882481598738256506</id><published>2012-02-05T10:34:00.003+07:00</published><updated>2012-02-05T10:34:31.543+07:00</updated><title type='text'>Apa Itu Mainan Edukatif?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;APA ITU MAINAN EDUKATIF?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disebut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mainan edukatif&lt;/span&gt; karena &lt;span style="color: #3333ff; font-style: italic;"&gt;dapat merangsang daya pikir anak&lt;/span&gt;. Termasuk di antaranya meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan memecahkan masalah. Tapi ngomong-ngomong, bagaimana membedakan mainan jenis ini dari mainan lainnya? Simaklah jawaban-jawaban tentang mainan edukatif yang disampaikan Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si., psikolog perkembangan dari Fakultas Psikologi UI, yang juga terapis bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;APA YANG MASUK KATEGORI MAINAN EDUKATIF?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Diperuntukkan bagi anak balita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yakni mainan yang memang sengaja dibuat untuk merangsang berbagai kemampuan dasar pada balita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Multifungsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari satu mainan bisa didapat berbagai variasi mainan sehingga stimulasi yang didapat anak juga lebih beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Melatih problem solving&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam memainkannya anak diminta untuk melakukan problem solving. Dalam permainan pasel misalnya, anak diminta untuk menyusun potongan-potongannya menjadi utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Melatih konsep-konsep dasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lewat permainan ini, anak dilatih untuk mengembangkan kemampuan dasarnya seperti mengenal bentuk, warna, besaran, juga melatih motorik halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Melatih ketelitian dan ketekunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan mainan edukatif, anak tak hanya sekadar menikmati tetapi juga dituntut untuk teliti dan tekun ketika mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Merangsang kreativitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Permainan ini mengajak anak untuk selalu kreatif lewat berbagai variasi mainan yang dilakukan. Bila sejak kecil anak terbiasa untuk menghasilkan karya, lewat permainan rancang bangun misalnya, kelak dia akan lebih berinovasi untuk menciptakan suatu karya, tidak hanya mengekor saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;APA SAJA MANFAATNYA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Melatih kemampuan motorik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Stimulasi untuk motorik halus diperoleh saat anak menjumput mainannya, meraba, memegang dengan kelima jarinya, dan sebagainya. Sedangkan rangsangan motorik kasar didapat anak saat menggerak-gerakkan mainannya, melempar, mengangkat, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Melatih konsentrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat menyusun pasel, katakanlah, anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya -- ia tidak berlari-larian atau melakukan aktivitas fisik lain sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Tanpa konsentrasi, bisa jadi hasilnya tidak memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Mengenalkan konsep sebab akibat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, dengan memasukkan benda kecil ke dalam benda yang besar anak akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat dalam benda yang lebih besar. Sedangkan benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam benda yang lebih kecil. Ini adalah pemahaman konsep sebab akibat yang sangat mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Melatih bahasa dan wawasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Permainan edukatif sangat baik bila dibarengi dengan penuturan cerita. Hal ini akan memberikan manfaat tambahan buat anak, yakni meningkatkan kemampuan berbahasa juga keluasan wawasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Mengenalkan warna dan bentuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari mainan edukatif, anak dapat mengenal ragam/variasi bentuk dan warna. Ada benda berbentuk kotak, segiempat, bulat dengan berbagai warna; biru, merah, hijau, dan lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-882481598738256506?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/882481598738256506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/apa-itu-mainan-edukatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/882481598738256506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/882481598738256506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/apa-itu-mainan-edukatif.html' title='Apa Itu Mainan Edukatif?'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-7598630780442838214</id><published>2012-02-04T07:47:00.003+07:00</published><updated>2012-02-04T07:47:32.505+07:00</updated><title type='text'>Mitos-Mitos Dunia Anak Kita</title><content type='html'>Masih terjadinya kontroversi pemahaman tentang anak, membuat kita sebagai orang tua yang awam dibuat bingung. Mana yang benar, mitos ataukah yang mendekati fakta? Dari parent forum dapat diketahui beberapa pendapat para ahli pendidikan dan perkembangan anak (seperti Ayah Edi) bicara tentang mitos-mitos tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MITOS:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak dilahirkan dengan kecerdasan yang berbeda, sangat cerdas, cerdas dan kurang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FAKTA:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak dilahirkan cerdas pada bidangnya masing-masing. Terkecuali anak yang kecelakaan yang fatal dan mengalami cacat otak sejak lahir. Walaupun ada beberapa kasus anak yang dinyatakan cacat secara medis dapat disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MITOS:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan anak diukur dengan kemampuan anak dengan membaca,menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FAKTA:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan sangatlah tidak terbatas!, sedangkan membaca, menulis dan berhitung hanyalah dari kecerdasan berbahasa, logika dan metematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MITOS:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan dapat di ukur melalui tes kecerdasan yang sering disebut dengan Tes IQ.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FAKTA:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan tidak dapat diukur, melainkan dapat di gali, diamati dan dikembangkan masing-masing anak untuk mencapai tingkat maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MITOS:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan proses belajar anak banyak disebabkan dari faktor internal anak, seperti malas belajar dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FAKTA:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan proses anak banyak disebabkan dari faktor eksnternal anak, seperti kemampuan pendidik/pengajar dan orang tua dalam memahami sifat, bakat dan gaya belajar anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MITOS:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan belajar didefinisikan sebagai kemapuan untuk mengingat/menghafal kembali informasi yang pernah disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FAKTA:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan belajar didefinisikan sebagai proses kreatif yang meliputi mengetahui, melakukan, menganalisa dan menyimpulkan dengan cara dan hasil berbeda sesuai dengan hasil temuan dan pengalaman masing-masing anak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa mitos yang masih sering menjadi kontroversi hingga saat ini. Dengan uraian diatas, sangat diharapkan peranan orang tua untuk menggunakan Logika dan Nurani yang paling dalam untuk menilai pandangan manakah yang menurut anda lebih masuk akal dan agar dapat lebih memberi peluang sukses bagi anak-anak kita nantinya!, karena semua itu sepenuhnya berada ditangan anda !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-7598630780442838214?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/7598630780442838214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/mitos-mitos-dunia-anak-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7598630780442838214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7598630780442838214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/mitos-mitos-dunia-anak-kita.html' title='Mitos-Mitos Dunia Anak Kita'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-4142081994809759545</id><published>2012-02-03T14:35:00.002+07:00</published><updated>2012-02-03T14:38:45.794+07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Do'a Sebelum dan Sesudah belajar</title><content type='html'>Disaat anak-anak kita akan memulai suatu pelajaran atau menuntut ilmu, mungkin ada yang lupa untuk membaca do'a-do'a sebelum dan sesudah belajar. Untuk itu, posting saya kali ini hanya untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya doa sebelum dan sesudah belajar itu. InsyaAllah setelah membacanya akan mendapat ilmu dengan mudah dan tentunya akan bermanfaat ilmu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Do'a sebelum belajar:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;رَضِيْتُ باللّه رَبَّاً،&lt;br /&gt;RODLIITU BILLAAHIROBBAA&lt;br /&gt;Aku ridlo Alloh sebagai Tuhanku&lt;br /&gt;وَبالإِسْلامِ دِيْناً،&lt;br /&gt;WABIL ISLAAMIDIINA&lt;br /&gt;Dan agama Islam itu sebagai agamaku,&lt;br /&gt;وبِمُحَمَّدٍ نَبِيَّاً وَرَسُوْلاً&lt;br /&gt;WABIMU_HAMMADIN NABIYYAWWAROSUULAA&lt;br /&gt;Dan Nabi Muhammad itu sebagai Nabi dan Utusan Alloh&lt;br /&gt;رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا،&lt;br /&gt;ROBBII ZIDNII 'ILMAA&lt;br /&gt;Ya Alloh Tambahkanlah aku ilmu&lt;br /&gt;وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا&lt;br /&gt;WARZUQNII FAHMAA&lt;br /&gt;Dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Do'a sesudah belajar:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَه ُ&lt;br /&gt;AALLOHUMMA ARINAL_HAQQO _HAQQON WARZUQNATTIBAA’AHU&lt;br /&gt;Ya Alloh, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehinggga kami dapat mengikutinya.&lt;br /&gt;وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَااجْتِنَابَهُ&lt;br /&gt;WA ARINALBAATHILA BAA-THILAN WARZUQNAJTINAABAHU&lt;br /&gt;Dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-4142081994809759545?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/4142081994809759545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/pentingnya-doa-sebelum-dan-sesudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4142081994809759545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4142081994809759545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/pentingnya-doa-sebelum-dan-sesudah.html' title='Pentingnya Do&apos;a Sebelum dan Sesudah belajar'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-4982455176468556908</id><published>2012-02-02T07:03:00.001+07:00</published><updated>2012-02-02T11:37:48.907+07:00</updated><title type='text'>Dunia Anak Kreatif</title><content type='html'>Dunia anak adalah dunia yang kreatif. Ini bisa kita lihat dari ciri-ciri umum yang dominan pada anak, yaitu :1. Spontanitas&lt;br /&gt;2. Rasa tahu yang tinggi&lt;br /&gt;3. Suka hal-hal yang baru.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fXxrXKH6Jqk/TynSUHtwznI/AAAAAAAAAIU/CowXbiNS4VA/s1600/kreatif-anak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://4.bp.blogspot.com/-fXxrXKH6Jqk/TynSUHtwznI/AAAAAAAAAIU/CowXbiNS4VA/s320/kreatif-anak.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dari ciri-ciri ini, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya semua anak adalah kreatif. Semua ciri-ciri anak kreatif ini bisa dikembangkan diciptakan.&lt;br /&gt;Seorang tokoh jenius dan kreatif dunia : Albert Einstein pun berkata bahwa :"Kreativitas itu diciptakan bukan dilahirkan". Einstein berkata seperti itu karena latar belakangnya yang kurang menguntungkan bagi Einstein dan keluarganya.&lt;br /&gt;Jadi bukan semata keturunan seorang anak bisa menjadi kreatif. Namun peran lingkungan dan Anda sebagai orang tua juga sangat berpengaruh bagi perkembangan kreativitas anak.&lt;br /&gt;Untuk mengenali lebih detil tentang ciri anak kreatif, ada beberapa ciri-ciri anak kreatif :&lt;br /&gt;a. Lancar berpikir&lt;br /&gt;Anak bisa memberi banyak jawaban terhadap suatu pertanyaan yang Anda berikan. Inilah salah satu kehebatan anak kreatif. Anak mampu memberikan banyak solusi dari sebuah masalah yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan. Dunia ini penuh masalah dan tantangan. Semakin kreatif seseorang, maka ia akan dengan mudah menjawab semua masalah dan tantangan hidupnya dengan kreativitasnya.&lt;br /&gt;b. Fleksibel dalam berpikir&lt;br /&gt;Anak mampu memberi jawaban bervariasi, dapat melihat sutu masalahdalam berbagai sudut pandang (fleksibilitas), sehingga anak akan dengan mudah menyesuaikan diri dalam berbagai keadaan.&lt;br /&gt;c. Orisinil (asli) dalam berpikir&lt;br /&gt;Anak dapat memberi jawaban-jawaban yang jarang diberikan anak lain. Jawaban baru biasanya tidak lazim atau kadang tak terpikirkan orang lain.&lt;br /&gt;d. Elaborasi&lt;br /&gt;Anak mampu menggabungkan atau memberi gagasan-gagasan atas jawaban yang dikemukakan, sehingga ia mampu untuk mengembangkan, memperkaya jawabannya dengan memperinci sampai hal-hal kecil.&lt;br /&gt;Nah setelah kita mengetahui ciri-ciri tersebut,&lt;br /&gt;- Apakah kita sebagai orang tua mampu untuk mempertahankan kreatifitas anak ?&lt;br /&gt;- Apakah kita menerima segala kelebihan dan kekurangan anak kita dan apakah kita mensugesti mereka bahwa mereka mampu atau sebaliknya ?&lt;br /&gt;- Sudahkan kita memberikan waktu, tempat, kemudahan dan bahan-bahan agar anak kita kreatif ?&lt;br /&gt;- Sudahkah kita memberi penguatan terhadap hasil kreasi anak atau justru melemahkannya ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-4982455176468556908?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/4982455176468556908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/dunia-aanak-kreatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4982455176468556908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4982455176468556908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/dunia-aanak-kreatif.html' title='Dunia Anak Kreatif'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fXxrXKH6Jqk/TynSUHtwznI/AAAAAAAAAIU/CowXbiNS4VA/s72-c/kreatif-anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-5328390458097137671</id><published>2012-02-01T08:28:00.001+07:00</published><updated>2012-02-01T08:28:03.586+07:00</updated><title type='text'>Kebiasaan Salah Yang Sering Dilakukan Ibu Tanpa Sengaja</title><content type='html'>Sebagai seorang ibu, multitasking atau melakukan beberapa rutinitas dalam satu waktu adalah kelebihan yang kita punya. Tetapi pernahkah kita menyadari, apakah rutinitas yang kita lakukan sudah benar atau belum? Coba telisik bersama, siapa tahu ada kebiasaan multitasking kita yang harus perbaiki.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Berbagi tempat tidur dengan anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak-anak masih bayi, menyusui dan mengganti popok lebih mudah dilakukan saat mereka tidur di samping kita. Terlebih di malam hari, kita tak perlu benar-benar terbangun untuk memenuhi panggilan bayi tersayang. Tetapi ternyata rutinitas ini bisa memberi risiko pada bayi kita.Di Amerika Serikat, kecenderungan berbagi tempat tidur dengan anak mengalami peningkatan. Jika pada 1993 persentasenya hanya 5,5 persen, pada tahun 2000 persentasenya melonjak hingga 12,8 persen. Ini adalah data yang dikeluarkan National Infant Sleep Position Study.Menurut St. Louis University, bayi yang tidur bersama orang tuanya 40 kali lebih sering mengalami cegukan dibanding yang tidak. Mengapa? Posisi menyusui di tempat tidur membuat bayi tidak nyaman, hingga kemudian membuat buah hati kita tersedak.Itu mengapa, sebaiknya letakkan keranjang tidur bayi di samping tempat tidur kita. Setiap kali tiba waktu menyusui di malam hari, pilihlah tempat duduk yang nyaman. Kenyamanan akan menguntungkan kita dan bayi. Posisi menyusui yang tepat akan membuat bayi menyusui tanpa tersedak, plus kita tak merasa pegal jika menyusui memakan waktu lama.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Membuat anak tidur dengan bantuan sebotol susu atau jus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah undangan terbuka bagi bakteri untuk menetap di gigi anak kita, ucap Michael Ignelzi, dokter gigi yang juga juru bicara American Academy of Pediatric Dentistry. Bakteri yang menempel pada gigi sepanjang mereka tidur akan membuat anak kita mengalami sindroma karies botol. Sindrom ini akan membuat gigi bayi kita cepat keropos.Pada kasus yang sangat ekstrim, Igelzi bercerita, pernah memasang crown atau pelindung gigi pada anak yang masih berumur 23 bulan. Tak tanggung-tanggung, jumlah pelindung gigi yang dipasang adalah 4 buah. “Sebabnya, anak ini selalu tertidur dalam keadaan minum susu atau jus setiap malamnya. Jadi ingatlah untuk membersihkan gusi bayi dengan kapas basah setiap malamnya, sedangkan pada anak yang sudah lebih besar sikat gigi adalah solusinya, terlebih setiap kali habis minum susu atau jus. Sebab kandungan asam di dalam kedua minuman adalah makanan kesukaan bakteri.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Membiarkan balita kita menonton acara "smart baby"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya kita memanfaatkan acara televisi atau DVD yang katanya cocok bagi bayi sebagai electronic babysitter? Sebab bayi kita akan menjadi tenang dan kita bisa melakukan pekerjaan yang lain.Tetapi penelitian yang dilakukan University of Washington menyebutkan, setiap satu jam yang dihabiskan balita dengan menonton acara televisi atau DVD membuat mereka kehilangan 6-8 kata. Sedangkan pada balita yang tak menonton acara sejenis, kemampuan mereka mengingat kata baru lebih baik. Plus, penelitian ini juga menambahkan bahwa televisi dan DVD membuat anak tidak akrab dengan orang tuanya.Coba ganti acara menonton televisi atau DVD dengan bermain bersama anak. Mulai dari bernyanyi bersama, menggambar, mewarnai, atau bercerita. Bahkan universitas itu juga menyebutkan, hanya dengan bermain blocks bersama balita, mereka jadi mampu mengingat kata baru 15 persen lebih cepat dibanding yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Menaruh anak di kereta belanja supermarket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kereta belanja supermarket memang terlihat tidak berbahaya. Tetapi Amerika Serikat mencatat, setiap tahunnya ada sekitar 20.000 anak yang terpaksa masuk unit gawat darurat rumah sakit karena mereka terjatuh dari kereta tersebut.Kemampuan anak untuk menjaga keseimbangan sangat kecil, sebab mereka baru hanya bisa menahan daya tarik bumi dari dada hingga kepala. Jadi ketika mereka hendak mengambil sesuatu yang berada di bawah kepala mereka, anak-anak akan sulit sekali menahan gravitasi bumi hingga akhirnya terjatuh. Lebih baik gunakan kereta dorong khusus anak-anak setiap kali kita mengajak mereka berbelanja bulanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-5328390458097137671?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/5328390458097137671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/kebiasaan-salah-yang-sering-dilakukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5328390458097137671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5328390458097137671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/kebiasaan-salah-yang-sering-dilakukan.html' title='Kebiasaan Salah Yang Sering Dilakukan Ibu Tanpa Sengaja'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-5986269595660983024</id><published>2012-02-01T08:21:00.001+07:00</published><updated>2012-02-01T08:22:27.868+07:00</updated><title type='text'>Apa Itu Pembelajaran Secara Khusus???</title><content type='html'>Pengertian pembelajaran secara khusus diuraikan sebagai berikut.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Behavioristik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran adalah usaha guru membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan (stimulus).&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kognitif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran adalah cara guru memberikan kesempatan pada siswa untuk berfikir agar dapat mengenal dan memahami.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gestalt&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran adalah usaha guru untuk memberikan materi pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa lebih mudah mengorganisasikannya (mengaturnya) menjadi suatu pola gestalt (pola bermakna).&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Humanistik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran adalah memberikan kebebasan kepada siswauntuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuannya.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa  &lt;b&gt;"pembelajaran merupakan proses interaksi antara guru dengan siswa yang ditujukan untuk melakukan perubahan sikap dan pola pikir siswa kearah yang lebih baik untuk mencapai hasil belajar yang optimal."&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-5986269595660983024?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/5986269595660983024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/apa-itu-pembelajaran-secara-khusus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5986269595660983024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5986269595660983024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/02/apa-itu-pembelajaran-secara-khusus.html' title='Apa Itu Pembelajaran Secara Khusus???'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-2135232291157125443</id><published>2012-01-31T12:21:00.001+07:00</published><updated>2012-01-31T23:31:32.806+07:00</updated><title type='text'>7 Cara Menyemangati Anak Belajar</title><content type='html'>&lt;i&gt;Bila ingin anak Anda jadi bintang kelas, jangan batasi wawasan belajarnya hanya sebatas dinding ruang kelasnya. Walaupun keterampilan belajarnya merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan intelektual dan sosialnya, anak Anda memerlukan bantuan Anda untuk melihat dunia. Biasakan membaca Isi dunia anak Anda dengan membaca. Anda dapat menetapkan waktu membaca keluarga, atau membaca secara bergantian antara anak dan Anda. Sangat penting untuk memperlihatkan kepada anak bahwa selain tugas sekolah ada hal-hal lain yang perlu diketahuinya. Perlihatkan kepadanya betapa pentingnya membaca bagi Anda. Cara mudah, penuhi rumah Anda dengan novel, koran, poster. Anda dapat meletakan tatakan piring makan anggota keluarga dengan tatakan yang berisi kata-kata.&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bebas berpendapatDukung anak Anda untuk dapat mengungkapkan pendapatnya, bicarakan mengenai perasaannya dan beri kesempatan kepadanya untuk memilih makanan penutup dan biarkan memilih kegiatan yang diminatinya di luar sekolah. Minta pendapatnya mengenai keputusan keluarga dan perlihatkan kepadanya bahwa Anda menghargainya. Salah satu hal yang penting di sekolah adalah dengan ikut berpartisipasi pada kegiatan yang diadakan kelas atau sekolah. Di rumah berikan kesempatan kepadanya untuk mengungkapkan perasaannya atas apa yang dirasakannya tadi di sekolah. Cara ini merupakan cara yang baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Selalu antusias&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perlihatkan antusiasme Anda terhadap minat anak Anda dan berikan dukungan kepadanya dalam mengembangkan topik yang disukainya. Bila dia senang dengan kuda, pilih cerita yang berhubungan dengan kuda, atau minta dia untuk mencari lima hal tentang kuda di ensiklopedi. Sediakan permainan Sediakan permainan dengan berbagai macam gaya belajar, mulai dari belajar mendengar dan melihat sampai dengan belajar memilih dan merangkai. Kembangkan satu permainan, misalnya permainan blok. Dukung anak Anda untuk mengembangkan kreativitasnya serta keterampilan dalam memecahkanmasalah. Anak Anda memerlukan banyak sekali waktu bermain yang tidak terlalu terjadwal. Oleh karena itu Anda perlu menyadari kegiatan yang terlalu padat dapat membuat anak Anda stress dan mengganggu perkembangan minatnya untuk belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Perbedaan minat&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tunjukan hal-hal yang baru Anda pelajari dengan antusias. Bicarakan dengan anak tentang minat Anda berdua yang berbeda. Misalnya anak Anda berminat untuk melukis sementara Anda tertarik untuk belajar bahasa Mandarin. Cari guru privat, atau Anda dapat mendaftarkan diri di tempat kursus. Orangtua merupakan contoh yang paling penting dalam kehidupan seorang anak dan bila Anda memperlihatkan kepadanya bahwa belajar adalah pengalaman hidup yang tidak ada batasan umurnya anak Anda akan menangkap pesannya. Tanya pelajaran Tanyakan kepada anak Anda apa yang telah dipelajari di sekolah bukan nilai yang diperolehnya. Walaupun dia tidak mendapatkan nilai matematika sebaik teman sekelasnya, dia masih dapat memperbaikinya dan tentu Anda tidak ingin mengecilkan hatinya. Minta anak Anda untuk mengajarkan kepada Anda apa yang telah dipelajarinya di sekolah dan dengan membiarkan dia menggunakan kata-kata dan caranya maka akan membantunya untuk dapat menguasai apa yang telah dipelajarinya tadi di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Tidak kelelahan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Minta anak untuk selalu mengumpulkan ulangan, tes apapun tugas sekolahnya. Lakukan bersama-sama sehingga dia akan menyadari bahwa Anda memberikan perhatian terhadap kemajuannya di sekolah, bila cara Anda seperti mengintimidasi maka yang dirasakannya adalah kekhawatiran bukan keinginan untuk belajar. Semakin besar seorang anak, semakin banyak tanggungjawabnya dan semakin banyak hal yang membuatnya sedih. Oleh karena itu tanyakan padanya secara teratur untuk memastikan dia tidak merasa kelelahan dengan tugas yang banyak.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Rayakan prestasi&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rayakan prestasi yang dicapainya, tidak perduli sekecil apapun. Misalnya bila anak Anda telah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, beri waktu kepadanya untuk bermain video game selama satu jam. Dengan memberikan dukungan yang positif, anak Anda jadi tidak malas belajar, dan sebaliknya justru akan merasa tertantang. Bila seorang anak merasa dihargai bila dia telah berhasil menyelesaikan suatu tugas maka hal ini akan membuatnya bersemangat dan selanjutnya akan lebih mudah bagi Anda untuk memintanya belajar.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Kembangkan bakat&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pusatkan pada kelebihan yang dimilikinya yaitu dengan memberikan dukungan kepada anak Anda dalam mengembangkan bakatnya. Walaupun anak Anda tidak menguasai matematika, kemungkinan dia dapat menulis puisi indah. Agar anak Anda bersemangat belajar dan mengerjakan tugas matematika, selingi waktu belajarnya untuk membuat puisi. Bila anak Anda menyadari bahwa dia berbakat disalah satu bidang, dia akan cukup merasa percaya diri untuk mencoba bidang-bidang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Kembangkan dunia&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Manfaatkan kejadian sehari-hari sebagai kesempatan untuk belajar . Belajar terbentuk dari yang Anda tahu dan menghubungkannya dengan fakta-fakta. Dukung anak Anda untuk mengembangkan dunia di sekitarnya, ajukan pertanyaan-pertanyaan dan rangkaikan.     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-2135232291157125443?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/2135232291157125443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/01/7-cara-menyemangati-anak-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2135232291157125443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2135232291157125443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/01/7-cara-menyemangati-anak-belajar.html' title='7 Cara Menyemangati Anak Belajar'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-4100085604279115776</id><published>2012-01-31T12:03:00.001+07:00</published><updated>2012-01-31T12:06:58.884+07:00</updated><title type='text'>Kartun dan Dunia Anak-anak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-bXQq88tctNw/Tyd2sOZy4FI/AAAAAAAAAII/PE7PsqPBoPc/s1600/gmbr%2Bkrtun.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="242" src="http://4.bp.blogspot.com/-bXQq88tctNw/Tyd2sOZy4FI/AAAAAAAAAII/PE7PsqPBoPc/s320/gmbr%2Bkrtun.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dunia anak-anak penuh dengan imajinasi dan kreasi. Itulah sebabnya, sebagian besar  mereka menyukai gambar, sketsa, kartun atau komik. Di tangan orang bijak, kartun/komik adalah alat yang menyenangkan untuk belajar. Belajar apa saja. Belajar matematika, doa, sikap, dan juga bahasa&lt;span class="fullpost"&gt;Kartun ini adalah alat belajar bahasa Inggris. Sekedar untuk menjelaskan to be, seorang guru mau bersusah-susah untuk menggambar coretan-coretan dalam bentuk kartun. Anak-anak menyukainya dan mereka memahaminya, lekat di kepala.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-4100085604279115776?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/4100085604279115776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/01/kartun-dan-dunia-anak-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4100085604279115776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4100085604279115776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/01/kartun-dan-dunia-anak-anak.html' title='Kartun dan Dunia Anak-anak'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-bXQq88tctNw/Tyd2sOZy4FI/AAAAAAAAAII/PE7PsqPBoPc/s72-c/gmbr%2Bkrtun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-7263029963710787562</id><published>2012-01-30T00:10:00.001+07:00</published><updated>2012-01-30T00:10:27.501+07:00</updated><title type='text'>GURU-GURU MENAKJUBKAN</title><content type='html'>Guru adalah manusia yang akan selalu ada di setiap peradaban manusia. Karena hanya dengan gurulah peradaban itu akan menjadi beradab.&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apalah artinya kehidupan jika tidak ada guru. Manusia-manusia bijak mucul berkat sentuhan ketulusan guru-guru yang menakjubkan. Guru-guru yang sepenuh hati mengajar. Guru yang mengabdikan jiwa dan raganya demi kebaikan kehidupan diri dan orang lain. Manusia yang mampu menyelami kehidupan-kehidupan masa lalu, sekarang, dan masa depan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hidupnya penuh dengan tabungan kebajikan. Semangatnya terus menggema ke sanubari siswa. Kata-katanya penuh makna. Dan perbuatannya dihiasi keteladan. Harta bukan tujuan utama. Ketenaran bukan idamannya. Kebaikkan anak didik dan orang lain adalah kebahagiannya. Dia sadar betul dunia bukan tempat tinggalnya, dunia hanya tempat sementara untuk menuju kampung akhirat yang abadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebenarnya guru tidak sekedar mereka yang ada di depan kelas. Guru bukan sekedar mereka yang bertatap muka dan berdiri di antara peserta didik. Guru bukan hanya mereka yang digaji mahal dengan sertifikasi. Guru sejati adalah mereka yang benar-benar menjalani kehidupan ini dengan kerja keras. Menikmati hidup ini dengan kejujuran perkataan dan sikapnya. Pantang baginya digaji tapi tak bekerja. Pantang baginya dibayar tapi bermalas-malasan.Lihat mereka guru-guru hebat  yang membakar punggungnya di bawah sinar matahari. Berpeluh keringat disekujur tubuhnya. Kering haus tenggorokannya. Seluruh urat di tiap selnya bekerja menggayuh kian lama kian berat. Mereka tidak mengeluh. Mereka tidak bermalas-malasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Mereka jujur dengan tugasnya. meskipun hanya beberapa lembar ribuan yang mereka dapatkan. Inilah guru kehidupan.Pagi ini dia sakit. Ingin rasanya merebahkan tubuhnya untuk satu hari saja. Namun dia sadar, jika hari ini dia tidak bekerja maka tidak ada jatah makan untuk nanti siang dan malam. Maka dia segera bangun dari sakitnya dan terus berjalan menggapai rejeki yang akan diberikan oleh-Nya. Mendekap sakit dalam perjalanan jauh menyusuri jalan panas dan dingin di pagi buta hingga senja tiba. Inilah guru kehidupan.Lihatlah guru-guru kita yang sudah digandakan pendapatannya. Masihkah ada yang tidak sepenuh hati mengajar?. Masihkah loyo dan tak lantang dalam mengajar? Masihkah tega melihat siswa dalam dunia kebodohan? Masihkah tak tersentuh hatinya melihat anak bangsa dikoyak moral dan harga dirinya?.Slogan “Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” apakah masih pantas kita sandang, tatkala gaji berlipat itu kita dapatkan tanpa diiringi  kinerja yang berlipat. Malu rasanya pada guru-guru kehidupan. Hina rasanya diri ini melihat semangat dan pengabdian tulus ikhlas guru-guru kehidupan.Masih ingatkan anda wahai pahlawan tanda tanda jasa dengan lagu ini :&lt;i&gt;Terpujilah Wahai Engkau Ibu Bapak GuruNamamu Akan Selalu Hidup Dalam SanubarikuSemua Baktimu Akan Ku Ukir Di Dalam HatikuSbagai Prasasti  Trimakasihku Tuk PengabdianmuEngkau Sebagai Pelita Dalam KegelapanEngkau Laksana Embun Penyejuk Dalam KehausanEngkau Patriot Pahlawan Bangsa Tanpa Tanda Jasa&lt;/i&gt;Esok pagi minta anak-anak menyanyikan lagu tersebut dengan penuh hikmat. Jika anda benar-benar guru menakjubkan, pastinya anda akan meneteskan air mata. Bangganya menjadi guru, hebatnya menjadi guru, dan mulianya menjadi guru. Apakah anda akan menyia-yiakan semua ini? Apakah anda akan membiarkan title guru professional ini hanya mendapat tambahan gaji tanpa memberikan hal yang lebih?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pastinya anda adalah orang-orang terpilih yang akan membawa perubahan anak cucu kita menjadi pribadi yang mulia. Kami yakin anda akan berubah menjadi guru yang menakjubkan yang selalu dinanti dan dikenang semua anak manusia.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-7263029963710787562?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/7263029963710787562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/01/guru-guru-menakjubkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7263029963710787562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7263029963710787562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/01/guru-guru-menakjubkan.html' title='GURU-GURU MENAKJUBKAN'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-1337815282306828801</id><published>2012-01-28T09:15:00.001+07:00</published><updated>2012-01-28T09:35:58.015+07:00</updated><title type='text'>Lindungi Anak Dari Bahaya Televisi</title><content type='html'>Penting mendidik anak agar tak gegabah meniru perilaku dalam tayangan layar kaca.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-bEXYI1EDBtY/TyNaJNJnHEI/AAAAAAAAAHw/7VWet4d1xik/s1600/tv.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-bEXYI1EDBtY/TyNaJNJnHEI/AAAAAAAAAHw/7VWet4d1xik/s320/tv.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Fakta Program Televisi dari data yang dikumpulkan Michigan University, Amerika:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;*2/3 dari semua program televisi di Amerika memuat kekerasan.&lt;br /&gt;*Program yang didesain untuk anak mengandung lebih banyak kekerasan daripada program untuk orang dewasa. Misalnya film-film kartun.&lt;br /&gt;*Kerapnya tokoh baik memukul tokoh jahat dapat memberi pesan salah pada anak bahwa memukul seseorang boleh-boleh saja.&lt;br /&gt;*Banyak adegan kekerasan, bahkan kematian yang dibawakan dengan cara humor sehingga tak lagi membuat anak takut atau merasa bersalah akan konsekuensi jika ia melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;*American Academy of Pediatrics menyarankan orang tua sebaiknya membaca jadwal dan review acara televisi terlebih dahulu sebelum anak menonton satu program acara. Sempatkan pula bicara dengan guru dan dokter anak untuk tahu  apa rekomendasi mereka&lt;span class="fullpost"&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Awasi Tontonan Anak!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;*Buat aturan menonton TV yang disetujui bersama. Misalnya dilarang menyalakan TV saat makan malam bersama, atau saat orang tua tak bisa mengawasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Batasi waktu menonton TV, yaitu satu jam pada hari biasa dan 2 hingga 3 jam di akhir minggu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Jangan gunakan menonton TV sebagai hadiah atau hukuman karena  dapat membuat TV semakin tinggi nilainya di mata anak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Sebisa mungkin dampingi anak saat menonton sehingga Anda dapat langsung meluruskan pendapatnya yang tidak tepat.  &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Pilih Tontonan Yang:&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Mengandung nilai-nilai positif, misalnya mau berbagi, rajin  santun dan sayang sesama&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Sesuai minat anak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Merangsang keingintahuan balita, sehingga dapat menjadi ajang diskusi.*Membantunya belajar kata-kata atau bahasa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Membuat anak senang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Mengembangkan minat anak pada aktivitas lain seperti membaca, hobi dan kegiatan luar ruang.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Melunturkan “TV Mania”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;*Alihkan perhatian dengan memperbanyak kegiatan yang melibatkan interaksi antara Anda dan anak dengan cara-cara seru, di antaranya dengan membacakan buku cerita. Terlalu sering menonton TV mengurangi ketertarikan balita pada buku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Kurangi jam menonton TV secara perlahan namun pasti.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Selingi kegiatan pasif, misalnya membaca buku, menonton TV dengan kegiatan aktif yang mengasyikkan, seperti bersepeda, berolahraga dan lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Aturan menonton TV tidak akan berhasil jika orang tua tak bisa menahan diri untuk tidak menonton TV di depan anak-anak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Penting mengantisipasi sebagai berjaga-jaga. Amankan daerah bermain si kecil dari benda-benda berbahaya, misalnya hiasan rumah yang berat sehingga dapat melukai anak atau kunci jendela apartemen jika tinggal di apartemen.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Hanyut Dalam Kekerasan?&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Bila perilaku balita membahayakan diri sendiri atau temannya, orangtua perlu tegas. Atur emosi dan dengan tenang ingatkan aturan yang ditetapkan bersama di rumah. Misalnya, ”Stop!  Bukankah aturannya tidak boleh ada yang menyakiti orang lain atau merusak barang di rumah ini?”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Jika ia sudah memukul, fokuskan perhatian Anda pada korban dengan mencoba menyuarakan apa yang dirasakan si korban. Misalnya, “Aduh, pasti sakit ya dipukul.” Cara ini akan menyadarkan balita bahwa perbuatannya menimbulkan efek buruk pada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Setelah itu tanyakan mengapa anak melakukannya, sekaligus menanyakan pendapat si kecil tentang tayangan yang ditontonnya. Siapa tahu ia keliru menangkap makna. Luruskan kesalahannya, ”Superman adalah manusia super yang dapat terbang, sedangkan kita manusia biasa dan tidak pernah dapat terbang. Kalau memaksa terbang maka akibatnya...”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Ajak anak memikirkan efek dari perilakunya terhadap orang lain, benda-benda dan sebagainya, dan apa efeknya bagi dirinya. Jelaskan sesuai tingkat pemahamannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Sebaiknya ada aturan tentang menyakiti orang lain dan merusak barang. Bicarakan konsekuensi jika ia melakukan hal tersebut dan terapkan setelah disetujui bersama.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Pelajari lagi program TV yang membuat anak meniru. Tinjau kembali positif dan negatifnya program tersebut, apakah dapat dipertimbangkan untuk tetap ditonton atau sebaiknya ditiadakan saja dari daftar tontonan anak Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;http://www.ayahbunda.co.id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-1337815282306828801?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/1337815282306828801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/01/lindungi-anak-dari-bahaya-televisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1337815282306828801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1337815282306828801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2012/01/lindungi-anak-dari-bahaya-televisi.html' title='Lindungi Anak Dari Bahaya Televisi'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bEXYI1EDBtY/TyNaJNJnHEI/AAAAAAAAAHw/7VWet4d1xik/s72-c/tv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-4843099646810981231</id><published>2011-12-15T07:01:00.001+07:00</published><updated>2011-12-15T07:04:14.548+07:00</updated><title type='text'>Teknik PARENTING untuk Membuat Anak Mau Berbagi</title><content type='html'>“Gak mau satu, mau semuanya aja !”. Inilah kondisi anak-anak kita terutama usia pra sekolah. Mereka belum bisa berbagi dengan teman-teman, adik bahkan orang tuanya sendiri. Perilakunya malah terkesan egois, bahwa segala sesuatu yang diberikan kepadanya harus lebih banyak dari yang lain, kalau perlu mendapatkan semuanya. Dia akan merasa bangga karena melebihi yang lain, misalnya, "Ayo lihat nih, aku punya tiga pensil warna. Kamu cuma dapat satu!" Jadi, ada keinginan dalam dirinya untuk mendapatkan sesuatu dalam jumlah yang banyak. &lt;span class="fullpost"&gt;Menurut Sani B. Hermawan, Psi., dalam diri anak usia prasekolah ini, berkembang konsep pemahaman bahwa ingin memiliki sesuatu dalam jumlah banyak. Dengan kata lain, dia masih cenderung mengutamakan kuantitas ketimbang kualitas. Maka bila mendapatkan jumlah yang lebih banyak, dia pun merasa ada kepuasan. "Di sisi lain, pada dasarnya dalam diri anak ada kebutuhan untuk memuaskan diri dengan cara memiliki atau mendapatkan benda atau apa pun sebanyak-banyaknya," kata Direktur Lembaga Pelatihan Daya Insani, Jakarta ini. Perilaku si prasekolah selain sulit berbagi, juga mau menang sendiri, egois dan sederet label negatif lainya. Sifat individualnya masih sangat dominan sehingga apa pun yang dilakukannya masih terpusat pada dirinya sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, ada beberapa kondisi pengasuhan yang memperberat antara lain orangtua yang memberi sesuatu selalu banyak atau berlebihan demi membuat anak merasa puas, entah itu makanan, mainan atau hal lainnya. Dengan begitu, anak akan memersepsikan bahwa sesuatu yang banyak itu memang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa langkah untuk membuat anak mau berbagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku berbagi adalah perilaku baik yang perlu diajarkan sejak dini kepada anak. Jika tidak, maka akan mengganggu proses sosialisasinya. Bisa saja kemudian ia dijauhi temannya atau menjadi bulan-bulanan di antara teman-teman. Ketika dewasa pun anak yang tidak terbiasa berbagi akan sulit untuk bersosialisasi di pekerjaan karena kurang empati terhadap sekitarnya. Oleh karena itu perlu sekali menerapkan teknik PARENTING Miracles at home untuk mengajarkan anak berbagai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P = Pengasuhan anak yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan teknik pengasuhan konvensional yang cenderung memanjakan, memberikan semua yang diinginkan anak, memberikan sesuatu secara berlebihan, memarahi anak yang belum mau berbagi, memberikan label serakah, adalah beberapa contoh teknik konvensional yang menghambat melatih anak mau berbagi. Kita harus menggunakan teknik pengasuhan yang benar sesuai langkah-langkah di bawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R = Redam amarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redam amarah kepada anak adalah pintu masuk pertama anak mudah untuk diarahkan. Jika kita mengarahkan anak dengan memarahi, yang ada adalah anak merasa disakiti, dibenci, tidak disayangi, dan yang paling menyulitkan adalah justru melawan semua arahan kita. Perilaku berbagi adalah perilaku penuh kasih sayang sehingga menanamkannya pun harus dengan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian pemahaman dengan kombinasi langkah E (Empati mendengarkan), N (Notifikasi pembicaraan dan tindakan), dan T (tanamkan energy positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita akan memberikan pemahaman kepada anak, kita biasakan melakukan langkah E terlebih dahulu. Kita bertanya tentang hal apapun baik yang berkaitan maupun yang tidak. Kita dengarkan dengan seksama sehingga anak merasa nyaman dan berbahagia. Dalam kondisi ini, rasa senang akan membuat anak lebih siap untuk menerima penjelasan kita pada langkah N. Langkah ini bisa pendek jika dalam kondisi mempraktekkan, bisa panjang jika dalam kondisi memahamkan dalam bentuk mengobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam langkah N, yang perlu disampaikan adalah hubungan sebab akibat, dan manfaat. Berikut beberapa contoh pemilihan kata-katanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kakak tidak dibagi kue sama teman, pasti sedih, kan? Nah adek juga kalau lihat kakak punya kue tapi gak dibagi pasti sedih sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kakak punya bekal trus dibagi ke teman, nanti teman juga bisa membagi bekalnya ke kakak. Pasti senang bisa saling berbagi bekal”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam langkah ini juga perlu diperhatikan agar tindakan kita mendukung, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kita memprogram untuk sesering mungkin memperlihatkan indahnya berbagi di depan anak-anak kita. Misalnya ketika kita memiliki makanan, kita sengaja membagi sebagian makanan untuk tetangga dan anak kita ajak dalam proses penyiapan dan pengantarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Ketika ada tetangga atau teman yang membagi makanan kepada kita, kita sampaikan syukur dan rasa senang kita di depan anak kita, dan sampaikan : “Alhamdulillah, senangnya dibagi makanan sama teman ya, Kak! Terima kasih ya, bu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Ketika anak masih belum terbiasa berbagi, tapi kita sudah menyampaikan materi ini, silakan mencoba untuk praktek berbagi. Sebelum praktek, siapkan bahannya misalnya mainan atau kue. Sebelumnya berikanlah dulu bimbingan “Kak, bunda punya kue. Kakak mau? Nah, temen kakak kalau lihat kue ini pasti mau juga. Kakak bagi kuenya sama dia ya, Anak sholeh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak mengiyakan, berikan kuenya dan bimbing si anak untuk berbagi. Jika tidak mengiyakan, siapkan satu konsekuensi agar anak terbantu mengikuti arahan kita, contoh : “Kalau kakak tidak mau berbagi, berarti kuenya bunda simpan dulu ya. Nanti maghrib kalau temen kakak sudah pulang baru boleh kakak makan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti si anak akan berpikir dua hal, satu akhirnya mau berbagi, yang kedua dia memilih memakan semuanya sendiri di waktu maghrib. Supaya anak terdorong untuk memilih yang pertama, tempatkan makanan tersebut di tempat yang mudah terlihat sehingga anak terdorong untuk ingin memakannya saat itu dan mau berbagi dengan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program lain yang bisa melatih anak berbagi yaitu sengaja membeli bekal makan siang lebih, dan pesankan kepada anak untuk membaginya kepada teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan lakukan berkali-kali langkah E dan N ini sambil dalam setiap prakteknya, selalu sisipkan pujian “Anak sholeh”, “Anak yang suka berbagi’, “Anak baik”, dan predikat lain. Hindari memberikan predikat negative “Anak serakah”, “Anak jahat”, “Anak nakal”, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan pujian tersebut tidak hanya dari bunda dan ayah saja, tapi dari nenek, guru dan teman ayah bunda, sehingga anak benar-benar yakin bahwa dia memang anak yang sholeh, baik, dan suka berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I  = Istiqamah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar program ini berhasil, kunci selanjutnya yaitu I (Istiqomah). Jika kita istiqomah ketika pada awal menerapkan berbagi ini anak dikurangi mainannya, dibagi kuenya, sehingga anak marah, mengamuk atau menangis, maka kita harus tetap konsisten dengan kata-kata bimbingan yang sudah kita ucapkan. Berikan dukungan sehingga anak bisa belajar mengatasi egonya dan dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang akan melembutkan hati anak kita sehingga dia akan lebih mau mengikuti arahan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; NG = me NGadakan time out&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini hanya dipakai jika anak mengamuk. Dalam menanamkan perilaku baik, langkah time out ini tidak dipakai.Tapi jika anak mengamuk karena keinginan tidak dipenuhi, kita mentime out karena anak mengamuk, bukan karena tidak mau berbagi. Teknik time out bisa dilihat dalam artikel “Indahnya Time Out untuk Menghentikan Perilaku Buruk Anak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanamkan perilaku baik, salah satunya berbagi memerlukan waktu. Tidak hanya dalam hitungan hari, tapi bertahun-tahun. Jadi, setelah kita melakukan langkah-langkah di atas tapi si anak sulit sekali berubah maka mari kita mengingat kembali prinsip-prinsip penerapan PARENTING dalam buku Miracles At Home/Anak STNK :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Prinsip 1 : Target bukanlah hanya hasil, tapi proses juga berpengaruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses yang baik yang kita lakukan akan diingat dalam memori anak-anak kita. Kesabaran, kelembutan, keteguhan kita dalam menerapkan kebenaran akan mereka ingat selalu sampai mereka dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Prinsip 2 : Jika kita tidak berhasil juga memberikan pemahaman kepada anak kita, dan bingung apa lagi yang harus dilakukan, itu artinya kita harus belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Prinsip 3 : Jika kita pemarah, sehingga perubahan itu sulit sekali kita lakukan, tak perlu minder. Mengendalikan marah adalah keterampilan yang harus dilatih. Jika ayah bunda belum belajar mengendalikan marah dari kecil, sekarang banyak buku, terapi, dan pelatihan yang bisa membantu untuk bisa mengendalikan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Prinsip 4 : Jika semua langkah di atas sudah kita lakukan tapi anak masih sulit berubah, yakinlah bahwa hati anak kita cenderung pada kebaikan. Mendoakannya dan mengikhlaskannya kepada Allah adalah jalan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga anak-anak kita menjadi anak yang bisa berbagi, dan itu membutuhkan bimbingan dari kita sebagai orang tua dengan penuh kesabaran.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-4843099646810981231?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/4843099646810981231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/12/teknik-parenting-untuk-membuat-anak-mau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4843099646810981231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4843099646810981231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/12/teknik-parenting-untuk-membuat-anak-mau.html' title='Teknik PARENTING untuk Membuat Anak Mau Berbagi'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-3655023050066617708</id><published>2011-12-12T08:39:00.002+07:00</published><updated>2011-12-12T08:43:00.265+07:00</updated><title type='text'>Dongeng Untuk Anak Sebelum Tidur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-lOG3oDfQqH4/TuVb5SRQRkI/AAAAAAAAAHg/s39Ru28Ux9c/s1600/cerita_anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 221px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-lOG3oDfQqH4/TuVb5SRQRkI/AAAAAAAAAHg/s39Ru28Ux9c/s320/cerita_anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685051144339998274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara yang bisa menumbuhkan rasa kebersamaan didalam keluarga khususnya dalam hubungan anak dengan orang tuanya dan juga, salah kalau orang berpikir bahwa kegiatan- kegiatan tersebut sangat mahal dan banyak menyita waktu, karena ada beberapa kegiatan yang tentunya bisa menumbuhkan rasa kebersamaan ditengah keluarga namun tidak perlu mengorbankan banyak waktu dan uang, diantara banyaknya kegiatan-kegiatan itu diantaranya adalah mendongeng atau membacakan cerita anak kepada buah hati kita sebelum tidur.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Walau pun terkesan sepele momen kebersamaan inilah yang paling ditunggu dan dikenang anak dari orangtuanya dan juga untuk hal mendidik anak mendongeng sangat tepat dan tentunya menyenangkan untuk dilakukan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di luar negeri membacakan dongeng merupakan salah satu kewajiban orang tua yang ingin memiliki anak-anak yang pandai dan kaya akan imajinasi, karena menurut penelitian dengan mendongengkan cerita terhadap anak sebelum tidur dapat menciptakan imajinasi tentang karakter, lingkungan, maupun tentang orang lain di dalam diri anak-anak. Anak-anak yang suka mendengarkan dongeng biasanya kaya akan imajinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga akan memiliki visi dan sudut pandang yang lebih baik dalam menilai orang lain ataupun situasi yang terjadi di sekelilingnya dengan kata lain cara seperti ini merupakan bentuk lain dari cara menyayangi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua juga dapat memanfaatkan media dongeng dalam memberi nasehat ataupun perintah pada anaknya. Namun, suatu dongeng tidak mutlak harus ada kandungan nasehatnya, bersifat menghibur saja juga tidak masalah, karena anak-anak pada dasarnya memiliki daya nalar tersendiri. Dengan kata lain, dongeng tidak harus selalu membawa pesan moral seperti tentang kebaikan atau keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan lebih baik lagi kalau ayah dan ibu bersama-sama mendampingi anaknya, sehingga si anak bisa merasakan kehangatan kasih sayang kedua orang tuanya, selain itu kedua orangtua juga ikut serta bersama-sama untuk merawat anak.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-3655023050066617708?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/3655023050066617708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/12/dongeng-untuk-anak-sebelum-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3655023050066617708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3655023050066617708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/12/dongeng-untuk-anak-sebelum-tidur.html' title='Dongeng Untuk Anak Sebelum Tidur'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lOG3oDfQqH4/TuVb5SRQRkI/AAAAAAAAAHg/s39Ru28Ux9c/s72-c/cerita_anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-2718663790976397429</id><published>2011-12-12T08:26:00.003+07:00</published><updated>2011-12-12T08:31:38.040+07:00</updated><title type='text'>Jangan Sering Meninggalkan Anak, Pengaruh Psikologis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Zq6_N5GoOgc/TuVZWTzfXFI/AAAAAAAAAHU/O3vjP4cv4SI/s1600/pengaruh-psikologis-anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Zq6_N5GoOgc/TuVZWTzfXFI/AAAAAAAAAHU/O3vjP4cv4SI/s320/pengaruh-psikologis-anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685048344433351762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda, kadang orang tua sulit untuk memahami kepribadian anak, Untuk dapat memahami kepribadian tidak mudah karena kepribadian merupakan masalah yang kompleks. Kepribadian itu sendiri bukan hanya melekat pada diri seseorang, tetapi lebih merupakan hasil suatu pertumbuhan yang lama dalam suatu lingkungan budaya. Disini orangtua berperan penting dalam membentuk psikologis anak.&lt;span class="fullpost"&gt;Setiap orang tua mempunyai kesibukan tersendiri, dimana kesibukan tersebut harus meninggalkan anak dirumah.&lt;br /&gt;Kadang kita sebagai orang tua tidak menyadari psikologis anak, akan bagaimana jika sering kita tinggalkan, bila kita lihat secara saksama banyak anak yang ditinggalkan oleh orang tua dalam hal pekerjaan atau keperluan yang mendadak. Disini kita tekankan dalam dampak psikologis anak jika sering ditinggalkan. Nah, kita harus tahu dampak psikologis apa yang akan dialami oleh anak selama kita sering meninggalkan anak, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Anak merasa tidak diperhatikan, anak selalu beranggapan “orang tua saya lebih mementingkan kebutuhannya, dari pada kebutuhan saya”&lt;br /&gt;2.Anak tidak akan akrab dengan kita. Banyak anak yang ditinggalkan dengan orang lain, suatu saat ketika kita bersama anak, anak tersebut tidak akan bisa mengenal kita lebih jauh biasanya mereka akrab dengan orang yang selalu bersamanya setiap saat.&lt;br /&gt;3.Anak akan tertutup. Banyak anak yang tertutup gara-gara mereka sering ditinggalkan karena mereka merasa kita bukan tempat curhat yang baik, mungkin dengan kesibukan kita yang jarang dirumah.&lt;br /&gt;4.Orang tua tidak akan mengenal jauh tentang psikologis anak.&lt;br /&gt;5.Kadang anak selalu menangis terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui dampak psikologis anak, kita harus bisa mempunyai solusi bagaimana untuk mengatasi dampak psikologis tersebut, sebagai orang tua baru menyadarinya setelah mengetahui sifat-sifat yang dimiliki anak. Oleh karena itu kita harus mengatasi dampak psikologis tersebut dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Berikan waktu kita untuk anak walaupun 1 jam&lt;br /&gt;2.perhatian yang lebih&lt;br /&gt;3.Bertanya pada anak, apa yang mereka inginkan selama kita ada di rumah.&lt;br /&gt;4.Diskusi antara anak dan orang tua.&lt;br /&gt;5.Usahakan anak bisa terus terang pada kita.&lt;br /&gt;6.Beri kata-kata yang lembut, supaya anak tersebut tidak merasa disisihkan.&lt;br /&gt;7.Berikan pengertian pada anak ketika meninggalkan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, kita sering meninggalkan anak, akan berpengaruh pada psikologis anak. Maka janganlah kita sering meninggalkan anak dengan orang lain.&lt;br /&gt;http://pakarbayi.com/    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-2718663790976397429?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/2718663790976397429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/12/jangan-sering-meninggalkan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2718663790976397429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2718663790976397429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/12/jangan-sering-meninggalkan-anak.html' title='Jangan Sering Meninggalkan Anak, Pengaruh Psikologis'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Zq6_N5GoOgc/TuVZWTzfXFI/AAAAAAAAAHU/O3vjP4cv4SI/s72-c/pengaruh-psikologis-anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8752627343293477203</id><published>2011-12-10T07:06:00.003+07:00</published><updated>2011-12-10T07:09:43.726+07:00</updated><title type='text'>Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Kelompok Umur 3-4 Tahun</title><content type='html'>A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sesaat sebelum berumur 4 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gerak kasar :   Berjalan jinjit&lt;br /&gt;2. Gerak halus :   Meniru membuat gambar lingkaran.&lt;br /&gt;3. Bicara, bahasa, dan kecerdasan:    Mengenal dan menyebutkan paling sedikit 1 warna.&lt;br /&gt;4. Bergaul dan mandiri :  Mematuhi peraturan sederhana dalam permainan.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melatih anak berjalan mengikuti garis lurus.&lt;br /&gt;Latihlah anak berjalan mengikuti garis lurus, misalnya sepanjang garis pada lantai. tunjukkan bagaimana menggunakan kedua tangan untuk menjaga keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membantu anak belajar melompat dengan satu kaki.&lt;br /&gt;Ajarilah anak melompat dengan satu kaki seperti pada waktu main engklek. Mula-mula anak perlu dipegang tangannnya. Lama-kelamaan biarkan ia melakukannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membantu anak belajar melempar benda kecil ke atas.&lt;br /&gt;Ambillah benda kecil yang ringan, kemudian tunjukkan cara melemparkan benda tersebut ke atas dan cara menjatuhkan benda ke dalam kaleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membantu anak belajar menggunting dan membuat buku cerita dengan gambar tempel. Tunjukkan kepada anak cara mengunting gambar dari majalah/koran/buku bekas. Ajarilah anak untuk menyusun dan menempelkan gambar tersebut pada kertas, sehingga membentuk suatu urutan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Melatih anak belajar “menjahit”&lt;br /&gt;Tempelkan sebuah gambar pada karton. Lubangilah karton tersebut dengan sebuah paku disekeliling gambar tersebut. Ambillah tali sepatu/tali rafia yang salah satu ujungnya telah disimpulkan. MAsukkan ujung lainnya ke dalam lubang-lubang tersebut menyerupai gerakan menjahit. MIntalah anak untuk menirukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mintalah anak menggambar dan menulis.&lt;br /&gt;Tunjukkan kepada anak cara membuat garis dan bulatan menjadi gambar rumah, tonggak, matahari, bulan dan sebagainya. Tunjukkan pula cara menulis huruf dan angka, serta menulis namanya. LAtihlah agar ia sedikit demi sedikit dapat menggambar dan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Melatih anak mengenal huruf dan angka&lt;br /&gt;Untuk membantu anak mengenal huruf dan angka, buatlah potongan-potongan karton sebesar kartu. Tuliskan angka 1 – 10 dan huruf A, B, C dan seterusnya pada potongan-potongan karton tersebut satu persatu, dan ajarkan cara menyebutnya. Mintalah kepadanya untuk mencari dan menemukan tulisan yang sama di majalah/koran/buku. latihlah anak, sampai ia mengenal semua huruf dan angka dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Melatih anak mengenal bentuk dan warna&lt;br /&gt;Sediakan kertas berwarna, karton, gunting, dan lem. guntinglah kertas berwarna menjadi bentuk, misalnya segitiga, segi empat, lingkaran dan sebagainya. BIcarakanlah dengan anak mengenai perbedaan bentuk dan warna, serta tunjukkan cara membuat gambar tempel. Mintalah anak menempelkan bentuk berwarna tersebut pada karton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Memberi  kesempatan kepada anak untuk menceritakan tentang dirinya, dan mengetahui urutan cerita.&lt;br /&gt;Buatlah anak agar ia mau menceritakan kejadian yang dialaminya dan apa yang dilihatnya. Bantulah anak dengan lebih dahulu menceritakanya, kemudian mintalah ia melanjutkannya menurut urutanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Melatih anak mengenal perbandingan.&lt;br /&gt;Ajarkan kepada anak membandingkan sifat benda, misalnya lebih panjang, lebih pendek, lebih besar, lebih muda, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Mengajari anak mengenal lawan kata.&lt;br /&gt;Sebutkan beberapa kata yang biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari, misanya : panas, panjang, luas, dsb. Mintalah anak menyebutkan lawan katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Membantu anak belajar mandi dan mengeringkan tubuhnya.&lt;br /&gt;Ajari anak cara mandi sendiri dengan sabun, membilas tubuh, dan mengeringkan dengan handuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Mengajak anak mengikuti kegiatan memasak, dan memberi kesempatan untuk bertanya.&lt;br /&gt;Ajaklah anak untuk membantu memasak di dapur. berilah ia pekerjaan yang mudah dan tidak berbahaya, seperti menimbang, mengaduk, membubuhkan gula, dsb. Bicarakanlah apa yang sedang dikerjakan bersama, dan beri kesempatan kepada anak untuk bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Melatih anak untuk bisa mengatasi kesedihan dan kekecewaan.&lt;br /&gt;Bujuklah dan tenangkanlah anak ketika ia menangis atau kecewa dengan cara membelainya dan berbicara kepadanya dengan lembut mengenai apa yang dirasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Membantu anak mengenal sopan santun, berterimakasih, mencium tangan dansebagainya.&lt;br /&gt;Ajarkanlah dan tunjukkanlah kepada anak sikap sopan santun, misalnya menghormati orang yang lebih tua, mengucapkan terimakasih, mencium tangan, berdoa, dan sebagainya.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8752627343293477203?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8752627343293477203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/12/pertumbuhan-dan-perkembangan-anak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8752627343293477203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8752627343293477203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/12/pertumbuhan-dan-perkembangan-anak.html' title='Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Kelompok Umur 3-4 Tahun'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-5229551383888347125</id><published>2011-12-09T07:02:00.003+07:00</published><updated>2011-12-09T07:10:19.706+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Menyikapi Tingkah Laku Anak Usia 1-2 Tahun (Toddler)</title><content type='html'>Usia 1 – 2 tahun atau dikenal dengan istilah “Toddler” memang masa lucu -lucunya anak, tetapi sekaligus masa yang melelahkan bagi orang tua, banyak hal yang harus diketahui kita sebagai orang tua karena tingkah laku “Toddler” sangat beragam – seperti; agresif, menarik rambut, banyak kemauan, berbohong, dll, yang bila kita salah menyikapinya maka akan berdampak tidak baik bagi anak kita dalam perkembangan selanjutnya. Untuk itu kita perlu membuka wawasan tentang bagaimana menyikapi “Toddler” kita.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan kali ini saya mencoba membahas tingkah anak “Toddler” dan cara menyikapinya dalam beberapa bagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Agresif – suka memukul, menggigit, dan tingkah agresif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Mengapa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mungkin anda terkejut bahwa tingkah laku agresif itu adalah hal normal dalam perkembangan anak usia 1 – 2 tahun “Toddler”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kemampuan berbahasa yang sedikit/terbatas, keinginan kuat untuk melakukan sesuatu sendiri, dan belum terbentuknya kontrol kemauan di otak membuat  “Toddler” bertingkah laku agresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Meski demikian bukan berarti itu harus dibiarkan. “Toddler” harus diberitahu bahwa kelakuan mereka tidak baik dan tunjukkan cara lain untuk mangekspresikan perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Apa yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1.1. Turuti konsekuensi logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika anak misalnya: melempar bola kearah anak lain yang sedang bermain, singkirkan dia, duduklah dengannya dan melihat anak-anak lain bermain, jelaskan bahwa dia bisa bermain tanpa menyakiti temannya, lalu tunggu sampai ia siap bermain. Hindari beralasan dengannya, misalnya dengan menanyakan : Bagaimana kalau dedek dilempar bola sama teman dedek? “Toddler” belum punya pikiran dewasa/matang untuk bisa membayangkan dirinya di posisi orang lain atau berubah tingkah lakunya karena pertanyaan tadi. Tapi “Toddler” mengerti apa akibatnya / konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1.2. Tetap tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Membentak, memukul, atau mengatakan kalimat tidak baik, tidak akan mencegah tingkah lakunya bahkan anda membuatnya marah dan juga memberi contah tidak baik yang akan ditiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebenarnya kalau anda tenang dan bisa mengendalikan amarah anda justru mungkin menjadi langkah awal baginya untuk belajar mengotrol kemarahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1.3. Beri batas jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Cobalah untuk segera merespon jika anak anda agresif. Jangan tunggu sampai dia memukul adiknya untuk ketiga kalinya baru anda menegurnya. Dia harus segera tahu bahwa dia salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    beberapa saat dia akan menghubungkan perbuatan dan akibatnya,akhirnya dia mengerti bahwa jika dia memukul, menggigit dan kenakalan lainya maka dia akan disingkirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1.4. Disiplin secara konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Seperti yang telah dijelaskan, sedapat mungkin merespon setiap tingkah laku. Jika setiap tingkah laku tidak baik dia diberi “Toddler” maka dia akan sadar konsekuensi kenakalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1.5. Ajarkan alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tunggu sampai anak anda sudah tenang lalu jelaskan dengnan lembut apa yang terjadi, tanyakan apa yang membuatnya marah. Katakan bahwa marah itu wajar tapi tidak boleh ditunjukkan dengan memukul, mengigit, menendang, dll. Ajarkan cara effektif kalau dia sedang marah dengan adeknya, misalnya ajarkan dia berkata “adek jangan begitu!”, “adek jangan nakal!” dsb. Atau ajarkan dia minta bantuan pada yang lain, misal: orang tua, kakak, atau yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pastikan bahwa anak anda mengerti kata “maaf”. Dia harus minta maaf kalau berbuat salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mungkin kata maaf itu tidak tulus pada awalnya tapi lama kelamaan dia akan terbiasa mengatakannya ketika menyakiti orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1.6. Beri penghargaan untuk tingkah laku yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dari pada memberi perhatian pada saat ia berbuat salah, cobalah memperhatikannya ketika dia berbuat baik dan pujilah. Misalnya, ketika ada anak lain sedang bermain ayunan, anak anda minta bergantian alih-alih mendorong anak lain itu dari ayunan. Pujilah dia misalnya: “wah, anak mama pinter sekali mau minta bergantian ayunan!”. Pada saat itu anak anda akan sadar akan kekuatan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1.7. Batasi waktu nonton TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kartun dan acara anak-anak lainnya sering berisikan hal negatif. Cobalah monitor acara yang dia tonton, apalagi dia type anak agresif. Menontonlah dengan anak anda, dan jelaskan padanya situasi apa yang sedang dilihat- Perkumpulan Dokter Anak Amerika menganjurkan anak di bawah usia 2 tahun tidak menonton TV sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1.8. Berikan tempat leluasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bagi anak yang sangat agresif, rumah bisa menjadi “teror” baginya. Beri dia waktu bermain yang banyak, sebaiknya di luar rumah, untuk “menguapkan” kemauannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1.9. Jangan ragu untuk meminta bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Terkadang anak agresif butuh intervensi lebih jauh dari yang orang tua bisa lakukan. Perlakuan agresifnya lebih sering, membuat takut atau selalu mengganggu anak lain, dan usaha anda hanya sedikit sekali hasilnya. Bicaralah dengan dokter anak atau psikolog anak, ingat anak anda masih sangat muda, masih banyak kesempatan untuk berubah, jangan putus asa. Kalau anda sabar dan konsisten dalam memberi asuhan yang tepat, maka kenakalan atau kelakuan buruknya hanya akan menjadi masa lalunya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2. Bandel (tidak punya perhatian) / Hyperaktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Diagnosa kelainan perilaku ini sulit ditegakkan dibawah usia 6 tahun, karena orang tua sering menganggapnya wajar. Ciri khasnya adalah anak tidak bisa mengendalikan diri dimanapun ia berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2.1 Gejala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        *Sering kali gagal menyelesaikan tugas / permainannya.&lt;br /&gt;        *Tidak dapat berkonsentrasi atau mudah terganggu, dan cenderung tidak mau  mendengar&lt;br /&gt;        *Tidak mau menuruti perintah&lt;br /&gt;        *Sulit mengatur aktifitasnya&lt;br /&gt;        *Sering tidak memperhatikan dan ceroboh&lt;br /&gt;        *Sering gelisah&lt;br /&gt;        *Suka berlari-lari atau memanjat-manjat&lt;br /&gt;        *Sulit bermain dengan tenang&lt;br /&gt;        *Sering menjawab sebelum pertanyaan selesai&lt;br /&gt;        *Tidak mau menunggu gilirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2.2 Penyebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Penyebabnya yang pasti belum diketahui, tapi ada beberapa hal yang mempengaruhi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        *Genetik&lt;br /&gt;        *Neurologikal, tidak mampu mengatur level neurotransmitter (zat yang mengirim pesan ke otak) seperti Dopamine&lt;br /&gt;        *Penyalah gunaan obat dan alcohol oleh ibu hamil&lt;br /&gt;        *Trauma kecil di otak&lt;br /&gt;        *Konsumsi gula dan zat aditif lainya dalam makanan bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2.3 Apa Yang Dapat Anda Lakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Langkah pertama adalah menerima bahwa anak anda mempunyai kelainan perilaku. Tapi jangan putus asa, anak anda mungkin adalah calon ilmuwan atau sutradara film, hanya saja anda harus tahu bagaimana mengasuhnya begitu juga dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berikut adalah cara memulainya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        *Minta dukungan semua pihak : Mintalah kerabat dekat, teman dekat, guru dan siapa saja yang bisa memberi support untuk membantu mengatasi/memahami perilaku anak anda.&lt;br /&gt;        *Rubahlah suasana : Hilangkan sumber-sumber overstimulasi atau distraksi(gangguan) di lingkungan anak anda. Buatlah kamarnya rapi, simpanlah mainan extra. Di sekolah minta bantuan guru untuk selalu mengawasinya dan untuk menjauhkan dari teman atau objek yang dapat mengganggunya.&lt;br /&gt;        *Buatlah harinya terstruktur : Toddler biasanya merespond terhadap rutinitas. Jadwal yang teratur mengurangi ketegangannya. Pastikan bahwa ia tahu waktu makan, waktu tidur siang, waktu mandi, dll. Hal itu juga membantu anak anda fokus terhadap tugasnya.&lt;br /&gt;        *Berilah penghargaaan, jangan menghukum&lt;br /&gt;        *Mungkin anda tahu betapa sia-sianya menghukum anak anda, anda belum tahu betapa betapa bermanfaat penghargaan meskipun sederhana. Pujilah hal-hal yang baik yang ia lakukan (misal: “Wah, bersih sekali giginya, anak mama pintar gosok gigi!”), atau beri ia hadiah kecil. Anak anda akan senang dan ia akan mengulangi perbuatan yang anda puji atau beri hadiah itu untuk mendapat perasaan yang sama lagi. Lama kelamaan perasaan senang melakukan hal yang baik itu akan muncul dari dalam dan ia akan tetap melakukannya meskipun tanpa hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Suka Berteriak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3.1 Mengapa ? Anak suka berteriak&lt;br /&gt;    ketika mereka menginginkan perhatian orang tuanya. Ini adalah cara mereka berkata: “Hey lihat aku”. Ada juga yang melakukannya karena menginginkan sesuatu yang tidak diperbolehkan, dalam hal ini imereka ingin mengatakan: “Pokoknya aku minta itu, berikan padaku sekarang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3.2 Bagaimana Menyikapinya?&lt;br /&gt;    Meneriaki anak anda supaya diam adalah percuma. Jalan terbaik adalah mencegah hal itu terjadi dan mengalihkan perhatiannya ketika dia berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Cukupilah Kebutuhannya Ketika Anda Pergi Sedapat mungkin sebelum anda pergi Pastikan bahwa ia kenyang, sudah buang air, dan cukup istirahat.&lt;br /&gt;        Bawa Ke Toko Atau Restoran Yang Ramai Jika ia berteriak di tempat yang ramai / brisik, maka anda akan tidak begitu dipermalukan dan ia juga malas meneruskan berteriak.&lt;br /&gt;        Minta Ia Merendahkan Suaranya Kalau anak anda menjerit senang, biarkanlah. Tapi kalau itu mengganggu anda, mintalah ia merendahkan tapi jangan mengomelimya. Rendahkan suara anda sehingga dia kan mereda untuk mendengarkan anda, dan dengan pelan katakan: “Mama tidak suka mendengar teriakan, sayang”.&lt;br /&gt;        Buatlah Permainan Anda ikut berteriak ketika ia berteriak, katakan: “Ayo lomba teriak”, lalu rendahkan volume suara dan katakan: “Sekarang lomba berbisik”. Atau tutup telinga anda. Bisa juga dengan mengatakan: “Wah suaranya seperti singa, sekarang coba suara ular, bisa tidak?!”&lt;br /&gt;        Ketahuilah Perasaannya Jika anak anda berteriak karena minta perhatian, tanyakan diri anda apakah ia berpura – pura atau benar-benar tidak nyaman. Jika ia tidak nyaman di tempat tertentu dimana ia berada saat itu, bawalah ke tempat lain. Jika ia sudah mulai bosan lagi katakan: “Mama tahu kamu mau pulang tapi tunggu sebentar ya, kita sudah hampir selesai”. Dengan begitu ia bukan cuma senang karena anda tahu perasaannya, tapi itu dapat juga membantunya belajar mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Jika anak anda berteriak karena minta sesuatu yang anda pegang. Jangan langsung berikan, karena ia akan ketagihan dan akan mengulanginya lagi setiap ia minta sesuatu. Coba katakan: “Mama mau berikan roti ini kalau kita sudah sampai rumah” atau katakan: “Mama mau berikan roti ini asalkan tidak rewel lagi”.&lt;br /&gt;        Buatlah Ia Sibuk : Ajaklah bermain-main,Ketika anda keluar dengannya katakan apa yang sedang anda lakukan, apa yang terjadi atau yang ada di sekitar anda, dll. Dia akan diam kalu dia sibuk. Atau mintalah ia membantu anda mengambil barang yang anda beli di super market, ajak ia bernyanyi, ciptakan lagu-lagu yang dari apa yang sedang anda kerjakan. Anak anda akan merasa senang. Berikan Mainan dan Snack, Berilah sesuatu sebelum ia berteriak memintanya. Jika anda menunggu sampai ia berteriak berarti anda mengajarkannya bahwa ia baru diberi sesuatu setelah ia berteriak.&lt;br /&gt;        Jangan Peduli Kata Orang.Banyak ibu-ibu yang bermasalah dengan anaknya yang suka menjerit merasa malu dengan pandangan negatif orang. Bila anak anda berteriak di tempat yang tenang dan mengganggu suasana, bawalah keluar, alihkan ke tempat lain. Bila anda berteriakdi keramaian, jangan peduli kata orang, tapi sikapilah anak anda sebaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Persaingan Saudara (SIBLING RIVALRY)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Meski pun keluarga besar mendatangkan kesenangan,tapi dapat juga mendatangkan masalah persaingan saudara kandung atau dikenal dengan (SIBLING RIVALRY). Walau bagaimana pun anda berusaha berlaku adil, anak anda akan tetap bersaing untuk mendapat perhatian dan kasih sayang yang lebih dari anda. Beberapa cara yang sering dilakukan antara lain ; Bertengkar, berkelahi, mengolok-olok,mengganggu, dan suka mengadukan apa yang dilakukan saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4.1 Apa Yang Harus Dilakukan ?&lt;br /&gt;    Sebelum Kelahiran Sang Adik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4.1.1 Siapkan anak anda untuk kedatangan sang adik. Kira-kira tiga atau empat bulan sebelum kelahiran, katakan kepada anak anda dengan jujur tentang kedatangan sang adik. Biarkan ia memegang perut anda dan merasakan gerakan janin. Gambarkan perubahan yang akan terjadi di rumah dengan barang – barang baru ketika adiknya lahir. Tanyakan bagaimana perasaannya, yakinkan bahwa anda tetap menyayangi nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4.1.2 Suruh anak sebagai dekorator kamar. Ajak anak anda membantu menyiapkan kamar bayi dan mengambil barang – barang yang di perlukan untuk kamarnya atau membuat dekorasi. Jika perlu pindahkan ia ke kamar lain, lakukan hal ini beberapa bulan sebelum kelahiran sehingga ia tidak merasa disisihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4.1.3 Jelaskan apa yang akan terjadi saat anda melahirkan. Kira-kira dua minggu sebelum melahirkan, siapkan anak anda untuk ketidak beradaan. Jika ada keluarga, teman atau baby sitter yang akan mengasuh anak anda selama anda di rumah sakit, sebaiknya orang itu sudah tinggal bersama anda selama satu atau dua minggu sebelum anda melahirkan. Setelah kelahiran suruhlah anak anda anak anda menjenguk anda dan adik barunya, sehingga ia merasa bahwa ia adalah bagian penting dari keluarga. Setelah anda anda dan bayi pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4.1.4 Libatkan “toddler” dalam mengurusi adik barunya. Ketika anda memandikan bayi suruh toddler anda yang memegang handuknya atau membantu menyabuninya. Ketika anda jalan-jalan bersama biarkan dia yang mendorong stroller adiknya dengan bantuan anda. Jika dia minta menggendong adiknya sedangkan dia belum kuat, letakkan bayi anda di pangkuannya dan anda duduk di sebelahnya untuk memeganginya. Suruh “toddler” anda menghibur adiknya. Bayi dan anak – anak mudah diajak bercanda dan sangat apresiatif, dengan hiburan sederhana saja adiknya akan tertawa, dengan begitu “toddler” anda bukan saja senang mendapat perhatian tapi jiga bangga bisa membuat adiknya tertawa. Jika “toddler” belum mau dilibatkan dalam mengurusi adiknya, jangan dipaksa, dia akan peduli sendiri pada saatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4.1.5 Berilah waktu “Ibu” yang banyak Adalah wajar jika toddler anda cemburu, karena tiba-tiba ada anggota keluarga lain yang menyita lebih banyak waktu dan perhatian anda. Berikan waktu khusus untuknya walaupun cuma sebentar, misalnya menggambar, menyusun balok, membaca cerita, main game atau melihat album photo, dsb. Lakukan hal tersebut terutama pada saat bayi anda tidur. Tunjukkan photonya waktu bayi dan ceritakan bahwa dia dulu sama seperti adiknya, maka dia bisa lebih toleran pada adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4.1.6 Bersiaplah untuk keagresifan si “Toddler” Anak yang cemburu biasanya mengekspresikan perasaannya dengan memukul atau melempar sesuatu pada saudaranya. Cegahlah tapi jangan memperolok atau menghukum secara fisik. Kalau anda memukulnya maka ia akan balas dendam dengan adiknya suatu saat. Cukup katakan: “Memukul itu tidak bagus, adek kan tidak menyakiti kakak, dan kakak lebih kuat dari pada adek”. Beri ia “time out” supaya ia berfikir bahwa ia salah. Jika anak anda agresif jangan biarkan mereka berdua saja. Jauhkan benda-benda tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4.1.7 Bantulah mereka bekerja sama Carilah kesempatan /permainan yang dapat membuat mereka bekerja sama, misalnya: membuat benteng dari tumpukan bantal, membereskan mainan mereka bersama, main sandiwara, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4.1.8 Jangan Menanggapi pengaduan Jika anak anda datang pada anda dan mengadukan sesuatu tentang saudaranya, katakan padanya bahwa anda tidak senang mendengar pengaduan. Jelaskan bahwa anda tidak mau memihak pada anak yang ingin membuat masalah pada yang lain. Jika mengadukan saudara yang dalam bahaya atau terluka barulah anda mau mendengarkannya.&lt;br /&gt;Babycenter.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-5229551383888347125?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/5229551383888347125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/12/bagaimana-menyikapi-tingkah-laku-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5229551383888347125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5229551383888347125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/12/bagaimana-menyikapi-tingkah-laku-anak.html' title='Bagaimana Menyikapi Tingkah Laku Anak Usia 1-2 Tahun (Toddler)'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8802964790068667563</id><published>2011-11-22T20:31:00.003+07:00</published><updated>2011-11-22T20:34:55.412+07:00</updated><title type='text'>Anak Didik Masih Mau Terus Ditemeni Orang Tua? Gimana Mengatasinya?</title><content type='html'>Seorang anak usia dini memang sangat lucu dan menggemaskan. Namun bila kita menghadapi siswa yang kurang mandiri, dalam hal ini masih suka ditunggui orang tuanya saat belajar di kelas, mungkin kita pun lama-lama menjadi gerah. Saya akan memberikan beberapa masukan untuk para pendidik anak usia dini, tentang bagaimana membuat anak menjadi lebih mandiri saat mereka ada di dalam kelas, sehingga pada saat kegiatan belajar mengajar (sambil bermain), mereka bisa mengerjakan segala tugas yang kita berikan dengan mandiri. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peraturan Kelas&lt;br /&gt;Buatlah semacam peraturan kelas yang sederhana. Salah satunya ,”Tidak boleh ditemani Mama atau Papa di dalam kelas”. Jangan lupa untuk mengatakan hal ini pada setiap pertemuan/kelas, agar sang anak termotivasi untuk bisa menjadi anak yang mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang Tua Jangan Melarikan Diri&lt;br /&gt;Sebaikanya kita harus menghindari hal-hal yang bisa membuat anak merasa tidak nyaman, cemas, dan gelisah, saat berada di dalam kelas. Salah satunya, dengan meminta orang tua untuk melarikan diri secara diam-diam tanpa sepengetahuan sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengamati Perkembangan&lt;br /&gt;Bila kita melihat seorang siswa yang masih mau ditemani oleh orang tuanya, sebaikanya kita jangan cemas terlebih dahulu. Jangan sampai hari pertama anak sekolah, menjadi hari yang buruk bagi anak didik. Biarkan mereka bermain dan belajar ditemani oleh orang tuanya, sambil anda terus berkenalan, dan membina hubungan baik dengan sang anak. Hal ini sangat penting, agar anak didik merasa nyaman di kelas terlebih dahulu, dan kita pun bisa menjadi sahabat bagi anak didik. Kesan yang baik di awal pertemuan, akan mempermudah langkah selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memotivasi Di setiap pekerjaan&lt;br /&gt;Memberikan motivasi kepada anak didik di setiap pekerjaan sangat penting. Hal ini sangat berhubungan dengan kenyamanan anak didik di kelas. Motivasi-motivasi bisa berikkan dengan pujian di setiap pekerjaan yang diselesaikan oleh anak didik, memajang pekerjaan di dinding atau papan sekolah, memberikan hadiah bila anak didik berhasil menyelesaikan tugasnya, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berikan Pujian&lt;br /&gt;Berikan pujian yang “lebih” kepada anak didik yang sudah mau belajar di kelas secara mandiri, dengan mengatakan,”Bagas pinter…… Sudah nggak ditemeni sama Mamanya…. .” Hal ini juga dilakukan untuk memotivasi anak yang masih ditunggui orang tuanya, agar tertular untuk mau belajar secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Komunikasi dengan orang tua&lt;br /&gt;Tetaplah menjalin komunikasi dengan orang tua, untuk menyusun strategi yang baik, agar sang anak bisa belajar secara mandiri. Tanyakan kepada orang tua tentang hal-hal yang disukai dan yang tidak disukai oleh sang anak. Misalnya, bila sang anak tidak suka menari, sang guru pun jangan melakukan pemaksaan kepada sang anak untuk menari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ajak Bermain Di Luar Kelas&lt;br /&gt;Ada beberapa anak, memerlukan beberapa tahap untuk membuatnya nyaman berada di lingkungan sekolah. Agar sang anak memiliki pemikiran yang indah tentang belajar di sekolah, ajaklah anak didik untuk bermain di luar kelas. Misalnya di taman atau ruang bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. “Menghukum” Orang Tua&lt;br /&gt;“Munghukum” dalam hal ini tentu bukanlah menghukum di dalam arti yang harafiah. Namun hanya pura-pura. Hal ini bisa kita lakukan sebagai tindakan “ancaman” bagi anak. Dalam kasus ini, tentu jangan dilakukan dengan cara yang keras. Namun harus dilakukan dengan cara yang lembut disertai dengan candaan. Katakan kepada sang anak,”Kalau masih mau ditemeni Mama waktu belajar, maka Ibu Guru akan menghukum Mama, dengan dikunci di kamar mandi. Shinta sayang nggak sama Mama? Kalau sayang…. Tentu tidak mau kalau Mama dihukum kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menyanyikan lagu yang Memotiviasi Untuk Hidup Mandiri&lt;br /&gt;Nyanyikan lagu ini di setiap pertemuan kelas, agar di dalam hati anak didik tertanam semangat untuk hidup mandiri. Nyanyikanlah lagu ANAK MANDIRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Meliburkan Anak Sementara&lt;br /&gt;Bila memang tidak ada cara lain, liburkan anak selama beberapa hari. Biarkan orang tua membujuk anak, agar mau kembali ke sekolah. Siapa tahu juga, emosi anak belum baik sehingga sulit untuk menerima suasana dan hal yang baru. Setiap anak akan lebih mudah untuk menerima hal-hal yang baru saat keadaan hatinya baik.    lagu2anak.blogspot.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8802964790068667563?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8802964790068667563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/anak-didik-masih-mau-terus-ditemeni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8802964790068667563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8802964790068667563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/anak-didik-masih-mau-terus-ditemeni.html' title='Anak Didik Masih Mau Terus Ditemeni Orang Tua? Gimana Mengatasinya?'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-4850582264917651935</id><published>2011-11-21T00:21:00.004+07:00</published><updated>2011-11-21T00:29:23.022+07:00</updated><title type='text'>Aktivitas Yang Mencerdaskan Anak</title><content type='html'>Seorang anak adalah sebuah pribadi masih mudah terbentuk. Dalam membentuk seorang anak diperlukan bantuan dari orang tua. Orang tua sangat berperan penting dalam proses ini, terutama dalam proses menderdaskan anak. Manusia memiliki lima indera yang digunakan untuk menyerap informasi dan pengetahuan dari luar. Kelima indera inilah yang harus dilatih untuk menghasilkan anak yang cerdas. Lalu bagaimana cara melatihnya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;1. Berkomunikasi&lt;br /&gt;Komunikasi adalah hal yang paling penting dalam proses pembelajaran anak. Dengan berkomunikasi seorang anak bisa mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan yang baru. Selain itu, hal ini juga bisa meningkatkan kedekatan antara orang tua dan anak. Dengan kedekatan tersebut, maka proses “transfer ilmu” dari orang tua kepada anak pun bisa berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengulang dan mengulang&lt;br /&gt;Mendidik seorang anak memang butuh kesabaran. Mungkin seorang anak akan menanyakan hal yang sama, meskipun kita merasa pernah mengajarkannya. Namun ini adalah proses bagi seorang anak dalam menyerap pengetahuan. Kita tidak perlu dengan marah-marah mengatakan,”Lho… Kemarin kan sudah Papa kasih tahu...” Namun tetaplah menjelaskan dan menjawab apa yang ditanyakan oleh buah hati kita dengan penuh kesabaran. Dengan pengulangan akan menjadi sebuah kebiasaan. Hal ini juga bisa kita terapkan dalam pembentukan moral buah hati kita. Ajarkan anak akan pentingnya berterima kasih, dengan kita banyak mengucapkan terima kasih kepada buah hati dan kepada orang lain, terutama di depan buah hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Variasi gerakan&lt;br /&gt;Variasi gerakan juga bisa meningkatkan kecerdasan anak. Itulah kenapa mengajak anak pergi ke taman bermain sangatlah penting. Hal ini dikarenakan buah hati kita bisa melakukan berbagai macam variasi gerakan dengan menggunakan permainan yang di taman bermain. Mulai dari bergelantungan, merangkak, bermain pasir, berlari, melompat, menanjak dan lain-lain. Hal ini tentunya juga bisa dilakukan di rumah kita sendiri, dengan bimbingan dari orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bermain dan Mendengarikan Musik&lt;br /&gt;Memainkan dan mendengarkan musik, selain bisa mencerdaskan anak, juga dipercaya dapat meningkatkan kepekaan anak kepada keadaan lingkungan sekitar. Hal ini sangat bermanfaat bagi kecerdasan sang anak dalam bersosialisasi. Musik yang sangat baik untuk didengarkan anak adalah musik klasik, karena musik klasik sangat lembut dan iramanya sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berolahraga&lt;br /&gt;Berolahraga juga sangat penting buat anak, agar sang buah hati memiliki kekebalan dari berbagai macam penyakit. Bila belum memungkinkan, kita tidak perlu mengajak buah hati kita melakukan olah raga yang sulit, seperti bola basket dan sepak bola. Cukup dengan berjalan kaki bersama di akhir pekan. Hal ini akan sangat baik bagi kebugaran tubuh sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gizi yang baik dan seimbang&lt;br /&gt;Mungkin kita semua sudah tahu, menu makanan yang baik adalah makanan yang mengandung sayur, daging, dan nasi, dan ditambah susu. Supaya anak-anak tidak bosan dengan menu makanan yang kita sediakan, kita harus pandai untuk memberikan menu makanan yang bervariasi kapada buah hati kita. Bila ingin menggunakan suplemen bagi anak, sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter ahli gizi, supaya aman dan baik untuk kesehatan sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Permainan Menyentuh dan Membau&lt;br /&gt;Salah satu contoh permainan menyentuh adalah dengan memberikan anak berbagai macam bangun, lalu meminta anak menyentuh benda tersebut dan menebak benda apa yang disentuh dengan mata tertutup. Sedangkan permainan membau, bisa dilakukan dengan memberikan anak berbagai macam benda (misalnya sabun, parfum, bawang, dll), lalu meminta anak membau benda tersebut dan menebak benda apa yang dibau dengan mata tertutup. Permainan semacam ini banyak dilakukan oleh guru-guru TK untuk meningkatkan kepekaan indera peraba dan pembau anak. Tentu saja juga bertujuan untuk membuat anak menjadi lebih cerdas. Sebagai orang tua, tentu permainan ini juga tidak sulit untuk dilakukan di rumah bukan? Tentu saja, kita juga membuat variasi permainan yang lain yang berhubungan dengan melatih kepekaan indera peraba dan penciuman sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menebak Warna&lt;br /&gt;Permainan ini bertujuan untuk melatih indera penglihatan sang anak. Kita bisa melakukannya dengan meminta buah hati kita menebak warna benda yang ada disekitarnya, misalnya di dalam rumah. Akan lebih menarik lagi bila kita bisa membelikan buah hati kita sebuah permainan yang berwarna-warni, sehingga buah hati kita pun bisa lebih tertarik untuk belajar sambil bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mendongeng Buat Anak&lt;br /&gt;Aktivitas mendongeng juga sangat baik. Dengan mendongeng, kita bisa mengajak anak untuk bereksplorasi dengan bermacam-macam indera. Yang pertama tentu saja indera pendengaran, karena agar sang anak tahu jalan cerita dari apa yang kita dongengkan, sang anak harus mendengarkan. Kemudian indera penglihatan. Hal ini bisa kita lakukan dengan melukiskan di atas kertas apa yang kita dongengkan, supaya anak bisa berimajinasi juga. Namun bila kita mendongeng dengan sebuah buku cerita, kita bisa memperlihatkan gambar-gambar di dalam buku cerita yang kita dongengkan tersebut. Dalam hal ini, kita juga harus pandai dalam memilih buku cerita buat anak. Tentunya adalah sebuah buku cerita yang memiliki gambar yang berwarna-warni dan menarik. Anda bisa mendapatkan bermacam-macam dongeng di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bernyanyi&lt;br /&gt;Lagu yang baik untuk dinyanyikan oleh seorang anak tentu saja adalah lagu anak-anak. Apalagi lagu-lagu yang inspiratif dan memiliki nilai pendidikan buat anak.  http://lagu2anak.blogspot.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-4850582264917651935?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/4850582264917651935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/aktivitas-yang-mencerdaskan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4850582264917651935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4850582264917651935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/aktivitas-yang-mencerdaskan-anak.html' title='Aktivitas Yang Mencerdaskan Anak'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-6827386005091663354</id><published>2011-11-20T11:40:00.003+07:00</published><updated>2011-11-20T11:53:24.654+07:00</updated><title type='text'>Melatih Anak Menulis dan Menggambar</title><content type='html'>Mengajar anak-anak menulis dan menggambar itu gampang-gampang susah. Akan menjadi susah bila kita tidak tahu prosesnya. Kemampuan motorik anak-anak, tentu saja tidaklah sama dengan orang dewasa. Sebelum mereka diberikan pelajaran menulis atau menggambar, akan lebih baik bila mereka dilatih kemampuan motoriknya.&lt;span class="fullpost"&gt; Kemampuan motorik seorang anak akan lebih cepat terbentuk bila mereka kita latih untuk melakukan sesuatu yang mereka suka. Coba kita bayangkan pada diri kita, pada saat kita melakukan sesuatu yang tidak kita suka. Terkadang jari-jari kita malah menjadi lemas dan seakan-akan tidak mempunyai kekuatan. Bak seorang Superman yang sedang menggenggam sebuah Cryptonite. Namun bila kita melakukan sesuatu yang kita suka, kita terkadang menjadi lupa, dan bahkan bisa jadi lupa makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga anak-anak. Anak-anak yang seharusnya masih diisi dengan dunia yang penuh keceriaan, jangan sampai mereka kehilangan dunia mereka karena “paksaan” dalam belajar. Ada beberapa hal yang bisa anda pilih untuk menguatkan motorik anak ini, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Mewarnai&lt;br /&gt;Melatih anak mewarnai bisa dimulai dengan mengajak anak-anak mewarnai gambar-gambar bentuk, agar tidak terlalu rumit. Konsentrasi anak bukan pada ketebalan atau kecepatan mewarnai, melainkan pada keindahan. Selalu ingatkan pada anak didik anda agar warna jangan sampai keluar dari garis batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Menebalkan Gambar&lt;br /&gt;Menebalkan gambar ini bisa bermacam-macam. Bentuk gambarnya harus bergaris-garis, atau bertitik-titik. Tugas anak adalah menghubungkan tiap titik atau garis ke titik atau garis berikutnya sehingga membentuk gambar yang jelas. Kalau bisa gambar yang dipilih adalah gambar yang sesuai dengan kesukaan anak. Misalnya, anak yang suka tokoh kartun doraemon, berikanlah gambar Doraemon. Hal ini akan memacu anak untuk menghasilkan karya yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Merobek Kertas&lt;br /&gt;Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih motorik halus anak. Anda bisa melatih anak untuk merobek-robek kertas menjadi serpihan yang paling kecil. Cara merobek kertas bisa dengan gunting atau dengan peralatan yang lain. Yang perlu diingat adalah, bila anda kita meminta anak untuk menyobek-nyobek kertas dengan benda tajam, kita harus memberikan perhatian yang lebih ekstra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Mencat Tembok&lt;br /&gt;Untuk bisa melakukan aktivitas ini, kita harus memiliki sebuah tembok khusus untuk corat-coret anak. Peralatan yang lain adalah cat putih (harganya yang murah saja), yang akan digunakan untuk mengecat ulang, bila tembok tempat anak-anak mencorat-coret sudah penuh atau ingin diganti dengan gambar yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Mengecat Barang-barang Bekas&lt;br /&gt;Kita bisa memanfaatkan barang-barang bekas sebagai sarana melatih motorik anak. Kita bisa meminta anak untuk mewarnai barang-barang bekas. Usahakan barang-barang bekas tersebut sudah dibersihkan dan tahu asal-usul dari barang-barang bekas yang digunakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari anak-anak terserang bibit penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum seseorang dilatih untuk menjadi seorang pemain sepak bola yang handal, tentu dia harus dilatih cara berlari, melompat, atau melakukan hal-hal diluar permainan sepak bola, misalnya push up, sit up, dan lain-lain. Hal itu dilakukan agar otot-otot mereka terlatih dahulu sebelum bermain sepak bola yang sesungguhnya. Begitu juga dengan melatih anak untuk menulis dan menggambar. Kita juga harus tahu cara melatih motorik mereka, agar anak tidak hanya bisa menulis dan menggambar, namun juga bisa menulis dan menggambar dengan indah.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-6827386005091663354?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/6827386005091663354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/melatih-anak-menulis-dan-menggambar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6827386005091663354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6827386005091663354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/melatih-anak-menulis-dan-menggambar.html' title='Melatih Anak Menulis dan Menggambar'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8555410040982631129</id><published>2011-11-19T09:07:00.001+07:00</published><updated>2011-11-19T09:09:23.458+07:00</updated><title type='text'>Melatih Emosi Anak Dengan Gambar (Agar Anak Terlihat Ceria dan memiliki Wajah "Smiley")</title><content type='html'>Memiliki buah hati yang ceria, wajah yang mempesona, dan senyum yang manis tentu menjadi dambaan setiap orang tua kepada anaknya. Dan tentu saja anda tidak ingin buah hati anda selalu terlihat cemberut dan muram kan? Saya ada punya sebuah tips yang bisa membuat buah hati anda selalu terlihat ceria.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sulit kok. Pertama, siapkan sebuah gambar dengan berbagai ekspresi wajah manusia. Tentu saja ada ekspresi wajah yang positif, seperti tertawa dan tersenyum, dan yang negative, seperti bersedih, menangis, dan marah. Kemudian perlihatkan ekspresi-ekspresi wajah tersebut kepada sang buah hati. Jelaskan pada mereka kalau wajah yang marah, sedih, dan menangis akan terlihat jelek, sedangkan ekspresi wajah tertawa dan tersenyum akan terlihat begitu indah. Ajak sang buah hati untuk menirukan ekspresi-ekspresi seperti yang terdapat di dalam gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka belajar menirukan ekspresi wajah dengan baik, ajarkan pada sang buah hati kalau ekpresi wajah yang baik adalah tersenyum dan tertawa. Katakan pada mereka kalau kita sering tersenyum, tertawa, dan terlihat bahagia, maka kita akan memiliki wajah yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai variasi, kita bisa memakai gambar-gambar tokoh kartun yang digemari sang buah hati. Supaya mereka lebih termotivasi untuk terus belajar menjadi “smiley face children”. Selain untuk membentuk wajah, pelajaran ini juga sangat penting agar anak bisa mengatur emosi mereka. Dengan kata lain, pelajaran ini adalah salah satu sarana latihan EQ anak. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8555410040982631129?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8555410040982631129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/melatih-emosi-anak-dengan-gambar-agar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8555410040982631129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8555410040982631129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/melatih-emosi-anak-dengan-gambar-agar.html' title='Melatih Emosi Anak Dengan Gambar (Agar Anak Terlihat Ceria dan memiliki Wajah &quot;Smiley&quot;)'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-3123225712391126120</id><published>2011-11-18T00:09:00.002+07:00</published><updated>2011-11-18T00:12:30.125+07:00</updated><title type='text'>Tips Guru Hari Pertama Mengajar</title><content type='html'>Hari pertama mengajar, tentu saja merupakan hari yang sangat  menentukan bagi seorang guru atau pendidik anak usia dini. Kenapa? Karena meski anak-anak masih sangat polos, mereka juga tidak kalah dalam menilai seseorang. Malah justru karena kepolosan merekalah, seorang pendidik anak usia dini harus bisa memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang menarik hati para anak didik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;a.Materi pelajaran&lt;br /&gt;    Yang pasti persiapan materi  mengajar haruslah benar-benar dipersiapkan baik-baik. Materi haruslah benar-benar yang menarik. Sebisa mungkin segala talenta yang kita  punya, bisa kita tunjukkan kepada anak-anak didik. Misalnya&lt;br /&gt;bila anda pandai  bernyanyi,  persiapkanlah  lagu yang terbaik buat   anak-anak didik. Bila anda pandai kerajinan tangan, buatlah sebuah karya kerajinan tangan yang nantinya bisa menjadi media pengajaran buat anak-anak didik. Supaya mereka benar-benar tahu, kalau  kita patut dihormati dan dihargai sebagai  guru dengan menunjukkan kualitas diri kita. Karena pada hari pertama itulah, anak-anak biasanya juga ditanya sama orang tuanya,”Nak… gimana rasanya diajar sama Bunda Siti (bukan nama sebenarnya)?” Sehingga saat ditanya  sama orang tuanya, sang  anak bisa menjawab dengan jawaban yang luar biasa untuk didengarkan oleh orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Penampilan&lt;br /&gt;Tampillah sebaik mungkin.  Penampilan ini tidak hanya berhubungan dengan pakaian kita,  malainkan juga “tindak tanduk” kita. Tampillah  sebaik mungkin,  bila perlu  pakai baju baru dan tubuh dan nafas  yang harus. Supaya anak-anak bisa betah berada di dekat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Hati yang gembira&lt;br /&gt;Semua orang pasti tidak pernah   lepas dari yang namanya masalah. Sebagai pendidik  anak usia dini, sebaiknya kita jangan membawa  urusan rumah  tangga kita ke dalam sekolah. Meski kita sedih, atau lagi marah, jangan sampai perasaan itu terbawa di kelas atau saat kita mengajar. Biasanya itu akan sangat mempengaruhi kualitas mengajar  kita di depan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Hati yang ikhlas&lt;br /&gt;Kata bunda-bunda pendidik  PAUD, hati yang ikhlas adalah syarat  yang terpenting bagi seorang pendidik anak usia  dini. Karena dengan hati yang ikhlas,  masalah-masalah yang mungkin timbul di dalam kelas terasa menjadi  lebih ringan dan bisa terselesaikan dengan baik,  sehingga tubuh pun tidak mudah terasa  capek.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-3123225712391126120?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/3123225712391126120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/tips-guru-hari-pertama-mengajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3123225712391126120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3123225712391126120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/tips-guru-hari-pertama-mengajar.html' title='Tips Guru Hari Pertama Mengajar'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-2601923980053273521</id><published>2011-11-18T00:06:00.001+07:00</published><updated>2011-11-18T00:08:35.911+07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Mengajar Anak Menulis Tanpa Menulis</title><content type='html'>Saya pernah mengikuti kursus gitar di sebuah lembaga  musik. Saat pertama kali saya datang, sang guru tidak langsung mengajarkan teori bermain gitar.  Mengetahui jari-jari tangan saya terlihat lemah, dia mengajarkan beberapa tehnik menguatkan jari. Salah satunya dengan memainkan “do re mi fa sol la si do” mulai dari gerakan lambat, hingga cepat. Dalam hati saya bertanya,”Ini mah gampang… Belajar sendiri juga bisa.” Seiring perjalanan waktu, saya menyadari tujuan dari tehnik menguatkan jari tersebut. Ternyata setelah jari saya kuat, saya bisa lebih mudah menguasai tehnik bermain gitar yang lain.Bagaimana dengan tehnik belajar menulis untuk anak usia dini?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Secara teori,  anak-anak usia dini memang belum diijinkan menulis. Hal ini disebabkan karena dikhawatirkan anak-anak menjadi lemah dalam peningkatan kecerdasan yang lain. Misalnya kecerdasa sosial, motorik, emosional, dan lain-lain, karena otak sudah terbebani dengan teori-teori menulis yang tentu saja bisa membuat anak menjadi capek untuk mengembangkan kecerdasan-kecerdasan mereka yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa PAUD dan TK, anak lebih banyak diajarkan “teori menulis” dengan cara mengajak mereka bermain wax (lilin  lembek), mewarnai, menggambar, meremas-remas kertas, senam jari, bertepuk tangan, dan permainan-permainan yang lain yang bertujuan untuk menguatkan jari anak-anak tanpa banyak memberikan teori. Bahkan ada beberapa pendidik PAUD yang  sengaja mengajak anak-anak untuk membawa pensil  berukuran besar saat  menggambar atau menulis, supaya apa? Supaya anak-anak bisa merasa lebih ringan saat menggunakan pensil berukuran lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kadang kita  bisa sedikit-sedikit memberikan teori menulis, misalnya cara membuat  huruf A sampai Z, kita jangan memarahi atau menyalahkan mereka (apalagi dengan nada keras), yang bisa mengurangi mood mereka untuk belajar menulis atau bahkan bisa membuat anak-anak menjadi STRESS. &lt;br /&gt;Jadi bila buah hati kita belum bisa menulis dengan baik, jangan paksa mereka menulis (terutama yang berusia di bawah tujuh tahun). Namun biarlah mereka bermain dan melakukan aktivitas-aktivitas lain, yang bisa menguatkan otot-otot jari mereka. Saya yakin, kalau otot-otot jari mereka kuat, mereka pasti akan mampu menulis dengan baik dan lebih cepat. Seperti saya yang kini bisa bermain gitar dengan baik (meski tidak jago…. Hehehehe), semua karena jari-jari saya sudah cukup kuat untuk memainkan beberapa akord gitar.lagu2anak.blogspot.com   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-2601923980053273521?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/2601923980053273521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/pentingnya-mengajar-anak-menulis-tanpa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2601923980053273521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2601923980053273521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/pentingnya-mengajar-anak-menulis-tanpa.html' title='Pentingnya Mengajar Anak Menulis Tanpa Menulis'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-322802165294458898</id><published>2011-11-17T23:56:00.001+07:00</published><updated>2011-11-17T23:58:55.878+07:00</updated><title type='text'>Manfaat Gerak dan Lagu Untuk Anak-Anak</title><content type='html'>Gerak dan lagu adalah sarana yang menyenangkan bagi anak-anak untuk berolahraga atau bersenam. Karena dengan gerak dan lagu, anak-anak bisa bergerak sambil mendengarkan musik. Ini berarti bahwa anak-anak bisa merasakan keceriaan, sambil menggerakkan tubuh mereka atau berolaraga atau bersenam. Hal ini tentu akan bermanfaat bagi anak secara jasmani dan rohani. Tubuh anak jadi sehat, dan jiwa mereka pun merasakan suka cita. &lt;span class="fullpost"&gt;Lalu apa lagi ya manfaat gerak dan lagu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Dengan gerakan-gerakan yang bersesuaian dengan lagu yang mereka dengarkan, anak-anak secara tidak langsung motorik anak pun menjadi terlatih. Semakin bervariasi gerakan yang diberikan kepada anak, maka motorik anak-anak pun semakin banyak yang terlatih. Biasanya variasi gerakan meliputi gerakan kepala, gerakan tangan, gerakan kaki, gerakan pinggang dan bagian-bagian tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Lagu yang mereka dengarkan akan memungkinkan ketrampilan kognitif anak-anak menjadi terlatih pula. Kemampuan kognitif meliputi kemampuan untuk belajar, mengembangkan diri, memecahkan masalah, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Biasanya gerak dan lagu dilakukan secara massal. Hal ini membuat anak menjadi terbiasa untuk bisa beradaptasi dengan lingkungannya, dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Karena untuk melakukan gerak dan lagu anak-anak harus berbaris rapi, mengikuti instruksi guru, dan gerakan- gerakan antara satu anak dengan anak yang lain di dalam gerak dan lagu bersesuaian, maka anak-anak pun terlatih untuk bisa disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Karena gerak dan lagu adalah salah satu bagian dari olahraga atau senam, maka manfaatnya pun hampir seragam. Misalnya untuk menstabilkan dan menambah kekebalan tubuh, menyehatkan badan, membuat anak berpikir lebih jernih, menghindarkan kemalasan, melatih sportifitas, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita ajak anak-anak didik kita untuk melakukan gerak dan lagu. Dan yang perlu diingat adalah semua harus dilakukan secara teratur. Misalnya satu sampai dua minggu sekali. SALAM OLAHRAGA. SALAM CINTA LAGU2ANAK!!lagu2anak.blogspot.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-322802165294458898?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/322802165294458898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/manfaat-gerak-dan-lagu-untuk-anak-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/322802165294458898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/322802165294458898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/manfaat-gerak-dan-lagu-untuk-anak-anak.html' title='Manfaat Gerak dan Lagu Untuk Anak-Anak'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-6621550388505722717</id><published>2011-11-17T07:19:00.001+07:00</published><updated>2011-11-17T07:20:10.712+07:00</updated><title type='text'>Program Home Visiting di Sekolah? Penting?</title><content type='html'>Mungkin sebagai orang tua, kita tidak pernah tahu bagaimana proses belajar mengajar di tempat buah hati kita belajar. Kita lebih sering menilai kesuksesan buah hati kita dari nilai yang tercantum di raport. Kita tidak pernah tahu apakah buah hati kita sering membuat masalah, ramai di kelas, malas mengerjakan PR, dam lain-lain. Kalaupun kita mendapat laporan seperti itu, kita juga sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan solusi yang terbaik. Hal ini biasanya terjadi karena hubungan komunikasi antara orang tua dan guru kurang terjalin dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana agar komunikasi antar orang tua dan guru bisa terjalin dengan baik? Ada beberapa sekolah yang sudah menerapkan pendekatan kepada orang tua anak didik dengan metode atau program HOME VISITING. Mungkin sebagian dari kita tidak tahu mengenai program ini. Home Visiting adalah salah satu program yang diadakan oleh sekolah dalam rangka menjalin hubungan yang baik dan kekeluargaan antara orang tua dan guru, dengan cara kunjungan pihak sekolah (bisa guru, kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dll) ke rumah anak didik. Program ini berlaku untuk setiap siswa. Setiap siswa mendapatkan hak yang sama untuk mendapatkan layanan Home Visiting dari pihak sekolah. Tujuan dari program ini adalah mengenal pribadi siswa secara lebih dekat, melalui pendekatan kepada orang tua.Tidak jarang kita temui siswa yang di rumah kelihatan penurut, namun di sekolah mereka terkesan “pemberontak”. Ada juga siswa yang di sekolah keliatan tenang, tapi di rumah cerewet atau sering membuat onar. Dengan model pendekatan seperti ini, diharapkan ada kerja sama antara orang tua dan guru / phak sekolah untuk membangun kepribadian siswa secara lebih serius. Tentu saja metode ini tidak hanya diterapkan pada anak-anak yang “bermasalah” saja, namun juga pada anak yang baik di sekolah. Namun tentu saja, program ini diutamakan bagi anak yang “bermasalah”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak jarang ada sekolah yang dengan rela mendatangkan orang-orang berkompeten (psikiater, dokter, dll). Beberapa sekolah, terutama di tingkat Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini sudah menerapkan hal ini. Sekolah mensubsidi penuh dalam pembiayaan Home Visting ini. Metode ini dipercaya sangat ampuh dalam mengatasi masalah anak-anak yang “bermasalah”. Tidak hanya anak yang sulit disiplin saja, namun juga anak yang mengalami gangguan kesehatan, kepribadian, dan lain-lain.Nah.. Bagi anda orang tua, tidak ada salahnya anda menanyakan kepada sekolah tempat anda mengajar,:”Di sini ada program Home Visiting tidak?” Hal ini sangat penting bila anda benar-benar peduli pada buah hati tidak hanya pada pendidikan akademis saja, namun juga pendidikan moral. Tentu saja, program ini sangat cocok untuk orang tua yang ingin memperhatikan perkembangan dan keadaan buah hatinya di sekolah, tidak hanya melalui raport. Dan untuk pihak sekolah, ayo… tunjukkan “kelebihan” anda lewat program ini.lagu2anak.blogspot.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-6621550388505722717?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/6621550388505722717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/program-home-visiting-di-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6621550388505722717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6621550388505722717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/program-home-visiting-di-sekolah.html' title='Program Home Visiting di Sekolah? Penting?'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-4260948030412208914</id><published>2011-11-16T00:11:00.001+07:00</published><updated>2011-11-16T00:16:25.195+07:00</updated><title type='text'>Agar Anak Bisa Selalu Konsentrasi Dalam Belajar (Tips / Cara Menstimulasi / meningkatkan Daya Konsentrasi Anak-anak Saat Belajar)</title><content type='html'>Prestasi seorang anak, sangat ditentukan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah kemampuan berkonsentrasi. Kecerdasan seorang anak, terutama yang masih di bawah 12 tahun, tidak akan memberikan banyak manfaat bila sang anak memiliki kekurangan dalam hal kemampuan berkonsentrasi. Hmmm… Gawat juga ya? Jadi anda juga jangan langsung berpikir bahwa buah hati anda memiliki tingkat kecerdasan yang rendah bila buah hati anda jarang mendapat nilai yang baik. Siapa tahu buah hati anda termasuk anak yang cerdas, hanya saja susah berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lalu bagaimana untuk mengatasi hal ini? Saya akan memberikan beberapa pengalaman saya, tentang bagaimana cara yang baik, agar anda bisa menjadi orang tua yang lebih positif dan kreatif. Dalam kasus ini adalah cara memgajarkan kepada sang buah hati supaya memiliki kemampuan konsentrasi yang yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;1. Melatih anak untuk hidup mandiri.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemandirian berhubungan erat dengan aktivitas tubuh. Seperti sebuah komputer yang tidak pernah digunakan. Maka akan ada kemungkinan terjadi kerusakan-kerusakan pada beberapa komponennya, salah satu sebabnya .... karena karatan. Apalagi kalau bagian komponen yang diserang ada di dalam CPU, maka computer bisa matot (mati total). Seperti halnya dengan tubuh kita. Bila tubuh kita terlalu dimanja atau terlalu banyak dibiarkan menganggur, maka aktivitas otak kita pun akan menurun. Bila otak jarang beraktivitas, maka fungsi dan kemampuan beberapa bagian otak pun akan menurun. Hal ini bisa menyebabkan sulitnya berkonsentrasi, karena pikiran terlalu sering dibiarkan kosong dan tidak berfungsi. Bila anda terlalu memanjakan anak dan tidak membiasakan buah hati anda untuk hidup mandiri, serta lebih sering meminta si mbak untuk membantu buah hati anda, sebaiknya mulai sekarang latihlah buah hati anda untuk belajar hidup mandiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;2. Berikan perhatian yang cukup&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sudah cukupkah perhatian yang anda berikan pada buah hati anda? Perhatian sangatlah penting bagi buah hati anda. Seperti seorang anak yang tidak pernah diberi makan yang cukup di rumah, maka di luar rumah dia akan sering meminta-minta makanan di luar rumah. Begitu juga dengan buah hati anda. Bila perhatian yang anda berikan sangatlah kurang, maka dia akan lebih sering mencari perhatian di luar rumah. Bila buah hati anda sedang berada di lingkungan sekolah, maka buah hati anda pun akan lebih sering meminta perhatian di sekolah. Di saat jam pelajaran sekolah, buah hati anda (yang masih labil) secara otomatis akan berusaha mencari pemenuhan kebutuhan perhatian. Salah satu caranya adalah dengan mengganggu teman yang lain, atau mengajak teman satu kelasnya mengobrol. Perhatian yang cukup, juga sangat penting agar buah hati anda terlindung dari segala macam kecelakaan, misalnya kepala terantuk, kaki cedera, dll. Karena hal ini juga bisa mengakibatkan seorang anak menjadi susah berkonsentrasi dalam pelajaran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;3. Jangan Biarkan Anak Terbebani Dengan Aktivitas Yang Tidak Disukai.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada kalanya kita memberikan segala sesuatu yang disukai sang buah hati, misalnya memberikan dia uang saku, membelikan mainan yang dia minta, dll. Namun ada kalanya kita harus memberikan sesuatu yang tidak dia sukai, misalnya memberikan macam-macam bimbingan belajar atau melakukan pekerjaan rumah. Dalam hal ini sangat dibutuhkan peran orang tua dalam memperhatikan buah hati anda, sehingga orang tua bisa tahu porsi yang harus diberikan kepada sang buah hati. Bila buah hati anda merasa terbebani dengan segala aktivitas yang tidak disukai, maka anda hari segera mengambil langkah, yaitu dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak disukai, atau mengarahkan ke kegiatan-kegiatan yang disukai. Misalnya, bila anda sebelumnya meminta buah hati anda untuk mengikuti les piano, padahal dia tidak suka, maka anda alangkah lebih baik bila anda menghentikan les piano tersebut. Bila buah hati anda lebih menyukai les gitar, maka anda bisa mengarahkan buah hati anda untuk mengkuti les gitar. Banyak orang menginginkan hobinya menjadi sebuah pekerjaan. Dalam hal ini, anda sebagai orang tua harus pandai-pandai melihat potensi anak dan kesukaannya, lalu mengarahkannya buah hati anda agar potensi yang dia sukai tersbut menjadi sebuah kegiatan yang positif, berguna untuk masa depan, dan tentunya dilakukan tanpa beban. Selain itu, istirahat yang cukup juga sangat penting untuk pemulihan stamina buah hati anda. Jangan biarkan buah hati anda tidur terlalu malam atau belajar terlalu keras sehingga lupa istirahat, karena hal ini justru bisa mengganggu konsentrasi anak dalam menerima pelajaran yang dijelaskan oleh guru di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;4. Perhatikan Pola Makanan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pola makan sangat berpengaruh terhadapt tingkah laku anak. Usahakan buah hati anda menghindari makanan yang mengandung bahan perwarna, vetsin, kafein, dan zat-zat pengawet. Perbanyak makan buah dan sayur akan sangat berguna untuk menunjang kesegaran dan kesehatan tubuh buah hati anda. Dalam usia yang masih sangat belia, usahakan agar buah hati anda menghindari penggunaan paparan logam berat seperti tambalan gigi dari amalgam, kawat gigi dari nikel, dll.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Berikan Hiburan Yang Cukup, Menyenangkan, dan Bermanfaat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebahagiaan adalah sesuatu hal yang diinginkan banyak orang. Dalam diri seorang anak, setiap saat dalam hidupnya selalu ingin diisi dengan keceriaan. Maka sebagai orang tua, jangan lupa memberikan hiburan yang cukup bagi buah hati anda. Supaya buah hati anda tidak merasa tertekan dengan segala aktivitas yang banyak menyita waktu dan tenaga. Luangkan waktu anda sekeluarga untuk berlibur, minimal jalan-jalan ke mall terdekat di rumah anda. Hiburan akan menjadi sangat bernilai bila diisi dengan sesuatu yang bermanfaat, misalnya permaianan belajar bahasa Inggris, atau membuka situs-situs internet tentang pendidikan. Bila dihubungkan dengan konsentrasi anak dalam belajar, permainan yang baik adalah catur, bermain alat musik, atau sekedar mendengarkan musik.Nah... bagaimana dengan buah hati anda? Coba tanyakan kepada Guru di sekolah buah hati anda. Usahaka ada komunikasi dua arah antara anda dan guru di sekolah. Sudahkah buah hati anda memiliki kemampuan konsentrasi yang baik? Bila belum... Silakan belajar dari buah hati anda lagi.... lagu2anak.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-4260948030412208914?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/4260948030412208914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/agar-anak-bisa-selalu-konsentrasi-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4260948030412208914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4260948030412208914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/agar-anak-bisa-selalu-konsentrasi-dalam.html' title='Agar Anak Bisa Selalu Konsentrasi Dalam Belajar (Tips / Cara Menstimulasi / meningkatkan Daya Konsentrasi Anak-anak Saat Belajar)'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-5105740736438774404</id><published>2011-11-16T00:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-16T00:10:02.847+07:00</updated><title type='text'>Manfaat Origami</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-7Ed20_Ib8qw/TsKbdBthK0I/AAAAAAAAAHI/QOer5rw3F5U/s1600/origami.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="184" src="http://2.bp.blogspot.com/-7Ed20_Ib8qw/TsKbdBthK0I/AAAAAAAAAHI/QOer5rw3F5U/s320/origami.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Origami adalah seni melipat kertas. Sementara di USA terkenal dengan paper folding dan di Spanyol dikenal dengan Papiroflexia. Kata Origami sendiri diambil dari bahasa Jepang , yaitu "Ori" yang berarti melipat dan gami diambil dari kata benda "Kami" yang berarti kertas. Namun, hal ini bukan berarti origami diciptakan di Jepang. Origami pertama ditemukan di Cina perkiraan abad pertama atau kedua dan kemudian menyebar ke Jepang sekitar abad keenam. Di Jepang origami berkembang secara pesat dan menjadi kebudayaan, bahkan setiap aspek kehidupan orang Jepang selalu mengaitkan dengan origami. Mulai dari kehidupan sehari-hari hingga perayaan keagamaan mereka, hal ini membuat seni melipat kertas di dunia lebih dikenal dengan nama ORIGAMI.&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Manfaat apa yang akan didapat saat ananda belajar origami secara konsisten adalah :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Ananda akan semakin akrab dengan konsep-konsep dan istilah-istilah Matematika geometri, karena pada saat bunda atau sorang guru menerangkan origami akan sering menggunakan istilah matematika geometri contohnya : garis, titik, perpotongan 2 buah garis, titik pusat, segitiga, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Bermain origami akan meningkatkan keterampilan motorik halus ananda , menekan kertas dengan ujung-ujung jari adalah latihan efektif untuk melatih motorik halus ananda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Meningkatkan dan memahami pentingnya akurasi, saat membuat model origami terkadang kita harus membagi 2, 3 atau lebih kertas, hal ini membuat ananda belajar mengenai ukuran dan bentuk yang diinginkan serta keakuratannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Meningkatkan citra diri dan bakat ananda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Saat bermain origami ananda akan terbiasa Belajar mengikuti instruksi yang runut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. Mengembangkan pemikiran logis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7. Bermin origami secara konsisten juga merupakan latihan berkonsentrasi, membuat sebuah model origami tentu saja membutuhkan konsentrasi,dan hal ini dapat dijadikan sebagai ajang latihan untuk memperpanjang rentang konsentrasi seorang anak, dengan syarat origaminya dilakukan secara kontinyu dan model yang diberikan bertahap dari yang paling mudah yang dapat dikerjakan oleh ananda lalu terus ditingkatkan sesuai kemampuanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8. Meningkatkan persepsi visual dan spasial&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;9. Mendapatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; untuk tahu lebih banyak tentang hewan dan lingkungan mereka, ha ini karena bentuk origami yang dibuat dapat dililih oleh kita dan dapat dijadikan sebagai media pengenalan hewan dan lingkungan ananda.10. Memperkuat ikatan emosi antara orang tua dan anak, bermain origami disertai komunikasi yang menyenangkan ini akan membangun ikatan yang sungguh baik antara anak dan orang tua atau guru dan murid. lagu2anak.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-5105740736438774404?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/5105740736438774404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/manfaat-origami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5105740736438774404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5105740736438774404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/manfaat-origami.html' title='Manfaat Origami'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-7Ed20_Ib8qw/TsKbdBthK0I/AAAAAAAAAHI/QOer5rw3F5U/s72-c/origami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8581019133543826204</id><published>2011-11-15T23:40:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T23:42:57.094+07:00</updated><title type='text'>Metode Mengajar Angka Nol</title><content type='html'>Angka nol adalah angka yang unik. Angka yang berada diantara bilangan positif dan bilangan negative. Angka nol melambangkan ketiadaan, atau kekosongan. Mungkin itulah kenapa kata “kosong” memiliki dua huruf “o”, sebuah huruf yang bentuknya bulat seperti angka “nol”. Berbicara mengenai angka “nol” saya akan mencoba memberikan beberapa metode pengajaran tentang bagaimana mengajar kan tentang angka “nol” atau “0” ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Belajar dari lingkungan sekitar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di dunia ini banyak sekali benda yang bentuknya bulat. Maka ajaklah anak didik anda untuk sejenak berjalan keliling sekolah, tentang benda apa saja yang bentuknya bulat. Kegiatan ini bisa dimulai dari dalam kelas atau di dalam sekolah. Mungkin ada beberapa benda yang bentuknya bulat. Misalnya jam dinding, kaca mata, bola, hula-hop, tempat makanan, dan lain-lain. Untuk memastikan agar di dalam kelas ada beberapa benda yang bentuknya bulat, anda bisa mempersiapkan terlebih dahulu beberapa benda yang bentuknya bulat sebelum kelas dimulai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Belajar dari alam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengapa saya memisahkan belajar dari alam dan belajar dari lingkungan? Karena saya hanya ingin membuatnya menjadi lebih spesifik. Dalam materi ini, belajar dari lingkungan adalah pada saat anak didik secara sepontan menunjuk benda yang berbentuk bulat di lingkungan mereka (di dalam sekolah / di dalam kelas). Di dalam belajar dari alam, kita bisa mengajak anak didik kita untuk pergi ke luar sekolah sambil mengamati alam. Kita bisa mengajak mereka berjalan-jalan di perkampungan yang letaknya tidak jauh dari sekolah. Pada saat mereka berjalan-jalan, kita bisa meminta mereka untuk menemukan benda-benda yang bentuknya bulat, seperti matahari, tempat sampah, buah jeruk, ban sepeda, dan lain-lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Pemahaman visual grafis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; dari pemahaman visual grafis adalah kita menjelaskan kepada anak didik kita tentang angka nol melalui media gambar. Dengan media gambar yang menarik, maka seorang anak akan lebih mudah menerima apa yang kita ajarkan. Saya memiliki sebuah ide untuk menggambar beberapa macam mahluk atau benda yang berbentuk bulat. Misalnya dengan menggambar seorang anak gundul sedang bermain bola di bawah sinar matahari. Ada seorang anak wanita yang sedang memegang donat dan permen lollipop berukuran besar. Anak wanita itu berada di dekat sebuah mobil yang memiliki roda yang bentuknya bulat. Setelah selesai menggambar, mintalah anak didik anda untuk meniru gambar yang telah anda buat, dan mewarnai benda-benda yang bentuknya mirip angka “nol” atau berbentuk bulat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Pemahaman visual grafis plus berhitung&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan cara ini, saya akan menggambar lima ekor katak yang berada di dalam sebuah kolam berbentuk bulat. Lalu katak-katak itu pergi satu persatu (anda bisa mengajarkan pelajaran pengurangan). Bila anda ingin juga mengajarkan penjumlahan, anda bisa menambahkan jumlah katak dengan mengatakan bahwa ada beberapa kata lagi yang mencebur ke kolam. Nah… Setelah katak-katak di dalam kolah habis karena meninggalkan kolam, anda bisa bertanya, “Berapa ekor yang tersisa?” Tidak ada…. “Apa yang tersisa?” Sebuah kolam…. . “Bentuknya apa?” Bulat…. “Seperti apa?” Angka nol…. .&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Media Alat Peraga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan media alat peraga ini, anda bisa menyiapkan 5 buah gelas. Tulislah di atas gelas angka 0 sampai 4. Lalu isilah gelas-gelas tersebut dengan kelereng. Jumlah kelereng sesuai dengan angka yang tertera di atas gelas. Dalam hal ini, tentu saja di dalam gelas yang berangka “nol” tidak diisi dengan satu buah kelerengpun. Setelah itu mintalah salah seorang siswa untuk menghitung jumlah kelereng yang berada di dalam gelas. Anda bisa menuliskan data yang didapat dari kegiatan menghitung tersebut demikian:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gelas 4 : ada 4 kelereng.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gelas 3: ada 3 kelereng.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gelas 2: ada 2 kelereng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gelas 1: ada 1 kelereng.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gelas 0: tidak ada kelereng.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah itu, anda bisa menjelaskan kepada anak didik anda bila angka “nol” melambangkan ketiadaan atau sesuatu yang tidak ada / kosong / habis. lagu2anak.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8581019133543826204?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8581019133543826204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/metode-mengajar-angka-nol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8581019133543826204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8581019133543826204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/metode-mengajar-angka-nol.html' title='Metode Mengajar Angka Nol'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-7562514895384665592</id><published>2011-11-14T08:42:00.001+07:00</published><updated>2011-11-14T08:46:36.354+07:00</updated><title type='text'>Hafalan Buat Anak Usia Dini? Pentingkah?</title><content type='html'>Jawaban dari saya pribadi adalah iya, karena tanpa menghapal anak-anak tidak akan bisa mengembangkan ilmunya. Karena kata-kata bagi seorang anak adalah hal yang sangat  penting. Semakin banyak kata yang  dipahami oleh seorang anak, maka dia akan lebih mudah dalam memahami berbagai mata pelajaran. Misalnya anak tidak tahu /  hapal nama binatang “gajah”, maka dia tidak akan tahu gading gajah itu apa, belalai itu apa, manfaat organ-organ tersebut  apa, dan lain-lain. Namun bila anak sudah hapal kata “gajah” dan hapal bentuknya seperti apa, tentu akan lebih mudah untuk mengetahui hal-hal yang lain tentang binatang gajah.&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memang benar, bila otak buah hati kita tidak seperti disket, CD, atau memory card, yang bisa digunakan untuk menyimpan apa saja yang kita kehendaki. Perbedaan antara peralatan tersebut dengan otak anak adalah dari proses atau cara menyimpan. Otak seorang anak memang tidak mungkin kita paksakan untuk menghafalkan sesuatu yang berat. Karena otak anak-anak akan bekerja lebih optimal saat mereka menggunakan otak bawah sadar mereka. Jadi alangkah lebih baik, pada saat  anak kita menginjak usia di bawah 6  tahun, kita  jangan terlalu memaksakan mereka untuk menghafalkan sesuatu. Kita harus mengenal metode tentang bagaimana anak-anak bisa lebih cepat menghafal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengapa pada pelajaran Bahasa asing, kita  sering  menggunakan media  flashcard sebagai media pembelajaran? Tidak lain karena anak-anak merasa senang  saat mereka bisa belajar sambil bermain. Mereka juga bisa melihat  gambar berwarna secara visual, sehingga mengoptimalkan kerja otak  bawah sadar anak.  Jangan sampai kita meminta anak usia dini untuk menghafal seperti anak-anak SD tingkat  atas, SMP, SMU, dan jenjang pendidikan di atasnya. Karena anak usia dini masih membutuhkan sarana belajar sambil bermain pada saat mereka menuntut ilmu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Permaianan kata (misalnya scramble), buku-buku cerita, dan berbagai permainan lain sebenarnya  akan sangat  menunjang anak untuk bisa mengenal  dan hafal lebih banyak kata. Jangan lupa untuk selalu mendampingi mereka pada saat mereka menggunakan media-media belajar tersebut, supaya mereka lebih terpacu untuk mau belajar lebih banyak kata. Dan karena buah hati anda pasti akan banyak bertanya,”Ayah… gajah itu apa sih? Belalai itu apa? Gunanya apa? Dan pertanyaan-pertanyaan yang lain. Bila bukan kita yang  menjawabnya, siapa lagi? Kecuali  kalau buah hati anda sudah mengenal  Mbah Google…. Hehehehe…http://lagu2anak.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-7562514895384665592?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/7562514895384665592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/hafalan-buat-anak-usia-dini-pentingkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7562514895384665592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7562514895384665592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/hafalan-buat-anak-usia-dini-pentingkah.html' title='Hafalan Buat Anak Usia Dini? Pentingkah?'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8767612384467393542</id><published>2011-11-14T08:36:00.001+07:00</published><updated>2011-11-14T08:39:24.949+07:00</updated><title type='text'>Kesetiaan Tukang Odong-odong Pada Lagu Anak</title><content type='html'>Jarang terdengar lagu anak-anak di putar di stasiun TV dan radio. Hal ini menambah makin terpuruknya nasib lagu anak-anak di Negara kita. Namun dibalik semua itu, ada satu orang yang paling setia pada dalam memasyarakatkan lagu anak. Siapakah dia? Dia adalah tukang odong-odong.&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setiap lewat di depan rumah-rumah , tukang odong-odong selalu setia dalam memutar lagu anak. Dengan memutar lagu anak-anak, anak-anak menjadi lebih tertarik untuk memainkan odong-odong. Meski suara speaker milik tukang odong-odong tidak terlalu bagus, namun setidaknya bisa menarik perhatian anak-anak untuk bermain odong-odong.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Odong-odong adalah salah satu media yang menarik untuk mempublikasikan lagu anak. Untuk mempublikasikan lagu anak di jaman sekarang memang tidak mudah. Karena tidak semua stasiun TV dan radio mau memutarkan lagu anak-anak. Tukang odong-odong yang notabene adalah masyarakat awam ternyata lebih memiliki sifat nasionalis dengan mau memutarkan lagu anak-anak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana dengan kita? Masihakah kita mau mendengarkan lagu anak-anak supaya buah hati kita, tetangga kita, keponakan kita, lebih mencintai lagu anak-anak? Atau kita hanya mau mendengarkan lagu-lagu dewasa dan membiarkan anak-anak “salah cerna” saat mendengarkan lagu-lagu dewasa, yang bisa berakibat buruk bagi perkembangan kejiwaan anak? Relakah kita bila buah hati kita dicekokin kata-kata selingkuh, cinta satu malam, kucing garong, buaya darat, dan lain-lain? Sudahkah kita siap menjelaskan pada anak saat anak bertanta,”Maa… Paa… Selingkuh itu apa sih?” Yuk… Mari.. Jangan sampai kita kalah nasionalis dan kalah peduli dengan tukang odong-odong. Salam cinta lagu2anak….http://lagu2anak.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8767612384467393542?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8767612384467393542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/kesetiaan-tukang-odong-odong-pada-lagu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8767612384467393542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8767612384467393542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/kesetiaan-tukang-odong-odong-pada-lagu.html' title='Kesetiaan Tukang Odong-odong Pada Lagu Anak'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-5387541705217214307</id><published>2011-11-12T10:13:00.001+07:00</published><updated>2011-11-12T10:19:12.875+07:00</updated><title type='text'>Tehnik Dasar Mendongeng</title><content type='html'>Sudah sejak jaman dahulu kala, aktivitas mendongeng tidak hanya disukai oleh anak-anak, namun juga orang muda hingga yang sudah dewasa. Aktivitas ini dipercaya memiliki berjuta manfaat. Selain untuk member hiburan, juga menambah pengetahuan, dan memperkaya akhlak atau moral seseorang, terlebih anak-anak. Anak-anak adalah pribadi yang sangat membutuhkan banyak pelajaran dan pengalaman baru. Dengan media dongeng, anak seperti diajak berfantasi menuju alam imajinasi sambil meraup berjuta pengalaman baru.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Agar buah hati kita tidak merasa bosan dengan dongeng yang kita berikan, kita perlu belajar tehnik-tehnik dasar mendongeng. Tehnik-tehnik ini tidak terlalu sukar untuk dipelajari, apalagi bila anda mau belajar untuk menjadi orang tua yang kreatif dalam mendidik sang buah hati. Hal-hal yang perlu anda pelajari dan perhatikan adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Memilih ceritaclipartheaven.comUsahakanlah untuk memilih cerita yang berkualitas. Saat ini banyak sekali terbit buku-buku cerita yang menarik. Untuk mendapatkan referensi yang terbaik, anda bisa mencari judul-judul cerita dari internet. Gunakan fasilitas google dan yahoo search engine agar kita bisa mendapatkan banyak sekali judul-judul dongeng dan synopsis dongeng dari para penulis dongeng yang sudah terkenal. Misalnya dengan mengetik “sinopsis buku dongeng”. Kita akan mendapatkan banyak sekali referensi buku dongeng yang sudah terbit dan cerita singkatnya (synopsis). Untuk anak-anak, usahakan mencari buku yang tidak terlalu tebal, banyak gambar, gambarnya lucu, berwarna, dan memiliki pesan moral. Hal ini sangat penting agar sang buah hati tidak merasa bosan dengan cerita dan menarik minat anak untuk lebih bersemangat mendengarkan dongeng yang akan kita utarakan. Cerita yang baik adalah cerita yang mengandung unsure pendidikan, kedamaian, cinta kasih, kelembutan, dan kebaikan. Hindari cerita yang mengandung unsure perang-perangan, kekerasan, balas dendam, sihir, dan lain-lain. Unsur-unsur negative yang ada di dalam cerita dipercaya bisa meracuni imajinasi positif seorang anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Menguasai ceritasuperstock.comCara terbaik menguasai sebuah cerita bukanlah menghafalkannya, melainkan memahani seluruh isi cerita. Biasanya dibutuhkan membaca berkali-kali agar kita bisa menguasai cerita itu sepenuhnya. Bila perlu, kita juga boleh memodifikasi cerita agar lebih menarik. Selain itu, modifikasi cerita juga sangat penting untuk menghindari kata-kata yang belum layak di dengar oleh anak-anak. Misalnya ada kata-kata di dalam sebuah dongeng demikian,”Lalu sang pangeran mengambil pedang, dan menebas kepala naga. Dan seketika itu juga naga itu mati.” Mungkin kita bisa memodifikasinya demikian,”Lalu sang pangeran mengambil sebilah pedang, dan keluar cahaya terang memancar dari pedang tersebut, dan membuat sang naga lari ketakutan terbirit-birit, lalu terbang ke langit. Sang naga pun tidak pernah berani muncul kembali”. (Cuma contoh lho…… hehehehe).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Penokohantheholidayspot.comMempelajar penokohan dalam suatu cerita juga sangat penting. Biasanya, semakin sedikit tokoh yang ada di dalam suatu cerita anak, maka cerita itu akan semakin mudah dan menarik untuk didongengkan bagi anak-anak. Hal ini juga memudahkan kita dalam mempelajari tokoh-tokoh yang ada di dalam sebuah cerita. Semakin kita memahami karakter yang ada di dalam sebuah cerita, maka kita akan semakin mudah mengekpresikan dan membuat variasi suara dan tingkah lakunya. Jangan lupa menggunakan ekspresi, gaya, dan suara yang lucu agar terlihat menarik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Alurnicolettegoff.comHal terpenting yang dipelajari dalam sebuah alur cerita adalah pembukaan (biasanya berupa masalah), isi (biasanya berupa konflik), penutup (biasanya berisi bagaimana konflik tersebut terselesaikan), dan kesimpulan (pesan moral). Wah..kaya membuat sebuah karya ilmiah ya? Hehehehe… Ya.. tapi begitulah inti dari sebuah cerita. Hal ini juga berhubungan dengan penguasaan tokoh dan isi cerita. Setelah menguasai penokohan dan isi cerita, cobalah membuat alur cerita dalam sebuat kertas, sehingga bisa mempermudah anda dalam mengimprovisasi sebuah cerita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Suasana12accede.orgSuasana terbaik bagi anak untuk bisa menerima atau mendengarkan dongeng adalah suasana yang santai, tidak tegang, tidak formal, dan paling pas adalah saat sang buah hati mau bobok atau setelah makan malam dan belajar. Hal ini juga sangat bermanfaat untuk menyegarkan kembali pikiran anak dari ketegangan-ketegangan dan kekawatiran, serta perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan yang mungkin di rasakan si kecil pada saat sebelum tidur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. Kontak Mata dan fisikclipartguide.comKontak mata sangat penting untuk “mencuri perhatian” sang buah hati. Bila mata kita tidak terfokus pada mata sang buah hati, maka ada kemungkinan mata sang buah hati menjalar kemana-mana dan kehilangan konsentrasi untuk mendengarkan cerita yang kita bawakan. Kontak fisik juga sangat penting agar saat konsentrasi sang buah hati mulai memudar, kita bisa mengekspresikan cerita yang kita bawakan kepada sang buah hati. Bila perlu kita bisa memodifikasi cerita agar kita bisa melakukan kontak fisik dengan si kecil, misalnya dengan berkata,”Karena Bunda Mela merasa iba melihat anak yang malang itu, maka Bunda Mela pun membelai kepala sang anak, mengusap pipinya dan berkata….”Nak… Dimana rumahmu?”” Kontak fisik dan mata juga bermanfaat untuk menambah kedekatan dengan sang buah hati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7. Pengguanaan Media Gambarnorthwestpride.wordpress.comPenggunaan media ini bisa dengan gambar yang sudah ada di dalam buku cerita. Namun sebagai pelengkap, jangan lupa mempersiapkan kertas gambar dan pensil. Siapa tahu si kecil belum tahu beberapa benda yang kita ungkapkan. Nah… Bila si kecil belum tahu benda-benda yang kita ceritakan, kita bisa menggambarkannya buat sang buah hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8. Iringan Musikfinal-fantasylover.deviantart.comIringan music sangat penting untuk membawa suasan menjadi tenang dan damai, sehingga sang buah hati pun menjadi siap untuk mendengarkan cerita. Pilihlah musik-musik instrumental khusus untuk anak-anak, atau musik-musik klasik. Suara musik jangan terlalu keras, supaya anak bisa lebih berkonsentrasi mendengarkan cerita daripada mendengarkan musik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;9. Media Bonekaaliexpress.comBoneka tidak hanya sarana bermain, tapi juga bisa menjadi sarana atau media mendongeng yang menarik lho… Agar cerita yang dibawakan bisa lebih menarik dan lebih nyata, kita bisa menggunakan media boneka pada saat mendongeng. Kita bisa menggunakan boneka yang sesuai dengan tokoh cerita. Boneka pada cerita anak-anak yang wajib kita miliki sebagai sarana mendongeng anak-anak adalah boneka ayah, ibu, anak laki-laki, dan anak perempuan. Untuk tokoh-tokoh lainnya, bisa kita miliki sebagai tokoh tambahan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-5387541705217214307?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/5387541705217214307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/tehnik-dasar-mendongeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5387541705217214307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5387541705217214307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/tehnik-dasar-mendongeng.html' title='Tehnik Dasar Mendongeng'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-1924167859205266062</id><published>2011-11-12T09:59:00.001+07:00</published><updated>2011-11-12T10:03:17.856+07:00</updated><title type='text'>Agar Anak Tidak Jenuh Belajar Di Kelas</title><content type='html'>Sebagai pengajar, kita kadang menjumpai anak-anak didik saya terlihat  lesu atau bahkan tidak konsentrasi dalam belajar. Sehingga dampak yang paling buruk adalah anak-anak malah ngobrol sama temannya atau maen seenaknya sendiri. Mungkin sebagai pengajar anda juga pernah mengalami hal demikian. Apa langkah kita selanjutnya apabila kita menjumpai anak didik kita terlihat bosan dan malas belajar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.Metode belajar sambil bermainHmmm…. Mungkin kita terlalu banyak memberikan materi pelajaran yang terlalu serius. Untuk yang satu ini, semua pendidik anak usia dini pasti tahu. Menggunakan metode belajar sambil bermain adalah suatu hal yang mutalk untuk diterapkan. Misalnya mengajarkan penjumlahan dengan cara menghitung jumlah pintu di sekolah, jumlah kursi di kelas, dan masih banyak cara yang lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.Ubah posisi tempat dudukAnak-anak memang pribadi yang cepat bosan. Apalagi bila mereka duduk di tempat yang itu-itu saja. Kita bisa mengubah posisi tempat duduk tiap anak setiap minggu atau setiap dua minggu, supaya anak bisa akrab tidak hanya dengan teman yang itu-itu saja, malainkan dengan setiap anak. Kita juga bisa mengubah posisi tempat duduk. Tidak hanya melulu anak harus menghadap papan tulis, kadang kita juga bisa mengubah formasi tempat  duduk menjadi sebuah lingkaran dan kita mengajar di tengah, kadang hanya memakai karpet, dan masih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Adakan kegiatan outdoorKegiatan outdoor ini tidak melulu hanya maen-maen di luar kelas lho. Alangkah lebih baik bila kita juga sudah menyiapkan sebuah materi pelajaran yang menarik buat anak-anak. Misalnya cara menanam pohon ketela, cara menanam tanaman cabe, dan masih banyak lagi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4.Belajar sambil bernyanyiKegiatan bernyanyi memang sangat diminati oleh anak-anak. Sebelum memulai memberikan materi, alangkah lebih baik bila kita mengajak anak-anak untuk bernyanyi terlebih dahulu. Lagu bisa berfungsi ganda. Yaitu bisa membangkitkan mood anak-anak, dan sebagai reminder. Remider yang saya maksud adalah agar anak-anak bisa lebih mudah dalam menyerap materi ilmu yang akan kita berikan, dan agar anak-anak lebih mudah mengingat materi pelajaran yang telah kita berikan (setelah selesai mengaja, anak-anak menjadi lebih mudah mengingatnya kembali). Misalnya sebelum kita mengajarkan anak-anak materi pengenalan huruf, kita ajak anak-anak menyanyikan lagu ABC.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5.Belajar sambil mendongengMendongeng tidak hanya berfungsi sebagai peningkat kecerdasan imajinasi anak, namun dengan mendongeng, ternyata kita juga bisa memberikan suatu materi pelajaran. Misalnya pada saat kita mendongeng tentang seekor bebek, kita bisa menyelipkan materi pelajaran pengenalan angka dengan cara membuat angka dua menjadi seekor bebek. Selagi anak-anak asyik mendengar cerita kita, anak-anak pun bisa belajar mengenal angka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6.Belajar sambil menari / bergerakSambil menari pun kita bisa mengajar anak-anak lho…  . Hmm… meskipun saya tidak pandai menari saya akan mencoba memberikan contoh. Misalnya dengan lagu ini: BIG, BIG, BIG. Nah… Dengan lagu ini, anak-anak tidak hanya bisa menari atau bergerak, tapi juga bisa belajar pengenalan nama hewan, lawan kata, dan tentu saja pelajaran bahasa Inggris.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7.Menggambar / mewarnai sambil belajarUntuk yang satu ini, kita bisa mengajak anak-anak untuk menulis A sampai Z, di sebuah kertas gambar, lalu mendekorasi di bagian-bagaian yang kosong lalu mewarnainya. Atau bila anak-anak belum bisa menulis, kita bisa menyiapkan kopian gambar-gambar huruf, lalu meminta anak untuk mewarnainya, dan mendekorasi bagian kertas yang kosong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8. Menghafal kata sambil bertepuk tanganDengan bertepuk tangan kita tidak hanya bisa meningkatkan kecerdasan motorik anak, namun juga bisa mentrasnfer ilmu. Misalnya dengan mengajak anak-anak untuk menyebutkan kata-kata dengan satu, dua, atau tiga suku kata. Lalu mengajak mereka untuk bertepuk tangan saat mengucapkannya. Misalnya: ru - mah, diucapkan dengan cara bertepuk tangan sebanyak dua kali seiring dengan suku kata yang diucapkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;9.Free TimeMungkin karena terlalu banyak kegitan yang kita buat untuk anak-anak, anak-anak menjadi malas belajar. Free Time atau waktu bebas juga sangat penting lho… Hal ini dilakukan agar anak-anak bisa merasa “bebas” dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bereksplorasi secara bebas, dan mencegah ketegangan. Free time bisa dilakukan di dalam ruangan (bermain lego, balok, dll) ataupun di luar ruangan (maen ayuanan, mobil-mobilan, dll).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;10. Mengatasi  masalah kita sendiriSadar atau tidak sadar, kadang hal yang membuat anak-anak menjadi bosan belajar adalah karena diri kita yang kurang bisa membawa anak-anak pada suasana belajar yang ceria. http://creativeparenting-kakzepe.blogspot.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-1924167859205266062?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/1924167859205266062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/agar-anak-tidak-jenuh-belajar-di-kelas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1924167859205266062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1924167859205266062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/agar-anak-tidak-jenuh-belajar-di-kelas.html' title='Agar Anak Tidak Jenuh Belajar Di Kelas'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8003684013975083351</id><published>2011-11-09T10:23:00.001+07:00</published><updated>2011-11-09T10:23:37.444+07:00</updated><title type='text'>Konsep Program Induksi Bagi Guru Pemula</title><content type='html'>Sumber daya manusia yang bermutu adalah investasi masa depan. Sumber daya manusia yang berkualitas hanya dapat dihasilkan oleh sistem pendidikan yang bermutu. Salah satu faktor yang menopang sistem pendidikan yang bermutu adalah tersedianya guru yang profesional&lt;span class="fullpost"&gt;Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU No 14 tahun 2005 ayat 1).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengingat peran guru yang sangat strategis dalam pembangunan pendidikan, maka seorang guru harus dipersiapkan dengan matang. Persiapan tersebut haruslah berkesinambungan mulai dari pre-service dan pendidikan profesi guru di LPTK sampai menjadi guru pemula di satuan pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada saat awal seorang guru pemula mulai mengajar dan mengenal lingkungan sekolah mereka menghadapi beberapa hambatan antara lain: pengenalan karakteristik peserta didik, budaya sekolah, beradaptasi dan berkomunikasi dengan warga sekolah. Padahal pengenalan guru pemula terhadap situasi sekolah akan menentukan karir dan profesionalitas seorang guru selanjutnya.  Salah satu program yang dapat membekali guru pemula dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi guru pada awal mereka bertugas adalah program induksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;Program Induksi adalah kegiatan orientasi, pelatihan di tempat kerja, pengembangan, dan praktik pemecahan  berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran bagi guru pemula pada  satuan pendidikan di tempat tugasnya&lt;/i&gt;. Induksi guru pemula merupakan proses orientasi kegiatan mengajar dalam konteks satuan pendidikan tertentu, dan menjadi pembelajaran profesional di tempat kerja selama tahun pertama mengajar dan merupakan tahap awal dalam Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPB) seorang guru.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Program Induksi dirancang secara sistematis dan terencana berdasarkan konsep kerjasama dan kesejawatan antara guru pemula, guru pembimbing, guru sejawat, kepala sekolah, dan pengawas dengan pendekatan pembelajaran profesional.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Program Induksi bagi guru pemula didasarkan pada pemahaman bahwa:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.Pembelajaran di tempat kerja merupakan unsur utama bagi perkembangan dan pembelajaran professional guru pemula, Tahap ini juga berperan penting dalam  Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PPB).2.Pembelajaran professional melibatkan  guru dan kelompok guru yang mengembangkan praktek dan pemahaman baru tentang pekerjaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.Kerjasama dan dialog professional di sekolah dapat mendukung pembelajaran professional, mengembangkan  praktik  reflektif dan memperkuat pendekatan kolegalitas untuk  perkembangan sekolah.4.Pembelajaran professional guru merupakan landasan  bagi perkembangan sekolah dan peningkatan hasil belajar peserta didik serta peningkatan status  profesi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyelenggaraan program induksi bagi guru pemula didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Profesional; penyelenggaraan program yang didasarkan pada kode etik profesi,  sesuai bidang tugas;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Kemitraan; menempatkan guru pemula dan pembimbing sebagai mitra sejajar;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.Kesejawatan; penyelenggaraan atas dasar hubungan kerja dalam tim;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4.Mandiri; bekerja tanpa bergantung pada pihak lain;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5.Demokratis; menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan kelompok;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6.Terbuka; proses dan hasil kerja diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7.Fleksibel; menyesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ada;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8.Partisipasif; melibatkan banyak pihak dalam pengambilan keputusan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;9.Akuntabel; penyelenggaraan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;10.Responsibel; penyelenggaraan bekerja sesuai dengan tupoksinya;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;11.Sistemik, dilaksanakan secara teratur dan runut;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 12. Berkelanjutan, dilakukan secara terus menerus dengan selalu mengadakan perbaikan atas hasil sebelumnya;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Program induksi dilaksanakan  dalam rangka menyiapkan guru pemula agar menjadi guru profesional dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dengan demikian program induksi senantiasa dipantau dan dievaluasi agar dapat diperbaiki di masa depan. Pemantaun dan evaluasi  sebagai salah satu bagian proses penjaminan mutu pendidikan terutama dalam pemenuhan standar kompetensi guru sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Selain itu, melalui program induksi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, sehingga dapat menunjang usaha peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan sekaligus memecahkan permasalahan yang dihadapi dan dialami oleh guru pemula dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, peserta didik, kondisi sekolah, dan lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber :Disarikan dari : Direktorat Tenaga Kependidikan  Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Departemen Pendidikan Nasional. 2009.  Draft Petunjuk Teknis  Program Induksi Guru Pemula. Jakarta.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8003684013975083351?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8003684013975083351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/konsep-program-induksi-bagi-guru-pemula.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8003684013975083351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8003684013975083351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/konsep-program-induksi-bagi-guru-pemula.html' title='Konsep Program Induksi Bagi Guru Pemula'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-1155094942157590619</id><published>2011-11-09T09:56:00.001+07:00</published><updated>2011-11-09T09:56:23.242+07:00</updated><title type='text'>Tugas Guru Mata Pelajaran</title><content type='html'>A. Ruang Lingkup Kerja Guru&lt;br /&gt;Kewajiban guru sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru Pasal 52 ayat (1) mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan tugas pokok. Dalam penjelasan Pasal 52 ayat (1) huruf (e), yang dimaksud dengan “tugas tambahan”, misalnya menjadi pembina pramuka, pembimbing kegiatan karya ilmiah remaja, dan guru piket.&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam melaksanakan tugas pokok yang terkait langsung dengan proses pembelajaran, idealnya guru hanya melaksanakan tugas mengampu 1 (satu) jenis mata pelajaran saja sesuai dengan kewenangan yang tercantum dalam sertifikat pendidiknya. Disamping itu, guru juga akan terlibat dalam kegiatan manajerial sekolah/madrasah antara lain penerimaan siswa baru (PSB), penyusunan kurikulum dan perangkatnya, Ujian Nasional (UN), ujian sekolah, dan kegiatan lain. Tugas guru dalam manajemen sekolah/madrasah tersebut secara spesifik ditentukan oleh manajemen sekolah/madrasah tempat guru bertugas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;B. Jam Kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru Pasal 52 ayat (2) menyatakan bahwa beban kerja guru paling sedikit memenuhi 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada satu atau lebih satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Alokasi waktu tatap muka pada tiap jenjang pendidikan berbeda, pada jenjang TK satu jam tatap muka dilaksanakan selama 30 menit, pada jenjang SD 35 menit, pada jenjang SMP 40 menit, sedangkan pada jenjang SMA dan SMK selama 45 menit. Beban kerja guru untuk melaksanakan kegiatan tatap muka tersebut merupakan bagian dari jam kerja sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja (@ 60 menit) dalam 1 (satu) minggu.Lebih lanjut Pasal 52 ayat (3) menyatakan bahwa pemenuhan beban kerja tersebut dilaksanakan dengan ketentuan paling sedikit 6 (enam)jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada satu satuan pendidikan tempat tugasnya sebagai guru tetap.Kegiatan tatap muka guru dialokasikan dalam jadwal pelajaran mingguan yang dilaksanakan secara terus-menerus selama paling sedikit 1 (satu) semester. Kegiatan tatap muka dalam satu tahun dilakukan kurang lebih 38 minggu atau 19 minggu dalam 1 (satu) semester. Khusus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ada kalanya jadwal pelajaran tidak disusun secara mingguan, tapi menggunakan sistem blok atau perpaduan antara sistem mingguan dan blok. Pada kondisi ini, maka jadwal pelajaran disusun berbasis semesteran, tahunan, atau bahkan dalam 3 (tiga) tahunan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;C. Pengertian Tatap Muka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, bagian penjelasan Pasal 52 ayat (2) menyatakan bahwa istilah tatap muka berlaku untuk pelaksanaan beban kerja guru yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian yang dapat dihitung sebagai tatap muka guru adalah alokasi jam mata pelajaran dalam 1 (satu) minggu yang tercantum dalam struktur kurikulum sekolah/ madrasah.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-1155094942157590619?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/1155094942157590619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/tugas-guru-mata-pelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1155094942157590619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1155094942157590619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/11/tugas-guru-mata-pelajaran.html' title='Tugas Guru Mata Pelajaran'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8151757687558739894</id><published>2011-10-21T02:05:00.001+07:00</published><updated>2011-10-21T02:05:37.111+07:00</updated><title type='text'>7 Kebiasaan Sukses Guru Masa depan</title><content type='html'>“Tak ada obat yang semanjur harapan. Tak ada insentif yang besarnya seperti , dan tak ada ramuan yang seperti, pengharapan bahwa esok akan lebih baik.”(Orison Swett Marsden)&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah saya sudah layak dikatakan sebagai guru yang baik? Kebiasaan sukses seperti apa yang harus saya lakukan agar dapat menjadi guru yang baik? Pertanyaan kritis yang layak sekali dialamatkan kepada figur para pejuang pendidikan ditengah maraknya pergulatan kehidupan yang semakin kompleks.Tanpa disadari, dunia telah bergerak dengan sangat cepat. Revolusi teknologi informasi menjadi ciri utama yang sangat mudah untuk diidentifikasi. Dunia pendidikan pun harus ikut pula merasakan dampaknya. Apakah guru sebagai pelaku pendidikan telah merasakan perubahan hebat yang terjadi di lingkungan sekitarnya?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memahami kurikulum, mendesain metode pembelajaran yang aktif dan bermakna bagi siswa, mendesain bahan ajar, mengembangkan penilaian berbasis kelas, dan melakukan pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) adalah salah satu dari sekian banyak agenda penting guru di era kompetisi global dewasa ini. Lebih dari itu, guru pun dituntut untuk dapat mempertanggungjawabkan segala kompetensi profesionalismenya kepada stakeholders pendidikan. Hanya ada dua pilihan bagi guru untuk merespons kenyataan ini, terus maju mengembangkan diri atau mundur perlahan tertelan banyaknya tuntutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tulisan ini merupakan sebuah refleksi dan renungan bagi guru-guru yang memiliki pengharapan untuk memperbaiki diri menyongsong kehidupan masa depan yang lebih baik. 7 kebiasaan sukses adalah panduan penting bagi guru masa depan yang ingin melakukan suksesi manajemen diri. 7 kebiasaan sukses yang dapat dikembangkan guru, di antaranya:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Menjadi Pembelajar Sejati&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ubahlah paradigma bahwa guru berperan sebagai penyiram tanaman daripada sebagai penuang air. Anggaplah siswa sebagai tanaman yang memiliki potensi untuk tumbuh sendiri, daripada sebagai sebuah gelas kosong yang hanya dapat penuh bila ada yang mengisi. Artinya, guru harus mampu mengubah paradigma pembelajaran yang tadinya menjadikan siswa sebagai objek pembelajaran, bergeser pada paradigma siswa sebagai subjek dalam pembelajaran. Ketika paradigma ini telah terbangun, situasi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan berpeluang besar untuk dapat dikembangkan di ruangan kelas. Guru memandang sekolah sebagai tempat belajar untuk menjadi lebih profesional, sekaligus mengembangkan kemampuannya menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Menjadi Sales Konten Materi Pelajaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pernahkah kita menemui siswa kita yang bersikap acuh tak acuh dengan pembelajaran yang kita bawakan? Jangan salahkan siswa kita dulu, cek kembali sikap apa yang Anda tampilkan ketika memulai pembelajaran?Apakah Anda tampak loyo dihadapan siswa Anda? Apakah Anda mampu meyakinkan siswa Anda akan manfaat yang mereka dapatkan ketika mengikuti pembelajaran dengan baik? Apakah Anda mampu menghadirkan suasana entertainment dalam pembelajaran Anda yang bernilai edukasi?Hari ini, guru harus mampu memenangkan ‘hati’ siswanya. Guru harus mampu menjelaskan apa manfaat sekolah bagi siswa, apa manfaat belajar bagi masa depan mereka kelak. Guru harus mampu menjual ‘manfaat’ mempelajari konten materi pelajaran dengan antusias, menghadirkan suasana kontekstual antara materi pelajaran dan dunia anak. Seorang guru yang baik adalah juga seorang sales konten materi pelajaran yang baik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Menggunakan Beragam Gaya Mengajar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak ada satu pun gaya mengajar yang paling baik. Memilih dan menggunakan gaya mengajar yang tepat sesuai kebutuhan dalam pembelajaran adalah tindakan bijak yang harus dilakukan. Saat ini, ada banyak temuan tentang kinerja otak yang dapat digunakan dalam pembelajaran, ada banyak model dan pendekatan pembelajaran yang telah melewati proses pengkajian yang harus dicerna, kalau pun mungkin diterapkan dalam upaya memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas.Bayangkan jika orang tua siswa ingin menyaksikan langsung bagaimana situasi pembelajaran di kelas Anda, apakah Anda siap menunjukkan penampilan terbaik Anda di kelas?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Membangun Relasi dengan Orang Tua Siswa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam kajiannya, Veenman (1984), mengklasifikasi 5 masalah utama yang dihadapi guru baru dalam melakukan kinerjanya, yaitu: (1) Classroom Discipline, (2) Motivating Students, (3) Dealing with Individual Differences, (4) Assessing Students’ Work, (5) Relations with Parents.Membangun relasi dengan orang tua siswa, bagi seorang guru tanpa kecuali, merupakan permasalahan pelik yang mesti dicarikan solusinya. Permasalahan itu dapat tergambar dari ungkapan salah satu guru di Amerika Serikat berikut.”As a beginning teacher, I had no idea what my students brought with them to class–if they worked at a job, if they collected stamps, or if there was a divorce going on at home. The word “family” was not mentioned. I knew nothing about their lives outside of school, except if by some happenstance someone mentioned it casually. Today, we know better. Major research studies indicate that readiness for learning, all through the grades, begins at home and that we’ve got to enlist all families as real partners in the education of their children.As a good teacher today, my work would be to build a bridge — connection between school and home so that information, ideas, and people move freely from one place to the other. The “hidden curriculum” of the home and community is not hidden anymore”.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Rajin Mengikuti Kegiatan In-Service TrainingProf.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masaki Sato (2007) menjelaskan adanya kelemahan besar dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan dalam menghasilkan tenaga guru.Pertama, kuliah yang diberikan di kampus difokuskan pada transfer pengetahuan (transfer of knowledge) keilmuan suatu disiplin ilmu, sedangkan pengetahuan praktis untuk meningkatkan keilmuan dan kompetensi guru dalam mengajar pada kenyataannya tidak pernah diajarkanKedua, seorang dosen di universitas, secara umum, mengajarkan suatu disiplin ilmu tidak berdasarkan situasi dan kondisi di sekolah. Apa pun jenis teorinya tidak akan pernah diketahui kebenarannya jika tidak diujikanKetiga, pengetahuan mengenai pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus “learning disorder” (anak yang memiliki kesulitan belajar) harus dipraktikkan di lapangan (ruang kelas). Dengan banyak berinteraksi dengan lingkungan sekolah, kita akan banyak bertemu dengan anak-anak berkebutuhan khusus dalam belajar. Mereka membutuhkan bimbingan untuk menentukan penanganan secara nyata yang tepat berdasarkan hasil penelitian atau keilmuan.Semua guru, baik dari lulusan LPTK maupun Non-LPTK, harus memiliki sikap mau belajar. Konsekuensinya, guru harus mau dan mampu menggali banyak informasi di luar jam kerjanya untuk meningkatkan interpersonal skill, communication skill, teaching skill, dan keterampilan lainnya yang relevan dengan kinerja profesionalisme sebagai guru. Mengagendakan diri secara rutin dalam mengikuti kegiatan pengembangan diri melalui In-Service Training merupakan salah satu alternatif solusi untuk dapat mengikuti perkembangan terkini di dunia pendidikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. Melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Siapa yang dapat mengetahui kekurangan kita dalam mengajar? Bagaimana cara kita memperbaiki kekurangan mengajar kita di kelas? Penelitian Tindakan Kelas adalah salah satu cara untuk menganalisis tugas mengajar kita di kelas. Fokus PTK adalah untuk menyelesaikan berbagai masalah yang kita hadapi dalam mewujudkan situasi pembelajaran efektif. Pada dasarnya, masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dan keadaan yang diinginkan.PTK sendiri dilakukan untuk mengubah perilaku sendiri dan perilaku siswa, mengubah kerangka kerja proses pembelajaran, yang pada akhirnya berdampak pada perubahan pada perilaku diri sendiri dan siswa dalam konteks pembelajaran.Cohen &amp;amp; Manion (1980) menyatakan ada 7 fokus bidang garapan dalam PTK, yaitu: (1) metode mengajar, (2) strategi belajar, (3) prosedur evaluasi, (4) penanaman atau perubahan sikap dan nilai, mendorong sikap yang lebih positif terhadap beberapa aspek kehidupan, (5) pengembangan profesional guru (meningkatkan keterampilan mengajar, mengembangkan metode mengajar yang baru, menambah kemampuan analisis, atau meningkatkan kesadaran diri), (6) pengelolaan &amp;amp; kontrol pada teknik modifikasi perilaku, dan (7) administrasi (menambah efisiensi aspek tertentu dari administrasi sekolah).PTK merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban guru terhadap kinerjanya. Selain untuk kepentingan evaluasi yang komunikatif, data dan fakta yang dihasilkan dari kegiatan PTK dapat dijadikan referensi bagi guru untuk menulis di media masa maupun untuk disharing di komunitas guru yang lebih besar (KKG, MGMP, dsb). Harapannya, temuan-temuan yang dihasilkan dari kegiatan PTK dapat berdampak lebih besar bagi pengembangan pendidikan dalam skala luas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7. Menginspirasi Siswa dengan METAFORA&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Metafora adalah memaparkan cerita tentang hakikat kesuksesan, perumpamaan-perumpamaan mengenai suatu bentuk kehidupan yang notabene akan siswa hadapi kelak, simulasi, atau pun kisah-kisah berbagai orang sukses dalam hidupnya.Tanpa kita sadari, selama ini kita terlalu berfokus pada konten materi pelajaran, tetapi kita tidak mampu menghadirkan dan menggali makna kehidupan dari materi yang kita bawakan. Apakah pernah ketika mengajar materi matematika, misalnya, kita juga berupaya menggali dan memaknai arti penting bersikap jujur, bersinergi dengan orang lain, bekerja keras, berpikir sistematis dan cermat melalui materi yang dihadirkan dalam situasi pembelajaran?Metafora yang disajikan dalam pembelajaran, baik di awal, tengah, maupun akhir pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.Dari perasaan benci, berganti menjadi suka. Dari perasaan bosan berubah menjadi berminat. Dari menjenuhkan menjadi menyenangkan. Dari perasaan tak butuh, setahap demi setahap menjadi penasaran, berkeinginan, dan membutuhkan materi pelajaran yang kita berikan. Seorang pengajar yang baik tidak hanya dapat menjelaskan dan mendemonstrasikan materi pembelajaran, akan tetapi dia dapat menginspirasi siswa untuk melakukan yang terbaik dalam kehidupannya.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8151757687558739894?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8151757687558739894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/10/7-kebiasaan-sukses-guru-masa-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8151757687558739894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8151757687558739894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/10/7-kebiasaan-sukses-guru-masa-depan.html' title='7 Kebiasaan Sukses Guru Masa depan'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-3072500048465609285</id><published>2011-10-18T13:31:00.001+07:00</published><updated>2011-10-18T13:44:47.575+07:00</updated><title type='text'>Konsep (Pakem)-Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan</title><content type='html'>A. Apa itu PAKEM?&lt;br /&gt;PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan.  Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar.&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara garis besar, gambaran PAKEM adalah sebagai berikut:    Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;B. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Memahami sifat yang dimiliki anakPada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif.Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat, anugerah Tuhan, tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Mengenal anak secara peroranganPara siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif, Menyenangkan, dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran.Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya).Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajarSebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok.Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalahPada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir.Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarikRuang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain.Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajarLingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar.Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajarMutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa.Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mentalBanyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM.Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan.’    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-3072500048465609285?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/3072500048465609285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/10/konsep-pakem-pembelajaran-aktif-kreatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3072500048465609285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/3072500048465609285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/10/konsep-pakem-pembelajaran-aktif-kreatif.html' title='Konsep (Pakem)-Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-6623617641489643035</id><published>2011-09-29T07:55:00.004+07:00</published><updated>2011-09-29T07:55:57.257+07:00</updated><title type='text'>Terimakasih Untuk Para Guru</title><content type='html'>Guru pertama yang paling berjasa adalah Orang Tua kita sendiri.&lt;br /&gt;Terutama Ibu, yang selalu mendidik kita saat masih bayi/balita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kitapun bisa merangkak, berjalan dan berbicara karena jasa seorang Ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemudian yang kedua adalah Guru TK/SD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang telah mengajarkan membaca, menulis dan berhitung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk semua Guru, dimanapun Anda berada.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kami ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada kalian semua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena kalian semua, kini kami bisa menjadi orang yang berguna.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-6623617641489643035?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/6623617641489643035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/terimakasih-untuk-para-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6623617641489643035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6623617641489643035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/terimakasih-untuk-para-guru.html' title='Terimakasih Untuk Para Guru'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-1830025845427802946</id><published>2011-09-29T07:53:00.001+07:00</published><updated>2011-09-29T07:53:05.882+07:00</updated><title type='text'>Tips Menjadi Guru yang Menyenangkan</title><content type='html'>1&lt;b&gt;) Bangkitnya minat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang Pengajar atau pemelajar menjadi gembira lantaran di dalam dirinya memang ada keinginan Mengajar atau mempelajari suatu materi pelajaran.&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;2) Adanya Keterlibatan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keterlibatan memerlukan hubungan timbal balik. Apa yang dipelajari dan siapa yang ingin mempelajari perluadanya jalinan yang akrab dan saling memahami.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;3)Adanya pemahaman  atau  penguasaan  materi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasa ingin tahu atau kehandak untuk mengusai materi yang dipelajarinya akan tumbuh secara hebat apabila dia Berminat, Terlibat, dan Terkesan.Terciptanya makna“Terciptanya sesuatu yang menyanangkan” inilah makna. Jadi, apabila sebuah pemelajaran tidak dapat menimbulkan kesan mendalam terhadap para pemelajar, maka mustahil ada makna.Munculnya nilai yang membahagiakanRasa bahagia yang dapat muncul di dalam diri si pemelajar bisa saja terjadi karena dia merasa mendapatkan makna ketika mempelajari sesuatu. Atau dia merasa bahagia karena selama menjalani pemelajaran dia diteguhkan sebagai seorang berpotensi dan dihargai jerih payahnya dalam memahami sesuatu    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-1830025845427802946?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/1830025845427802946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/tips-menjadi-guru-yang-menyenangkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1830025845427802946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1830025845427802946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/tips-menjadi-guru-yang-menyenangkan.html' title='Tips Menjadi Guru yang Menyenangkan'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-2044568444448365145</id><published>2011-09-29T07:46:00.004+07:00</published><updated>2011-09-29T07:46:54.850+07:00</updated><title type='text'>Guru-Guru yang Menyenangkan</title><content type='html'>Jangan salahkan murid-murid, jika tidak betah di sekolah.&lt;br /&gt;Mungkin karena suasana disekolah seperti dipenjara.&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jangan salahkan murid-murid, jika suka membolos.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mungkin karena Anda sukanya marah-marah saja dikelas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Murid-murid sebenarnya akan betah disekolah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika suasana disekolah menyenangkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Murid-murid akan senang belajar disekolah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika metode/cara mengajarnyapun menyenangkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadilah Guru yang menyenangkan, bukan Guru yang menakutkan.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-2044568444448365145?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/2044568444448365145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/guru-guru-yang-menyenangkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2044568444448365145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2044568444448365145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/guru-guru-yang-menyenangkan.html' title='Guru-Guru yang Menyenangkan'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-6823849237929705476</id><published>2011-09-26T08:47:00.003+07:00</published><updated>2011-09-26T08:53:13.785+07:00</updated><title type='text'>Lingkaran Setan Kekerasan pada Anak</title><content type='html'>&lt;b&gt;Lingkaran Setan Kekerasan pada Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anakmu bukanlah anakmu&lt;br /&gt;Mereka adalah putra-putri kehidupan&lt;br /&gt;Yang mendambakan kehidupan mereka sendiri&lt;br /&gt;Mereka datang melalui kamutapi tidak dari kamu.&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan sungguhpun bersamamu  mereka bukanlah milikmu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Engkau dapat memberikan kasih sayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tapi tidak pendirianmu sebabmereka punya pendirian sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Engkau dapat memberikan tempat pijak bagi raganyatapi tidak bagi jiwanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lantaran jiwa mereka ada di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang tak bisa engakau capai sekalipun dalam mimpi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Engkau boleh saja berusaha mengikuti alam mereka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi jangan harap mereka dapat mengikuti alammu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebab hidup tidaklah surut ke belakang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak pula tertambat di masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Engkau adalah busur anak panahkehidupan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;putra-putrimu melesat ke masa depan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kahlil Gibran. 1883-1931&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ungkapan syair dari kahlil gibran sang pujangga dari Lebanon mungkin sangat tepat sebagai renungan bagi orang tua sekarang dan masa datang terhadap putra-putrinya. Setiap tanggal 23 juli kita memperingati sebagai hari anak tetapi bagaimana kondisi anak-anak pada hari ini sudahkah baik, tetap sama atau bahkan timpang?. Semua oang pasti setuju dengan anggapan bahwa anak adalah asset masa depan bagi keluarga dan bangsa. Tapi begitu mirisnya ketika pada banyak media masa atau cetak banyak kasus kekerasan terhadap anak, entah itu dari orang-orang dekat (keluarga) atau orang-orang luar dari mereka. Atau mungkin kita sedang melintasi jalan-jalan protokol, perempatan jalan, traffic light kota banyak anak-anak yang menjajakan asongan mereka bahkan mengemis, sesuatu yang belum pantas mereka jalani yang seharusnya mereka ada di sekolahan atau bermain dengan masa masa yang indah dengan terpaksa mereka harus turun ke jalan bekerja dengan resiko yang sangat tinggi.Yang menjadi pertanyaan mungkin dimana orang tua mereka dan mengapa mereka bisa sampai begitu? Tak pelak lagi alasan ekonomi keluarga adalah alasan yang sering kita dengar dari para anak-anak lugu  itu. Suatu alasan klasik yang patut menjadi pertanyaan pula bagi kita semua. Himpitan ekonomi keluarga sehingga mereka tak mampu sekolah dan karena himpitan ekonomi pula mereka tidak bisa menikmati masa kanak-kanak mereka dengan bahagia. Lalu dimana peran pemerintah selaku pemegang mandat kekuasaan dari rakyat yang katanya orang-orang miskin dan anak terlantar di tanggung oleh pemerintah? Apakah pemerintah tidak peka terhadap kekerasan yang terjadi pada anak?Seringkali juga kita menjumpai kasus kekerasan, seperti kekerasan dalam rumah tangga (kekerasan pada anak, istri dan suami) dan eksploitasi terhadap anak-anak dibawah umur. Kita mungkin dulu sering di hajar oleh orang tua kita mungkin karena kenakalan kita. Ya untuk kenakalan seukuran anak-anak mereka harus menerima hukuman yang kadang sangat tidak manusiawi. Bukankah Freud pernah mengatakan bahwa kekerasan atau segala bentuk tindakan yang mengakibatkan trauma akan menyebabkan dampak pada masa perkembangan pada si penderita trauma itu. Jadi bisa dikatakan bahwa kekerasan yang kita pernah alami pada masa kecil dulu oleh orang tua kita juga pernah di alami juga pada orang tua kita juga dan itu terus menjadi turun-temurun untuk dilakukan pada anak-anak kita selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Memotong Lingkaran Setan (tradisi kekerasan pada anak)&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti itulah secuil gambaran yang terjadi pada calon-calon pewaris bangsa ini kelak. Tradisi kekerasan yang seakan sah untuk dilakukan dalam mendidik anak-anak yang beranggapan bahwa sudah kelewat batas. Tapi batas manakah yang dimaksud, tidak pernahkan kita berpikir juga bagaimana juga kita dalam mendidik anak-anak yang kelewat batas, apakah wajar jika mendidik anak-anak kita siraman air panas, menyetrika sang anak, pukulan yang membabi buta sampai berujung pada cacat yang tentunya bukan hanya cacat fisik tetapi juga mental mereka juga yang akan terus dibawa sampai mereka dewasa kelak juga dan pastinya juga akan menerapkan kekerasan itu juga.Kekerasan yang terjadi juga kebanyakan di picu pada acara-acara tv, yang selanjutnya mengakibatkan korban jiwa karena meniru adegan-adegan yang mereka tonton. Kurangnya perhatian orang tua pada anak serta bimbingan pada saat menonton adalah contoh betapa lemahnya pengawasan orang tua, orang tua lebih banyak disibukan dengan urusan pekerjaan atau bahkan urusan-urusan sepele seperti arisan atau yang lain yang mengakibatkan kurang perhatian pada anak. Tentu ini menjadi sangat memprihatinkan di tengah gempuran tanyangan tv yang banyak menanyangkan  yang banyak mengandung unsure kekerasan dan pelecehan yang justru acara itu menjadi tontonan dengan rating tinggi dikalangan anak-anak. Untuk itu sudah sewajarnya para orang tua agar  lebih berhati-hati dalam menyeleksi tontonan terhadap anaknya atau selalu memberi bimbingan terhadap tontonan bagi anak-anak karena akan memicu timbulnya kekerasan pada anak.Anggapan bahwa selama ini, anak sebagai sebuah pita kaset kosong yang bisa di isi dengan sesuka hati orang tua untuk kedepannya adalah sangat menyesatkan dan harus di buang jauh-jauh. Seperti yang telah terpampang di atas pada syair gibran bahwa anak seperti anak panah kehidupan yang melesat dengan kehidupan mereka pula juga tentunya. Kehidupan yang mereka bawa sejak lahir dan tidak mungkin bisa di paksakan dengan kehidupan yang lebih surut ke belakan dan tertambat ke belakang pula. Tidak boleh ada kekerasan, apalagi terhadap anak.Sudah seharusnya lingkaran setan (vicious circle) harus kita potong sejak dini, yang seharusnya dilakukan, dengan menerapkan pendidikan yang benar dan mendidik serta menghindari sedini mungkin untuk melakukan kekerasan membabi buta, mendidik dengan dilandasi kasih sayang pastinya yang katanya kasihnya sepanjang masa dan tentunya kasihnya takkan terbalas oleh sang anak.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-6823849237929705476?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/6823849237929705476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/lingkaran-setan-kekerasan-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6823849237929705476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6823849237929705476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/lingkaran-setan-kekerasan-pada-anak.html' title='Lingkaran Setan Kekerasan pada Anak'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8651271750537525629</id><published>2011-09-18T14:42:00.001+07:00</published><updated>2011-09-18T14:45:12.421+07:00</updated><title type='text'>Pendekatan dan Metode Dalam Penanaman Nilai moral Kepada Anak Usia Dini</title><content type='html'>Metode dan pendekatan seringkali digunakan secara bergantian, bahkan keduanya seringkali dikaburkan atau disamakan dalam penggunaannya. Keduanya sebenarnya memiliki sedikit perbedaan yang bisa dijadikan untuk memberikan penegasan bahwa kedua istilah tersebut memang berbeda. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Poerwadarminta edisi III (2007: 275) pendekatan memiliki arti hal (perbuatan, usaha) mendekati atau mendekatkan. Sedangkan menurut kamus bahasa Inggris arti pendekatan adalah jalan untuk melakukan sesuatu (John M. Echols, 2002: 35).&lt;span class="fullpost"&gt;Dari dua arti tersebut dapat dipahami bahwa pendekatan setidaknya mengandung unsur sebagai suatu kegiatan yang meliputi: proses perjalanan waktu, upaya untuk mencapai sesuatu, dan dapat pula memiliki ciri sebagai sebuah jalan untuk melakukan sesuatu.Terkait dengan hal tersebut di atas, tepat kiranya sebagai pendidik ataupun orang tua memahami bahwa untuk menyampaikan sesuatu pesan pendidikan diperlukan pemahaman tentang bagaimana agar pesan itu dapat sampai dengan baik dan diterima dengan sempurna oleh anak didik. Untuk mencapai ketersampaian pesan kepada anak didik tentunya seorang pendidik atau orang tua harus memiliki atau pun memilih keterampilan untuk menggunakan pendekatan yang sesuai dengan pola pikir dan perkembangan psikologi anak. Ketepatan atau kesesuaian memilih pendekatan akan berpengaruh terhadap keberhasilan dalam penanaman nilai moral untuk anak usia dini.Sementara metode memiliki sedikit arti yang berbeda dengan pendekatan. Metode secara etimologi berasal dari bahasa Yunani metha dan hodos. Metha berarti di balik atau di belakang, sedangkan hodos berarti jalan. Jadi methahodos berarti disebalik jalan (Dwi Siswoyo dkk, 2005 : 82). Untuk saat ini metode diartikan sebagai tata cara. Pendekatan lebih menekankan pada proses berjalannya upaya untuk menyampaikan sesuatu, maka metode memiliki makna sebagai suatu cara kerja yang bersistem, yang memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan. Substansi perbedaan dari kedua istilah tersebut sangat tipis, yaitu hanya terletak pada cara kerjanya yang bersistem, yang berarti bahwa upaya itu merupakan suatu rangkaian yang teratur dan telah diperhitungkan serta teruji kehandalannya (Otib S. Hidayat, 2006: 4.5).Pemilihan metode dan pendekatan yang dilakukan pendidik atau guru semestinya dilandasi alasan yang kuat dan faktor-faktor pendukungnya seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. Karakteristik tujuan adalah pengambangan kognitif, pengembangan kreativitas, pengembangan bahasa, pengembangan emosi, pengembangan motorik, dan pengembangan nilai serta pengembangan sikap dan perilaku. Untuk mengembangkan nilai dan sikap anak dapat dipergunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan-kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama dan moralitas agar anak dapat menjalani kehidupan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.Selain penentuan pendekatan berdasarkan tujuan kegiatan, karakteristik anak juga ikut menentukan metode yang digunakan dalam penanaman nilai moral. Anak Taman Kanak-kanak merupakan anak yang memiliki karakteristik suka bergerak (tidak suka diam), mempunyai rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi, senang bereksperimen dan menguji, mampu mengekspresikan diri secara kreatif, mempunyai imajinasi, dan senang berbicara. Anak memerlukan dan menunntut untuk bergerak yang melibatkan koordinasi otot kasar. Anak juga memerlukan kesempatan untuk menggunakan tenaga sepenuhnya saat melakaukan kegiatan. Oleh karena itu diperlukan ruang yang luas serta sarana dan prasarana (peralatan) yang memadai.Setiap guru akan menggunakan metode sesuai dengan gaya melaksanakan kegiatan. Tetapi yang harus diingat bahwa Taman Kanak-kanak memiliki cara yang khas. Oleh karena itu ada metode-metode yang lebih sesuai bagi anak Taman Kanak-kanak dibandingkan dengan metode-metode lain. Misalnya saja guru TK jarang sekali yang menggunakan metode ceramah. Orang akan segera menyadari bahwa metode ceramah tidak sesuai dan tidak banyak berarti apabila diterapkan untuk anak TK. Metode-metode yang memungkinkan anak dapat melakukan hubungan atau sosialisasi dengan yang lain akan lebih sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. Melalui kedekatan hubungan guru dan anak, seorang guru akan dapat mengembangkan kekuatan pendidik yang sangat penting (Moeslichatun, 1998: 7).Dalam pelaksanaan penanaman nilai moral pada anak usia dini banyak sekali metode dan pendekatan yang dapat digunakan oleh guru atau pendidik. Namun sebelum memilih dan menerapkan metode dan pendekatan yang ada perlu diketahui bahwa guru atau pendidik harus memahami benar metode atau pendekatan yang akan dipakai, karena ini akan berpengaruh terhadap optimal tidaknya keberhasilan penanaman nilai moral tersebut. Metode dalam penanaman nilai moral kepada anak usia dini sangatlah bervariasi, diantaranya bercerita, bernyanyi, bermain, bersajak dan karya wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercerita dapat dijadikan metode untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat (Otib Satibi Hidayat, 2005 : 4.12). Dalam cerita atau dongeng dapat ditanamkan berbagai macam nilai moral, nilai agama, nilai sosial, nilai budaya, dan sebagainya. Kita mungkin masih ingat pada masa kecil dulu tidak segan-segannya orang tua selalu mengantarkan tidur anak-anaknya dengan cerita atau dongeng.Tidaklah mudah untuk dapat menggunakan metode bercerita ini. Dalam bercerita seorang guru harus menerapkan beberapa hal, agar apa yang dipesankan dalam cerita itu dapat sampai kepada anak didik. Beberapa hal yang dapat digunakan untuk memilih cerita dengan fokus moral, diantaranya:a. Pilih cerita yang mengandung nilai baik dan buruk yang jelasb. Pastikan bahwa nilai baik dan buruk itu berada pada batas jangkauan kehidupan anakc. Hindari cerita yang “memeras” perasaan anak, menakut-nakuti secara fisik (Tadzkiroatun Musfiroh, 2005 : 27-28).Dalam bercerita seorang guru juga dapat menggunakan alat peraga untuk mengatasi keterbatasan anak yang belum mampu berpikir secara abstrak. Alat peraga yang dapat digunakan antara lain, boneka, tanaman, benda-benda tiruan, dan lain-lain. Selain itu guru juga bisa memanfaatkan kemampuan olah vokal yang dimiliknya untuk membuat cerita itu lebih hidup, sehingga lebih menarik perhatian siswa. Adapun teknik-teknik bercerita yang dapat dilakukan diantaranya :a. membaca langsung dari buku cerita atau dongengb. Menggunakan ilustrasi dari bukuc. Menggunakan papan flaneld. Menggunakan media bonekae. Menggunakan media audio visualf. Anak bermain beran atau sosiodrama. (Dwi Siswoyo dkk, 2005 : 87). Strategi atau cara yang dapat digunakan ketika guru memilih metode bercerita sebagai salah satu metode yang digunakan dalam penanaman nilai moral adalah dengan membagi anak menjadi beberapa kelompok, misalnya dalam satu kelas dibagi ke dalam 4 (empat) kelompok. Anak-anak yang mengikuti kegiatan bercerita duduk dilantai mengelilingi guru yang duduk di kursi kecil di kelilingi oleh mereka. Anak-anak yang duduk di lantai akan mendengarkan cerita yang disampaikan oleh guru. Sedangkan tiga kelompok yang lain duduk pada kursi meja yang lain dengan kegiatan yang berbeda-beda, misalnya ada yang menggambar, melakukan kegiatan melipat kertas, sedangkan kelompok yang keempat membentuk plastisin. Anak-anak yang mengikuti kegiatan bercerita pada gilirannya akan mengikuti kegiatan menggambar, melipat kertas, membentuk plastisin. Melalui cara ini masing-masing anak akan mendapatkan kegiatan atau pengalaman belajar yang sama secara bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernyanyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan penerapan metode bernyanyi adalah suatu pendekatan pembelajaran secara nyata yang mampu membuat anak senang dan bergembira. Anak diarahkan pada situasi dan kondisi psikis untuk membangun jiwa yang bahagia, senang menikmati keindahan, mengembangkan rasa melalui ungkapan kata dan nada, serta ritmik yang menjadikan suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Pesan-pesan pendidikan berupa nilai dan moral yang dikenalkan kepada anak tentunya tidak mudah untuk diterima dan dipahami secara baik. Anak tidak dapat disamakan dengan orang dewasa. Anak merupakan pribadi yang memiliki keunikan tersendiri. Pola pikir dan kedewasaan seorang anak dalam menentukan sikap dan perilakunya juga masih jauh dibandingkan dengan orang dewasa. Anak tidak cocok hanya dikenalkan tentang nilai dan moral melalui ceramah atau tanya jawab saja. Oleh karena itu bernyanyi merupakan salah satu metode penamanan nilai moral yang tepat untuk diberikan kepada anak usia dini.Bernyanyi jika digunakan sebagai salah satu metode dalam penanaman moral dapat dilakukan melalui penyisipan makna pada syair atau kalimat-kalimat yang ada dalam lagu tersebut. Lagu yang baik untuk kalangan anak TK harus memperhatikan kriteria sebagai berikut:a. Syair/kalimatnya tidak terlalu panjangb. Mudah dihafal oleh anakc. Ada misi pendidikand. Sesuai dengan karakter dan dunia anake. Nada yang diajarkan mudah dikuasai anak (Otib Satibi Hidayat, 2005 : 4.28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bersajak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak diartikan sebagai persesuaian bunyi suku kata dalam syair, pantun, dan sebagainya terutama pada bagian akhir suku kata (Poerwadarminta, 2007: 1008). Pendekatan pembelajaran melalui kegiatan membaca sajak merupakan salah satu kegiatan yang akan menimbulkan rasa senang, gembira, dan bahagia pada diri anak. Secara psikologis anak Taman Kanak-kanak sangat haus dengan dorongan rasa ingin tahu, ingin mencoba segala sesuatu, dan ingin melakukan sesuatu yang belum pernah dialami atau dilakukannya.Melalui metode sajak guru bisa menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Sajak ini merupakan metode yang juga membuat anak merasa senang, gembira dan bahagia. Melalui sajak anak dapat dibawa ke dalam suasana indah, halus, dan menghargai arti sebuah seni. Disamping itu anak juga bisa dibawa untuk menghargai makna dari untaian kalimat yang ada dalam sajak itu. Secara nilai moral, melalui sajak anak akan memiliki kemampuan untuk menghargai perasaan, karya serta keberanian untuk mengungkap sesuatu melalui sajak sederhana (Otib Satibi Hidayat, 2005 : 4.29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karya wisata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya wisata merupakan salah satu metode pengajaran di TK dimana anak mengamati secara langsung dunia sesuai dengan kenyataan yang ada, misalnya hewan, manusia, tumbuhan dan benda lainnya. Dengan karya wisata anak akan mendapatkan ilmu dari pengalamannya sendiri dan sekaligus anak dapat menggeneralisasi berdasarkan sudut pandang mereka sendiri. Berkaryawisata mempunyai arti penting bagi perkembangan anak karena dapat membangkitkan minat anak pada sesuatu hal, dan memperluas perolehan informasi. Metode ini juga dapat memperluas lingkup program kegiatan belajar anak Taman Kanak-kanak yang tidak mungkin dapat dihadirkan di kelas.Melalui metode karya wisata ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh anak. Pertama, bagi anak karya wisata dapat dipergunakan untuk merangsang minat mereka terhadap sesuatu, memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas, memberikan pengalaman mengenai kenyataan yang ada, dan dapat menambah wawasan anak. Informasi-informasi yang didapatkan anak melalui karya wiasata dapat pula dijadikan sebagai batu loncatan untuk melakukan kegiatan yang lain dalam proses pembelajaran.Kedua, karya wisata dapat menumbuhkan minat tentang sesuatu hal, seperti untuk mengembangkan minat tentang dunia hewan maka anak dapat dibawa ke kebun binatang. Mereka mendapat kesempatan untuk mengamati tingkah laku binatang. Minat tersebut menimbulkan dorongan untuk memperoleh informasi lebih lanjut seperti tentang kehidupannya, asalnya, makannya, cara berkembang biaknya, cara mengasuh anaknya, dan lain-lain.Ketiga, karya wisata kaya akan nilai pendidikan, karena itu melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengembangan kemampuan sosial, sikap, dan nilai-nilai kemasyarakatan pada anak. Apabila dirancang dengan baik kegiatan karya wisata dapat membantu mengembangkan aspek perkembangan sosial anak, misalnya kemampuan dalam menggalang kerja sama dalam kegiatan kelompok.Keempat, karya wisata dapat juga mengembangkan nilai-nilai kemasyarakatan, seperti: sikap mencintai lingkungan kehidupan manusia, hewan, tumbuhan, dan benda-benda lainnya. Karya wisata membantu anak memperoleh pemahaman penuh tentang kehidupan manusia dengan bermacam perkerjaan, kegiatan yang menghasilkan suatu karya atau jasa. Metode karya wisata bertujuan untuk mengembangkan aspek perkembangan anak Taman Kanak-kanak yang sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya pengembangan aspek kognitif, bahasa, kreativitas, emosi, kehidupan bermasyarakat, dan penghargaan pada karya atau jasa orang lain. Tujuan berkarya wisata ini perlu dihubungkan dengan tema-tema yang sesuai dengan pengembangan aspek perkembangan anak Taman Kanak-kanak. Tema yang sesuai adalah tema: binatang, pekerjaan, kehidupan kota atau desa, pesisir, dan pegunungan.Adapun beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam penanaman nilai moral pada anak usia dini menurut Dwi Siswoyo dkk, (2005:72-81) adalah indoktrinasi, klarifikasi nilai, teladan atau contoh, dan pembiasaan dalam perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Indoktrinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kepustakaan modern, pendekatan ini sudah banyak menuai kritik dari para pakar pendidikan. Akan tetapi pendekatan ini masih dapat digunakan. Menurut Alfi Kohn, dalam Dwi Siswoyo (2005:72) menyatakan bahwa untuk membantu anak-anak supaya dapat tumbuh menjadi dewasa, maka mereka harus ditanamkan nilai-nilai disiplin sejak dini melalui interaksi guru dan siswa.Dalam pendekatan ini guru diasumsikan telah memiliki nilai-nilai keutamaan yang dengan tegas dan konsisten ditanamkan kepada anak. Aturan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan disampaiakan secara tegas, terus menerus dan konsisten. Jika anak melanggar maka ia dikenai hukuman, akan tetapi bukan berupa kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Klarifikasi Nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendekatan klarifikasi nilai, guru tidak secara langsung menyampaikan kepada anak mengenai benar salah, baik buruk, tetapi siswa diberi kesempatan untuk menyampaiakan dan menyatakan nilai-nilai dengan caranya sendiri. Anak diajak untuk mengungkapkan mengapa perbuatan ini benar atau buruk. Dalam pendekatan ini anak diajak untuk mendiskusikan isu-isu moral.Pertanyaan yang muncul, apakah pendekatan ini dapat digunakan untuk anak TK? Ternyata jawabannya dapat, karena anak TK yang berumur 6 tahun berada dalam masa transisi ke arah perkembangan moral yang lebih tinggi, sehingga mereka perlu dilatih untuk melakukan penalaran dan keterampilan bertindak secara moral sesuai dengan pilihan-pilihannya (Dwi Siswoyo (2005:76).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Teladan atau Contoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak TK mempunyai kemampuan yang menonjol dalam hal meniru. Oleh karena itu seorang guru hendaknya dapat dijadikan teladan atau contoh dalam bidang moral. Baik kebiasaan baik maupun buruk dari guru akan dengan mudah dilihat dan kemudian diikuti oleh anak. Figur seorang guru sangat penting utuk pengembangan moral anak. Artinya nilai-nilai yang tujuannya akan ditanamkan oleh guru kepada anak seyogyanya sudah mendarah daging terlebih dahulu pada gurunya. Menurut Cheppy Hari Cahyono (1995 : 364-370) guru moral yang ideal adalah mereka yang dapat menempatkan dirinya sebagai fasilitator, pemimpin, orang tua dan bahkan tempat menyandarkan kepercayaan, serta membantu orang lain dalam melakukan refleksi.Dalam pendekatan ini profil ideal guru menduduki tempat yang sentral dalam pendidikan moral. Banyak para ahli yang berpendapat dalam hal ini, diantaranya Durkheim, John Wilson dan Kohlberg. Durkheim, misalnya ia berpendapat bahwa belajar adalah satu proses sosial yang berkaitan dengan upaya mempengaruhi peserta didik sedemikian rupa sehingga mereka dapat tumbuh selaras dengan posisi, kadar intelektualitas, dan kondisi moral yang diharapkan oleh lingkungan sosialnya (Dwi Siswoyo, 2005:76). Sementara, Kohlberg berpendapat bahwa tugas utama guru adalah memberi kontribusi terhadap proses perkembangan moral anak. Tugas guru disini adalah mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berpikir, mempertimbangkan dan mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pembiasaan dalam Perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum yang berlaku di TK terkait dengan penanaman moral, lebih banyak dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan tingkah laku dalam proses pembelajaran. Ini dapat dilihat misalnya, pada berdoa sebelum dan sesudah belajar, berdoa sebelum makan dan minum, mengucap salam kepada guru dan teman, merapikan mainan setelah belajar, berbaris sebelum masuk kelas dan sebagainya. Pembiasaan ini hendaknya dilakukan secara konsisten. Jika anak melanggar segera diberi peringatan.Pendekatan lain yang dapat digunakan dalam penanaman nilai moral menurut W. Huitt (2004) diantaranya adalah inculcation, moral development, analysis, klarifikasi nilai, dan action learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Inculcation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan ini bertujuan untuk menginternalisasikan nilai tertentu kepada siswa serta untuk mengubah nilai-nilai dari para siswa yang mereka refleksikan sebagai nilai tertentu yang diharapkan. Metode yang dapat digunakan dalam pendekatan ini diantaranya modeling, penguatan positif atau negatif, alternatif permainan, game dan simulasi, serta role playing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Moral development&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari pendekatan ini adalah membantu siswa mengembangkan pola-pola penalaran yang lebih kompleks berdasarkan seperangkat nilai yang lebih tinggi, serta untuk mendorong siswa mendiskusikan alasan-alasan pilihan dan posisi nilai mereka, tidak hanya berbagi dengan lainnya, akan tetapi untuk membantu perubahan dalam tahap-tahap penalaran moral siswa. Metode yang dapat digunakan diantaranya episode dilema moral dengan diskusi kelompok kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Analysis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan ini bertujuan untuk membantu siswa menggunakan pikiran logis dan penelitian ilmiah untuk memutuskan masalah dan pertanyaan nilai, untuk membantu siswa menggunakan pikiran rasional, proses-proses analitik, dalam menghubungkan dan mengkonseptualisasikan nilai-nilai mereka, serta untuk membantu siswa menggunakan pikiran rasional dan kesadaran emosional untuk mengkaji perasaan personal, nilai-nilai dan pola-pola perilakunya. Metode yang dapat digunakan dalam pendekatan ini diantaranya diskusi rasional terstruktur yang menuntut aplikasi rasio sama sebagai pembuktian, pengujian prinsip-prinsip, penganalisaan kasus-kasus analog dan riset serta debat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Klarifikasi nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari pendekatan ini adalah membantu siswa menjadi sadar dan mengidentifikasi nilai-nilai yang mereka miliki dan juga yang dimiliki oleh orang lain, membantu siswa mengkomunikasikan secara terbuka dan jujur dengan orang lain tentang nilai-nilai mereka, dan membantu siswa menggunakan pikiran rasional dan kesadaran emosional untuk mengkaji perasaan personal, nilai-nilai dan pola berikutnya. Metode yang dapat digunakan dalam pendekatan ini antara lain, role playing games, simulasi, menyusun atau menciptakan situasi-situasi nyata atau riil yang bermuatan nilai, latihan analisis diri (self analysis) secara mendalam, aktivitas melatih kepekaan (sensitivity), aktivitas di luar kelas serta diskusi kelompok kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Action learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari pendekatan ini adalah memberi peluang kepada siswa agar bertidak secara personal ataupun sosial berdasarkan kepada nilai-nilai mereka, mendorong siswa agar memandang diri mereka sendiri sebagai makhluk yang tidak secara otonom interaktif dalam hubungan sosial personal, tetapi anggota suatu sistem sosial. Metode yang dapat digunakan dalam pendekatan ini adalah metode-metode didaftar atau diurutkan untuk analisis dan klarifikasi nilai, proyek-proyek di dalam sekolah dan praktek kemasyarakatan, keterampilan praktis dalam pengorganisasian kelompok dan hubungan antar pribadi    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8651271750537525629?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8651271750537525629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/pendekatan-dan-metode-dalam-penanaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8651271750537525629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8651271750537525629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/pendekatan-dan-metode-dalam-penanaman.html' title='Pendekatan dan Metode Dalam Penanaman Nilai moral Kepada Anak Usia Dini'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-2998979746897680214</id><published>2011-09-17T23:24:00.004+07:00</published><updated>2011-09-17T23:32:10.386+07:00</updated><title type='text'>Kompetensi Guru TK</title><content type='html'>Secara umum ada sejumlah kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang  guru TK untuk menunjukkan profesionalisme dalam bidang pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Standar kompetensi tersebut dikemukakan oleh  National &lt;br /&gt;Association of  Education for Young Childrens (NAEYC) tahun &lt;br /&gt;1994 sebagai berikut : &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• Mendukung perkembangan dan belajar anak : &lt;br /&gt;Mengetahui dan memahami karakteristik dan kebutuhan &lt;br /&gt;anak; &lt;br /&gt;Mengetahui dan memahami berbagai hal yang &lt;br /&gt;berpengaruh terhadap perkembangan dan belajar; dan &lt;br /&gt;Menggunakan pengetahuan tentang perkembangan untuk &lt;br /&gt;menciptakan lingkungan belajar yang sehat, mendukung, &lt;br /&gt;dan menantang. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;•Membangun hubungan dengan keluarga dan masyarakat : &lt;br /&gt;Mengetahui dan memahami karakteristik keluarga dan &lt;br /&gt;masyarakat; &lt;br /&gt;Mendukung  dan memberdayakan keluarga dan &lt;br /&gt;masyarakat melalui hubungan yang saling menghargai &lt;br /&gt;dan timbal balik; dan &lt;br /&gt;Melibatkan keluarga dan masyarakat dalam &lt;br /&gt;perkembangan dan belajar anak. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;•Mengamati, mendokumentasikan, dan menilai : &lt;br /&gt;Memahami tujuan, keuntungan dan kegunaan penilaian; &lt;br /&gt;Menggunakan observasi, dokumentasi, dan alat-alat serta &lt;br /&gt;pendekatan penilaian lain yang tepat; dan &lt;br /&gt;Memahami dan mempraktekkan penilaian yang dapat &lt;br /&gt;dipertanggung jawabkan dalam bermitra dengan keluarga &lt;br /&gt;dan profesi lain. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;•Mengajar dan belajar : &lt;br /&gt;Berhubungan dengan anak dan keluarga; &lt;br /&gt;Menggunakan pendekatan yang berorientasi pada &lt;br /&gt;perkembangan yang tepat; &lt;br /&gt;Memahami pengetahuan dalam bidang pendidikan anak &lt;br /&gt;usia dini; dan &lt;br /&gt;Mengembangkan kurikulum yang bermakna. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;•Menjadi seorang profesional : &lt;br /&gt;Mengident ifikasi dan melibatkan diri dalam bidang &lt;br /&gt;kawasan anak usia dini; &lt;br /&gt;Mengetahui dan menjunjung tinggi standar etika dan &lt;br /&gt;nilai- nilai profesi lain; &lt;br /&gt;Menggunakan secara kontinuitas, pembelajaran &lt;br /&gt;kolaboratif dalam praktek pengajaran yang ditampilkan; &lt;br /&gt;Mengintegrasik an pengetahuan, refleksi, dan presfektif &lt;br /&gt;kritis dalam pendidikan anak usia dini; dan &lt;br /&gt;Memberikan perhatian dalam memberitahu anjuran pada &lt;br /&gt;anak dan profesi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adapun Janice Beaty (1994) mengemukakan beberapa &lt;br /&gt;jenis keterampilan untuk guru pendidikan prasekolah (PAUD) &lt;br /&gt;dan guru TK termasuk di dalamnya,  yaitu : &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;•  Memelihara keselamatan kelas  &lt;br /&gt;(Maintaining a safe a classroom) &lt;br /&gt;•  Memelihara kesehatan kelas  &lt;br /&gt;(Maintaining a healthy classroom) &lt;br /&gt;•  Membangun lingkungan belajar  &lt;br /&gt;(Establishing a learning environment) &lt;br /&gt;•  Meningkatkan Keterampilan fisik  &lt;br /&gt; (Advancing physical skills) &lt;br /&gt;•  Meningkatkan Keterampilan komunikasi   &lt;br /&gt;(Advancing communication skills) &lt;br /&gt;•  Meningkatkan Keterampilan kreativitas  &lt;br /&gt;(Advancing creative skills) &lt;br /&gt;•  Menumbuhkan konsep diri positif   &lt;br /&gt;(Building a positive self-concept) &lt;br /&gt;•  Memperkenalkan keterampilan sosial   &lt;br /&gt;(Promoting social skills) &lt;br /&gt;•  Menyediakan bimbingan penyuluhan &lt;br /&gt; (Providing guidance) &lt;br /&gt;•  Memperkenalkan peran serta keluarga  &lt;br /&gt;(Promoting family involvement) &lt;br /&gt;•  Menyediakan pengelolaan program  &lt;br /&gt;(Providing program management) &lt;br /&gt;•  Menanamk an sikap profesionalisme  &lt;br /&gt;(Promoting professionalism) &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-2998979746897680214?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/2998979746897680214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/kompetensi-guru-tk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2998979746897680214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2998979746897680214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/kompetensi-guru-tk.html' title='Kompetensi Guru TK'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-2600875234477126026</id><published>2011-09-17T23:16:00.004+07:00</published><updated>2011-09-19T17:39:35.652+07:00</updated><title type='text'>Komptensi yang harus dimiliki seorang guru</title><content type='html'>Sorang guru yang mendidik banyak siswa dan siswi di sekolah harus memiliki kompetensi. kompentensi yang harus dimiliki diantaranya adalah :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1.Kompetensi Pribadi&lt;br /&gt;Guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian ideal. Oleh karena itu, pribadi guru sering dianggap sebagai model atau panutan (yang harus digugu dan ditiru). Sebagai seorang model guru harus memiliki kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian (personal competencies), di antaranya: (1) kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya; (2) kemampuan untuk menghormati dan menghargai antarumat beragama; (3) kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan norma, aturan, dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat; (4) mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru misalnya sopan santun dan tata karma dan; (5) bersikap demokratis dan terbuka terhadap pembaruan dan kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Kompetensi Profesional&lt;br /&gt;Kompetensi profesional adalah kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penyesuaian tugas-tugas keguruan. Kompetensi ini merupakan kompetensi yang sangat penting. Oleh sebab langsung berhubungan dengan kinerja yang ditampilkan. Oleh sebab itu, tingkat keprofesionalan seorang guru dapat dilihat dari kompetensi sebagai berikut: (1) kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan, misalnya paham akan tujuan pendidikan yang harus dicapai baik tujuan nasional, institusional, kurikuler dan tujuan pembelajaran; (2) pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan, misalnya paham tentang tahapan perkembangan siswa, paham tentang teori-teori belajar; (3) kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya; (4) kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran; (5) kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar; (6) kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran; (7) kemampuan dalam menyusun program pembelajaran; (8) kemampuan dalam melaksanakan unsur penunjang, misalnya administrasi sekolah, bimbingan dan penyuluhan dan; (9) kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Kompetensi Sosial Kemasyarakatan&lt;br /&gt;Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial, meliputi: (1) kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional; (2) kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan dan; (3) kemampuan untuk menjalin kerja sama baik secara individual maupun secara kelompok.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-2600875234477126026?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/2600875234477126026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/home-bisnis-online-ruang-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2600875234477126026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2600875234477126026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/home-bisnis-online-ruang-mahasiswa.html' title='Komptensi yang harus dimiliki seorang guru'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-334990554761494522</id><published>2011-09-16T08:18:00.001+07:00</published><updated>2011-09-16T08:21:49.468+07:00</updated><title type='text'>Ciri-Ciri Guru Profesional</title><content type='html'>Guru dikatakan  Profesional  jika :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fleksibel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibutuhkan guru yang tidak kaku, luwes, dan dapat memahami kondisi anak didik, memahami cara belajar mereka, serta mampu mendekati anak didik melalui berbagai cara sesuai kecerdasan dan potensi masing-masing anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Optimis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan yang tinggi akan kemampuan pribadi dan yakin akan perubahan anak didik ke arah yang lebih baik melalui proses interaksi guru-murid yang fun akan menumbuhkan karakter yang sama terhadap anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Respek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa hormat yang senantiasa ditumbuhkan di depan anak didik akan dapat memacu mereka untuk lebih cepat tidak sekadar memahami pelajaran, namun juga pemahaman yang menyeluruh tentang berbagai hal yang dipelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cekatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak berkarakter dinamis, aktif, eksploratif, dan penuh inisiatif. Kondisi ini perlu di imbangi oleh Anda sebagai pengajarnya sehingga Anda mampu bertindak sesuai kondisi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Humoris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi guru killer? Anak-anak malah takut kepada Anda dan tidak mau belajar. Meskipun setiap orang mempunyai sifat humoris, sifat ini dituntut untuk dimiliki seorang pengajar. Karena pada umumnya, anak-anak suka sekali dengan proses belajar yang menyenangkan, termasuk dibumbui dengan humor. Secara tidak langsung, hal tersebut dapat membantu mengaktifkan kinerja otak kanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Inspiratif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ada panduan kurikulum yang mengharuskan peserta didik mengikutnya, guru harus dapat menemukan banyak ide dari hal-hal baru dan lebih memahami informasi-informasi pengetahuan yang disampaikan gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lembut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanapun, guru yang bersikap kasar, kaku, atau emosional, biasanya mengakibatkan dampak buruk bagi peserta didiknya, dan sering tidak berhasil dalam proses mengajar kepada anak didik. Pengaruh kesabaran, kelembutan, dan rasa kasing sayang akan lebih efektif dalam proses belajar mengajar dan lebih memudahkan munculnya solusi atas berbagai masalah yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Disiplin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disiplin disini tidak hanya soal ketepatan waktu, tapi mencakup bebagai hal lain. Sehingga, guru mampu menjadi teladan kedisplinan tanpa harus sering mengatakan tentang pentingnya disiplin. Contoh, disiplin dalam waktu, menyimpan barang, belajar dan sebagainya. Dengan demikian, akan timbul pemahaman yang kuat pada anak didik tentang pentingnya hidup disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Responsif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri guru yang profesional antara lain cepat tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, baik pada anak didik, budaya, sosial, ilmu pengetahuan maupun teknologi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Empatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak mempunyai karakter yang berbeda-beda, cara belajar dan proses  peneriamaan, serta pemahaman terhadap pelajaran pun berbeda-beda.  Oleh karena itu, seorang guru dituntut mempunyai kesabaran lebih dalam memahami keberagaman tersebut sehingga bisa lebih memahami kebutuhan-kebutuhan belajar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Nge-friend&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan membuat jarak yang lebar dengan anak didik hanya karena posisi Anda sebagai guru. Jika kita dapat menjadi teman mereka akan menghasilkan emosi yang lebih kuat daripada sekadar hubungan guru-murid. Sehingga, anak-anak akan lebih mudah beradaptasi dalam menerima pelajaran dan bersosialisasi dengan lingkungannya.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-334990554761494522?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/334990554761494522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/ciri-ciri-guru-profesional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/334990554761494522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/334990554761494522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/ciri-ciri-guru-profesional.html' title='Ciri-Ciri Guru Profesional'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-4682468876852688453</id><published>2011-09-15T22:20:00.004+07:00</published><updated>2011-09-15T22:26:47.086+07:00</updated><title type='text'>Serius Menuju PAUD Plus : BUKAN SEKADAR FASILITAS</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fungsi PAUD mempersiapkan anak memasuki usia sekolah, menumbuhkan rasa suka belajar dan mencari tahu serta mengasah kemampuan sosial anak&lt;/span&gt;. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di tengah maraknya kehadiran sekolah ber-label “Plus” maupun “Internasional”, membuat pemilik TK dan playgroup lokal tergiur untuk ikutan ber-Plus ria. “Habis, kalau nggak ikutan plus, bisa habis digilas tren,” kata seorang teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika ditanya lebih jauh apa yang ia maksud dengan "plus” tersebut, jawabannya kurang lebih, "Nnngg, yang pakai bahasa Inggris dan pakai kurikulum internasional gitu deh, .. dan itu tuh... learning through play itu, ya bukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, seorang rekan pengurus yayasan sebuah sekolah swasta lama ternama mengeluhkan sulit danterseok-seoknya salah satu cabang sekolahnya yang memang dijadikan rintisan TK Plus. Padahal, usaha dan dana untuk membeli kurikulum internasional dan merekrut tenaga asing sebagai guru sudah dilakukan. Jadi sebaiknya harus bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;APANYA SIH YANG PLUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tetap bisa menjadi ‘plus’ meski bukan franchise, tidak memiliki afiliasi dengan lembaga internasional, atau memiliki tenaga pengajar asing. Caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling penting dalam penyelenggaraan PAUD adalah fungsinya dalam mempersiapkan anak memasuki usia sekolah, menumbuhkan rasa suka belajar dan mencari tahu (love of learning), serta mengasah kemampuan sosial anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada sisi kegiatan belajar, lebih mengutamakan stimulasi dini daripada keberhasilan baca-tulis-hitung. Fungsi seperti itulah yang kemudian dapat menginspirasi pemilik sekolah dalam merumuskan visi dan misi sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, Visi (tujuan/cita-cita) dan Misi (cara/upaya) dapat berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI : membentuk generasi muda yang berbudi dan gemar belajar.&lt;br /&gt;MISI :&lt;br /&gt;* Memfasilitasi belajar anak lewat suasana belajar yang kondusif dan merangsang daya cipta.&lt;br /&gt;* Memupuk rasa afeksi anak lewat kegiatan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dengan visi dan misi, urusan selanjutnya harus dipikirkan, apa yang menjadi ciri khas sekolah Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas memberi karakter yang membuat sekolah tampil beda sebagai nilai plus agar sukses menjaring siswa. Sesuai hukum pasar, sesuatu yang beda dan unik adalah modal awal untuk mencuri perhatian di tengah persaingan taman PAUD. Hal tersebut dapat tercermin pada nama sekolah, misalnya TK Sayang Bunda, Mandiri Berbakti (Plus anda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain: Seorang teman pemilik sekolah memutuskan memberi ciri Indonesia pada sekolah franchise internasional miliknya. Meskipun pelajaran diselenggarakan dalam bahasa Inggris, wujud keIndonesiaan tampak melalui penamaan ruang kelas (komodo, badak,harimau, berikut penjelasan mengenai lokasi dan habitat binatang); pemilihan alat belajar khas Indonesia (caping, sarung, bakul dan tikar pada sentra bermain peran) dan mengangkat lakon cerita rakyat seperti kisah Kancil dan Buaya pada acara&lt;br /&gt;pelepasan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah tersebut berani melawan arus dengan menetapkan hari kasih sayang sendiri yang difokuskan pada mengasah kemampuan afeksi anak pada orang terdekat, dan berarti bagi mereka seperti anggota keluarga maupun mbak pengasuh, pak sopir dan satpam sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang ingin menggunakan sistem pengajaran bilingual (Inggris-Indonesia)sebagai ciri khas, maka perlu secara serius mempertimbangkan metoda apa yang akan dipergunakan: apakah dengan Whole Langguage Approach, Phonics, atau kombinasi kedua metode tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat, metode Phonics mengedepankan struktur, rumus dan aturan baku yang harus dikuasai agar berhasil membaca. Sedangkan pendekatan Whole Language Approach lebih cair, di mana belajar membaca terintegrasi dalam seluruh jadwal kegiatan serta mengedepankan anak mengenal makna membaca serta tumbuhnya pengertian akan cara membaca dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diumpamakan dengan belajar berenang, maka Phonics adalah mempelajari teknik suatu gaya renang, namun jika pelaku bertujuan sekedar menguasai suatu gaya renang, maka ia kehilangan kesempatan menikmati berenang (whole language).    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-4682468876852688453?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/4682468876852688453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/serius-menuju-paud-plus-bukan-sekadar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4682468876852688453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4682468876852688453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/serius-menuju-paud-plus-bukan-sekadar.html' title='Serius Menuju PAUD Plus : BUKAN SEKADAR FASILITAS'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-4432826372297665072</id><published>2011-09-15T22:13:00.002+07:00</published><updated>2011-09-15T22:17:15.688+07:00</updated><title type='text'>Pilar-Pilar Kesuksesan Guru</title><content type='html'>Dalam mutiara hikmah dikatakan, ”Aththoriqotu ahammu minal maddah, wal ustadz ahammu minaththoriqoh, wa ruhul ustadz ahammu min kulli syaiin.” (Metode lebih penting daripada materi, guru lebih penting daripada metode, dan ruh (semangat) guru lebih penting dari semua itu). Sebab, dengan ruh tersebut guru mampu menghidupkan suasana pembelajaran yang menyenangkan dengan sentuhan kasih, sayang, dan cintanya pada anak didik.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru sebagai pendidik merupakan gerbang awal dalam pembentukan kepribadian siswa, bagi terwujudnya manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia. Di tangan Guru terletak masa depan bangsa. Guru adalah arsitek peradaban.Maju mundurnya sebuah bangsa ke depan berada di genggaman guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan peran membentuk kepribadian itu, Mahmud Samir al-Munir dalam kitabnya, Al-Mu’allimur Rabbani, menyebutkan tujuh pilar kesuksesan seorang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; semangat yang terkontrol. Seorang guru mesti menjadi orang yang ulet, telaten, peduli, dan memiliki tekad yang memadai.&lt;br /&gt;Sebab, peserta didik memerlukan hal baru, tambahan informasi, perhatian, dan didikan yang baik darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; ilmu yang terus berkembang. Ia mempunyai dua kelebihan, yakni kelebihan horizontal (pengetahuan luas) dan vertikal (menguasai bidangnya secara mendalam). Guru yang enggan membaca lambat laun akan kekeringan wawasan seiring permasalahan yang muncul. Hendaknya mempunyai perpustakaan sendiri walaupun sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; perencanaan yang rapi. Perencanaan pendidikan yang matang, tertulis dan tersusun rapi, serta dalam jangka waktu tertentu, terukur, dan realistis agar tujuan pendidikan bisa tercapai. Istilahnya, ‘TUKER-KERIS’ (TUlis apa yang anda KERjakan, dan KERjakan apa yang anda tulIS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt; variasi kecerdasan. Guru itu seperti sungai, ia memberi minum kepada orang-orang yang kehausan, mengalir deras ke setiap lembah,mengubah tandusnya akal menjadi pengetahuan yang berbunga di lembah pengetahuan yang beraneka ragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, guru harus menjadi bapak bagi siswanya dalam ikatan batin,&lt;br /&gt;seolah menjadi syekh dalam pendidikan rohani, menjadi pendidik dalam penyampaian ilmu, menjadi teman dalam penyampaian curhat, dan menjadi pemimpin dalam keteladanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelima,&lt;/span&gt; kepemimpinan yang bijaksana. Tidak cukup seorang guru hanya menyampaikan materi pelajaran tanpa memenuhi tujuan pendidikan sesungguhnya, yakni menanamkan nilai-nilai luhur, mengembangkan potensinya menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, mandiri, dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Keenam,&lt;/span&gt; menjaga celah. Guru adalah arsitek peradaban. Masa depan anak didik adalah amanah di pundak guru. Baiknya generasi muda ke depan tergantung kepada kesungguhan guru dalam mempersiapkan anak didiknya. Oleh karena itu, guru harus mampu menjaga celah di bidang pendidikan. Sebab, jika pendidikan tidak bisa diharapkan, tunggulah akan kehancuran. Syauqi pernah berkata, ”Jika guru berbuat salah sedikit saja, akan lahirlah siswa-siswa yang lebih buruk lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketujuh,&lt;/span&gt; tidak mengenal putus asa. Kenyataan terkadang membuat guru sedih dengan fakta dekadensi moral pada generasi muda. Orang yang bertekad lemah, kadang menyatakan bahwa generasi sekarang tidak bisa diharapkan, tak ada harapan akan perbaikan. Tetapi, guru harus yakin, bahwa impian hari ini adalah kenyataan esok hari. Karena itu, guru perlu terus berbuat dan meninggikan bendera kebajikan guna menyiapkan generasi mendatang yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pilar-pilar di atas mampu diejawantahkan dalam dunia pendidikan maka tidak menutup kemungkinan pembentukan anak didik menjadi manusia seutuhkan (cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual) akan mudah terwujud. Semoga.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-4432826372297665072?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/4432826372297665072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/pilar-pilar-kesuksesan-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4432826372297665072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/4432826372297665072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/09/pilar-pilar-kesuksesan-guru.html' title='Pilar-Pilar Kesuksesan Guru'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-9075841356799346870</id><published>2011-08-19T05:43:00.002+07:00</published><updated>2011-08-19T05:45:23.206+07:00</updated><title type='text'>Kelemahan Guru Dalam Mengajar</title><content type='html'>Tulisan ini bermaksud untuk mengingatkan kita semua agar terhindar dari kelemahan ini, antara lain :&lt;br /&gt;1.Guru tidak menggunakan RPP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. RPP adalah skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Dalam dokumen tersebut tidak hanya berisi kompetensi apa yang akan dicapai tetapi juga memuat secara rinci berapa lama waktu tatap muka dilakukan.&lt;span class="fullpost"&gt;Bahkan dirinci pula berapa menit kegiatan awal untuk melaksanakan kegiatan rutin, apersepsi dan penjajagan untuk mengenal bekal awal siswa. Waktu yang digunakan untuk kegiatan inti, dan rincian waktu untuk kegiatan akhir. Dalam RPP juga tercantum secara jelas alat bantu mengajar apa yang diperlukan dan sumber belajar apa yang digunakan. Demikian pula di dalam RPP juga telah dicantumkan rencana kegiatan penilaian yang merupakan upaya untuk mendapatkan umpan balik keberhasilan guru dalam mengajar.Kenyataannya RPP tidak difungsikan, bahkan ada guru yang mengajar tanpa bertpedoman pada RPP. Hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak terarah.&lt;br /&gt;2.Guru tidak mempersiapkan alat bantu mengajar. Alat bantu mengajar sangat diperlukan untuk membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa mengetahui secara nyata melalui benda-benda yang nyata. Dengan alat bantu ini pengetahuan tidak hanya berupa verbal, dan bisa mengatasi kesenjangan komunikasi guru dengan siswa. Kenyataannya guru tidak membawa alat bantu mengajar sehingga yang dilakukan hanyalah ceramah-dan ceramah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Guru kurang memperhatikan kemampuan awal siswa. Pengetahuan ten tang kemampuan awal siswa diperlukan oleh guru untuk menetapkan strategi mengajar, bahkan untuk mengajukan pertanyaanpun diperlukan pemahaman tentang kemampuan awal siswa. Dengan memahami kemampuan awal siswa ini guru dapat membantu siswa memperlancar proses pe,mbelajaran yang dilkukan dan memperkecil peluang kesulitan yang dihadapi siswa. Adakalanya satu materi tertentu memerlukan prasarat pengetahuan sebelumnya. Jika pengetahuan prasyarat ini belum dikuasi dan guru sudah melanjutkan pada materi berikutnya bisa dipastikan bahwa siswa akan kesultan mengikuti pelajaran. Hal ini bisa dideteksi melalui perilaku siswa. Siswa yang tidak dapat mengikuti materi yangs edang dibahas oleh guru cenderung berperilaku “menyimpang” seperti: melamun, menulis atau menggambar yang tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran, berbicara sendiri atau kegiatan-kegiatan lain yang tidak terkait dengan isi pembelajaran.&lt;br /&gt;4.Penggunaan papan tulis yang kurang tepat. Pada umumnya guru langsung memulai pelajaran tanpa menuliskan Pokok persoalan yang akan dibahas dan tujuan pembelajarannya. Penulisan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran ini bergna sebagai kontrol bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar tidak keluar dari jalur. Kecenderungan lainnya adalah penggunaan papan tulis yang kaacau. Siswa tidak tahu apa sebenarnya yang dibahas, dan untuk apa hal itu dibahas. Guru terlalu sibuk menulis dan membuat ilustrasi di papan tulis yang kadang-kadang sulit ditangkap siswa dan tidak disimpulkan.&lt;br /&gt;5.Tidak melaksanakan evaluasi. Dengan alasan kekurangan waktu seringkali guru tidak melaksanakan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan. Evaluasi ini bertguna bagi guru untuk mengetahui seberapa besar keefektifan pembelajaran yang dilakukannya. Dengan melakukan evaluasi pada setiap akhir kegiatan /bahasan akan bisa mendeteksi siswa mana yang masih kesulitas dan pada bagian apa siswa merasa sulit. Hal ini akan sangat berguna bagi guru dalam membantu siswa&lt;br /&gt;Apabila 5 macam kelemahan guru ini dapat diperbaiki, maka peoses pembelajaran akan menjadi lebih bermutu dan muaranya nanti pada hasil belajar yang lebih baik. Perubahan pada kelima kelemahan tersebut tidak memerlukan biaya. Yang diperlukan hanyalah kesadaran diri untuk memberikan yang terbaik kepada siswa. Kepala sekolah dapat berperan dalam perbaikan proses pembelajaran ini dengan cara lebih sering melaksanakan supervisi kunjungan kelas.  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-9075841356799346870?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/9075841356799346870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/kelemahan-guru-dalam-mengajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/9075841356799346870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/9075841356799346870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/kelemahan-guru-dalam-mengajar.html' title='Kelemahan Guru Dalam Mengajar'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-430974191113355794</id><published>2011-08-19T05:17:00.002+07:00</published><updated>2011-08-19T05:23:57.592+07:00</updated><title type='text'>sifat pemimpin yang baik di sekolah</title><content type='html'>Istilah pemimpin dalam bidang pendidikan atau educational leadership mengacu pada pemimpin di sekolah yang berusaha memadukan tiga kepentingan yang utama di sekolah. Kepentingan tersebut adalah kepentingan guru, kepentingan siswa dan kepentingan orang tua. Dimasa sekarang sekolah menghadapi tantangan yang sangat berat dikarenakan sekolah diharapkan bisa menjadi jawaban dari berubahnya jaman dan banyaknya sumber pengetahuan  diluar sekolah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seth Godin seorang ahli perubahan dan kepemimpinan menyarankan 7 sifat yang membuat pemimpin mampu menghadapi tantangan di abad 21, saya akan coba mencari hubungan dengan dunia pendidikan.&lt;br /&gt;1.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Challenge &lt;/span&gt;– Tantangan. Pemimpin yang baik memberi tantangan kepada komunitas sekolahnya. Tantangan disini tidak selalu dalam pengertian prestasi yang terukur, lulus UAN 100 persen misalnya. Walaupun hal tersebut juga bukan hal yang jelek tetapi mengapa tidak dicoba hal-hal lain. Sekolah bebas bullying, sekolah yang melek TIK atau  mengefektifkan pembelajaran di kelas dengan perencanaan yang matang misalnya . Banyak hal yang bisa dijadikan tantangan, dan hanya pemimpin sekolah yang baik yang bisa membuat tantangan  menjadi kenyataan. Terkadang terlalu tinggi menggantung standar juga akan berakibat tidak baik, hitunglah sumber daya dan keunggulan apa yang sekolah punyai. Baru kemudian tantangan atau target bisa dimulai dari sana. Ingat sukses yang besar dimulai dari sukses yang kecil-kecil&lt;br /&gt;2.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Curiosity&lt;/span&gt; – Ingin tahu. Pemimpin sekolah yang baik selalu ingin tahu. Selalu bertanya untuk segala kemungkinan yang terbaik. Jika ada guru atau siswa mengeluhkan mnegenai sesuatu hal, ia akan mengajarkan atau memberi contoh untuk mencari tahu apa yang mungkin bisa dilakukan sekaligus bersama-sama mencari jalan keluar. Memang sudah menjadi tugas pemimpin untuk menangani keluhan dari semua pihak, guru, siswa dan orang tua. Namun pemimpin yang baik bisa mendengarkan, memberi masukan sekaligus menyelesaikan dengan bijaksana.&lt;br /&gt;3.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Communicate&lt;/span&gt; – Berkomunikasi. Pemimpin yang baik berbicara ‘dengan’ kita bukan berbicara’kepada’ kita. Merupakan sebuah hal yang berbeda bukan? Kedua istilah tersebut kelihatan sederhana. Namun terasa sekali bedanya. Ketika seorang pemimpinyang baik berbicara dengan staf, guru atau orang tua saat yang sama pemimpin menjadi pendengar yang baik, mau mengerti dan  menempatkan harga diri rasa kepercayaan serta itikad baik terhadap orang lain diatas segalanya.&lt;br /&gt;4.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Charisma&lt;/span&gt; - Berkarisma. Karisma bukan hal yang wajib bagi pemimpin. Orang seperti Soekarno memang berkarisma, buat kita yang orang biasa, berharap mempunyai karisma seperti beliau nampaknya hanya mimpi. Semua pemimpin sebenarnya dengan gampang bisa mempunyai karisma, tergantung caranya memimpin.&lt;br /&gt;5.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Connect&lt;/span&gt; – Terhubung. Pemimpin disekolah yang baik selalu terkoneksi dengan semua orang. Dengan cepat orang lain bisa tahu apa yang sedang dikerjakan olehnya. Caranya bisa bermacam-macam dari berbicara didepan  rapat mengenai apa yang dilakukannya, menulis di bulletin sekolah sampai menulis blog di internet. Tidak usah dengan artikel yang panjang dengan dot points saja sudah cukup untuk memberi kabar pada semua orang yang terlibat dengan pekerjaannya sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;6.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Commit&lt;/span&gt; – komitmen. Pemimpin yang baik menaruh komitmen yang tinggi terhadap kesejahteraan dan perasaan  orang-orang disekitarnya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa kita tidak bisa menyenangkan semua orang, tapi pemimpin yang baik tahu apa masalah mandasar yang semua orang inginkan dan rasakan. Juga tidak melulu masalah penggajian. Sebab kadang persoalan gaji di sekolah swasta tergantung dengan kemampuan sekolah dan banyak nya siswa. Masih banyak cara mensejahterakan bawahan, persoalannya pemimpin yang baik tahu cara mencari benefit atau keuntungan lain yang bisa didapat oleh bawahannya dengan bekerja di sekolah yang ia pimpin.&lt;br /&gt;7.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Culture&lt;/span&gt; – Budaya. Pemimpin yang baik secara sadar menciptakan budaya. Budaya tepat waktu, bisa dimulai dari hal yang kecil, tidak terlambat saat memulai rapat, atau masuk sekolah. Budaya menghormati orang lain bisa dimulai dengan mematikan HP saat rapat sedang berlangsung dan tidak berbicara satu sama lain saat ada orang yang berbicara didepan podium. Hal-hal yang sederhana namun diterapkan secara terus menerus bisa dengan mudah menjadi budaya positip di sekolah. Jangan lupa memberi selamat atau reward kepada guru atau siswa yang mempraktekan kebiasaan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-430974191113355794?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/430974191113355794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/sifat-pemimpin-yang-baik-di-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/430974191113355794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/430974191113355794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/sifat-pemimpin-yang-baik-di-sekolah.html' title='sifat pemimpin yang baik di sekolah'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8577712664039181242</id><published>2011-08-17T09:15:00.003+07:00</published><updated>2011-08-17T09:21:16.838+07:00</updated><title type='text'>Kode Etik Guru Indonesia</title><content type='html'>Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa, dan Negara serta pada kemanusiaan pada umumnya.&lt;span class="fullpost"&gt;Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada UUD 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, oleh kerena itu, Guru Indonesia terpangil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila.&lt;br /&gt;a.Guru menghormati hak individu dan kepribadian anak didiknya masing-masing&lt;br /&gt;b.Guru berusaha mensusseskan pendidikan yang serasi (jasmaniyah dan rohaniyah) bagi anak didiknya&lt;br /&gt;c.Guru harus menghayati dan mengamalkan pancasila&lt;br /&gt;d.Guru dengan bersunguh-sunguh mengintensifkan Pendidikan Moral Pancasila bagi anak didiknya&lt;br /&gt;e.Guru melatih dalam memecahkan masalah-masalah dan membina daya krasai anak didik agar kelak dapat menunjang masyarakat yang sedang membangun&lt;br /&gt;f.Guru membantu sekolah didalam usaha menanamkan pengetahuan keterampilan kepada anak didik.&lt;br /&gt;2.Guru memiliki kejujuran professional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.&lt;br /&gt;a.Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masing-masing&lt;br /&gt;b.Guru hendaknya luwes didalam menerapkan kurikulum sesuai dengan klebutuhan anak didik masing-masing&lt;br /&gt;c.Guru memberi pelajaran di dalam dan di luar sekolah berdasarkan kurikulum tanpa membeda-bedakan Janis dan posisi orang tua muridnya&lt;br /&gt;3.Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik,. Tetapi menghindarkan diri dari segtsala bentuk penyalah gunaan&lt;br /&gt;a.Komunikasi Guru dan anak didik didalam dan diluar sekolah dilandaskan pada rasa kasih sayang&lt;br /&gt;b.Untuk berhasilnya pendidikan, maka Guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakangt keluarganya masing-masing.&lt;br /&gt;c.Komunikasi Guru ini hanya diadakan semata-mata untuk kepentingan pendidikan anak didik&lt;br /&gt;4.Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik&lt;br /&gt;a.Guru menciptakan suasana kehidupan sekol;ah sehingga anak didik betah berada dan belajar di sekolah&lt;br /&gt;b.Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua murid sehingga dapat terjalin pertukaran informasi timbale balik untuk kepentingan anak didik&lt;br /&gt;c.Guru senantiasa menerima dengan lapang dada setiap kritik membangun yang disampaikan orang tua murid/ masyarakat terhadap kehidupan sekolahnya.&lt;br /&gt;d.Pertemuan dengan orang tua murid harus diadakan secara teratur&lt;br /&gt;5.Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan&lt;br /&gt;a.Guru memperluas pengetahuan masyarakat mengenai profesi keguruan&lt;br /&gt;b.Guru turut menyebarkan program-progaram pendidikan dan lkebudayaan kepada masyarakat seketernya, sehingga sekolah tersebut turut berfubgsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan ditempat itu&lt;br /&gt;c.Guru harus berperan agar dirinya dan sekolahnya dapat berfungsi sebagai unsur pembaru bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya.&lt;br /&gt;d.Guru turut bersama-sama masyarakat sekitarnya didalam berbagai aktifitas&lt;br /&gt;e.Guru menusahakan terciptanya kerjasama yang sebaik-bainya antara sekolah, orang tua murid, dan masyarakat bagi kesempurnaan usaha pendidikan atas dasar kesadaran bahwa pendidikan merupakan tangung jawab nersama antara pemerintah, orang t5ua murid dan masyarakat.&lt;br /&gt;6.Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.&lt;br /&gt;a.Guru melanjutkan setudinya dengan :&lt;br /&gt;· Membaca buku-buku&lt;br /&gt;· Mengikuti loka karya, seminar, gterakan koperasi, dan pertemuan-pertemuan pendidikan dan keilmuan lainnya&lt;br /&gt;· Mengikuti penataran&lt;br /&gt;· Mengadakan kegiatan-kegiatan penelitian&lt;br /&gt;b.Guru selalu bicara, bersikap dan bertindak sesuai dengan martabat profesinya,&lt;br /&gt;7.Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesame guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun didalam hubungan keseluruhan.&lt;br /&gt;a.Guru senantiasa saling bertukar informasi pendapat, salung menasehatri dan Bantu-membantu satu sama lainnya, baik dalam hubungan kepentingan pribadi maupun dalam menuaikan tugas profgesinya&lt;br /&gt;b.Guru tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik rekan-rekan seprofesinya dan menunjang martabat guru baik secara keseluruhan maupun secara pribadi&lt;br /&gt;8.Guru secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan organisasi guru professional sebagai sarana pengabdiannya.&lt;br /&gt;a.Guru menjadi anggota dan membantu organisasi Guru yang bermaksud membina profesi dan pendidikan pada umumnya&lt;br /&gt;b.Guru senantiasa berusaha bagi peningkatan persatuan diantara sesame pengabdi pendidikan&lt;br /&gt;c.Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap-sikap ucapan, dan tindakan yag merugikan organisasi&lt;br /&gt;9.Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan&lt;br /&gt;a.Guru senantiasa tunduk terhadap kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan&lt;br /&gt;b.Guru melakukan tugas profesinya dengan disiplin dan rasa pengabdian&lt;br /&gt;c.Guru berusaha membantu menyebarkan kebijak sanaan dan program pemerintah dalam bidang pendidikan kepada orang tua murid dan masyarakat sekitarnya&lt;br /&gt;d.Guru berusaha menunjang terciptanya kepemimpinan pendidikan dilingkungan atau didaerahnya sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut uraian diatas mengenai Kode Etik Guru, kita perlu melihat pula:&lt;br /&gt;Kualitas guru-guru di Indonesia- khususnya yang berstatus PNS dan guru sekolah swasta yang “hidup segan mati takmau”, juga saat ini berada dalam titik “rendah”. Para guru juga tidak hanya gagap dalam beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan fenomena sosial kemasyarakatan, mereka juga terjebak dalam kebiasaan menjadi “robot” kurikulum pendidikan. Prakarsa inisiatif para guru untuk belajar mengalimetode, bahan ajar dan pola relasi belajar-mengajar yang baru sangat minimalis. Tidak mengherankan ketika Depdiknas merekonsepsikan dan mengimplementasikan kerangka kurikulum pembaruan, KBK (kurikulum berbasis kopetensi), banyak guru yang sangat sulit memahami. Banyak yang menggerutu dan beranggapan KBK hanya sebagai wujud kurikulum yang “ngayawara” (tidak realistik).&lt;br /&gt;Rendahnya mutu atau kapabilitas guru di Indonesia, selama ini disebabkan oleh beberapa factor.&lt;br /&gt;factor structural: para guru selama tiga dekada Orde Baru dijadikan “bemper” politik bagi kekuatan partai Golkar. Guru dijadikan agen politik pembagunanisme dan juga agen pemenangan program partai golkar. Melelui organisasi Korpri dan PGRI, mereka dijadikan proyek korporatisme Negara.&lt;br /&gt;kuatnya politik pendidikan, yang mengontrol arah dan system pendidikan selama tiga decade membuat para guru seperti “robot” yang dipenjara melelui tuggas-tugas kedinasan yang stagnan.&lt;br /&gt;rendahnya tingkat kesejahteraan guru Indonesia membuat mereka tidak bisa optimal dalam menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar karena selalu mengurusi persoalan ekonomi keluarga.&lt;br /&gt;kuatnya kultur feodalistik dalam dunia pendidikan, sehingga tidak terjadi proses “social clustering” dan regenerasi ekskusif komunitas guru muda.&lt;br /&gt;Pola regenerasi bukan atas dasar kemampuan akademik dan kemampuan mengajar guru, namun level kepangkatan. Pemerintah selama ini tidak memiliki kerangka acuan untuk meningkatkan kualitas sosial dan intelektual para guru. Berbagai upaya internal di birokrasi pendidikan yang konon untuk meningkatkan kapabilitas profesi guru, justru lebih banyak pada lkegiatan pembinaan dan pendisiplinan guru dalam optic pemahaman kekuasaan. Para guru dibina dan disiplinkan pengetahuan, dan sikapnya selaras dengan kehendak penguasa, agar tidak mengajarkan sesuatu yang berbeda dengan doktri Negara.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8577712664039181242?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8577712664039181242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/kode-etik-guru-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8577712664039181242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8577712664039181242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/kode-etik-guru-indonesia.html' title='Kode Etik Guru Indonesia'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-7841172718067603945</id><published>2011-08-16T08:28:00.001+07:00</published><updated>2011-08-16T08:30:01.928+07:00</updated><title type='text'>Tips Menjadi Guru yang Menyenangkan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1) Bangkitnya minat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang Pengajar atau pemelajar menjadi gembira lantaran di dalam dirinya memang ada keinginan Mengajar atau mempelajari suatu materi pelajaran.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2) Adanya Keterlibatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan memerlukan hubungan timbal balik. Apa yang dipelajari dan siapa yang ingin mempelajari perluadanya jalinan yang akrab dan saling memahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3)Adanya pemahaman  atau  penguasaan  materi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasa ingin tahu atau kehandak untuk mengusai materi yang dipelajarinya akan tumbuh secara hebat apabila dia Berminat, Terlibat, dan Terkesan.&lt;br /&gt;Terciptanya makna&lt;br /&gt;“Terciptanya sesuatu yang menyanangkan” inilah makna. Jadi, apabila sebuah pemelajaran tidak dapat menimbulkan kesan mendalam terhadap para pemelajar, maka mustahil ada makna.&lt;br /&gt;Munculnya nilai yang membahagiakan&lt;br /&gt;Rasa bahagia yang dapat muncul di dalam diri si pemelajar bisa saja terjadi karena dia merasa mendapatkan makna ketika mempelajari sesuatu. Atau dia merasa bahagia karena selama menjalani pemelajaran dia diteguhkan sebagai seorang berpotensi dan dihargai jerih payahnya dalam memahami sesuatu    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-7841172718067603945?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/7841172718067603945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/tips-menjadi-guru-yang-menyenangkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7841172718067603945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7841172718067603945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/tips-menjadi-guru-yang-menyenangkan.html' title='Tips Menjadi Guru yang Menyenangkan'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-6983120989080728301</id><published>2011-08-15T04:26:00.004+07:00</published><updated>2011-08-15T04:34:42.488+07:00</updated><title type='text'>menjadi Guru yang Menyenangkan</title><content type='html'>Resep menjadi guru menyenangkan ada 3, yaitu Kreatif dan Inovatif, Selalu belajar, dan Humoris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kreatif dan inovatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Guru yang dicintai para siswa adalah guru kreatif. Guru kreatif adalah guru yang mampu menciptakan atau mencetuskan sesuatu yang baru dan unik.&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam proses pembelajaran, guru kreatif dapat mengondisikan siswa untuk belajar dengan cara-cara yang unik dan menarik. Pembelakjarannya terasa segar dan merangsang karena ia senantiasa meggunakan cara-cara baru dan unik.Guru kreatif mampu menemukan dan menghasilkan berbagai cara, strategi, dan karya yang sangat bermanfaat untk keperlua pendidikan. Oleh karena itu, guru kreatif biasanya inovatif.&lt;br /&gt;    Guru kreatif kaya akan gagasan dan cara dalam menghadapi setiap persoalan. Di tangan guru kreatif, pembelajaran selalu terasa menarik dan menggairahkan. Setiap keburukan yang menimpa dijadikannya sebagai peluang untuk mencapai kebaikan. Ia melahirkan banyak gagasan dan karya baru dan unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selalu Belajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Anda tahu gergaji? Apa yang terjadi dengan gergaji yang tidak suka diasah? Tentu saja gergaji yang tidak pernah diasah akan tumpul. Gergaji yang tumpul apabila digunakan akan terasa berat dan hasil gergajiannya pun buruk. Guru ibarat geraji. Apabila jarang diasah, ia menjadi tumpul. Dan apabila gergaji pikiran guru tumpul, pembelajaran menjadi terasa berat dan hasilnya pun buruk sekali.&lt;br /&gt;     Guru yang gergaji pikirannya selalu diasah dengan belajar sepanjang waktu terasa tajam. Ia merasa ringan dalam melaksanakan proses pembelajaran dan hasil pembelajarannya pun baik. Guru yang senantiasa belajar, gagasannya selalu segar, proses pembelajarannya berjalan dengan baik dan menarik. Sebaliknya, guru yang tidak suka mengasah gergaji pikirannya, ia mengajar dengan berat, siswa-siswinya pun tidak senang diajar olehnya. Seorang guru besar UPI (Universtas Pendidikan Indonesia), Prof. Naution pernah  mengatakan bahwa seorang sarjana yang tidak mau belajar lagi setelah menyelesaikan pendidikannya, ia kan mengalami erosi ilmu sebesar 10 persen setiap tahunnya.&lt;br /&gt;     Pada era informasi, seorang guru tidak sepatutnya mengabaikan informasi yang ada. Guru yang tidak suka belajar lagi, pembelajarannya tidak up to date dan kurang dapat menarik perhatian siswa.&lt;br /&gt;     Jadi, agar gagasan-gagasan kita baru dan selalu up to date, maka kita harus membiasakan diri belajar setiap waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Humoris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Pembelajaran yang dilakukan tanpa diselingi humor terasa membosankan dan menjenuhkan. Para siswa tidak menyukai guru yang pembelajarannya monoton. Sebaliknya, guru yang disukai para siswa adalah guru yang pembelajarannya menarik. Dan salah satu cara membuat pembelajaran menarik ialah dengan humor.&lt;br /&gt;     Tentu saja humor yang dimaksud di sini adalah humor yang mendidik (edukati) dan terkendali. Humor tidak edukatif sebaiknya tidak dilakukan. Apalagi jika humor dilakukan tanpa kendali. Humor yang dilakukan tanpa kendali mnegakibatkan pembelajaran tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari kebiasaan humor, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.pembelajaran jadi lebih bervariasi dan nuansanya hidup;&lt;br /&gt;2.ketegangan saat pembelajaran dapat dikurangi;&lt;br /&gt;3.menciptakan komunikasi yang familiar;&lt;br /&gt;4.meregangkan saraf-saraf yang tegang sehingga menjadi lebih rileks; dan&lt;br /&gt;5.menciptakan daya tarik pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru hebat, mulai saat ini mari kita mulai mencoba ketiga resep menjadi guru menyenagkan di atas jika kita belum melakukannya. Bagi yang sudah pertahankan ya, dan cari inovasi yang lebih seru lagi. Selamat mencoba!    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-6983120989080728301?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/6983120989080728301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/menjadi-guru-yang-menyenangkan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6983120989080728301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6983120989080728301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/menjadi-guru-yang-menyenangkan.html' title='menjadi Guru yang Menyenangkan'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-5277804783749661858</id><published>2011-08-14T04:49:00.001+07:00</published><updated>2011-08-14T04:51:33.372+07:00</updated><title type='text'>Menciptakan peraturan di dalam kelas, anda sebagai fasilitatornya.</title><content type='html'>Peraturan di dalam proses belajar mengajar di kelas sangat mutlak diperlukan. Keberhasilan proses pembelajaran bahkan bergantung pada mampu tidaknya guru sebagai manajer kelas memberikan contoh sekaligus menjadi individu yang konsisten dalam menerapkan peraturan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan sebaiknya peraturan dibuat dan diberlakukan? Jawabannya adalah di hari pertama saat tahun ajaran baru dimulai. Jika tidak, maka kelas akan berjalan tanpa peraturan. Seperti halnya dalam kehidupan nyata, sebuah komunitas yang berjalan tanpa peraturan akan menyebabkan kekacauan dan membuat warga yang hidup didalamnya merasa tidak nyaman dalam beraktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari pertama tahun ajaran setelah anda memperkenalkan diri, segera libatkan anak untuk membuat peraturan kelas. Biasanya yang akan terjadi, anak akan muncul dengan banyak sekali ide mengenai peraturan kelas misalnya jangan menyakiti teman, tidak mencorat-coret kelas, tidak berteriak-teriak di dalam kelas dan lain-lain yang isinya cenderung sama dan senada. Anda bisa meringkas kemudian menyatukannya menjadi lima garis besar peraturan kelas. Peraturan yang terlalu banyak akan susah diingat dan mudah dilupakan. Dengan melibatkan siswa dalam proses pembuatan peraturan anda sudah mengusahakan kelas anda menjadi kelas yang demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru dalam hal ini tidak menjadi penguasa yang berhak menentukan segalanya. Sebuah peraturan yang dibuat bersama seluruh elemen kelas akan mempermudah guru dalam mengatur kelas serta mengingatkan mereka yang melanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip terbesar dalam membuat peraturan didalam kelas adalah perlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah 5 garis besar contoh peraturan serta 1 contoh konsekuensi yang mungkin bisa anda jadikan ide saat membuat peraturan kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam memperlakukan teman. Memperlakukan satu sama lain dengan hormat. Memperlakukan setiap orang sama dan adil. Menggunakan perilaku yang sopan dan baik. Saling tolong dan membantu satu sama lain. Perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan.&lt;br /&gt;2. Saat belajar dan berkomunikasi didalam kelas. Mengangkat tangan saat ingin bertanya atau menyampaikan ide. Menggunakan suara yang tidak terlalu keras saat berdiskusi dalam grup. Menggunakan bahasa yang tidak kasar dan menyakiti perasaan.&lt;br /&gt;3. Dalam menyelesaikan masalah dikelas. Berpikir sebelum berbicara, apabila akan berbicara terlebih dahulu mengatakan apa perasaan mengenai tindakan orang lain pada kita, misalnya, “saya kecewa karena kamu tidak menghargai saya”. Apabila terpaksa tenangkan perasaan dahulu sebelum berbicara. Menyelesaikan permasalahan dengan cara yang tenang. Saat menyelesaikan konflik saling mendengarkan satu sama lain.&lt;br /&gt;4. Peraturan saat berada didalam kelas. Tidak berlari di dalam kelas atau di area yang mempunyai atap. Masuk dan keluar kelas dengan tenang dan tidak mendorong-dorong teman.Peraturan demi keselamatan bersama.&lt;br /&gt;5. Memperhatikan dan mengawasi satu sama lain. Memelihara peralatan milik sekolah. Mempergunakan tangan dan kaki sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;6. Konsekuensi bagi yang melanggar. Diperingatkan. Nama ditulis di papan tulis, diberikan tanda dibelakang nama (bisa gambar muka cemberut untuk kelas rendah). Keluar dari kelas dengan waktu tertentu. Kontrak tertulis dengan siswa. Orang tua siswa dihubungi.     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-5277804783749661858?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/5277804783749661858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/menciptakan-peraturan-di-dalam-kelas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5277804783749661858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5277804783749661858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/menciptakan-peraturan-di-dalam-kelas.html' title='Menciptakan peraturan di dalam kelas, anda sebagai fasilitatornya.'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-530971998644021539</id><published>2011-08-14T04:46:00.001+07:00</published><updated>2011-08-14T04:49:43.832+07:00</updated><title type='text'>Kreativitas di Sekolah</title><content type='html'>Dalam bahasa yang sederhana, kreativitas dapat diartikan sebagai suatu proses mental yang dapat melahirkan gagasan-gagasan atau konsep-konsep baru. Menurut National Advisory Committees UK (1999), bahwa kreativitas memiliki empat karakteristik, yaitu: (1) berfikir dan bertindak secara imajinatif, (2) seluruh aktivitas imajinatif itu memiliki tujuan yang jelas; (3) melalui suatu proses yang dapat melahirkan sesuatu yang orisinal; dan (4) hasilnya harus dapat memberikan nilai tambah. Keempat karakteristik tersebut harus merupakan suatu kesatuan yang utuh. Bukanlah suatu kreativitas jika hanya salah satu atau sebagian saja dari keempat karateristik tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert Fritz (1994) mengatakan bahwa “The most important developments in civilization have come through the creative process, but ironically, most people have not been taught to be creative.” Hal senada disampaikan pula Ashfaq Ishaq: “We humans have not yet achieved our full creative potential primarily because every child’s creativity is not properly nurtured. The critical role of imagination, discovery and creativity in a child’s education is only beginning to come to light and, even within the educational community, many still do not appreciate or realize its vital importance. Memang harus diakui bahwa hingga saat ini sistem sekolah belum sepenuhnya dapat mengembangkan dan menghasilkan para lulusannya untuk menjadi individu-individu yang kreatif. Para siswa lebih cenderung disiapkan untuk menjadi seorang tenaga juru yang mengerjakan hal-hal teknis dari pada menjadi seorang yang visioner (baca: pemimpin). Apa yang dibelajarkan di sekolah seringkali kurang memberikan manfaat bagi kehidupan siswa dan kurang selaras dengan perkembangan lingkungan yang terus berubah dengan pesat dan sulit diramalkan. Begitu pula, proses pembelajaran yang dilakukan tampaknya masih lebih menekankan pada pembelajaran “what is” yang menuntut siswa untuk menghafalkan fakta-fakta, dari pada pembelajaran “what can be”, yang dapat mengantarkan siswa untuk menjadi dirinya sendiri secara utuh dan orisinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, betapa pentingnya pengembangan kreativiitas di sekolah agar proses pendidikan di sekolah benar-benar dapat memiliki relevansi yang tinggi dan menghasilkan para lulusannya yang memiliki kreativitas tinggi. Sekolah seyogyanya dapat menyediakan kurikulum yang memungkinkan para siswa dapat berfikir kritis dan kreatif, serta memiliki keterampilan pemecahan masalah, sehingga pada gilirannya mereka dapat merespons secara positif setiap kesempatan dan tantangan yang ada serta mampu mengelola resiko untuk kepentingan kehidupan pada masa sekarang maupun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Robert J Sternberg, seorang siswa dikatakan memiliki kreativitas di kelas manakala mereka senatiasa menunjukkan: (1) merasa penasaran dan memiliki rasa ingin tahu, mempertanyakan dan menantang serta tidak terpaku pada kaidah-kaidah yang ada; (2) memiliki kemampuan berfikir lateral dan mampu membuat hubungan-hubungan diluar hubungan yang lazim; (3) memimpikan tentang sesuatu, dapat membayangkan, melihat berbagai kemungkinan, bertanya “ apa jika seandanya” (what if?), dan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda; (4) mengeksplorasi berbagai pemikiran dan pilihan, memainkan ideanya, mencobakan alternatif-alternatif dengan melalui pendekatan yang segar, memelihara pemikiran yang terbuka dan memodifikasi pemikirannya untuk memperoleh hasil yang kreatif; dan (5) merefleksi secara kritis atas setiap gagasan, tindakan dan hasil-hasil, meninjau ulang kemajuan yang telah dicapai, mengundang dan memanfaatkan umpan balik, mengkritik secara konstruktif dan dapat melakukan pengamatan secara cerdik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran yang kreatif dapat dilihat dari dua sisi, yaitu : (1) mengajar secara kreatif (creative teaching) dan (2) mengajar untuk kreativitas (teaching for creativity). Mengajar secara kreatif menggambarkan bagaimana guru dapat menggunakan pendekatan-pendekatan yang imajinatif sehingga kegiatan pembelajaran dapat semakin lebih menarik, membangkitkan gairah, dan efektif. Sedangkan mengajar untuk kreativitas berkaitan dengan penggunaan bentuk-bentuk pembelajaran yang ditujukan untuk mengembangkan para siswa agar memiliki kemampuan berfikir dan berperilaku kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua konsep tersebut tidak dapat dipisahkan, mengajar untuk kreativitas didalamnya harus melibatkan mengajar secara kreatif. Mengajar secara kreatif dan mengajar untuk kreativitas pada dasarnya mencakup seluruh karateristik pembelajaran yang baik (good learning and teaching), seperti tentang: motivasi dan ekspektasi yang tinggi, kemampuan berkomunikasi dan mendengarkan, kemampuan untuk membangkitkan gairah belajar, inspiratif, kontekstual, konstruktivistik, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carolyn Edwards dan Kay Springate dalam artikelnya yang berjudul “The lion comes out of the stone: Helping young children achieve their creative potential” memberikan saran tentang upaya pengembangan kreativiitas siswa, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berikan kesempatan dan waktu yang leluasa kepada setiap siswa untuk mengeksplorasi dan melakukan pekerjaan terbaiknya dan jangan mengintervensi pada saat mereka justru sedang termotivasi dalam menyelesaikan tugas-tugasnya secara produktif.&lt;br /&gt;2. Ciptakan lingkungan kelas yang menarik dan mengasyikkan. Lakukan “unfinished work” sehingga siswa merasa penasaran dan tergoda pemikirannya untuk berusaha melengkapinya pada saat-saat berikutnya. Berikan pula kesempatan kepada setiap siswa untuk melakukan kontemplasi.&lt;br /&gt;3. Sediakan dan sajikan secara melimpah berbagai bahan dan sumber belajar yang menarik dan bermanfaat bagi siswa.&lt;br /&gt;4. Ciptakan iklim kelas yang memungkinkan siswa merasa nyaman jika melakukan suatu kesalahan, mendorong keberanian siswa untuk mengambil resiko menerima kegaduhan dan kekacauan yang tepat di kelas, serta memberikan otonomi yang luas kepada siswanya untuk mengelola belajarnya sesuai dengan minat, karakteristik dan tujuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran yang kreatif memang bukanlah pilihan yang gampang, di dalamnya memerlukan waktu yang lebih dan perencanaan yang matang untuk melahirkan dan mengembangkan ide-ide baru. Selain itu, diperlukan pula keyakinan yang kuat untuk melakukan improvisasi dalam pembelajaran, keberanian untuk mencoba dan kesanggupan untuk menanggung berbagai resiko yang tidak diharapkan dalam pembelajaran. Kendati harus dilakukan melalui usaha yang tidak mudah, pembelajaran untuk kreativitas ini diyakini dapat menjadikan pembelajaran jauh lebih menyenangkan dan memberikan efektivitas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan peran guru dalam pembentukan kreativitas siswa, Robert J Sternberg mengatakan “The most powerful way to develop creativity in your students is to be a role model. Children develop creativity not when you tell them to, but when you show them.” Dalam melaksanakan pembelajaran, guru harus dapat menunjukkan keteladanannya sebagai sosok yang kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru yang kreatif tidak hanya dituntut memiliki keahlian dalam bidang akademik, namun lebih dari itu dituntut pula untuk dapat menguasai berbagai teknik yang dapat menstimulasi rasa keingintahuan sekaligus dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan harga diri (self esteem) setiap siswanya. Guru harus dapat memberikan dorongan pada saat siswa membutuhkannya dan memberikan keyakinan kepada siswanya pada saat dia merasa harga dirinya terancam. Dalam melaksanakan proses pembelajaran, seorang guru harus dapat menjaga keseimbangan antara struktur pembelajaran dengan kesempatan pengembangan diri siswa, antara pengelolaan kelompok (management of groups) dengan perhatian terhadap perbedaan individual siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi guru kreatif memang bukan hal yang mudah, terutama bagi guru-guru yang tergolong laggard. Ketika dihadapkan dengan suatu perubahan (inovasi) di sekolah, mereka mungkin cenderung terlambat atau justru hanya berdiam diri menghadapi perubahan yang ada. Jika terus menerus dibiarkan, guru-guru seperti inilah yang sebenarnya dapat merusak pendidikan. Tentunya banyak faktor yang menyebabkan mereka menjadi laggard dan tidak kreatif, baik yang bersumber dari dalam diri guru itu sendiri (internal factors) maupun faktor eksternal. Oleh karena itu, agar guru dapat menjadi kreatif perlu diperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi dan melatarbelakanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan di sekolah merupakan salah satu faktor yang tidak bisa dilepaskan dalam mengembangkan kreativitas guru maupun kreativitas sekolah secara keseluruhan. Fred Luthans (1995) mengemukakan bahwa kreativitas merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang manajer. Dalam hal ini, kepala sekolah dituntut untuk dapat menciptakan budaya dan iklim kreativitas di lingkungan sekolah yang mendorong seluruh warga sekolah untuk mengembangkan berbagai kreativitas dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Kepala sekolah harus dapat memberikan penghargaan kepada sertiap usaha kreatif yang dilakulan oleh anggotanya, terutama usaha kreatif yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran. Kepala sekolah juga dituntut untuk dapat menyediakan sumber-sumber bagi pertumbuhan kreativitas di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain terdapat guru yang termasuk laggard, tidak sedikit pula guru (dan juga siswa) di sekolah yang sesungguhnya memiliki sikap dan pemikiran kritis dan kreatif, namun karena tidak memperoleh dukungan yang kuat dari sistem sekolah, termasuk dari manajemen sekolah, yang pada akhirnya sikap dan pemikiran kreatifnya tidak dapat berkembang secara wajar. Bahkan, sebaliknya mereka seringkali mengalami tekanan tertentu dari lingkungannya karena dianggap sebagai orang yang “nyeleneh” atau eksentrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, kiranya dapat disimpulkan bahwa siswa yang kreatif dapat dihasilkan melalui guru yang kreatif, dan guru yang kreatif dapat dihasilkan melalui kepala sekolah yang kreatif. Siswa yang kreatif merupakan aset yang sangat berharga bagi kehidupan diri pribadinya maupun orang lain.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Fred Luthans. 1995. Organizational Behavior. Singapore: McGraw-Hill International&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayne Morris.2006. Creativity Its Place In Education: New Plymouth, www.leading-learning.co.nz &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-530971998644021539?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/530971998644021539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/kreativitas-di-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/530971998644021539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/530971998644021539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/kreativitas-di-sekolah.html' title='Kreativitas di Sekolah'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-143202742575153965</id><published>2011-08-13T09:26:00.002+07:00</published><updated>2011-08-13T09:29:16.909+07:00</updated><title type='text'>Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa</title><content type='html'>Pembelajaran efektif, bukan membuat Anda pusing, akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan.&lt;br /&gt;Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik.&lt;br /&gt;•Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.&lt;br /&gt;•Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.&lt;br /&gt;Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar.&lt;br /&gt;Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.&lt;br /&gt;Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.&lt;br /&gt;2. Hadiah&lt;br /&gt;Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.&lt;br /&gt;3. Saingan/kompetisi&lt;br /&gt;Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.&lt;br /&gt;4. Pujian&lt;br /&gt;Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.&lt;br /&gt;5. Hukuman&lt;br /&gt;Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.&lt;br /&gt;6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar&lt;br /&gt;Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.&lt;br /&gt;7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik&lt;br /&gt;8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok&lt;br /&gt;9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan&lt;br /&gt;10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-143202742575153965?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/143202742575153965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/membangkitkan-motivasi-belajar-siswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/143202742575153965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/143202742575153965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/membangkitkan-motivasi-belajar-siswa.html' title='Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-7644770155214083204</id><published>2011-08-12T07:45:00.001+07:00</published><updated>2011-08-12T07:47:35.005+07:00</updated><title type='text'>Karya Wisata Sebagai Metode Pembelajaran Langsung</title><content type='html'>Dalam menunjang keberhasilan penciptaan proses dan pencapaian hasil belajar yang diharapkan sumber-sumber pembelajaran (learning resource) di taman kanak-kanak sangat penting.  Pemahaman guru secara utuh mengenai pentingnya sumber belajar merupakan salah satu aspek yang harus menjadi perhatian guru di taman kanak-kanak. &lt;span class="fullpost"&gt;Guru TK sebagai pelaku pendidikan yang secara langsung dengan anak yang sangat penting memahaminya. Karena guru yang tidak faham betul dengan sumber belajar dan media pendidikan akan membuat guru terebut terjebak sendiri dalam kegiatan rutin yang tidak mengacu kepada kebutuhan anak dan bahkan akan menciptakan pembelajaran yang membosankan bagi anak disebabkan karena dari hari-kehari tetap sama proses pembelajarannya tanpa adanya kegiatan yang menantang atau menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya bahan-bahan ajar yang dipandang cocok bagi anak TK adalah yang sederhana, konkret sesuai denan dunia kehidupan anak, terkait dengan situasi pengalaman langsung, atraktif dan berwarna. Mengundang rasa ingin tahu anak, bermanfaat dan terkait dengan kegiatan-kegiatan bermain anak. Aggani Sudoso (1995) mengartikan sumber belajar adalah segala macam yang dapat di gunakan untuk memberikan informasi maupun berbagai keterampilan kepada murid maupun guru. Sedangkan Anna Suhaenah (1998). Mengatakan bahwa sumber belajar adalah manusia, bahan, kejadian, peristiwa, setting, teknis yang membangun kondisi yang memberikan kemudahan bagi anak didik untuk belajar memperoleh pengetahuan keterampilan dan sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan sumber belajar dalam pembelajaran anak TK tentunya di dasar atas kemanfaatan sumber-sumber belajar tersebut bagi terselenggaranya kegiatan pembelajaran anak secara efektif. Diantaranya dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkret langsung. Anak dalam jenjang TK berada pada fase berfikir kongkret artinya anak seusia TK belum mampu berfikir diluar batas kemampuan pancainderanya (secara abstrak). Pemberian pengalaman belajar yang nyata/kongkret akan lebih bermakna dalam proses belajar anak, menambah wawasan dan pengalaman anak. Misalnya untuk menambah wawasan dan pengalaman anak mengenai kehidupan ikan di air, guru tidak hanya menjelaskan secara lisan, tapi guru bisa menggunakan sumber belajar yang lain misalnya mengajak anak-anak mengamati pada aquarium. Memberikan informasi yang akurat dan terbaru. Misalkan informasi yang di dapatkan anak melalui buku bacaan/majalah untuk anak, majalah yang terbit tiap minggu tentunya menyajikan informasi yang selalu baru dan ini sangat menguntungkan karena mendapatkan informasi atau pengetahuan yang baru pengetahuan atau pengalaman baru yang didapat anak tentunya akan meningkatkan minat belajar anak untuk senantiasa melek informasi, dengan demikian unsur pembiasaan juga merupakan manfaat sumber belajar. meningkatkan motivasi belajar anakdan mengembangkan kemampuan berfikir anak secara lebih kritis dan positif.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-7644770155214083204?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/7644770155214083204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/karya-wisata-sebagai-metode.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7644770155214083204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7644770155214083204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/karya-wisata-sebagai-metode.html' title='Karya Wisata Sebagai Metode Pembelajaran Langsung'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8791478559155036293</id><published>2011-08-09T11:37:00.001+07:00</published><updated>2011-08-09T11:40:07.371+07:00</updated><title type='text'>13 faktor keberhasilan kepala sekolah mengembangkan prestasi belajar siswa</title><content type='html'>Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukannya, Southern Regional Education Board (SREB) telah mengidentifikasi 13 faktor kritis terkait dengan keberhasilan kepala sekolah dalam mengembangkan prestasi belajar siswa. Ketigabelas faktor tersebut adalah: &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Menciptakan misi yang terfokus pada upaya peningkatan prestasi belajar siswa, melalui praktik kurikulum dan pembelajaran yang memungkinkan terciptanya peningkatan prestasi belajar siswa.&lt;br /&gt;2.Ekspektasi yang tinggi bagi semua siswa dalam mempelajari bahan pelajaran pada level yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;3.Menghargai dan mendorong implementasi praktik pembelajaran yang baik, sehingga dapat memotivasi dan meningkatkan prestasi belajar siswa.&lt;br /&gt;4.Memahami bagaimana memimpin organisasi sekolah, dimana seluruh guru dan staf dapat memahami dan peduli terhadap siswanya.&lt;br /&gt;5.Memanfaatkan data untuk memprakarsai upaya peningkatan prestasi belajar siswa dan praktik pendidikan di sekolah maupun di kelas secara terus menerus.&lt;br /&gt;6.Menjaga agar setiap orang dapat memfokuskan pada prestasi belajar siswa.&lt;br /&gt;7.Menjadikan para orang tua sebagai mitra dan membangun kolaborasi untuk kepentingan pendidikan siswa.&lt;br /&gt;8.Memahami proses perubahan dan memiliki kepemimpinan untuk dapat mengelola dan memfasilitasi perubahan tersebut secara efektif.&lt;br /&gt;9.Memahami bagaimana orang dewasa belajar (baca: guru dan staf) serta mengetahui bagaimana upaya meningkatkan perubahan yang bermakna sehingga terbentuk kualitas pengembangan profesi secara berkelanjutan untuk kepentingan siswa.&lt;br /&gt;10.Memanfaatkan dan mengelola waktu untuk mencapai tujuan dan sasaran peningkatan sekolah melalui cara-cara yang inovatif.&lt;br /&gt;11.Memperoleh dan memanfaatkan berbagai sumber daya secara bijak.&lt;br /&gt;12.Mencari dan memperoleh dukungan dari pemerintah, tokoh masyarakat dan orang tua untuk berbagai agenda peningkatan sekolah.&lt;br /&gt;13.Belajar secara terus menerus dan bekerja sama dengan rekan sejawat untuk mengembangkan riset baru dan berbagai praktik pendidikan yang telah terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;adaptasi dari : The Principal Internship:How Can We Get It Right? www.sreb.org    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8791478559155036293?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8791478559155036293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/13-faktor-keberhasilan-kepala-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8791478559155036293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8791478559155036293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/13-faktor-keberhasilan-kepala-sekolah.html' title='13 faktor keberhasilan kepala sekolah mengembangkan prestasi belajar siswa'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-7939087368204356802</id><published>2011-08-08T09:30:00.002+07:00</published><updated>2011-08-08T09:32:19.639+07:00</updated><title type='text'>Serajin Apakah Para Guru Belajar?</title><content type='html'>Siswa di sekolah selalu mendengarkan saran dari guru agar dirinya selalu belajar, rajin belajar, giat belajar, bersemangat belajar. So… apakah para guru itu juga rajin belajar, mencermati apa yg akan diajarkannya? Jika guru itu juga punya aktivitas belajar serajin yg ia sarankan kepada muridnya, maka guru akan menjadi pintar terkait penguasaan materi pengajarannya, menguasai teknik pengajarannya, membuat siswanya selalu tertarik dengan pelajaran yg dibawakannya. Namun apa yg terjadi di kebanyakan sekolah di negeri ini?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak materi pelajaran yang semestinya ia kuasai menjadi mentah dan dangkal. Lebih-lebih metode pengajarannya di garansi bakal lebih parah. Inilah salah satu penyebab payahnya pendidikan di negeri ini. Kalau sang murid malas belajar ini adalah imbas dari sang guru yg tidak rajin belajar juga. Dalam hal ini guru enggan untuk mau bertukar pikiran dengan rekan sejawatnya dengan niat untuk memperbaiki dirinya. Banyak waktu terbuang ketika sesama guru bertemu membahas hal-hal diluar dari apa yg semestinya di bahas layaknya seorang guru. Kadang ada guru yang merasa malu jika mendiskusikan terkait bahan yg ia ajarkan padahal banyak yg ia sendiri tidak pahami. Naif sekali jika hal ini sampai terjadi. Jika tiap saat guru mau berdiskusi entah dengan guru serumpun atau guru mata pelajaran berlainan sekalipun, maka suasana di ruang kerja menjadi ruang pembelajaran bagi guru, yg tentu saja tidak harus formil layaknya sedang sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika guru berkumpul disela menunggu jam mengajarnya malah dijadikan ajang ngerumpi tak berguna yg kadang berdampak miring dan tidak sepantasnya dilakukan para pendidik. Waktu belajar buat para guru sia-sia. Barangkali para guru yg seperti itu sudah merasa ilmu yg ia kuasai sudah cukup atau bahkan merasa lebih dari cukup. Sombong sekali sepertinya. Ritme kerja guru jika sama dengan para pegawai di bank, maka pendidikan di negeri ini akan segera menggeliat dan akan menghasilkan manusia terdidik yg hebat dari sisi manapun. Tapi nyatanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang guru dituntut untuk selalu belajar sampai kapanpun dan tentang apapun terkait apa yg menjadi bagian pelajaran yg diajarkannya. Sudahkah semua guru melakukannya secara serius? Jawabannya ada dalam diri kita masing-masing sebagai pengajar/pendidik. Setiap guru akan dapat memperkirakan akan keberhasilannya dalam pengajaran hanya dengan melihat kemampuan diri baik penguasaan materi pelajaran maupun penguasaan kelas/ teknik pengajarannya. Instropeksi diri jauh akan lebih baik dibandingkan jika kita di koreksi pihak lain. Dan hal ini tentu tidak perlu menunggu sampai saat tertentu. Tapi mulai saat ini wajib kita lakukan. Beranjak untuk selalu memperbaiki diri, memperbaiki penguasaan materi serta mencoba terobasan baru sehingga berbagai persoalan dalam pengajaran terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara formal berbagai perangkat dibuat guru dengan terpaksa ia buat namun hanya sebatas itu maka ke sia-sianlah yg ia dapat. Tak ada manfaat berarti buat pengembangan kemampuannya terkait profesionalisme sebagai guru. Supervisi yg dilakukan atasanpun menjadi tidak berarti jika ia lakukan hanya sebagai formalitas belaka lepas dari esensi maksud supervisi untuk perbaikan-perbaikan buat pihak yg disupervisi. Kepura-puraan dalam segala hal hanya akan menghasilkan kesemuan. Termasuk dalam hal pengajaran di sekolah.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-7939087368204356802?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/7939087368204356802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/serajin-apakah-para-guru-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7939087368204356802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7939087368204356802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/serajin-apakah-para-guru-belajar.html' title='Serajin Apakah Para Guru Belajar?'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-2576704801959072287</id><published>2011-08-08T09:25:00.003+07:00</published><updated>2011-08-08T09:29:49.555+07:00</updated><title type='text'>Alasan Guru Takut Laksanakan PTK</title><content type='html'>Dewasa ini banyak dijumpai guru yang belum melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di dalam proses pembelajarannya. Mengapa?&lt;br /&gt;Ada alasan utama yang menyebabkan guru takut melakukan PTK:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kurang memahami profesi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Profesi guru adalah profesi yang sangat mulia, sehingga hendaknya mereka menyadari ini. Guru harus dapat memahami peran dan fungsinya di sekolah, karena guru sekarang bukan hanya guru yang mampu mentransfer ilmu dengan baik, tetapi juga mampu digugu dan ditiru untuk memberi tauladan yang tidak hanya sebatas ucapan, tapi juga tindakan.&lt;br /&gt;Profesi guru adalah profesi yang bukan hanya mulia di mata manusia, tetapi juga di mata Tuhan. Karena itu guru harus dapat mengajar dan mendidik dengan hatinya agar dapat menjadi mulia. Hati yang bersih dan suci akan terpancar dari wajahnya yang selalu ceria, senang, dan selalu menerapkan 5 S dalam kesehariannya, yaitu Salam, Sapa, Sopan, Senyum, dan Sabar.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Malas membaca buku dan malas menulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak guru yang malas membaca, padahal dari membaca itulah akan terbuka wawasan luas. Kesibukan-kesibukan mengajar membuat guru merasa kurang sekali waktu untuk membaca. Ini nyata, dan terjadi di sekolah kita.&lt;br /&gt;Bukan hanya di sekolah, di rumah pun guru malas membaca. Guru harus dapat melawan kebiasaan malas membaca. Pengalaman mengatakan, siapa yang rajin membaca, maka ia akan kaya akan ilmu, namun bila kita malas membaca, maka kemiskinan ilmu akan terasa.&lt;br /&gt;Guru yang rajin membaca, otaknya ibarat mesin pencari google di internet. Bila ada siswa yang bertanya, memori otaknya langsung bekerja mencari dan menjawab pertanyaan para siswanya dengan cepat dan benar.&lt;br /&gt;Guru yang terbiasa membaca, maka akan terbiasa menulis. Dari membaca itulah guru mampu membuat kesimpulan dari apa yang dibacanya, kemudian kesimpulan itu ia tuliskan kembali dalam gaya bahasanya sendiri. Guru yang rajin menulis, maka ia mempunyai kekuatan tulisan yang sangat tajam, layaknya sebilah pisau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kurang sensitif terhadap waktu dan terjebak rutinitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Guru yang kurang memanfaatkan waktunya dengan baik tidak akan banyak meraih prestasi dalam hidupnya. Dia akan terbunuh oleh waktu yang disia-siakan, sehingga guru harus sensitif terhadap waktu. Ia harus selalu terjaga dari sesuatu yang kurang bermanfaat.&lt;br /&gt;Guru juga harus pandai mengatur rutinitas kerjanya. Jangan sampai terjebak rutinitasnya, yang justru tidak mengantarkan dia menjadi guru dan tidak dapat diteladani anak didiknya.&lt;br /&gt;Guru harus pandai mensiasati pembagian waktu kerjanya. Buatlah jadwal yang terencana. Buang kebiasan-kebiasaan yang membawa guru untuk tidak terjebak di dalam rutinitas kerja, misalnya, membuat diari atau catatan harian yang ditulis dalam agenda guru, di dalam blog internet, dan lain-lain. Rutinitas kerja tanpa sadar membuat guru terpola menjadi guru yang kurang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kurang memahami PTK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak guru kurang memahami penelitian tindakan kelas atau PTK. Guru menganggap PTK itu sulit. Padahal, PTK itu tidak sesulit yang dibayangkan, karena PTK dilakukan dari keseharian mereka mengajar.&lt;br /&gt;Tidak ada yang sulit. Guru hanya perlu merenung sedikit dari proses pembelajarannya, mencatat masalah-masalah yang timbul, dan mencoba mencari solusinya. Ajaklah teman sejawat agar proses observasi dan refleksinya tidak terlalu subyektif.&lt;br /&gt;PTK adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-2576704801959072287?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/2576704801959072287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/alasan-guru-takut-laksanakan-ptk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2576704801959072287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2576704801959072287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/alasan-guru-takut-laksanakan-ptk.html' title='Alasan Guru Takut Laksanakan PTK'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8227836099771597062</id><published>2011-08-07T06:04:00.003+07:00</published><updated>2011-08-07T06:09:47.331+07:00</updated><title type='text'>Peran Guru Sebagai Pengajar dan Pendidik</title><content type='html'>Saat ini menjadi seorang guru di sekolah bukan lagi profesi memalukan sebagaimana dahulu, pandangan masyarakat terhadap guru sudah jauh lebih baik, guru sudah lebih dihargai. Dulu orang malu menjadi guru sedang sekarang menjadi seorang guru merupakan sesuatu yang membanggakan. Meningkatnya penghargaan terhadap profesi guru ini sepantasnya membuat para guru kita senantiasa berusaha meningkatkan  kemampuan profesionalnya, meningkatkan perannya sebagai seorang pengajar dan pendidik.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pengajar di kelas seorang guru hendaknya  :&lt;br /&gt;-Memiliki informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran ( guru sebagai manusia sumber).&lt;br /&gt;-Mampu menyampaikan informasi dengan tepat ( guru sebagai komunikator ).&lt;br /&gt;-Mampu mengarahkan kegiatan pembelajaran ( guru sebagai moderator ).&lt;br /&gt;-Mampu menilai keberhasilan pembelajaran ( guru sebagai evaluator).&lt;br /&gt;-Mampu membantu siswa mengatasi masalah ( guru sebagai pembimbing ).&lt;br /&gt;-Mampu mengatur dan memonitor pelaksanaan pembelajaran ( guru sebagai organisator ).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pendidik, seorang guru memiliki peran antara lain ;&lt;br /&gt;Guru adalah teman terbaik, sosok terhormat memberikan jalan untuk kita melangkah menjadi orang yang lebih baik, penuntun dikala lengah, pembimbing dikala salah, guru bak cahaya didalam kegelapan, menuntun kita untuk melangkah meraih masa depan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8227836099771597062?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8227836099771597062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/peran-guru-sebagai-pengajar-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8227836099771597062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8227836099771597062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/peran-guru-sebagai-pengajar-dan.html' title='Peran Guru Sebagai Pengajar dan Pendidik'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-1983595392820506666</id><published>2011-08-06T14:24:00.003+07:00</published><updated>2011-08-06T14:32:58.875+07:00</updated><title type='text'>Langkah mudah mempromosikan sekolah</title><content type='html'>Apabila anda bekerja dan mengabdi pada sekolah negeri atau pemerintah, beruntunglah anda karena tidak dipusingkan oleh kewajiban berpromosi untuk menjaring siswa. Siswa akan datang sendiri pada tanggal yang sudah ditentukan di setiap awal tahun ajaran. Tidak perlu pusing mengenai berapa bangku yang kosong atau terisi, karena pembiayaan sekolah berasal dari pemerintah, bukan dari berapa banyak siswa yang masuk dan mendaftar. Tanpa berusaha keras menjaring siswa , beberapa sekolah dasar negeri di Jakarta bahkan sampai menolak siswa karena bangku sudah penuh terisi.&lt;span class="fullpost"&gt;Beda halnya dengan sekolah swasta, sepanjang tahun sekolah berupaya terus menjaring dan mempertahankan siswa. Ini dikarenakan sumber pembiayaan sekolah swasta yang berasal dari kantung sendiri alias tanpa subsidi dari pihak lain. Banyak dan sedikitnya siswa di sekolah tersebut akan mempengaruhi kemampuan keuangan sekolah dalam membayar gaji guru, melengkapi fasilitas hingga membeli sumber belajar bagi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya memasarkan sebuah produk, sebuah sekolah perlu juga memakai prinsip pemasaran dalam menjaring orang tua siswa agar mau menyekolahkan putra-putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini prinsip yang penting bagi pemasaran sebuah sekolah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;1. Lakukan riset bersama seluruh komponen sekolah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak sekolah swasta yang berada di komplek perumahan, apabila sekolah anda juga begitu, lakukan lah riset sederhana mengenai sekolah lain yang ada di sekitar anda. Hal yang layak dijadikan perbandingan adalah kelebihan dan kekurangan sekolah anda bila dibandingkan dengan sekolah disekitar dalam hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*berapakah uang sekolah, termasuk elemen uang sekolahnya terdiri dari apa saja.&lt;br /&gt;*kualitas guru, pendidikannya serta dari universitas mana saja, sudahkan dites TOEFL nya bila sekolah itu adalah sekolah bilingual.&lt;br /&gt;*fasilitas pendukung, jemputan siswa dan lain-lain&lt;br /&gt;*tempat bermain,berbahaya atau tidak, serta keluasannya&lt;br /&gt;*sumber belajar, tersedia lengkap atau tidak&lt;br /&gt;*program pengajaran dua bahasa (bilingual), apakah benar-benar diterapkan&lt;br /&gt;*penghantaran materi keagamaan, inklusif atau tidak, apakah siswa diajarkan menerima perbedaan atau tidak.&lt;br /&gt;*mutu kelulusan.&lt;br /&gt;*keamanan siswa selama di sekolah&lt;br /&gt;*pengelolaan keuangan sekolah&lt;br /&gt;*perencanaan ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila merujuk dari daftar di atas banyak sekali hal yang butuh dicermati. Untuk itu bentuklah tim kecil atau beberapa fokus grup di sekolah anda (terdiri dari guru, orang tua siswa, administrator serta kepala sekolah) untuk menganalisa isu-isu tersebut. Anda sebagai pengelola sekolah bisa juga datang melakukan kunjungan ke sekolah sekitar anda saat acara ‘Open Day’ atau ‘Open house’ di sekolah lain. Karena pada saat itu siapapun boleh datang melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Strategi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua fokus grup sudah memberikan paparannya mengenai hal apa saja yang menjadikan kelemahan dan kelebihan sekolah lain dan sekolah kita, mulailah untuk melalui tahap strategi. Selalu lah menghitung kisaran anggaran yang dibutuhkan untuk strategi berikut. Pilih strategi yang seusai dengan kemampuan anggaran sekolah anda. Adapun strategi yang bisa dilakukan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*menyebar brosur di komplek perumahan, atau memasang spanduk di tempat yang strategis. Hubungi pihak pengelola tempat untuk pemasangan. Jangan lupa spanduk dan brosur dibuat dengan desain yang menarik, libatkan guru TIK dalam hal ini untuk merancang.&lt;br /&gt;*pameran di mall atau tempat perbelanjaan pada akhir minggu (weekend) , bawa dan sertakan hasil karya siswa serta. Karya siswa akan leibh berbicara dibanding program promosi yang banyak dan bahasanya kadang tidak akrab di telinga calon orang tua. Libatkan guru untuk menjaga dan menjadi garda depan dalam menjelaskan program pada orang tua siswa. Staff administrasi hanya menemani guru di pameran untuk menjawab masalah keuangan. Brosur dan penjelasan mengenai sekolah juga bisa disebar pada kesempatan ini. Tipe strategi ini mempunyai biaya yang lumayan mahal. Dikarenakan kita harus menyewa tempat dan membayar guru serta staf administrasi yang terlibat.&lt;br /&gt;*Bekerja sama dengan taman kanak-kanak disekitar sekolah yang dianggap potensial untuk melakukan ‘program sekolah sehari’ di sekolah dasar anda.&lt;br /&gt;*Menyelenggarakan Open day atau open house yang membolehkan calon siswa serta orang tuanya untuk datang dan melihat-lihat. Jangan lupa kepala sekolah berpresentasi dalam event ini menjelaskan program dan berinteraksi dengan calon orang tua siswa. Program belajar pada hari tersebut semua dibuat menarik.&lt;br /&gt;*Adakan lomba olahraga atau kreativitas di sekolah kita, undang Taman kanak-kanak yang ada di lingkungan sekolah dasar kita. Biasanya orang tua siswa TK senang sekali menemani anaknya berlomba. Di saat tersebut mereka akan mengamati cara guru-guru kita berinteraksi dengan siswa serta penyelenggaraan event yang profesional akan membuat orang tua yakin dengan sekolah kita.&lt;br /&gt;*Komunikasi lewat media. Sekarang dengan mudah kita temukan media kawasan atau komunitas (sebuah media yang mengkhususkan diri pada sebuah kawasan atau komunitas) biasanya media ini gratis bagi pembacanya. Jadi undang mereka untuk datang dan meliput. Website dan Blog juga bisa dijadikan sarana untuk berpromosi. Dalam hal ini blog yang paling efisien namun terbatas dalam muatan isinya. Silahkan klik disini untuk melihat salah satu contoh blog yang digunakan sebagai sarana komunikasi dan promosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sekolah anda setuju untuk melaksanakan beberapa strategi diatas, mulailah hitung anggaran serta kapan waktu yang tepat. Biasanya bulan Oktober sampai Februari adalah masa-masa orang tua murid mulai mencari sekolah yang tepat bagi putra-putri nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa menerka seberapa banyak keefektifan dari strategi diatas bagi sekolah anda. Terkadang ada strategi yang berbiaya murah tapi malah sangat mengena dalam menjaring siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Evaluasi program promosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajukanlah pertanyaan berikut in untuk mengevaluasi program promosi sekolah anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Strategi apa yang berhasil&lt;br /&gt;*Strategi mana yang tidak berhasil.&lt;br /&gt;*Mengapa strategi tersebut tidak membawa hasil.&lt;br /&gt;*Apa yang bisa dilakukan selanjutnya menyikapi hal ini.&lt;br /&gt;*Kejutan apa yang didapat dengan strategi-srategi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sebuah promosi sekolah yang berhasil tidak akan dapat terjadi tanpa peran serta guru yang professional dan kreatif. Ambil contoh misalnya saat menjelaskan program pada orang tua, hanya guru yang percaya diri lah yang bisa tampil dengan baik dan mau mendengar. Dengan demikian pelatihan guru yang terus menerus untuk menjadi seorang guru yang professional sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun apabila sebuah sekolah sudah menjadi besar dan lengkap kelengkapan biro administrasinya maka urusan promosi sekolah akan ditangani oleh bagian tersendiri.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-1983595392820506666?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/1983595392820506666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/langkah-mudah-mempromosikan-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1983595392820506666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1983595392820506666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/langkah-mudah-mempromosikan-sekolah.html' title='Langkah mudah mempromosikan sekolah'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8958893885480468329</id><published>2011-08-05T06:39:00.002+07:00</published><updated>2011-08-05T06:41:20.225+07:00</updated><title type='text'>Guru PAUD dan TK Harus Kreatif, Kenapa?</title><content type='html'>Bulan Juni adalah bulan-bulan terakhir untuk tahun ajaran. Di bulan-bulan antara Mei sampai Juli, biasanya banyak sekali lowongan buat TK dan PAUD, khususnya lowongan buat guru atau pendidik PAUD. Hmm… Sebagai kepala sekolah atau pengelola PAUD, tentu anda punya tips-tips tersendiri dalam memilih calon guru bagi anak-anak didiknya. Apa saja ya? Selain persyaratan secara akademis dan pengalaman, ada salah satu syarat yang tidak tertulis, namun harus dimiliki oleh setiap pendidik atau guru TK dan PAUD. Seorang guru TK dan PAUD harus kreatif. Kenapa?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak membosankan&lt;br /&gt;Guru yang kreatif biasanya tidak membosankan. Tidak membosankan bagi anak didik, dan tentu saja bagi sesame rekan kerja. Karena guru yang kreatif biasanya kaya akan ide. Dia tidak hanya mengajar berdasarkan kurikulum atau materi yang sudah ditetapkan oleh sekolah, namun bisa pula mengembangkannya. Sehingga proses transfer ilmu tidak melulu dengan cara yang sama, namun bisa bervariasi. Hal ini biasanya membuat anak didik menjadi tidak bosan dan tidak terbebani dengan materi pelajaran yang mereka terima, selalin itu bisa menjadi inspirasi bagi guru lain untuk berpikir kreatif juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membentuk cirri khas sekolah&lt;br /&gt;Penemuan metode-metode pengajaran yang biasanya banyak dihasilkan oleh guru kreatif, akan membantu sekolah dalam menemukan ciri khasnya. Misalnya, ada seorang guru yang ahli dalam bidang menari, dan bisa menemukan sebuah metode menari sambil belajar membaca. Hal ini bisa menjadi salah satu kelebihan sekolah, dan bila terus dikembangkan dan dipertahankan bisa menjadi sebuah ciri khas sekolah. Ciri khas sekolah bisa menjadi kebanggaan dan kelebihan tersendiri, karena dengan adanya ciri khas yang ada di sebuah sekolah, maka sekolah tersebut menjadi mudah dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menghemat Biaya / Pengeluaran Sekolah&lt;br /&gt;Karena idenya dalam menemukan sesuatu, seorang guru yang kreatif ternyata juga bisa menghemat pengeluaran sekolah lho… . Kenapa? Karena dengan kreatifitas yang dia miliki, guru yang kreatif biasanya tahu cara memanfaatkan sesuatu yang “kurang bermanfaat.” Misalnya, tahu bagaimana cara mendaur ulang kertas untuk menjadi sebuah kerajinan tangan yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Banyak Relasi&lt;br /&gt;Guru yang kreatif biasanya tidak pernah menyerah dalam belajar sesuatu. Meskipun dia ahli dalam bidang kerajinan tangan, biasanya dia juga memiliki keinginan untuk belajar sesuatu yang baru. Hal ini memungkinkan guru kreatif untuk bergaul dengan banyak orang. Untuk apa? Tentu saja untuk bisa “berguru” dengan banyak orang, dan memperoleh ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak “melulu” Berorientasi Pada Uang Dalam Berkarya&lt;br /&gt;Bagi seorang guru yang kreatif, uang bukanlah tujuan utamanya. Yang menjadi tujuan utamanya dalam mengajar adalah mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman. Dari segala tugas yang dia terima dan dia laksanakan dia akan lebih berorientasi pada uang yang akan dia dapat, melainkan pengalaman yang dia dapatkan. Dia tidak akan bertanya,”Dengan melakukan ini, aku dapet uang berapa?” Namun dia akan berkata,”Aku sangat bersyukur karena bisa mendapatkan pengetahuan yang baru dengan melakukan tugas ini.”    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8958893885480468329?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8958893885480468329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/guru-paud-dan-tk-harus-kreatif-kenapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8958893885480468329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8958893885480468329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/guru-paud-dan-tk-harus-kreatif-kenapa.html' title='Guru PAUD dan TK Harus Kreatif, Kenapa?'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-5829259389965842426</id><published>2011-08-04T08:02:00.001+07:00</published><updated>2011-08-04T08:04:06.505+07:00</updated><title type='text'>Jika Guru Krearif, Muridnya Juga Akan Kreatif</title><content type='html'>Suasana kelas seketika menjadi hening ketika seorang guru memasuki ruang kelas. Tidak begitu lama kemudian terucap dari mulutnya, “Hari ini kalian boleh pulang, karena guru-guru akan mengadakan rapat sekolah”. Sontak kelas yang hening itu berubah jadi gaduh, “horee..” semua siswa berteriak kegirangan&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena tersebut di atas sudah sering kita dengar dan bahkan kita alami sendiri. Terikan “horee” yang diekspresikan siswa tersebut menunjukkan rasa kegirangan terbebas dari belajar. Padahal mereka sudah bangun pagi-pagi, kemudian berangkat ke sekolah dan tentunya siap untuk belajar. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik menjalani proses belajar di sekolah bagaikan dalam penjara. Ternyata sistem persekolahan kita masih tidak membebaskan dan tidak menyenangkan bagi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana belajar yang menyenangkan adalah salah satu faktor yang dapat mendukung keberhasilan pembelajaran, karena disitu ada motivasi dari siswa untuk belajar. Jika motivasi dari siswa tidak ada, maka dapat dipastikan bahwa proses belajar mengajar tidak akan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Karena itu seorang guru dituntut untuk dapat memunculkan semangat dan motivasi siswa untuk belajar terlebih dahulu dengan mendesain pembelajaran yang menyenangkan. Seorang guru dituntut untuk memiliki jiwa kreatifitas. Kreatif dalam merancang sebuah pembelajaran, kreatif dalam menciptakan model-model pembelajaran dan kreatif dalam menggunakan alat dan sumber pembelajaran.&lt;br /&gt;Guru yang kreatif, secara tidak langsung akan menjadikan siswanya menjadi kreatif pula, bahkan bisa jadi kreatifitas siswa akan melebihi dari gurunya, bak pepatah mengatakan, ”guru kencing berdiri, murid kencing berjalan”. Model-model pembelajaran yang merangsang kreatifitas akan memunculkan ide-ide segar dari siswa untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang materi pembelajaran.&lt;br /&gt;Pada dasarnya semua manusia yang terlahir ke dunia ini membawa naluri kreatif. Manusia zaman dahulu bisa menciptakan berbagai fasilitas hidup dan dapat beradaptasi dengan alam sehingga manusia bisa bertahan hidup sampai sekarang. Tetapi kenapa tiba-tiba sekarang para siswa menjadi sosok yang takut atau malu-malu untuk mengungkapkan ide-ide maupun pertanyaaan, begitu duduk di bangku sekolahan. Salah satunya karena mereka merasa dalam tekanan ketidakdinamisan kurikulum dan kekurang kreatifan guru-guru dalam merancang proses pembelajaran.     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-5829259389965842426?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/5829259389965842426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/jika-guru-krearif-muridnya-juga-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5829259389965842426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5829259389965842426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/jika-guru-krearif-muridnya-juga-akan.html' title='Jika Guru Krearif, Muridnya Juga Akan Kreatif'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-1765087308614020091</id><published>2011-08-03T10:43:00.001+07:00</published><updated>2011-08-03T10:46:01.891+07:00</updated><title type='text'>Belajar Sambil Bermain Dengan Education Games</title><content type='html'>Ketika saya, anda dan semua orang sedang melihat anak-anak, maka terbayang di dalam benak kita sosok anak-anak yang sedang bercanda ria dengan senyuman tersungging di bibirnya. Di sana terlihat jelas betapa dunia anak-anak adalah dunia keceriaan yang penuh canda tawa. Kemudian terlintas sebuah pertanyaan, apa yang membuat mereka terlihat seperti itu? wah…ternyata mereka lagi asyik bermain. Ada yang bermain ayunan, komedi putar, dan kejar-kejaran, menyenangkan sekali kelihatannya.&lt;span class="fullpost"&gt;Itulah dunia anak-anak, dunia bermain yang mengasyikkan. Pada dasarnya dunia anak adalah dunia yang identik dengan bermain, terutama di usia dini. Oleh karena itu, para pakar Psikologi Perkembangan Anak banyak menciptakan metode-metode bermain kreatif untuk menunjang pertumbuhan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik anak usia dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui aktivitas bermain yang di kemas secara edukatif, pasalnya anak-anak sedang belajar banyak. bermain sambil belajar tentang banyak hal. Misalnya di Taman Kanak-kanak (TK) atau Playgroup, yang memiliki sisi edukatif tersendiri. Contohnya seperti bermain ayunan yang dapat melatih keseimbangan, bermain komedi putar yang bisa melatih keberanian dan ekspresi emosional, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tanpa disadari, anak-anak telah belajar banyak hal dengan cara bermain. Banyak sekali ragam metode dan jenis permainan edukatif yang ditawarkan oleh buku yang ada di tangan anda sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama, mendidik anak dengan metode bermain kreatif sambil belajar. Dengan bahasanya yang lugas dan jelas, Andang Ismail juga menyajikan gambar-gambar ilustrasi yang unik dan amat menarik di dalam bukunya ini. Disamping dapat menopang pertumbuhan aspek fisik, permainan-permainan yang bersifat edukatif juga bertujuan untuk mengembangkan aspek kepribadian anak. Oleh sebab itu, pendidikan anak usia dini melalui metode bermain sambil bermain dipandang sangat urgen. Anak merupakan generasi penerus di masa yang akan datang, sehingga pertumbuhannya baik aspek fisik, maupun kepribadian (mental) anak perlu diarahkan sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di satu sisi, saat ini kepedulian orang tua / guru dalam menyediakan alat-alat permainan yang bersifat mendidik untuk mencapai totalitas perkembangan kepribadian anak dinilai kurang. Mulai sekarang kita harus merubah anggapan keliru bahwa alat permainan edukatif yang bagus adalah yang mahal. Sementara masih banyak alat-alat permainan tradisional yang dapat difungsikan oleh seorang guru dan orang tua guna mengembangkan kreativitas anak dalam berbagai sisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, seorang guru dituntut untuk dapat merancang dan mengembangkan berbagai jenis alat permainan edukatif. Guru yang kreatif adalah guru yang mampu memanfaatkan bahan-bahan yang terdapat di lingkungan sekitar anak. Misalnya, terbuat dari koran, kardus, biji kacang hijau, batang korek api, lilin, gelas aqua, ranting, botol-botol bekas, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, bagi para orang tua / guru Taman Kanak-kanak dan semua elemen yang yang berkecimpung dalam ranah pendidikan mari kita mencoba jenis-jenis permainan yang formulasikan khusus untuk anak usia dini. Tetap semangat dengan Education Games sebagai upaya mewujudkan anak yang cerdas dan ceria. Selamat mencoba !.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-1765087308614020091?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/1765087308614020091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/belajar-sambil-bermain-dengan-education.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1765087308614020091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1765087308614020091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/belajar-sambil-bermain-dengan-education.html' title='Belajar Sambil Bermain Dengan Education Games'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-5944601401132339231</id><published>2011-08-03T10:39:00.002+07:00</published><updated>2011-08-03T10:43:32.191+07:00</updated><title type='text'>Bahan-bahan Penilaian Portofolio</title><content type='html'>Bahan penilaian portofolio di sekolah diantaranya penghargaan tertulis, penghargaan lisan, hasil pelaksanaan tugas-tugas oleh peserta didik, daftar ringkasan hasil pekerjaan, catatan dalam suatu kerja kelompok,&lt;span class="fullpost"&gt;contoh hasil pekerjaan, catatan/laporan dari pihak lain yang relevan, bukti kehadiran, hasil ujian/ ulangan, presentasi dari tugas-tugas yang selesai dikerjakan, catatan kejadian khusus (catatan anekdot), bahan yang relevan, yaitu &lt;br /&gt;(a) bahan yang dapat memberikan informasi tentang perkembangan yang dialami siswa, dan &lt;br /&gt;(b) bahan yang dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kurikulum dan pengajaran.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-5944601401132339231?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/5944601401132339231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/bahan-bahan-penilaian-portofolio.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5944601401132339231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5944601401132339231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/bahan-bahan-penilaian-portofolio.html' title='Bahan-bahan Penilaian Portofolio'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8468113807046384283</id><published>2011-08-02T06:42:00.001+07:00</published><updated>2011-08-02T06:44:10.666+07:00</updated><title type='text'>10 Megatrend tentang Belajar</title><content type='html'>Dalam satu kesempatan pelatihan pengawas sekolah, Endang Abutarya (2007) mengetengahkan tentang 10 megatrend tentang belajar untuk saat ini dan ke depannya. Kesepuluh trend tersebut adalah:&lt;span class="fullpost"&gt;(1) belajar melalui kehidupan kita; (2) belajar dalam organisasi, institusi, asosiasi, jaringan; (3) belajar berfokus pada kebutuhan nyata; (4) belajar dengan seluruh kemampuan otak; (5) belajar bersama; (6) belajar melalui multi media, teknologi, format, dan gaya; (7) belajar langsung dari berpikir; (8) belajar melalui pengajaran/pembelajaran; (9) belajar melalui sistem pendidikan kita yang akan berubah cepat untuk membantu belajar sepanjang hayat dan masyarakat belajar; dan (10) belajar bagaimana belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, terkait dengan proses pembelajaran, bahwa dalam pembelajaran harus dapat: (1) meningkatkan pemahaman dan memperbaiki proses belajar; (2) mendorong prakarsa belajar siswa; (3) mempreskripsikan strategi yang optimal; (4) kondisi membelajarkan siswa secara simultan; (5) memudahkan proses internal yang belajar; dan (6) menjadikan belajar lebih efektif, efisien, dan menarik. Pada kesempatan pelatihan ini Endang Abutarya menjelaskan pula tentang tiga teori belajar utama: (1) behaviorisme; (2) kognitivisme, dan (3) konstruktivisme.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8468113807046384283?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8468113807046384283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/10-megatrend-tentang-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8468113807046384283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8468113807046384283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/10-megatrend-tentang-belajar.html' title='10 Megatrend tentang Belajar'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-7865326110856802296</id><published>2011-08-01T10:32:00.003+07:00</published><updated>2011-08-01T10:36:37.860+07:00</updated><title type='text'>Ciri-Ciri Guru Konstruktivis</title><content type='html'>Menurut Brooks &amp; Brooks (Iim Waliman, dkk. 2001) terdapat beberapa ciri yang menggambarkan seorang guru yang konstruktivis dalam melaksanakan proses pembelajaran siswa, yaitu:&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Guru mendorong, menerima inisiatif dan kemandirian siswa.&lt;br /&gt;2.Guru menggunakan data mentah sebagai sumber utama pada fokus materi pembelajaran.&lt;br /&gt;3.Guru memberikan tugas-tugas kepada siswa yang terarah pada pelatihan kemampuan mengklasifikasi, menganalisis, memprediksi, dan menciptakan.&lt;br /&gt;4.Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menguraikan isi pelajaran dan mengubah strategi belajar mengajar.&lt;br /&gt;5.Guru melakukan penelusuran pemahaman siswa terhadap suatu konsep sebelum memulai pembelajaran.&lt;br /&gt;6.Guru mendorong terjadinya dialog dengan dan antar siswa.&lt;br /&gt;7.Guru mendorong siswa untuk berfikir, melalui pertanyaan-pertanyaan terbuka dan mendorong siswa untuk bertanya sesama teman.&lt;br /&gt;8.Guru melakukan elaborasi respon siswa siswa, baik yang sudah benar maupun yang belum benar.&lt;br /&gt;9.Guru melibatkan siswa pada pengalaman yang menimbulkan kontradiksi dengan hipotesis siswa dan mendiskusikannya.&lt;br /&gt;10.Guru memberikan waktu berfikir yang cukup bagi siswa dalam menjawab pertanyaan&lt;br /&gt;11.Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba menghubungkan beberapa hal yang dipelajari untuk meningkatkan pemahaman.&lt;br /&gt;12.Guru di akhir pembelajaran memfasilitasi proses penyimpulan melalui acuan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==============&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Iim Waliman, dkk. 2001. Pengajaran Demokratis (Modul Manajemen Berbasis Sekolah). Bandung : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-7865326110856802296?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/7865326110856802296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/ciri-ciri-guru-konstruktivis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7865326110856802296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7865326110856802296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/08/ciri-ciri-guru-konstruktivis.html' title='Ciri-Ciri Guru Konstruktivis'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-1981470395169045258</id><published>2011-07-31T10:11:00.001+07:00</published><updated>2011-07-31T10:14:02.905+07:00</updated><title type='text'>Menggagas Evaluasi Kinerja Guru oleh Siswa</title><content type='html'>Dalam manajemen kinerja, setiap guru harus dinilai kinerjanya sehingga dapat diketahui sejauhmana proses dan hasil kerja guru yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas-tugas profesionalnya. Kendati demikian, selama ini, evaluasi kinerja guru cenderung banyak dilakukan oleh atasannya (baca: kepala sekolah atau pengawas sekolah), sementara siswa jarang dilibatkan untuk menilai kinerja gurunya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian kinerja guru oleh siswa merupakan salah satu teknik penilaian untuk mengidentifikasi kinerja guru, yang hingga saat ini keberadaannya masih kontroversi. Di satu pihak, ada sebagian orang yang berpendapat bahwa pelibatan siswa untuk mengukur kinerja guru kurang tepat. Berbeda dengan kepala sekolah atau pengawas sekolah yang memang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan bagaimana seharusnya guru mengajar, sedangkan siswa dianggap kurang atau bahkan sama sekali tidak memiliki kematangan dan keahlian untuk melakukan penilaian tentang gaya mengajar guru. Selain itu, mereka menganggap bahwa siswa cenderung lebih mengukur popularitas dari pada kemampuan guru itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, tidak sedikit pula yang memberikan dukungan terhadap penggunaan teknik penilaian kinerja guru oleh siswa. Aleamoni (1981) mengungkapkan argumentasi penggunaan teknik penilaian kinerja guru oleh siswa, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Para siswa merupakan sumber informasi utama tentang lingkungan belajar, termasuk di dalamnya tentang motivasi dan kemampuan mengajar guru.&lt;br /&gt;2.Para siswa pada dasarnya dapat menilai secara logis tentang kualitas, efektivitas, dan kepuasan dari materi dan metode pembelajaran yang dikembangkan guru.&lt;br /&gt;3.Penilaian kinerja guru oleh siswa dapat mendorong terjadinya komunikasi antara siswa yang bersangkutan dengan gurunya, yang pada gilirannya dapat meningkatkan proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;4.Dalam mata pelajaran tertentu, hasil penilaian kinerja guru oleh siswa dapat dimanfaatkan untuk membantu siswa-siswa lain dalam memilih mata pelajaran dan memilih guru yang sesuai dengan dirinya.&lt;br /&gt;5.Dalam pendidikan yang berorientasi pada mutu, siswa pada dasarnya merupakan pelanggan (costumer) utama yang harus didengar pendapat dan pemikirannya atas pelayanan pendidikan yang diberikan gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menepis persoalan ketidakmatangan siswa untuk dilibatkan dalam evaluasi kinerja guru, studi yang dilakukan Peterson dan Kauchak (1982) menemukan bukti bahwa evaluasi kinerja guru oleh siswa ternyata dapat menunjukkan konsitensi dan reliabilitas yang tinggi dari satu tahun ke tahun berikutnya. Demikian juga, siswa ternyata dapat membedakan pengaruh pembelajaran yang efektif dan tidak efektif dilihat dari dimensi sikap, minat dan keakraban guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan pemikiran Aleamoni dan hasil studi yang dilakukan Peterson dan Kauchak tersebut, mungkin tidak ada salahnya di sekolah Anda mulai dikembangkan penilaian kinerja guru oleh siswa, baik yang digagas oleh siswa, guru atau kepala sekolah. Selama evaluasi kinerja oleh siswa ini didesain dan diadministrasikan sesuai dengan kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip evaluasi, maka data yang dihasilkan akan dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan perbaikan mutu dan efektivitas pembelajaran siswa.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-1981470395169045258?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/1981470395169045258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/menggagas-evaluasi-kinerja-guru-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1981470395169045258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1981470395169045258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/menggagas-evaluasi-kinerja-guru-oleh.html' title='Menggagas Evaluasi Kinerja Guru oleh Siswa'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-685019410619355064</id><published>2011-07-21T08:23:00.003+07:00</published><updated>2011-07-21T08:27:24.494+07:00</updated><title type='text'>Guru Perlu Kreatif Untuk Meredakan Kebosanan</title><content type='html'>Cukup banyak guru-guru mengatakan merasa capek atau lesu apabila harus segera masuk kelas untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Dalam absensi, hampir setiap hari ada guru yang ijin karena berhalangan tidak dapat datang ke sekolah. Pada umumnya alasan serius atau alasan berpura-pura sehingga berhalangan untuk tidak hadir di sekolah. Sering alasan lain adalah untuk memohon ijin karena ada urusan keluarga yang sangat mendesak. Kalau kita fikirkan tidak ada seorangpun di dunia yang luput dari urusan keluarga. Tetapi rasanya tidak logis kalau seorang guru sempat dalam satu bulan membuat alasan sepele dan berhalangan untuk mengajar sebanyak sekian kali. Dan alasan sepele ini cukup banyak dilakukan oleh guru-guru.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dikatakan buat sementara, bahwa keabsenan guru-guru dari sekolah karena tersandung oleh kebosanan selama proses belajar mengajar. Kemalasan guru-guru yang lain sering terekspresi dalam bentuk kelesuan setiap kali harus menunaikan kewajiban dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Meskipun bel tanda masuk telah berbunyi beberapa menit yang lalu namun masih banyak guru-guru yang ingin menyelesaikan gosip-gosip ringan sesama guru. Malah ada sebagian guru yang sengaja hilir-mudik atau berpura-pura sibuk mencari sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Sampai akhirnya selalu terlambat tiba di kelas dan kemudian sengaja pula agak cepat untuk meninggalkan kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang menyebabkan kebosanan pada seorang guru yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Faktor dari Murid&lt;br /&gt;   2. Faktor dari Guru&lt;br /&gt;   3. Faktor kompetensi guru pada pelajaran tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa sekolah ada yang membagi kelas disesuaikan dengan kemampuan seorang siswa, yaitu siswa dengan kemampuan yang lebih baik dimasukkan dalam kelas A dan murid dengan kemampuan sedang atau kurang dimasukkan dalam kelas B dan seterusnya. Hal ini dapat memicu gairah guru untuk melaksanakan PBM hanya tertuju untuk kelas unggulan. Sedangkan untuk kelas-kelas non unggulan yang cukup banyak siswa dengan kemampuan rendah terpaksa dimasuki oleh guru dengan rasa lesu dan letih bahkan bosan. Tentu tidak semua guru menunjukkan gejala yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang menyebabkan guru merasa bosan dalam PBM mungkin karena kelelahan. Barangkali ia memiliki jumlah jam yang terlalu banyak. Walau pada sekolah pengabdiannya hanya mengajar beberapa jam saja, tetapi karena tuntutan hidup ia menjadi guru sukarela pula pada sekolah lain. Atau bisa jadi karena kelelahan fisik setelah menjadi guru selama puluhan tahun. Sering kita lihat para guru-guru tua yang belum sudi untuk pensiun merasa segan untuk melakukan PBM. Bahkan pada guru-guru berstatus Pegawai Negeri ada yang mempunyai pola pikir tidak patut dicontoh yaitu mengajar sungguh-sungguh atau tidak toh tetap digaji. Namun secara mayoritas guru kelihatan kurang termotivasi untuk meningkatkan kualitas dirinya. Mereka tidak banyak membaca, walaupun sebatas membaca koran dan majalah, sehingga jadilah ilmu pengetahuan mereka sempit dan dangkal. Kebanyakan guru-guru selesai mengajar ya… selesai begitu saja. Begitulah kegiatan rutin mereka hari demi hari sampai akhirnya rasa bosan menyelinap ke dalam fikiran. Ada juga yang membuang-buang waktunya hanya untuk membicarakan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada guru yang memiliki ilmu pengetahuan yang cukup luas dan cukup hangat dalam bergaul bersama siswa. Namun juga sering mengeluh bosan untuk melakukan PBM sehingga mengajar secara serampangan dengan metode kuno sepanjang hari. Guru yang seperti ini sebaiknya harus segera melakukan introspeksi diri dan kemudian memutuskan apakah karir sebagai guru cocok baginya atau tidak. Tetapi pada umumnya mereka tetap bertahan mengajar dalam kebosanan karena tidak mampu mencari pekerjaan jenis lain yang cocok bagi diri, maklum banyak orang terserang sindrom pegawai negeri dengan alasan jaminan untuk hari tua. Setiap hari banyak terdengar keluhan guru-guru. Ada yang mengeluhkan badan kurang enak karena sakit kepala, sakit gigi, perut terasa kembung atau badan terasa pegal-pegal dimana ini semua adalah kompensasi dari bentuk rasa bosan. Mereka bosan untuk menunaikan tanggung jawab. Dan penyebab lain dari rasa bosan ini adalah karena umumnya guru-guru kurang kreatif sehingga mereka jarang yang menjadi guru profesional tetapi ingin selalu disebut profesional. Memang secara umum guru-guru terlihat kurang kreatif dan sebagian kecil tentu ada yang kreatif. Rata-rata guru menerapkan peranan tradisional dalam mengajar. Mereka masih berfilsafat bahwa guru masih sebagai sumber ilmu, dalam penguasaan ilmu siswa harus menyalin catatan guru dan menghafalkannya tanpa melupakan titik dan komanya sekalipun, bahkan yang paling parah siswa ditugasi pelajaran yang ada dibuku. Penanganan masalah yang ditemui selama PBM pun juga secara tradisional. Kalau murid bersalah musti diberi nasehat dan kebanyakan sistem pemberian nasehat dalam bentuk komunikasi satu arah, dimana yang sering terlihat ketika guru bertutur kata adalah siswa diam atau tidak boleh menjawab. Tetapi sekarang banyak guru yang nasehatnya tidak bertuah dalam bertutur kata karena kesempitan ilmu dan wawasannya atau karena tidak dilandasi keikhlasan. Model pengajaran sudah terlihat semakin basi karena menggunakan metode itu ke itu juga. Hasil mengikuti penataran apakah dalam bentuk KKG, Workshop dan seminar jarang sekali di aplikasikan dalam kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi guru pada bidang pelajaran tertentu juga menjadi faktor penyebab kebosanan ini. Guru yang mengajar tidak sesuai pada bidangnya biasanya terkesan mengajar seadanya dan mengikuti apa yang ada dalam buku siswa, tanpa berusaha mengembangkannya. Ketika mengajar mata pelajaran yang dikuasainya seorang kuru akan terlihat bersemangat sekali tetapi pada pelajaran yang kurang dikuasai biasanya terkesan seadanya. Hal ini sering terjadi pada sekolah yang menerapkan sistim guru kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara yang mungkin bisa digunakan untuk meredakan kebosanan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meningkatkan kemampuan dan wawasan Guru yang ideal adalah selalu membiasakan untuk membelajarkan diri. Adalah sangat tepat bila seorang guru selain memahami bidang studinya juga mendalami pengetahuan umum lainnya sebagai untuk menambah wawasan dirinya. Guru yang luas wawasan dan ilmu pengetahuannya tidak akan pernah kehabisan bahan dalam proses belajar mengajar. Kalau sekarang ada ungkapan yang mengatakan bahwa mengajar itu adalah seni, maka mustahillah guru yang kering akan ilmu dan sempit wawasan dapat mengaplikasikannya sebagi seni.&lt;br /&gt;2. Melakukan penyegaran dalam bentuk mengikuti penataran, workshop, seminar, KKG, dan peningkatan kerja lainnya.&lt;br /&gt;3. Melatih diri untuk meningkatkan kemampuan untuk menulis, sehingga dapat mengisi waktu-waktu yang kosong untuk menulis artikel, cerita, dll.&lt;br /&gt;4. Menggali informasi dari surat kabar, majalah, buku-buku perpustakaan, dan browsing internet disela-sela waktu kosong.&lt;br /&gt;5. Mengembangkan ide dengan membuat alat atau media pembelajaran dan LKS.&lt;br /&gt;6. Beri selingan dengan permainan (tepuk, gerak tubuh, dan kuis) dalam setiap PBM.&lt;br /&gt;7. Gunakan multi metode dan multi media dalam PBM.&lt;br /&gt;8. Mengisi waktu luang dengan berdiskusi antar sesama guru lebih bermanfaat daripada hanya ngrumpi.&lt;br /&gt;9. Jangan membeda-badakan murid berdasarkan kemampuannya, anggaplah mereka anak-anak kita sendiri&lt;br /&gt;10. Jalin hubungan yang erat antara guru, siswa, dan orang tua siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya cara-cara diatas hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, tujuan akhirnya adalah kita dapat terhindar dari sindrom kebosanan yang dapat menjangkiti siapa saja. Pada akhirnya guru yang Profesional dan Bersertifikasi tidak hanya sebagai label untuk menambah penghasilan, tetapi betul-betul sebagai amanah yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt; OnnyRudianto.wordpress.com    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-685019410619355064?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/685019410619355064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/guru-perlu-kreatif-untuk-meredakan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/685019410619355064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/685019410619355064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/guru-perlu-kreatif-untuk-meredakan.html' title='Guru Perlu Kreatif Untuk Meredakan Kebosanan'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-246274871741338152</id><published>2011-07-21T08:16:00.002+07:00</published><updated>2011-07-21T08:19:29.475+07:00</updated><title type='text'>Enam Langkah Berlajar Efektif</title><content type='html'>1.Survey (Meninjau)&lt;br /&gt;Usaha untuk mengetahui garis besar isi dari bacaan serta cara penyusunan dan penyajiannya secara sepintas lalu.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;2.Question (Mengajukan Pertanyaan)&lt;br /&gt;Mengajukan pertanyaan bertujuan untuk menimbulkan rasa ingin tahu. Orang yang ingin tahu akan berusaha mencari jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Reading (Membaca)&lt;br /&gt;Bacalah dengan cermat bahan pelajaran satu kali lagi sambil berusaha untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sudah diajukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Recite (Mengingat sambil menyebutkan kembali)&lt;br /&gt;Rahasia yang perlu diketahui dalam menyebutkan kembali ialah sebutkan dengan menggunakan kata-kata sendiri. Mengingat dan menyebutkan kembali merupakan langkah yang penting karena dengan cara ini orang dapat mengenali dan juga mempelajari jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Record (Mencatat)&lt;br /&gt;Tujuan membuat catatan ialah untuk menolong kita mengingat pokok-pokok yang penting tanpa membaca kembali bahan bacaan itu sendiri. Catatannya dibutuhkan untuk merangsang ingatan kembali apa yang kita pelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Review (Mengulang Kembali)&lt;br /&gt;Mengulang kembali berarti mengungkapkan kembali apa yang telah Anda pelajari tanpa melihat catatan. Mengulang bahan pelajaran secara teratur amat berguna karena mengingatkan kembali pengetahuan yang telah kita pelajari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-246274871741338152?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/246274871741338152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/enam-langkah-berlajar-efektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/246274871741338152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/246274871741338152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/enam-langkah-berlajar-efektif.html' title='Enam Langkah Berlajar Efektif'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-1267608867960038832</id><published>2011-07-17T03:22:00.001+07:00</published><updated>2011-07-17T03:23:48.031+07:00</updated><title type='text'>Penilaian Pembelajaran Siswa dalam KTSP</title><content type='html'>Pasal 25 (4) Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menjelaskan bahwa kompetensi lulusan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Ini berarti bahwa pembelajaran dan penilaian harus mengembangkan kompetensi peserta didik yang berhubungan dengan ranah afektif (sikap), kognitif (pengetahuan), dan psikomotor (keterampilan).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembelajaran berbasis konstruktivisme, penilaian pembelajaran tidak hanya ditujukan untuk mengukur tingkat kemampuan kognitif semata, tetapi mencakup seluruh aspek kepribadian siswa, seperti: perkembangan moral, perkembangan emosional, perkembangan sosial dan aspek-aspek kepribadian individu lainnya. Demikian pula, penilaian tidak hanya bertumpu pada penilaian produk, tetapi juga mempertimbangkan segi proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemuanya itu menuntut adanya perubahan dalam pendekatan dan teknik penilaian pembelajaran siswa. Untuk itulah, Depdiknas (2006) meluncurkan Model Penilaian Pembelajaran siswa, dengan apa yang disebut Penilaian Kelas.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-1267608867960038832?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/1267608867960038832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/penilaian-pembelajaran-siswa-dalam-ktsp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1267608867960038832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1267608867960038832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/penilaian-pembelajaran-siswa-dalam-ktsp.html' title='Penilaian Pembelajaran Siswa dalam KTSP'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-7555696034324421375</id><published>2011-07-15T22:21:00.001+07:00</published><updated>2011-07-15T22:24:44.475+07:00</updated><title type='text'>Pengaruh Lingkungan terhadap Individu</title><content type='html'>Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar.&lt;span class="fullpost"&gt;Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Manusia tidak bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi diri individu, dapat kita ikuti pada uraian berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Lingkungan membuat individu sebagai makhluk sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orang-orang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi, sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada tahun-tahun permulaan perkembangannya, akan mengakibatkan berubahnya tabiat manusia sebagai manusia. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kita bayangkan andaikata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja, walaupun diberinya cukup makanan dan minuman, akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada pergaulan manusia, maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu berbicara dengan bahasa yang biasa, canggung pemalu dan lain-lain. Sehingga kalaupun dia kemudian dididik, maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat lambat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lingkungan membuat wajah budaya bagi individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang, karena manusia hidup adalah manusia yang berfikir dan serba ingin tahu serta mencoba-coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya.&lt;br /&gt;Lingkungan memiliki peranan bagi individu, sebagai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. Contoh : air dapat dipergunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung ke rumah.&lt;br /&gt;2.Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. Contoh : air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;3.Sesuatu yang diikuti individu. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengidentifikasinya, apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar, sedikit banyaknya sifat rajin dari temannya akan diikutinya sehingga lama kelamaan dia pun berubah menjadi anak yang rajin.&lt;br /&gt;4.Obyek penyesuaian diri bagi individu, baik secara alloplastis maupun autoplastis. Penyesuaian diri alloplastis artinya individu itu berusaha untuk merubah lingkungannya. Contoh : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga di kamarnya menjadi sejuk. Dalam hal ini, individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. Sedangkan penyesuaian diri autoplastis, penyesusian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit, pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan, namun lama-kelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak menjadi gangguan lagi, karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-7555696034324421375?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/7555696034324421375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/pengaruh-lingkungan-terhadap-individu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7555696034324421375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7555696034324421375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/pengaruh-lingkungan-terhadap-individu.html' title='Pengaruh Lingkungan terhadap Individu'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-2534170847980119883</id><published>2011-07-10T06:39:00.002+07:00</published><updated>2011-07-10T06:40:50.012+07:00</updated><title type='text'>Guru Sebagai Pengajar</title><content type='html'>Salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh guru di sekolah adalah memberikan pelayanan kepada para siswa agar mereka menjadi siswa atau anak didik yang selaras dengan tujuan sekolah. Melalui bidang pendidikan, guru mempengaruhi aspek kehidupan, baik sosial, budaya maupun ekonomi. Dalam keseluruhan proses pendidikan, guru merupakan faktor utama yang bertugas sebagai pendidik. Guru memegang berbagai jenis peranan yang mau tidak mau harus dilaksanakannya sebagai guru.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud sebagai peran adalah pola tingkah laku tertentu yang merupakan ciri khas semua petugas dari pekerjaan atau jabatan tertentu. Guru harus bertanggungjawab atas hasil kegiatan belajar anak melalui interaksi belajar mengajar. Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar mengajar, dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar disamping menguasai materi yang akan diajarkan. Dengan kata lain : guru harus mampu menciptakan situasi kondisi belajar yang sebaik-baiknya.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-2534170847980119883?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/2534170847980119883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/guru-sebagai-pengajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2534170847980119883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2534170847980119883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/guru-sebagai-pengajar.html' title='Guru Sebagai Pengajar'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8369749135567787466</id><published>2011-07-10T06:35:00.001+07:00</published><updated>2011-07-10T06:38:10.369+07:00</updated><title type='text'>Guru Sebagai Pembimbing</title><content type='html'>Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap sekolah, keluarga serta masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam keseluruhan proses pendidikan guru merupakan faktor utama. Dalam tugasnya sebagai pendidik, guru memegang berbagai jenis peran yang mau tidak mau harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Setiap jabatan atau tugas tertentu akan menuntut pola tingkah laku tertentu pula. Sehubungan dengan peranannya sebagai pembimbing, seorang guru harus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Mengumpulkan data tentang siswa&lt;br /&gt;*Mengamati tingkah laku siswa dalam situasi sehari-hari&lt;br /&gt;*Mengenal para siswa yang memerlukan bantuan khusus&lt;br /&gt;*Mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orangtua siswa baik secara individu maupun secara kelompok untuk memperoleh saling pengertian tentang pendidikan anak&lt;br /&gt;*Bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga lainnya untuk membantu memecahkan masalah siswa&lt;br /&gt;*Membuat catatan pribadi siswa serta menyiapkannya dengan baik&lt;br /&gt;*Menyelenggarakan bimbingan kelompok atau individu&lt;br /&gt;*Bekerja sama dengan petugas bimbingan lainnya untuk membantu memecahkan masalah siswa&lt;br /&gt;*Menyusun program bimbingan sekolah bersama-sama dengan petugas bimbingan lainnya&lt;br /&gt;*Meneliti kemajuan siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas maka jelaslah bahwa peran guru baik sebagai pengajar maupun sebagai pembimbing pada hakekatnya saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, kedua peran tersebut harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan sekaligus merupakan keterpaduan.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8369749135567787466?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8369749135567787466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/guru-sebagai-pembimbing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8369749135567787466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8369749135567787466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/guru-sebagai-pembimbing.html' title='Guru Sebagai Pembimbing'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-7436297699182998755</id><published>2011-07-09T20:54:00.003+07:00</published><updated>2011-07-09T20:59:28.478+07:00</updated><title type='text'>Cara mengembangkan perilaku mengajar yang humanis</title><content type='html'>Perilaku yang humanis adalah tindakan yang dapat teramati, dilakukan guru di dalam kelas ketika berhadapan dengan siswanya. Perilaku adalah hasil interaksi antara komponen pikiran, emosi, dan lingkungan&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burns (1988) menyatakan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara emosi, pikiran dan perilaku. Emosi yang terbentuk oleh suatu peristiwa disebabkan oleh penilaian/pikiran terhadap peristiwa. Sebelum seseorang bertindak tehadap suatu peristiwa apapun maka individu harus memprosesnya dengan pikiran serta memberikan arti. Individu harus memahami apa yang sedang terjadi, sebelum dapat merasakan dan menentukan tindakan. Dengan demikian, kunci pertama dari emosi dan perilaku adalah bagaimana pikiran individu terhadap situasi.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-WTPf9-YMKP0/Thhelj7tV6I/AAAAAAAAAHA/VHBjNRACPlY/s1600/hubungan%2Bpikiran%2Bemosi%2Bperilaku.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 187px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-WTPf9-YMKP0/Thhelj7tV6I/AAAAAAAAAHA/VHBjNRACPlY/s320/hubungan%2Bpikiran%2Bemosi%2Bperilaku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627351733793281954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan model di atas penulis menemukan empat hal yang dapat dilakukan guru untuk mampu mengembangkan perilaku yang humanis ketika menghadapi siswa di ruang kelas.&lt;br /&gt;1.Mengenali penyebab perilaku&lt;br /&gt;Perilaku seseorang adalah hasil interaksi antara komponen fisik, pikiran, emosi dan keadaan lingkungan. Namun, untuk memperkuat kontrol manusia terhadap perilakunya seseorang perlu mencari tahu penyebab internal baik fisik, pikiran dan emosi yang dialaminya. Seringkali seorang guru gagal bertindak yang terbaik baik karena fisik sedang lelah atau kurang sehat sehingga menggunakan cara yang keras atau hukuman untuk mengendalikan siswa. Tindakan yang kurang tepat juga dapat dihasilkan karena pandangan yang negatif tentang siswa, misalnya x adalah anak nakal maka tindakan netral pun dapat menjadi negatif karena pandangan kita tersebut. Penyebab lain adalah keadaan emosi yang tidak kondusif, misalnya sedang marah atau cemas karena ada tugas yang menumpuk atau kejadian di tempat lain yang belum tuntas. Secara kognitif, Burns  (1988) mengemukakan banyak hal dapat terjadi yang disebutnya distorsi kognitif, yaitu kecenderungan pikiran kita untuk mengalami kesalahan dan penyimpangan dalam menilai sesuatu. Penulis menggarisbawahi empat jenis distorsi yang cukup relevan dalam dunia pendidikan, yaitu: &lt;br /&gt;a.Memberi cap : melukiskan siswa sebagai orang yang nakal atau dungu, kemudian mendaftar di dalam pikiran semua hal yang tidak disukai tentang orang tersebut (filter pikiran) dan mengabaikan semua kelebihan atau sisi positif atau sifat-sifat yang baik (mendiskualifikasikan yang positif). Contohnya: “Dia anak pemalas” (faktanya saat itu ia tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah).&lt;br /&gt;b.Membaca pikiran : mereka-reka motif yang melatarbelakangi perilaku siswa, dan demi kepuasan sendiri menjelaskan mengapa siswa bertindak demikian. Justru yang terjadi adalah menyalahkannya saja. Contohnya: “Dia pasti tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah sehingga tidak masuk kelas”.&lt;br /&gt;c.Pembesaran : membesar-besarkan pentingnya peristiwa negatif, sehingga intensitas reaksi emosional dapat meledak. Contohnya, “Gara-gara ia bertanya penjelasan ku menjadi kacau...” (yang terjadi adalah guru terpaksa berhenti sebentar untuk mengingat-ingat apa yang akan dikatakannya)&lt;br /&gt;d.Pernyataan “harus” dan “tidak seharusnya” : berpikir bahwa seharusnya siswa “tidak seperti itu”, atau berpikir siswa seharusnya “seperti itu” Menuntut siswa atau situasi berjalan seperti keinginan sendiri dan ketika tidak terjadi maka sebenarnya individu telah mencipatakan frustrasi bagi diri sendiri. Contohnya: “ia kan anak dosen... seharusnya kan.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru yang sering mengalami penilaian yang kurang tepat tersebut akan semakin sulit untuk menerima anak apa adanya, apalagi harus mengormati dan menghargai mereka. Perlakuan yang tidak semestinya mudah muncul antara lain berupa kata-kata yang kurang tepat, membedakan dari teman-temanya karena dianggap kurang pandai atau nakal dan akhirnya menyebabkan guru kehilangan harapan positif terhadap siswa atau memvonis bahwa siswa tersebut nakal atau kurang pandai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian (dalam De Potter dkk., 2000) menunjukkan bahwa sikap dan perlakuan guru terhadap siswa cenderung dipengaruhi oleh pandangan guru terhadap siswa. Sebagai contoh ketika siswa memandang siswa bodoh maka siswa kurang diberi pengalaman yang menantang, kurang dihargai jawabannya, dan cenderung kurang diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak berlebihan kalau  Caine &amp; Caine (dalam DePorter, Reardon, &amp; Singer-Nourie, 2000) menyatakan bahwa keyakinan guru akan potensi manusia dan kemampuan semua anak untuk belajar  dan berprestasi merupakan suatu hal yang harus diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Mengatasi distorsi dalam penilaian&lt;br /&gt;Ketika seorang guru menyadari dirinya telah mengalami distorsi atau kesalahan dalam menilai siswa maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah meyakinkan diri bahwa ia mampu mengendalikan hal tersebut. Kemampuan menilai secara tepat dapat dikembangkan dengan latihan. Beberapa teknik yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.Mencari bukti. Teknik ini bertujuan memberikan pandangan lain tentang kejadian atau siswa dengan cara mencari bukti bahwa penilaian kita yang negatif adalah tidak benar. Misalnya,  ketika kita memberikan label pada siswa sebagai pemalas maka dengan cepat kita perlu mengembangkan bukti-bukti yang dapat menunjukkan bahwa ia bukan pemalas.&lt;br /&gt;b.Pernyataan yang direvisi. Teknik ini bertujuan untuk meminimalisir kecenderungan kita mengharuskan sesuatu terjadi pada siswa kita. Caranya adalah dengan memberikan argumen lain yang dapat menurunkan derajat keharusannya. Misalnya: “saya sudah mengajarnya dengan baik, seharusnya ia paham.&lt;br /&gt;Ketika banyak siswa yang belum paham maka kita perlu merevisi menjadi “saya memang sudah mengajar dengan baik namun mungkin ia perlu waktu untuk memahaminya”&lt;br /&gt;c.Pernyatan tidak menilai. Teknik ini dilakukan dengan cara meembuat pernyataan yang bersifat deskriptif, apa adanya, dan menghindari kata sifat seperti malas dan nakal. Contoh:  ketika ada siswa yang kita cap atau kita pikiran sebagai anak yang tidak tahu aturan. Pikiran atau pernyataan tidak tahu aturan adalah cap yang negatif tentang siswa. Hal ini akan menimbulkan asosiasi dengan sifat negatif lainnya, dan menimbulkan emosi negatif kita kepada siswa. Pernyataan yang lebih netral perlu dikembangkan,  misalnya yang kita sebut “tidak tahu aturan” ternyata lewat di depan guru sambil lari. Lebih baik kita menyebutkan perilakunya yaitu “kok di depan guru lari”. Sebutan ini lebih netral daripada menyebutnya tidak tahu aturan.&lt;br /&gt;d.Mencari sisi positif. Manusia bersifat kompleks. Tidak ada manusia yang 100% buruk atau 100% baik. Oleh karena itu ketika terjadi penilaian yang negatif misalnya anak ini telat mikir maka kita dapat mencari sisi positif yang lain misalnya usaha kerasnya untuk memahami, kerapiannya, atau sisi positif yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Mengembangkan cara pandang yang positif terhadap siswa&lt;br /&gt;Setiap siswa mempunyai potensi yang kadang tidak dapat terungkap,  tidak diterima dan tidak dihargai dalam proses pendidikan. Cara pandang yang positif dapat dikembangkan jika guru 1) tetap mempertahankan harapan positif terhadap siswa, yaitu seperti apapun keadaan siswa hari ini tidak berarti selamanya akan seperti itu dan tugas kita adalah berusaha untuk membantunya, 2) melihat potensi siswa dari berbagai sisi misalnya dapat menggunakan pandangan kecerdasan majemuk (Gardner dalam Amstrong, 2005), 3 meyakini prinsip perkembangan bahwa setiap siswa dapat berbeda dan bersifat unik sehingga mungkin belum optimal saat ini, dan 3) berusaha mencari sisi positif siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Membangun hubungan yang apresiatif&lt;br /&gt;Hubungan guru dan siswa adalah penting dalam proses pembelajaran humanistik. Hubungan guru dan siswa bukanlah hubungan yang kering dari aspek emosi. Namun, kadang hubungan tersebut sebatas “Anda belajar dan Saya mengajar”, atau jika ada hubungan personal maka terbatas pada beberapa siswa tertentu. Mungkinkah hubungan personal yang mendalam tersebut dapat terjalin dalam kelas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan komunikasi apresiatif. Komunikasi apresiatif dapat dilakukan dalam setiap interaksi antar guru siswa, dan antar siswa. Komunikasi apresiatif merujuk pada istilah appreciative inquiry yang dikembangkan oleh Psikologi Positif. Percakapan apresiatif dilakukan untuk  memahami sesuatu yang terbaik dari individu, memberikan dukungan terhadap kelebihan, kesuksesan, dan potensi masa lalu dan masa kini. Selama ini, komunikasi yang terjadi kadang cenderung tidak apresiatif. Contoh: kita lebih peka terhadap kesalahan orang daripada kebaikan orang, kita lebih cepat menunjuk kesalahan orang daripada kebaikan orang dst. Oleh karena itu, komunikasi yang terjalin perlu dikembangkan adalah komunikasi yang mengandung pesan dan gaya yang apresiatif.     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-7436297699182998755?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/7436297699182998755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/cara-mengembangkan-perilaku-mengajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7436297699182998755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/7436297699182998755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/cara-mengembangkan-perilaku-mengajar.html' title='Cara mengembangkan perilaku mengajar yang humanis'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WTPf9-YMKP0/Thhelj7tV6I/AAAAAAAAAHA/VHBjNRACPlY/s72-c/hubungan%2Bpikiran%2Bemosi%2Bperilaku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8056673336158469711</id><published>2011-07-08T06:50:00.002+07:00</published><updated>2011-07-08T06:53:17.257+07:00</updated><title type='text'>Peran Guru Sebagai Pendidik</title><content type='html'>Peran Guru Sebagai Pendidik&lt;br /&gt;Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8056673336158469711?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8056673336158469711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/peran-guru-sebagai-pendidik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8056673336158469711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8056673336158469711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/peran-guru-sebagai-pendidik.html' title='Peran Guru Sebagai Pendidik'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-6883419350305693405</id><published>2011-07-07T20:44:00.001+07:00</published><updated>2011-07-07T20:46:18.623+07:00</updated><title type='text'>Disiplin Siswa di Sekolah</title><content type='html'>Dalam kehidupan sering kita dengar orang mengatakan bahwa si X adalah orang yang memiliki disiplin yang tinggi, sedangkan si Y orang yang kurang disiplin. Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertuju kepada orang yang selalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku, dan sejenisnya. Sebaliknya, sebutan orang yang kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang kurang atau tidak dapat mentaati peraturan dan ketentuan berlaku, baik yang bersumber dari masyarakat (konvensi-informal), pemerintah atau peraturan yang ditetapkan oleh suatu lembaga tertentu (organisasional-formal).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut disiplin siswa. Sedangkan peraturan, tata tertib, dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya mengatur perilaku siswa disebut disiplin sekolah. Disiplin sekolah adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Menurut Wikipedia (1993) bahwa disiplin sekolah “refers to students complying with a code of behavior often known as the school rules”. Yang dimaksud dengan aturan sekolah (school rule) tersebut, seperti aturan tentang standar berpakaian (standards of clothing), ketepatan waktu, perilaku sosial dan etika belajar/kerja. Pengertian disiplin sekolah kadangkala diterapkan pula untuk memberikan hukuman (sanksi) sebagai konsekuensi dari pelanggaran terhadap aturan, meski kadangkala menjadi kontroversi dalam menerapkan metode pendisiplinannya, sehingga terjebak dalam bentuk kesalahan perlakuan fisik (physical maltreatment) dan kesalahan perlakuan psikologis (psychological maltreatment), sebagaimana diungkapkan oleh Irwin A. Hyman dan Pamela A. Snock dalam bukunya “Dangerous School” (1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan tujuan disiplin sekolah, Maman Rachman (1999) mengemukakan bahwa tujuan disiplin sekolah adalah : (1) memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang, (2) mendorong siswa melakukan yang baik dan benar, (3) membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah, dan (4) siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta lingkungannya. Sementara itu, dengan mengutip pemikiran Moles, Joan Gaustad (1992) mengemukakan: “School discipline has two main goals: (1) ensure the safety of staff and students, and (2) create an environment conducive to learning”. Sedangkan Wendy Schwartz (2001) menyebutkan bahwa “the goals of discipline, once the need for it is determined, should be to help students accept personal responsibility for their actions, understand why a behavior change is necessary, and commit themselves to change”. Hal senada dikemukakan oleh Wikipedia (1993) bahwa tujuan disiplin sekolah adalah untuk menciptakan keamanan dan lingkungan belajar yang nyaman terutama di kelas. Di dalam kelas, jika seorang guru tidak mampu menerapkan disiplin dengan baik maka siswa mungkin menjadi kurang termotivasi dan memperoleh penekanan tertentu, dan suasana belajar menjadi kurang kondusif untuk mencapai prestasi belajar siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keith Devis mengatakan, “Discipline is management action to enforce organization standarts” dan oleh karena itu perlu dikembangkan disiplin preventif dan korektif. Disiplin preventif, yakni upaya menggerakkan siswa mengikuti dan mematuhi peraturan yang berlaku. Dengan hal itu pula, siswa berdisiplin dan dapat memelihara dirinya terhadap peraturan yang ada. Disiplin korektif, yakni upaya mengarahkan siswa untuk tetap mematuhi peraturan. Bagi yang melanggar diberi sanksi untuk memberi pelajaran dan memperbaiki dirinya sehingga memelihara dan mengikuti aturan yang ada.&lt;br /&gt;Membicarakan tentang disiplin sekolah tidak bisa dilepaskan dengan persoalan perilaku negatif siswa. Perilaku negatif yang terjadi di kalangan siswa remaja pada akhir-akhir ini tampaknya sudah sangat mengkhawarirkan, seperti: kehidupan sex bebas, keterlibatan dalam narkoba, gang motor dan berbagai tindakan yang menjurus ke arah kriminal lainnya, yang tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, tetapi juga merugikan masyarakat umum. Di lingkungan internal sekolah pun pelanggaran terhadap berbagai aturan dan tata tertib sekolah masih sering ditemukan yang merentang dari pelanggaran tingkat ringan sampai dengan pelanggaran tingkat tinggi, seperti : kasus bolos, perkelahian, nyontek, pemalakan, pencurian dan bentuk-bentuk penyimpangan perilaku lainnya.Tentu saja, semua itu membutuhkan upaya pencegahan dan penanggulangganya, dan di sinilah arti penting disiplin sekolah    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-6883419350305693405?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/6883419350305693405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/disiplin-siswa-di-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6883419350305693405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6883419350305693405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/disiplin-siswa-di-sekolah.html' title='Disiplin Siswa di Sekolah'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-1981438871937093617</id><published>2011-07-05T09:35:00.002+07:00</published><updated>2011-07-05T09:38:15.301+07:00</updated><title type='text'>Metode "Bermain Sambil Belajar"</title><content type='html'>Dengan sarana Bermain Sentra Pengembangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Konsep Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama Melalui Aplikasi Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa kegiatan bermain/permainan adalah kebutuhan yang sangat vital bagi anak. Anak secara sadar atau tidak sadar akan belajar banyak hal, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepribadian anak dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Metode pembelajaran tersebut adalah: “Bermain Sambil Belajar Dengan Sarana Bermain Enam Sentra Pengembangan Integrasi Pendidikan Agama Melalui Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode “Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama melalui Ilmu Pengetahuan dan tehnologi” tersebut adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara bermain yang terintegrasi Pendidikan Agama melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan tehnologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Moving Class system, kegiatan bermain dilakukan dengan cara berpindah ruang atau sudut sesuai dengan jadwal perputaran sudut yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kejenuhan anak dalam bermain dan belajar. Dengan pola dan media permainan yang beragam dan lebih variatif akan memotivasi kreativitas anak berkembang lebih optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam berdaya pikir, berdaya cipta, berbahasa, berketrampilan dan mengapresiasi seni baik seni musik, tari maupun suara serta dalam berkegiatan bermain serta berinteraksi sosial anak sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pengembangan dilaksanakan dalam sentra-sentra pengembangan yang dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Sentra Persiapan Karunia Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Sentra Ibadah Karunia Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Sentra Main dan Peran Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Sentra Balok Karunia Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Sentra Kreatifitas dan Seni Karunia Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Sentra Bahan Alam Karunia Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini untuk memudahkan guru dalam pencapaian tujuan dan target pengembangan yang telah ditentukan/direncanakan seoptimal mungkin.Dalam setiap kegiatan sentra bermain, anak harus bermain bersama untuk setiap jenis permainan minimal dua orang. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki teman bicara dan berdiskusi dalam rangka pengembangan bahasa dan aspek perkembangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar mengajar dikelola oleh seorang guru yang menguasai bidang pengembangan tertentu. Satu kelompok belajar terdiri max 15 anak. Guru terbagi dalam dua kategori tugas, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru kelompok bertugas mengumpulkan data/hasil perkembangan anak setiap harinya dari setiap sudut pengembangan dan melaporkannya kepada orang tua murid. Bertanggungjawab dalam kegiatan materi pagi, yang meliputi: do’a sehari-hari, pengenalan surat-surat pendek, pembahasan tema, pengenalan huruf dan angka, pengenalan huruf Al Qur’an serta pembacaan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru sentra menangani semua kelompok secara bergiliran. Bertugas mengatur dan menfasilitasi kegiatan pembelajaran dan bertanggung jawab pada sudutnya masing-masing. Pemanfaatan sudut pengembangan tidak mutlak seluruhnya harus digunakan. Hal ini tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. Yang terpenting bahwa dalam setiap kegiatan bermain harus terintegrasi pendidikan agama dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan tehnologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Perputaran Sentra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perputaran sudut adalah perputaran ruang bermain anak. Perputaran ini diatur secara bergiliran antar kelompok sesuai dengan kelompok usia, agar tidak terjadi perbenturan waktu bermain sehingga anak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seluruh kegiatan bermain di semua sudut dalam hari-hari sekolahnya.&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-1981438871937093617?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/1981438871937093617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/metode-bermain-sambil-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1981438871937093617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1981438871937093617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/metode-bermain-sambil-belajar.html' title='Metode &quot;Bermain Sambil Belajar&quot;'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-2068551588953157925</id><published>2011-07-04T13:24:00.002+07:00</published><updated>2011-07-04T13:29:10.835+07:00</updated><title type='text'>Pengembangan Aktivitas, Kreativitas dan Motivasi Siswa</title><content type='html'>Dengan mengutip pemikiran Gibbs, E. Mulyasa (2003) mengemukakan hal-hal yang perlu dilakukan agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajarnya, adalah:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikembangkannya rasa percaya diri para siswa dan mengurangi rasa takut;&lt;br /&gt;1.Memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas terarah;&lt;br /&gt;2.Melibatkan siswa dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya;&lt;br /&gt;3.Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter;&lt;br /&gt;4.Melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Widada (1994) mengemukakan bahwa untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa, guru dapat menggunakan pendekatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Self esteem approach; guru memperhatikan pengembangan self esteem (kesadaran akan harga diri) siswa.&lt;br /&gt;2.Creative approach; guru mengembangkan problem solving, brain storming, inquiry, dan role playing.&lt;br /&gt;3.Value clarification and moral development approach; guru mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan holistik dan humanistik untuk mengembangkan segenap potensi siswa menuju tercapainya self actualization, dalam situasi ini pengembangan intelektual siswa akan mengiringi pengembangan seluruh aspek kepribadian siswa, termasuk dalam hal etik dan moral.&lt;br /&gt;4.Multiple talent approach; guru mengupayakan pengembangan seluruh potensi siswa untuk membangun self concept yang menunjang kesehatan mental.&lt;br /&gt;5.Inquiry approach; guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan proses mental dalam menemukan konsep atau prinsip ilmiah serta meningkatkan potensi intelektualnya.&lt;br /&gt;6.Pictorial riddle approach; guru mengembangkan metode untuk mengembangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi kelompok kecil guna membantu meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif.&lt;br /&gt;7.Synetics approach; guru lebih memusatkan perhatian pada kompetensi siswa untuk mengembangkan berbagai bentuk metaphor untuk membuka inteligensinya dan mengembangkan kreativitasnya. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan kegiatan yang tidak rasional, kemudian berkembang menuju penemuan dan pemecahan masalah secara rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, menurut E. Mulyasa (2003) perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Bahwa siswa akan belajar lebih giat apabila topik yang dipelajarinya menarik dan berguna bagi dirinya;&lt;br /&gt;2.Tujuan pembelajaran harus disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada siswa sehingga mereka mengetahui tujuan belajar yang hendak dicapai. Siswa juga dilibatkan dalam penyusunan tersebut;&lt;br /&gt;3.Siswa harus selalu diberitahu tentang hasil belajarnya;&lt;br /&gt;4.Pemberian pujian dan hadiah lebih baik daripada hukuman, namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan;&lt;br /&gt;5.Manfaatkan sikap-sikap, cita-cita dan rasa ingin tahu siswa;&lt;br /&gt;6.Usahakan untuk memperhatikan perbedaan individual siswa, seperti : perbedaan kemampuan, latar belakang dan sikap terhadap sekolah atau subyek tertentu;&lt;br /&gt;7.Usahakan untuk memenuhi kebutuhan siswa dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya, rasa aman, menunjukkan bahwa guru peduli terhadap mereka, mengatur pengalaman belajar sedemikian rupa sehingga siswa memperoleh kepuasan dan penghargaan, serta mengarahkan pengalaman belajar kearah keberhasilan, sehingga mencapai prestasi dan mempunyai kepercayaan diri.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-2068551588953157925?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/2068551588953157925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/pengembangan-aktivitas-kreativitas-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2068551588953157925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/2068551588953157925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/pengembangan-aktivitas-kreativitas-dan.html' title='Pengembangan Aktivitas, Kreativitas dan Motivasi Siswa'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-5514843632624669035</id><published>2011-07-03T10:25:00.004+07:00</published><updated>2011-07-03T10:30:21.240+07:00</updated><title type='text'>Tips Sukses Menjadi Guru Menurut Gisele Glosser</title><content type='html'>Tulisan ini bersi 15 Tips mengajar bagi guru pemula, yang isinya mungkin sebagian sudah dipraktikkan dalam tugas keseharian kita sebagai guru. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima belas tips mengajar tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Berpikir kritis dan usaha yang jujur lebih penting daripada jawaban yang benar. Cobalah untuk tidak mengerutkan kening ketika siswa memberikan jawaban yang salah atau keliru. Mengerutkan kening seringkali ditafsirkan sebagai bahasa isyarat  penolakan yang dapat menghambat siswa untuk berpartisipasi dalam mengekspresikan pemikirannya.  .&lt;br /&gt;2.Tidak ada pengajaran tanpa pengendalian. Lebih baik Anda bersusah payah pada hari-hari awal masuk sekolah untuk menemukan cara-cara terbaik dalam mengelola kelas dan mendisiplinkan siswa,  daripada Anda harus melakukan perjuangan berat sepanjang semester karena Anda tidak berhasil menemukan cara yang paling efektif dalam pengelolaan kelas.&lt;br /&gt;3.Kadang-kadang hal terbaik untuk dilakukan adalah berhenti berbicara. Jika terjadi kebisingan di kelas, Anda tidak perlu berteriak-teriak meminta para siswa agar  berhenti gaduh. Cobalah Anda berdiri di depan kelas dengan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, kemudian tataplah mereka (khususnya siswa yang menjadi sumber keributan) dengan tetap tanpa menunjukkan  ekspresi  marah.&lt;br /&gt;4.Cobalah lakukan kegiatan yang bervariasi dari waktu ke waktu. Dalam proses pembelajaran rutinitas dan terstruktur memang hal yang baik, tapi apabila hal ini terlalu banyak dilakukan dapat menyebabkan Anda dan kelas Anda jatuh terjerembab ke dalam suatu kebiasaan yang membosankan.&lt;br /&gt;5.Mendorong siswa untuk bepartisipasi aktif. Berikan kesempatan kepada setiap siswa untuk tampil di depan kelas atau mempersilahkan mereka untuk bekerja dalam kelompok. Sedapat mungkin hindari pembelajaran yang  berpusat pada guru untuk sepanjang tahun.&lt;br /&gt;6.Cobalah untuk bersikap fleksibel. Misalnya, pada saat berlangsung proses pembelajaran di kelas, Anda punya aturan ketat terhadap siswa tentang permen karet. Tetapi mungkin Anda  dapat memejamkan mata untuk hal ini  ketika siswa sedang menghadapi ujian.&lt;br /&gt;7.Cobalah uraikan secara jelas topik-topik apa yang akan diujikan. Anda tidak hanya cukup dengan mengatakan dan menyuruh siswa “Minggu depan ulangan, silahkan Pelajari Bab 6!”. Perintah dan penugasan semacam ini akan dirasakan membingungkan, terutama bagi para siswa yang kurang memiliki keterampilan belajar.&lt;br /&gt;8.Meminta dukungan manajemen. Adalah penting untuk mendapatkan dukungan dari manajemen ketika Anda berhadapan dengan isu-isu sulit, terkait dengan proses pembelajaran yang  Anda lakukan. Misalnya, meminta dukungan untuk mengadakan konferensi dengan para orang tua siswa yang  mengalami kesulitan dalam belajar.&lt;br /&gt;9.Berikan siswa kesempatan untuk mengikuti ujian. Jika seorang siswa selalu hadir dalam setiap pertemuan di kelas, namun karena satu dan lain hal dia tidak bisa hadir pada hari ujian, Anda seyogyanya dapat  memberikan kesempatan kepadanya untuk mengikuti ujian susulan dan  jangan membiarkannya lebih dari satu atau dua hari.&lt;br /&gt;10.Gunakan teknik “Front Loading”.  Para siswa cenderung lebih  termotivasi untuk belajar pada awal masuk sekolah. Pada awal masuk sekolah, selain diajak meninjau kembali materi pada semester sebelumnya,  secara garis besarnya siswa juga diajak untuk mengenal topik-topik  yang  hendak dipelajarinya selama satu semester ke depan&lt;br /&gt;11.Ajarkan para siswa untuk memiliki keterampilan memecahkan masalah. Ketika siswa Anda memasuki dunia kerja atau terjun ke masyarakat, sudah pasti dia  akan banyak berhadapan dengan berbagai masalah yang harus dia selesaikan dengan baik. Melalui pembelajaran yang Anda lakukan diharapkan para siswa akan terbiasa  dan terampil  dalam memecahkan aneka masalah yang dihadapinya..&lt;br /&gt;12.Berikan penghargaan atas setiap hasil dan usaha belajar mereka. Penghargaan yang Anda berikan akan memberikan motivasi kepada para siswa untuk mengerjakan sesuatu lebih baik lagi&lt;br /&gt;13.Lakukanlah yang terbaik dari diri Anda dan  bersikap adillah  kepada seluruh siswa, maka Anda akan mendapatkan rasa hormat dari mereka. Krisis kepercayaan kepada guru  seringkali bersumber dari ketidaksanggupan untuk menampilkan yang terbaik kepada siswanya.&lt;br /&gt;14.Motivator terbaik adalah menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata. Jangan lepaskan pembelajaran dari dunia nyata siswa, belajarkanlah mereka hal-hal yang berhubungan dan menyentuh langsung kehidupan mereka  Misalkan guru Matematika ketika sedang membelajarkan tentang sistem metrik, mintalah kepada siswa membawa kertas karton kosong dan botol-botol dari dapur mereka,  untuk dijadikan sebagai media pembelajaran.&lt;br /&gt;15.Di sekolah-sekolah tertentu, adakalanya siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan (kelas unggulan). Hal ini membuat mereka lebih menonjol dibandingkan peserta lainnya. Di satu sisi, cara ini dapat memberikan  kemudahan bagi guru untuk memberikan pelayanan pembelajaran secara homogen, namun di sisi lain juga dapat menimbulkan kecemburuan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Terjemahan dan adaptasi dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gisele Glosser. Tips for New Math Teachers   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-5514843632624669035?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/5514843632624669035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/tips-sukses-menjadi-guru-menurut-gisele.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5514843632624669035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/5514843632624669035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/tips-sukses-menjadi-guru-menurut-gisele.html' title='Tips Sukses Menjadi Guru Menurut Gisele Glosser'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8124395233753496603</id><published>2011-07-02T09:41:00.001+07:00</published><updated>2011-07-02T09:43:22.969+07:00</updated><title type='text'>Empat Pilar Belajar</title><content type='html'>Untuk menghadapi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan dunia yang sangat cepat, Unesco (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005) merumuskan empat pilar belajar, yaitu: belajar mengetahui (learning to know), belajar berkarya (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar berkembang secara utuh (learning to be).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Belajar mengetahui (learning to know)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan terus berkembang, setiap saat ditemukan pengetahuan baru. Oleh karena itu belajar mengetahui harus terus dilakukan, bahkan ditingkatkan menjadi knowing much (berusaha tahu banyak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Belajar berkarya (learning to do)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Belajar hidup bersama (learning to live together)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Belajar berkembang utuh (learning to be)    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8124395233753496603?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8124395233753496603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/empat-pilar-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8124395233753496603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8124395233753496603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/empat-pilar-belajar.html' title='Empat Pilar Belajar'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-8402119419847353569</id><published>2011-07-01T18:53:00.001+07:00</published><updated>2011-07-01T18:54:31.123+07:00</updated><title type='text'>Kepala Sekolah yang Mengintimidasi</title><content type='html'>Kepala sekolah memulai kariernya sebagai guru dan kemudian dipromosikan melalui jenjang karier. Perkembangan itu adalah sumber dari kekuatan terbesar mereka dan juga kelemahan terbesar mereka. Kapasitasnya sebagai manajer, kerapkali menjadikan guru, karyawan dan siswa sebagai sasaran kekerasan.&lt;span class="fullpost"&gt;Kepala sekolah yang suka mengintimidasi akan menghasilkan perilaku intimidasi pula pada guru, karyawan dan bahkan siswa. Kepala sekolah yang mengintimidasi sering mencoba meremehkan dan merusak hasil kerja guru yang paling berbakat dan kreatif, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap sekolah. secara keseluruhan Perilaku kepala sekolah yang mengintimidasi seringkali menjadi kontradiktif dan membingungkan. Mereka memandang bahwa diri mereka disalahmengertikan dan diganggu. Padahal, faktanya mereka adalah perusak dan disfungsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sekolah haruslah menjadi tempat dimana siswa dan seluruh komunitas merasa aman dan tentram secara fisik maupun emosional. Intimidasi dalam bentuk apa pun, baik yang dilakukan oleh siswa, guru atau kepala sekolah dapat menjadi ancaman dan menghalangi proses pembelajaran. Satu-satunya cara untuk secara tegas menghalau dan menjauhkan intimidasi adalah dengan memaksakan keadilan bagi semua. Hanya dengan itulah sekolah-sekolah akan menjadi lingkungan belajar yang positif, di mana proses pembelajaran dapat dimaksimalkan dan setiap siswa merasa dihargai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Les Parsons. 2009. Bullied Teacher Bullied Student (Guru dan Siswa yang Terintimidasi; Mengenali Budaya Kekerasan di sekolah Anda dan Mengatasinya) Terj.Grace Worang, dkk. Jakarta: Grasindo.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-8402119419847353569?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/8402119419847353569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/kepala-sekolah-yang-mengintimidasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8402119419847353569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/8402119419847353569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/kepala-sekolah-yang-mengintimidasi.html' title='Kepala Sekolah yang Mengintimidasi'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-6077751411668574325</id><published>2011-07-01T18:52:00.001+07:00</published><updated>2011-07-01T18:53:25.245+07:00</updated><title type='text'>Guru yang Mengintimidasi</title><content type='html'>Guru pelaku intimidasi adalah guru yang menggunakan kekuasaannya untuk menghukum, memanipulasi, atau mengolok-olok siswa, melampaui tindakan disipliner yang masuk akal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru pelaku intimidasi kadang tidak mampu melihat dirinya yang sesungguhnya. Mereka mengartikan perlakuan agresifnya sebagai suatu tindakan yang tegas, perkataan mereka yang kasar dianggapnya sebagai ungkapan jujur, ketidakkonsistenan sebagai flesksibilitas, serta kekakuan dan obsesi mereka terhadap hal-hal remeh dianggap sebagai ketelitiannya. Pelaku-pelaku intimidasi semacam ini jarang mengakui kesalahan mereka dan menganggap kekeliruan adalah kesalahan orang lain. Mereka merasa penting, berkuasa, elite dan berhak. Menganggap orang lain iri, memanipulasi dan mengeksploitasi orang lain demi kepentingan mereka sendiri, dan tidak memiliki empati bagi target mereka. Mereka menjadi pribadi yang egois, tidak dapat diprediksi, kritis dan pemarah. Sebagai orang dewasa, guru pelaku intimidasi lihai dalam memilih sasaran, terutama ke samping, ke bawah, tetapi jarang mengintimidasi ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku guru mengintimidasi meliputi: (1) kekerasan verbal melalui penggunaan stereotip- stereotip dan penamaan yang bermuatan seksis, rasis, kultur, sosio-ekonomi, ketidaksempurnaan fisik dan homofobik; (2) kekerasan fisik; seperti mengguncang, mendorong, mencubit, menjambak, menjewer, memukul dengan penggaris atau melemparkan sesuatu; (3) kekerasan psikologis; berteriak, berbicara dengan sarkasme, menyobek hasil herja, mengadu domba siswa, membuat ancaman-ancaman.; (4) kekerasan yang berkaitan dengan profesionalisme; penilaian yang tidak adil, menerapkan hukuman dengan pilih-pilih, menggunakan cara-cara pendisiplinan yang tidak pantas, mengarahkan pada kegagalan dengan menetapkan standar yang tidak wajar, membohongi rekan kerja, orang tua siswa, atasan mengenai perilaku siswa, mengambil kesempatan dengan menggunakan materi-materi atau pengayaan, mengintimidasi orang tua karena hambatan bahasa, budaya, atau status sosial ekonomi.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-6077751411668574325?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/6077751411668574325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/guru-yang-mengintimidasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6077751411668574325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/6077751411668574325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/07/guru-yang-mengintimidasi.html' title='Guru yang Mengintimidasi'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-1134946922247864092</id><published>2011-06-30T13:33:00.002+07:00</published><updated>2011-06-30T13:35:51.565+07:00</updated><title type='text'>Siswa yang Mengintimidasi</title><content type='html'>Siswa yang melakukan intimidasi pada siswa lain terdorong oleh beberapa alasan:&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gangguan pengendalian diri;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa seperti ini merasa berselisih dengan dunia yang serba bermusuhan. Mereka mengalami kegelisahan emosional, salah menafsirkan dan salah memahami segala bentuk interaksi dengan orang lain, dan tidak mampu mengendalikan dorongan-dorongan agresif; yang muncul. Mereka sering melanggar peraturan, memulai tindakan agresif, ;merusak milik orang, menyalahkan orang lain, dan menunjukkan kurang pengertian atau simpati terhadap hak-hak dan perasaan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Intimidasi yang dipelajari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat belajar mengintimidasi melalui berbagai cara, seperti: menyaksikan perbuatan-perbuatan kejam, mendapat imbalan atas tindakan ;agresif yang pernah dilakukannya, termasuk jika dia mendapatkan perlakuan agresif dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan hukuman fisik, hukuman yang tidak konsisten dan pemanjaan berlebihan yang dilakukan oleh orang tua memiliki korelasi dengan perilaku agresif anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Mengintimidasi untuk memperoleh sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sebagian besar anak melakukan intimidasi, mereka mempunyai tujuan yang jelas dalam benak mereka. Mereka sengaja menggunakan kekerasan untuk memperoleh apa yang mereka inginkan dari orang lain—uang jajan, jawaban ketika mengahadapi ujian, atau hanya sekedar kesenangan untuk mendominasi, dan bahkan untuk memperkokoh status dan harga diri dalam hierarki sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadapi kasus-kasus di atas, para guru mestinya dapat melihatnya sebagai gejala dari suatu kelainan, bukanlah perbuatan atas kemauan sendiri. Dalam hal ini, bukan berarti guru membolehkan atau memaafkan perilaku agresif tersebut, tetapi guru harus mampu merencanakan pendekatan manajemen kelas yang tepat, bekerja sama dengan ahli atau nara sumber spesialis yang terlatih.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1497222265489081958-1134946922247864092?l=pgtk--darunnajah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/feeds/1134946922247864092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/06/siswa-yang-mengintimidasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1134946922247864092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1497222265489081958/posts/default/1134946922247864092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/06/siswa-yang-mengintimidasi.html' title='Siswa yang Mengintimidasi'/><author><name>PGTK DARUNNAJAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07697020084705381149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_qQScC6I8rsI/TAvEdDVN2FI/AAAAAAAAABM/osgQ8GVNmq8/S220/DSC_0210.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1497222265489081958.post-2660769299316775087</id><published>2011-06-29T07:08:00.001+07:00</published><updated>2011-06-29T07:13:01.866+07:00</updated><title type='text'>Pemberdayaan Guru</title><content type='html'>Sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, khususnya dalam bidang informasi dan komunikasi, telah menjadikan dunia ini terasa semakin menjadi sempit dan transparan. Antara satu belahan dunia dengan belahan dunia lainnya dengan mudah dapat dijangkau dan dilihat dalam waktu yang relatif singkat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah globalisasi, yang di dalamnya membawa berbagai implikasi yang luas dan kompleks bagi kehidupan manusia. Implikasi nyata dari adanya globalisasi adalah terjadinya perpacuan manusia yang mengglobal. Seorang individu dalam berkarya tidak hanya dituntut untuk mampu berkiprah dan berkompetisi sebatas tingkat lokal dan nasional semata, namun lebih jauh harus dapat menjangkau sampai pada tingkat kompetisi global, yang memang di dalamnya berisi sejumlah tantangan dan peluang yang begitu ketat.&lt;br /&gt;Pada saat yang bersamaan, kita pun saat ini sedang dihadapkan dengan era otonomi daerah, yaitu sebuah paradigma baru dari sistem pemerintahan, yang semula bersifat otoriter-sentralistik menuju ke arah demokratik-desentralistik. Sebagai paradigma baru, tentunya akan mempunyai implikasi yang sangat luas pula terhadap tatanan kehidupan. Berbagai persoalan akan muncul, baik yang bersifat tantangan maupun hambatan. Dengan kewenangan yang luas, daerah seyogyanya lebih mampu untuk memberdayakan diri dan memacu partisipasi masyarakatnya dalam berbagai kegiatan pembangunan, sehingga pada gilirannya benar-benar akan dapat terwujud berbagai kemajuan yang signifikan.&lt;br /&gt;Dari sini timbul pertanyaan, bagaimanakah agar kita benar-benar dapat survive dan eksis guna menghadapi kedua tantangan zaman tersebut. Tak lain jawabannya, kualitas sumber daya manusia ! Faktor kualitas sumber daya manusia menjadi amat penting karena hanya dengan sentuhan manusia-manusia yang memiliki kemampuan intelektual tinggi, keterampilan yang handal dan sikap moral yang tinggi, maka berbagai persoalan yang muncul sebagai konsekwensi logis dari adanya era globalisasi dan era otononomi daerah sangat diyakini akan bisa terjawab. Oleh karena itu, gerakan usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia hendaknya menjadi komitmen seluruh komponen bangsa. Melalui usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia diharapkan dapat tercipta manusia-manusia yang dapat diandalkan untuk menjadi motor penggerak pembangunan di daerah. Sekaligus pula, dapat diandalkan untuk mampu berkiprah dalam percaturan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataaannya, memang harus diakui bahwa saat ini tingkat kualitas sumber daya manusia Indonesia sangat mengkhawatirkan, jangankan untuk bersaing pada tingkat global, untuk tingkat regional ASEAN saja, kita berada pada posisi di bawah Vietnam, yakni sebuah negara yang beberapa tahun lalu berkecamuk dilanda perang saudara. Namun, dengan dukungan political will yang kuat dari pemerintah setempat untuk mengkampanyekan pentingnya pendidikan, dengan mengangkat tema sentral posisi guru sebagai kunci utama keberhasilan peningkatan sumber daya manusia, maka dalam waktu yang relatif singkat, saat ini Vietnam telah berhasil mengangkat posisi kualitas sumber daya manusianya di atas kita.&lt;br /&gt;Rasanya tak perlu malu, kalau kita belajar menimba pengalaman dari keberhasilan Vietnam dalam membangun sumber daya manusianya, yakni dengan berusaha menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan, dengan tema sentral yang sama yakni guru sebagai kunci utama keberhasilan peningkatan sumber daya manusia. Memang, berdasarkan hasil studi di negara-negara berkembang telah membuktikan bahwa guru memberikan kontribusi tertinggi dalam pencapaian prestasi belajar (36%), kemudian disusul manajemen (23%), waktu belajar (22%), dan sarana fisik (19%), sebagaimana disampaikan oleh Dirjen Dikdasmen pada acara Dies Natalis XVI Universitas Terbuka.&lt;br /&gt;Suka atau tidak suka, memang harus diakui bahwa semasa rezim orde baru yang otoriter dan sentralistik itu telah menempatkan profesi guru berada pada posisi yang termarjinalkan dari keseluruhan sistem pembangunan. Akibatnya, dalam pengelolaan dan pengembangan proses pembelajaran seringkali guru menjadi miskin kreativitas, karena selalu dicekoki oleh berbagai aturan yang sangat mengikat dan kaku. Kebebasan mengaktulisasikan diri untuk menjadi seorang profesional terhambat dan guru hanya berperan sebagai tenaga juru belaka, yang bertugas menyampaikan apa yang telah disajikan dari pusat dalam bentuk petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai pada tahap evaluasi sekali pun.&lt;br /&gt;Terlebih lagi dengan adanya kewajiban untuk memenuhi target-target materi kurikulum tertentu yang seringkali menimbulkan rasa stress, baik guru maupun siswa. Demi mengejar target materi, seringkali terjadi pemaksaan penjejalan materi kepada siswa. Mengerti atau tidak mengerti apa yang telah disampaikan guru, menjadi urusan belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban lain yang harus ditanggung guru yaitu menyangkut kewajiban membuat berbagai perangkat administrasi yang sudah terpolakan secara baku dan bermacam-macam jenisnya. Bahkan ada persepsi bahwa guru yang baik adalah yang memiliki administrasi lengkap. Dari sini timbul sikap pragmatis, yang penting administrasi bagus, meskipun pada kenyataannya, antara yang tertulis dalam administrasi dengan pelaksanaan, sesungguhnya sangat bertolak belakang.&lt;br /&gt;Hal yang mendasar dan menjadi persoalan utama guru adalah menyangkut kesejahteraannya. Tunjangan fungsional yang diskriminatif dibandingkan dengan profesi lain telah menimbulkan rasa cemburu di kalangan guru. Selain itu, berbagai kasus pemotongan gaji untuk kepentingan yang tidak masuk akal seringkali terjadi. Begitu juga, prosedur kenaikan pangkat yang berbelit-belit dan selalu berakhir dengan pungutan-pungutan yang tidak jelas juntrungnya, kiranya semakin melengkapi rasa frustrasi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akumulasi berb
